Senin, 15 Oktober 2018


Minggu, 22 Juli 2018 22:39 WIB

Bendera Merah Putih dan AJO Indonesia Siap Dikibarkan di Puncak Himalaya di Even Ini

Reporter : Redaksi
Kategori : Inforial Ragam

Ketum, Sekjend, Wasekjend Meet Royal Enfield Community ( Prepare untuk AJO Indonesia di Puncak Himalaya)

Kajanglako.com, Jakarta - Bendera merah putih akan dikibarkan tepat pada 17 Agustus 2018  di puncak pegunungan Himalaya. Semangat nasionalisme itu menjadi titik puncak perayaan HUT RI . Sembilan orang pengendara motor asal Indonesia yang akan mengikuti Royal Enfield Himalaya Ride 2018.

Kegiatan touring penggemar motor besar mancanagara bergengsi ini akan mengambil rute dengan melewati India-Nepal, berbagai macam jenis jalanan, hutan, padang pasir hingga pegunungan tinggi dengan ketinggian 5000 MDPL. Malah ada beberapa rute yang benar-benar menguras kemampuan riders menaklukan jalanan off road.



"Padang pasir hingga lumpur kayaknya bakal menjadi menu sehari-hari. Belum lagi cuaca dingin dan tipis khas Himalaya, menjadi tantangan sendiri," ungkap Donny.

Donny Munir, salah seorang riders yang mengikuti kegiatan ini menyebutkan, touring sepeda motor besar itu diikuti lebih dari 15 negara.

"Riders Indonesia yang paling banyak diundang pada even ini. Kami akan manfaat event ini untuk menunjukkan semangat proklamasi, pantang menyerah dan keberagaman Indonesia," kata Donny.

Donny dan 8 orang asal Indonesia yang mewakili komunitas pengguna sepeda motor besar, akan menggunakan sepeda motor jenis Royal Enfield Himalayan 500 cc, yang dikenal memiliki menaklukan medan ganas pegunungan.

Motor asal Inggris yang dibuat di India, dibangun di atas rangka cradle split duplex yang dikembangkan Harris Performance untuk pengendaraan yang stabil dan lincah. Menggunakan suspensi belakang monoshock dengan jarak pijak 220 mm, mampu mengatasi kontur jalan di pegunungan.

Himalaya menggunakan mesin terbaru LS 410 yang memiliki torsi tinggi dan tenaga di RPM rendah. Sistem pengereman disediakan oleh cakram 300 mm di depan dan 240 mm di belakang. Berbekal tangki 15 liter, motor ini mampu menempuh jarak 450 kilometer dan 'menghirup' udara tipis di pegunungan tinggi.

Event Royal Enfield Himalaya Ride 2018 akan diikuti AJO Indonesia, sebagai official media dari Indonesia.

Ketua Umum DPP AJO Indonesia Rival Achmad Labbaika senang dengam even internasional, apalagi riders Indonesia membawa semangat nasionalisme.

"Kita dukung even ini, karena ini adalah representasi dari semangat AJO Indonesia tentang kebanggaan dan semangat berdikari," kata Rival.

Melalui Royal Enfield Himalaya Ride 2018 Bendera Merah Putih dan Bendera AJO Indonesia akan dikibarkan di Puncak Himalaya oleh Wasekjend Hendrata Yudha bertepatan dengan hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73 pada tanggal 17 Agustus 2018. (kjcom)


Tag : #AJO Indonesia #AJO #AJO Jambi #Riding Sepeda Motor Royal Enfield #Himalaya #merah putih #17 agustus



Berita Terbaru

 

PPSN V Jambi
Senin, 15 Oktober 2018 16:30 WIB

Menteri Agama Bakal Buka PPSN V di Jambi


Kajanglako.com, Jambi – Tak sampai 10 hari lagi, event nasional tiga tahunan Kementrian Agama yakni Perkemahan Pramuka Santri Nasional (PPSN) V di

 

PPSN V Jambi
Senin, 15 Oktober 2018 16:28 WIB

PPSN V Provinsi Jambi Siap Pecahkan Rekor Muri Melalui Seni Krinok


Kajanglako.com, Jambi – Ada yang menarik dan layak ditunggu pertunjukkannya dalam gelaran Perkemahan Pramuka Santri Nasional (PPSN) ke lima di Provinsi

 

PPSN V Jambi
Senin, 15 Oktober 2018 16:22 WIB

Digelar di Jambi, 3000 Pramuka Santri se Indonesia akan Ramaikan PPSN V


Kajanglako.com, Jambi – Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) kembali akan digelar tahun ini. Event tiga tahunan ini merupakan salah satu program

 

Senin, 15 Oktober 2018 15:00 WIB

Pamit ke Asrama, Santri Ini Ditemukan Tergantung


Kajanglako.com, Merangin - Ponpes Syeh Maulana Qori dihebohkan dengan adanya salah satu santriwati yang ditemukan tergantung dengan kain panjang di lehernya.    Informasi

 

Hotspot
Senin, 15 Oktober 2018 11:39 WIB

Terpantau 65 Titik Panas di Merangin


Kajanglako.com, Merangin - Hotspot atau titik panas terpantau cukup banyak di Kabupaten Merangin. Per 10 Oktober terpantau 65 titik panas di sejumlah Kecamatan