Senin, 16 Juli 2018


Kamis, 12 Juli 2018 16:40 WIB

Peringati HANI, BNNK Tanjabtim-Tanjabbar Komitmen Sosialisasikan P4GN

Reporter : Soni Setiawan
Kategori : Berita

BNNK Tanjabtim - Tanjabbar Peringati HANI di Lapangan Kantor Bupati Tanjabtim / Foto: SSE

Kajanglako.com, Tanjung Jabung Timur - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tanjung Jabung Timur, Kamis (12/7) mengadakan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI). Upacara peringatan HANI kali ini dilaksanakan di lapangan kantor Bupati Tanjab Timur. 

Peringatan HANI 2018 merupakan salah satu bagian dari komitmen BNNK dalam upaya mensosialisasikan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) serta mensosialisasikan program-program BNN, baik yang sudah maupun yang akan dilakukan.
 
HANI merupakan bentuk keprihatinan dunia terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan prekusor Narkotika yang berdampak buruk terhadap kesehatan, perkembangan sosial-ekonomi, serta keamanan dan kedamaian dunia.



Penyalahgunaan Narkotika secara nyata juga dapat memicu kejahatan lainnya seperti pencurian dan pembunuhan. Situasi yang sangat mengkhawatirkan ini menjadi masalah dunia yang sangat mendesak untuk segera diatasi bersama.

Melalui sambutan yang dibacakan langsung oleh Kepala BNNK Tanjabtim-Tanjabbar, Cecep Subarjat, Indonesia berada pada kondisi darurat Narkoba. Indonesia saat ini tidak hanya sekadar tempat transit, tetapi sudah menjadi salah satu pasar Narkotika yang besar di Asia. Hal ini terbukti dengan terbongkarnya beberapa kasus penyelundupan Narkotika yang mencapai hitungan ton.

"Dua tema besar yang diangkat HANI 2018 BNN RI pertama, “Listen First-listening to children and youth is the first step to help them grow healthy and safe” kedua, “Menyatukan dan Menggerakkan Seluruh Kekuatan Bangsa dalam Perang Melawan Narkotika untuk Mewujudkan Masyarakat Indonesia yang Sehat tanpa Narkotika," katanya. 

Salah satu pencegahan yang selama ini getol disosialisasikan oleh BNNK Tanjabtim-Tanjabbar adalah menyasar kepada kelompok keluarga khususnya orangtua dan instansi pemerintah maupun swasta.

"Pendekatan penegakan hukum bertujuan untuk memutus mata rantai pemasok Narkoba mulai dari produsen sampai pada jaringan pengedarnya. Sedangkan pendekatan kesehatan bertujuan untuk memutus mata rantai para pengguna Narkoba melalui perawatan atau rehabilitasi," kata Cecep.

Ditambahkan Cecep, dengan terlindunginya rakyat maka akan melahirkan sumber daya manusia yang sehat dan unggul untuk berperan dalam menghadapi globalisasi dan tantangan berbangsa dan bernegara. (kjcom)


Tag : #Narkoba #BNNK Tanjabtim



Berita Terbaru

 

Minggu, 15 Juli 2018 20:05 WIB

Pelantikan Pengurus IKBJ Dijadwalkan Awal Agustus


Kajanglako.com, Jambi – Panitia Pelantikan Pengurus Ikatan Keluarga Bungo Jambi (IKBJ) telah menjadwalkan pelantikan pada awal Agustus, acara pelantikan

 

HKP ke-46
Minggu, 15 Juli 2018 17:59 WIB

Bupati Syahirsah Harapkan Petani Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas Produk Pertanian


Kajanglako.com, Batanghari - Plt Gubernur Fahrori Umar, mengatakan kepada petani yang telah sukses di bidang pertanian diharapkan dapat menularkan

 

Peringatan HKP
Minggu, 15 Juli 2018 17:55 WIB

Syahirsah Dampingi Fachrori Tutup Acara HKP Tingkat Provinsi


Kajanglako.com, Batanghari - Setelah berjalan selama tiga hari, yang dimulai pada 12 Juli lalu, Sabtu (14/7), Hari Krida Pertanian (HKP)  tingkat

 

FPTI
Minggu, 15 Juli 2018 17:46 WIB

Manfaatkan Alam Terbuka, FPTI Gelar Rakornis di Hutan Kota


Kajanglako.com, Jambi - Cara berbeda dan tak biasa dilakukan Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jambi saat menggelar

 

Minggu, 15 Juli 2018 15:18 WIB

Sambut Akbar Tandjung, Bupati Mashuri Sampaikan Perkembangan Kabupaten Bungo


Kajanglako.com, Bungo - Bupati Bungo, H Mashuri sambut kedatangan Ketua Dewan Pembina KAHMI Pusat, Akbar Tandjung. Bupati Mashuri menjamu Menteri zaman