Rabu, 12 Desember 2018


Senin, 13 Agustus 2018 08:17 WIB

Mengapa bukan 'U'bud Rabbak'?

Reporter :
Kategori : Sudut

ilustrasi. sumber:nusantaranews

Oleh: K.H. Husein Muhammad*

Sungguh menakjubkan, Tuhan menurunkan kepada Muhammad bin Abdullah, kata-kata “Iqra” (Bacalah) sebagai Titah-Nya yang pertama. Mengapa bukan “U'bud Rabbak" (Sembahlah Tuhanmu)?. Atau "Qul Huwa Allah Ahad" (katakan : Tuhan Allah itu Esa". Atau " Qul Asyhadu Allah Ilaha Illallah" (Katakan : Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah").



Bukankah tujuan utama agama adalah mengajak manusia untuk menyembah Tuhan Yang Maha Esa?. Bukankah meyakini bahwa hanya ada Satu Tuhan adalah prinsip utama dalam Islam?.

Tetapi bagaimana Tuhan Allah bisa diimani keber-Ada-an-Nya, dan bisa diyakini Dia Yang Maha Esa, bila tanpa pengetahuan tentang Dia. Lalu bagaimana jalan mengetahui dan mengenal-Nya?. Nah jelas sekali, bahwa pengetahuan menjadi basis mengenal Tuhan dan Segala Sifat-Nya untuk pada akhirnya mempercayai bahwa Dia Wajib al-Wujud dan hanya Dia satu-satunya yang Ada dan seterusnya.

Betapa Mahabijaksananya Allah.

"Iqra bi Ismi Rabbik", secara literal bermakna “bacalah atas nama Rabb (Pendidik) mu”. Lalu apakah yang dibaca oleh Nabi saat itu?. Bukankah beliau "Ummi" yang dimaknai sebagai tak bisa membaca dan menulis?. Apakah Malaikat Jibril telah membawakan untuk beliau bahan bacaan, tulisan berbahasa Arab?.

Maka tentu saja, Iqra tidak hanya dimaknai sesederhana itu. Ia adalah kata bernuansa metaforis (majaz) yang padat makna. Ia mungkin bermakna : lihatlah dan pandanglah semesta, pikirkan dan renungkan inti manusia dan kebudayaan bangsa-bangsa.

Lihatlah perilaku dan kata-kata mereka sehari-hari?
Lihatlah langit yang menaungimu, bumi yang menyanggahmu. Lihatlah gunung gemunung yang bertengger di puncak bumi dengan begitu kokoh. Pandanglah lautan biru yang membentang dan menjorok ke dalam perut bumi. Pikirkan O, Muhammad. Siapakah yang menciptakan semua itu?.

Lihatlah dirimu sendiri dan renungkan dalam-dalam. Kau sebelumnya hanyalah air mani yang menjijikkan, lalu membentuk darah, daging, tulang, dan seterusnya menjadi dirimu sendiri yang indah. Lalu akan menjadi apakah kau kelak?. Bukankah kau akan kembali menjadi tulang-belulang yang tertimbun di perut bumi dan yang tak berharga?. Lihatlah tingkah laku manusia-manusia di sekelilingmu! Bukankah kau lihat, mereka rajin memperbudak manusia, menindas mereka yang miskin, merendahkan kaum perempuan begitu rendah dan memandang bayi perempuan boleh dikubur hidup-hidup?. Perhatikan, O. Muhammad, para pemimpin kaummu itu. Mereka begitu congkak, arogan dan munafik.

Sesudah itu, melangkahlah engkau wahai Muhammad seraya dalam bimbingan Tuhan. Bebaskan bumi manusia dari sistem penindasan dan pembodohan. Selamatkan umat manusia dari cengkeraman para kapitalis dan kaum borjuis itu. Temani dan berpihaklah kepada mereka yang miskin dan direndahkan oleh manusia-manusia yang arogan dan berhati kasar itu

Nyalakan lilin dan bawalah ia ke tempat-tempat gelap. Cerdaskan akal mereka dan cerahkan hati kaummu. Ajari mereka literasi. Beri mereka pengetahuan dan cahaya Ketuhanan. Melalui itu semua engkau bangun peradaban baru yang cemerlang. Dan selalulah mengingat Tuhan mu dan bersyukurlah kepada-Nya.

 

*K.H. Husein Muhammad, lahir di Cirebon, 9 Mei 1953. Setelah menyelesaikan pendidikan di Pesantren Lirboyo, Kediri, tahun 1973 melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi Ilmu al-Qur-an (PTIQ) Jakarta. Tamat tahun 1980. Kemudian melanjutkan belajar ke Al-Azhar, Kairo, Mesir. Di tempat ini ia mengaji secara individual pada sejumlah ulama Al-Azhar. Kembali ke Indonesia tahun 1983 dan menjadi salah seorang pengasuh Pondok Pesantren Dar al-Tauhid, yang didirikan kakeknya tahun 1933 sampai sekarang. Karya tulisnya tersebar di toko-toko buku besar di tanah air. Tulisan ini semula diunggah di laman fb penulis pada 2 Juni 2018 dengan judul Makna Iqra'. Pemuatan di sini atas seizin penulis.


Tag : #bacalah atas nama Rabb (Pendidik) mu #Makna Bacalah



Berita Terbaru

 

Selasa, 11 Desember 2018 21:05 WIB

Nelayan Ini Ditemukan Luka-luka di Kapal Pompongnya


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Barat – Diduga mengalami kecelakaan kerja saat melaut, seorang nelayan di Tanjab Barat ditemukan luka-luka dan terbaring

 

Program Sosial Bank Indonesia
Selasa, 11 Desember 2018 20:19 WIB

Cabai hingga Trigona, Potensi Mahad Aljamiah jadi Kawasan Ekowisata


Kajanglako.com, Jambi – Tak usah diragukan lagi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi begitu menaruh perhatian besar terhadap pengembangan

 

Selasa, 11 Desember 2018 18:31 WIB

Dirikan Tenda, Warga Mandiangin dari 12 Desa Duduki Kantor Bupati


Kajanglako.com, Sarolangun – Buntut dari kisruh antara warga 12 Desa di Kecamatan Mandiangin dengan PT AAS, ratusan warga mendatangi Kantor Bupati

 

Selasa, 11 Desember 2018 17:54 WIB

BP2KBP3A Layangkan Surat ke PLN, Saryoto: jika Tak Digubris Kita Tempuh Jalur Hukum


Kajanglako.com, Batanghari - Hingga saat ini, KWH arus listrik di Kantor Badan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan

 

Selasa, 11 Desember 2018 17:33 WIB

Pol PP Punya Catatan Buruk saat Jaga Kantor Gubernur, Edi: Kami Siap jika Diminta Kembali


Kajanglako.com, Jambi - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi, Fachrori Umar, meminta Pengamanan Dalam (Pamdal) Kantor Gubernur Jambi pada tahun 2019 ditiadakan. Kebijakannya