Selasa, 19 Maret 2019

Rabu, 18 Juli 2018 09:09 WIB

Pertanyakan Akuisisi Pertagas oleh PGN, Ihsan: Apa Urgensinya?

Reporter : Redaksi
Kategori : Berita Nasional

Ihsan Yunus bersama Direksi Pertamina dan Pertagas/ foto: istimewa

Kajanglako.com, Jakarta - Selasa, 17 Juli 2018, Komisi VI DPR RI melanjutkan rangkaian Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan mitra komisi.

Kali ini RDP berlangsung antara Komisi VI bersama PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.



Pertamina diwakili Plt Dirutnya, Nicke Widyawati, dan PGN oleh Dirutnya, Jobi Triananda. Turut hadir pula Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementrian BUMN, Harry Sampurno.  

Fokus RDP kali ini adalah membahas tentang holding migas serta akuisisi PT Pertagas, yang sebelumnya anak usaha Pertamina, oleh PGN.

Ihsan Yunus, anggota DPR RI dari Komisi VI, Dapil Jambi, mempertanyakan urgensitas adanya akuisisi tersebut.

“Sejak awal tahun ini, kita ketahui bahwa Pertamina sudah menjadi majority shareholder dari PGN dengan 57% sedangkan 43% saham PGN lainnya dimiliki publik. Kita juga ketahui bahwa 100% saham Pertagas adalah milik Pertamina. Lalu apa pentingnya akuisisi 51% saham Pertagas oleh PGN ini? Dengan skema pemegang saham sebelum akuisisipun Pertamina, sebagai parent company dalam holding migas, memiliki kontrol aktual terhadap PGN dan Pertagas. Jadi saya mempertanyakan apa urgensinya akuisisi ini?,” kata Ihsan.

Belum komprehensifnya kajian atas akuisisi ini juga menjadi alasan masih terdapatnya penolakan serikat pekerja Pertagas atas aksi korporasi yang terjadi. Alasan utamanya adalah kurangnya kajian komprehensif terkait divestasi Pertagas terutama untuk aspek-aspek seperti organisasi perusahaan, kelembagaan dan SDM.

Berkenaan dengan hal tersebut, Ihsan melanjutkan pertanyaannya, “Fakta menunjukkan, pasca akuisisi, nilai saham PGN di bursa turun. Ini perlu jadi perhatian. Jangan sampai corporate action yang dilakukan terburu-buru tanpa kajian mendalam, menjadi bumerang dan justru merugikan PGN karena nilai sahamnya turun yang pada akhirnya berarti merugikan negara,” kata Ihsan.

Ihsan juga menyoroti persoalan-persoalan yang masih menghinggapi PGN seperti proyek unit penampungan dan regasifikasi gas terapung (Floating Storage Regasification Unit/FSRU) di Lampung yang disebut potensial merugikan negara serta persoalan anak usaha PGN, Saka Energi, yang beberapa tahun terakhir masih mengalami kerugian.

“Sebuah aksi korporasi itu harusnya prudent, kalkulasi keuntungan di masa depan jelas. Itu tercapai apabila, sebelum transaksi dilakukan, seluruh pihak meminimalisasi potensi-potensi risiko dan kerugian. Saya mencatat PGN sendiri masih bermasalah untuk proyek FSRU Lampung dan Saka Energi. Kinerja PGN lima tahun terakhir turun akibat kenaikan biaya operasi dan pembayaran sewa FSRU Lampung sementara operasi FSRU tidak maksimal. Investasi PGN di hulu migas lewat Saka Energi juga masih terus merugi. Rata-rata dalam lima tahun kerugiannya lebih dari US$ 50 juta,” katanya. (*)


Tag : #Ihsan Yunus #DPR RI #Pertamina #Pertagas



Berita Terbaru

 

Senin, 18 Maret 2019 21:04 WIB

Jadi Sorotan, PT Balsa Belum Jalankan Standar K3


Kajanglako.com, Sarolangun - Dinas Tenaga Kerja Sarolangun kembali menyoroti perusahaan-perusahaan yang tidak memenuhi standar aturan Keselamatan dan Kesehatan

 

Senin, 18 Maret 2019 20:48 WIB

Hadiri Sertijab Kepala BPK Jambi, Ini yang Disampaikan Bupati Safrial


Kajanglako.com, Jambi - Bupati Tanjab Barat, Safrial, menghadiri Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jambi,

 

Senin, 18 Maret 2019 20:46 WIB

Sertijab Kepala BPK RI Perwakilan Jambi, Fachrori: Ini Semangat Baru Tata Kelola Keuangan yang Baik


Kajanglako.com, Jambi - Serah Terima Jabatan Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Jambi dari Parna, kepada Hery Ridwan, berlangsung

 

Senin, 18 Maret 2019 20:45 WIB

Pemprov Akomodir Pokok-pokok Pikiran RKPD 2020 DPRD Provinsi Melalui e-Pokir


Kajanglako.com, Jambi - Gubernur Jambi, Fachrori Umar mengemukakan, Pemerintah Provinsi Jambi telah menyediakan sebuah aplikasi yang bernama e-Pokir untuk

 

Senin, 18 Maret 2019 19:38 WIB

Pemkab Sarolangun Anggarkan Rp5 Miliar untuk Berantas Buta Aksara Alqur'an


Kajanglako.com, Sarolangun - Angka buta aksara Alqur'an di Kabupaten Sarolangun masih terbilang cukup tinggi, Pemkab Sarolangun pun sangat serius untuk