Rabu, 20 Maret 2019

Kamis, 12 Juli 2018 16:40 WIB

Peringati HANI, BNNK Tanjabtim-Tanjabbar Komitmen Sosialisasikan P4GN

Reporter : Soni Setiawan
Kategori : Berita

BNNK Tanjabtim - Tanjabbar Peringati HANI di Lapangan Kantor Bupati Tanjabtim / Foto: SSE

Kajanglako.com, Tanjung Jabung Timur - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tanjung Jabung Timur, Kamis (12/7) mengadakan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI). Upacara peringatan HANI kali ini dilaksanakan di lapangan kantor Bupati Tanjab Timur. 

Peringatan HANI 2018 merupakan salah satu bagian dari komitmen BNNK dalam upaya mensosialisasikan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) serta mensosialisasikan program-program BNN, baik yang sudah maupun yang akan dilakukan.
 
HANI merupakan bentuk keprihatinan dunia terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan prekusor Narkotika yang berdampak buruk terhadap kesehatan, perkembangan sosial-ekonomi, serta keamanan dan kedamaian dunia.



Penyalahgunaan Narkotika secara nyata juga dapat memicu kejahatan lainnya seperti pencurian dan pembunuhan. Situasi yang sangat mengkhawatirkan ini menjadi masalah dunia yang sangat mendesak untuk segera diatasi bersama.

Melalui sambutan yang dibacakan langsung oleh Kepala BNNK Tanjabtim-Tanjabbar, Cecep Subarjat, Indonesia berada pada kondisi darurat Narkoba. Indonesia saat ini tidak hanya sekadar tempat transit, tetapi sudah menjadi salah satu pasar Narkotika yang besar di Asia. Hal ini terbukti dengan terbongkarnya beberapa kasus penyelundupan Narkotika yang mencapai hitungan ton.

"Dua tema besar yang diangkat HANI 2018 BNN RI pertama, “Listen First-listening to children and youth is the first step to help them grow healthy and safe” kedua, “Menyatukan dan Menggerakkan Seluruh Kekuatan Bangsa dalam Perang Melawan Narkotika untuk Mewujudkan Masyarakat Indonesia yang Sehat tanpa Narkotika," katanya. 

Salah satu pencegahan yang selama ini getol disosialisasikan oleh BNNK Tanjabtim-Tanjabbar adalah menyasar kepada kelompok keluarga khususnya orangtua dan instansi pemerintah maupun swasta.

"Pendekatan penegakan hukum bertujuan untuk memutus mata rantai pemasok Narkoba mulai dari produsen sampai pada jaringan pengedarnya. Sedangkan pendekatan kesehatan bertujuan untuk memutus mata rantai para pengguna Narkoba melalui perawatan atau rehabilitasi," kata Cecep.

Ditambahkan Cecep, dengan terlindunginya rakyat maka akan melahirkan sumber daya manusia yang sehat dan unggul untuk berperan dalam menghadapi globalisasi dan tantangan berbangsa dan bernegara. (kjcom)


Tag : #Narkoba #BNNK Tanjabtim



Berita Terbaru

 

Selasa, 19 Maret 2019 19:38 WIB

Rakor Sosdukcapil, Ini yang Disampaikan Sekda Dianto


Kajanglako.com, Jambi - Rapat Koordinasi Sosial Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Sosdukcapil) se-Provinsi Jambi Tahun 2019, berlangsung di Wiltop Hotel

 

Selasa, 19 Maret 2019 19:27 WIB

Bupati Mashuri Lantik Rio Terpilih Dusun Ujung Tanjung


Kajanglako.com, Bungo - Bupati Bungo, Mashuri, resmi melantik Susanto sebagai Rio Dusun Ujung Tanjung Kecamatan Jujuhan periode 2019-2024, Selasa (19/03). Turut

 

Selasa, 19 Maret 2019 19:24 WIB

Bupati Mashuri Lapor SPT Tahunan dengan e-Filing di KPP Pratama Bungo


Kajanglako.com, Bungo - Untuk memberikan teladan kepada masyarakat, Bupati Bungo Mashuri beserta Sekretaris Daerah Ridwan Is menyampaikan SPT tahunan PPH

 

Selasa, 19 Maret 2019 19:17 WIB

KPK Periksa 8 Anggota DPRD, Febri: Jika Ada yang Terima Uang Lebih Baik Dikembalikan


Kajanglako.com, Jambi - Hari ini Selasa (19/3), KPK melakukan pemeriksaan terhadap 8 orang saksi yang menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Jambi. Pemeriksaan

 

Selasa, 19 Maret 2019 16:35 WIB

Aminuddin Geser Posisi Syahrial Pimpin Gerindra Batanghari


Kajanglako.com, Batanghari - Kabar mengejutkan datang dari DPC Partai Gerindra Kabupaten Batanghari. Masalahnya, saat ini yang memimpin Gerindra Batanghari