Selasa, 19 Maret 2019

Kamis, 12 Juli 2018 16:40 WIB

Peringati HANI, BNNK Tanjabtim-Tanjabbar Komitmen Sosialisasikan P4GN

Reporter : Soni Setiawan
Kategori : Berita

BNNK Tanjabtim - Tanjabbar Peringati HANI di Lapangan Kantor Bupati Tanjabtim / Foto: SSE

Kajanglako.com, Tanjung Jabung Timur - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tanjung Jabung Timur, Kamis (12/7) mengadakan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI). Upacara peringatan HANI kali ini dilaksanakan di lapangan kantor Bupati Tanjab Timur. 

Peringatan HANI 2018 merupakan salah satu bagian dari komitmen BNNK dalam upaya mensosialisasikan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) serta mensosialisasikan program-program BNN, baik yang sudah maupun yang akan dilakukan.
 
HANI merupakan bentuk keprihatinan dunia terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan prekusor Narkotika yang berdampak buruk terhadap kesehatan, perkembangan sosial-ekonomi, serta keamanan dan kedamaian dunia.



Penyalahgunaan Narkotika secara nyata juga dapat memicu kejahatan lainnya seperti pencurian dan pembunuhan. Situasi yang sangat mengkhawatirkan ini menjadi masalah dunia yang sangat mendesak untuk segera diatasi bersama.

Melalui sambutan yang dibacakan langsung oleh Kepala BNNK Tanjabtim-Tanjabbar, Cecep Subarjat, Indonesia berada pada kondisi darurat Narkoba. Indonesia saat ini tidak hanya sekadar tempat transit, tetapi sudah menjadi salah satu pasar Narkotika yang besar di Asia. Hal ini terbukti dengan terbongkarnya beberapa kasus penyelundupan Narkotika yang mencapai hitungan ton.

"Dua tema besar yang diangkat HANI 2018 BNN RI pertama, “Listen First-listening to children and youth is the first step to help them grow healthy and safe” kedua, “Menyatukan dan Menggerakkan Seluruh Kekuatan Bangsa dalam Perang Melawan Narkotika untuk Mewujudkan Masyarakat Indonesia yang Sehat tanpa Narkotika," katanya. 

Salah satu pencegahan yang selama ini getol disosialisasikan oleh BNNK Tanjabtim-Tanjabbar adalah menyasar kepada kelompok keluarga khususnya orangtua dan instansi pemerintah maupun swasta.

"Pendekatan penegakan hukum bertujuan untuk memutus mata rantai pemasok Narkoba mulai dari produsen sampai pada jaringan pengedarnya. Sedangkan pendekatan kesehatan bertujuan untuk memutus mata rantai para pengguna Narkoba melalui perawatan atau rehabilitasi," kata Cecep.

Ditambahkan Cecep, dengan terlindunginya rakyat maka akan melahirkan sumber daya manusia yang sehat dan unggul untuk berperan dalam menghadapi globalisasi dan tantangan berbangsa dan bernegara. (kjcom)


Tag : #Narkoba #BNNK Tanjabtim



Berita Terbaru

 

Senin, 18 Maret 2019 21:04 WIB

Jadi Sorotan, PT Balsa Belum Jalankan Standar K3


Kajanglako.com, Sarolangun - Dinas Tenaga Kerja Sarolangun kembali menyoroti perusahaan-perusahaan yang tidak memenuhi standar aturan Keselamatan dan Kesehatan

 

Senin, 18 Maret 2019 20:48 WIB

Hadiri Sertijab Kepala BPK Jambi, Ini yang Disampaikan Bupati Safrial


Kajanglako.com, Jambi - Bupati Tanjab Barat, Safrial, menghadiri Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jambi,

 

Senin, 18 Maret 2019 20:46 WIB

Sertijab Kepala BPK RI Perwakilan Jambi, Fachrori: Ini Semangat Baru Tata Kelola Keuangan yang Baik


Kajanglako.com, Jambi - Serah Terima Jabatan Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Jambi dari Parna, kepada Hery Ridwan, berlangsung

 

Senin, 18 Maret 2019 20:45 WIB

Pemprov Akomodir Pokok-pokok Pikiran RKPD 2020 DPRD Provinsi Melalui e-Pokir


Kajanglako.com, Jambi - Gubernur Jambi, Fachrori Umar mengemukakan, Pemerintah Provinsi Jambi telah menyediakan sebuah aplikasi yang bernama e-Pokir untuk

 

Senin, 18 Maret 2019 19:38 WIB

Pemkab Sarolangun Anggarkan Rp5 Miliar untuk Berantas Buta Aksara Alqur'an


Kajanglako.com, Sarolangun - Angka buta aksara Alqur'an di Kabupaten Sarolangun masih terbilang cukup tinggi, Pemkab Sarolangun pun sangat serius untuk