Selasa, 11 Desember 2018


Kamis, 12 Juli 2018 16:40 WIB

Peringati HANI, BNNK Tanjabtim-Tanjabbar Komitmen Sosialisasikan P4GN

Reporter : Soni Setiawan
Kategori : Berita

BNNK Tanjabtim - Tanjabbar Peringati HANI di Lapangan Kantor Bupati Tanjabtim / Foto: SSE

Kajanglako.com, Tanjung Jabung Timur - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tanjung Jabung Timur, Kamis (12/7) mengadakan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI). Upacara peringatan HANI kali ini dilaksanakan di lapangan kantor Bupati Tanjab Timur. 

Peringatan HANI 2018 merupakan salah satu bagian dari komitmen BNNK dalam upaya mensosialisasikan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) serta mensosialisasikan program-program BNN, baik yang sudah maupun yang akan dilakukan.
 
HANI merupakan bentuk keprihatinan dunia terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan prekusor Narkotika yang berdampak buruk terhadap kesehatan, perkembangan sosial-ekonomi, serta keamanan dan kedamaian dunia.



Penyalahgunaan Narkotika secara nyata juga dapat memicu kejahatan lainnya seperti pencurian dan pembunuhan. Situasi yang sangat mengkhawatirkan ini menjadi masalah dunia yang sangat mendesak untuk segera diatasi bersama.

Melalui sambutan yang dibacakan langsung oleh Kepala BNNK Tanjabtim-Tanjabbar, Cecep Subarjat, Indonesia berada pada kondisi darurat Narkoba. Indonesia saat ini tidak hanya sekadar tempat transit, tetapi sudah menjadi salah satu pasar Narkotika yang besar di Asia. Hal ini terbukti dengan terbongkarnya beberapa kasus penyelundupan Narkotika yang mencapai hitungan ton.

"Dua tema besar yang diangkat HANI 2018 BNN RI pertama, “Listen First-listening to children and youth is the first step to help them grow healthy and safe” kedua, “Menyatukan dan Menggerakkan Seluruh Kekuatan Bangsa dalam Perang Melawan Narkotika untuk Mewujudkan Masyarakat Indonesia yang Sehat tanpa Narkotika," katanya. 

Salah satu pencegahan yang selama ini getol disosialisasikan oleh BNNK Tanjabtim-Tanjabbar adalah menyasar kepada kelompok keluarga khususnya orangtua dan instansi pemerintah maupun swasta.

"Pendekatan penegakan hukum bertujuan untuk memutus mata rantai pemasok Narkoba mulai dari produsen sampai pada jaringan pengedarnya. Sedangkan pendekatan kesehatan bertujuan untuk memutus mata rantai para pengguna Narkoba melalui perawatan atau rehabilitasi," kata Cecep.

Ditambahkan Cecep, dengan terlindunginya rakyat maka akan melahirkan sumber daya manusia yang sehat dan unggul untuk berperan dalam menghadapi globalisasi dan tantangan berbangsa dan bernegara. (kjcom)


Tag : #Narkoba #BNNK Tanjabtim



Berita Terbaru

 

Selasa, 11 Desember 2018 17:54 WIB

BP2KBP3A Layangkan Surat ke PLN, Saryoto: jika Tak Digubris Kita Tempuh Jalur Hukum


Kajanglako.com, Batanghari - Hingga saat ini, KWH arus listrik di Kantor Badan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan

 

Selasa, 11 Desember 2018 17:33 WIB

Pol PP Punya Catatan Buruk saat Jaga Kantor Gubernur, Edi: Kami Siap jika Diminta Kembali


Kajanglako.com, Jambi - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi, Fachrori Umar, meminta Pengamanan Dalam (Pamdal) Kantor Gubernur Jambi pada tahun 2019 ditiadakan. Kebijakannya

 

Selasa, 11 Desember 2018 14:53 WIB

Harga Gas 3 Kg Tak Terkendali, Pemkab Merangin Akui Kurang Maksimal Lakukan Pengawasan


Kajanglako.com, Merangin - Gas subsidi 3 Kg di Merangin terus menjadi persoalan di tengah masyarakat. Keluhan terkait sulitnya mendapatkan gas dan harga

 

Selasa, 11 Desember 2018 14:39 WIB

Fachrori Dianugerahi Penghargaan Kepala Daerah Peduli Perkebunan Berkelanjutan


Kajanglako.com Jambi - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi, Fachrori Umar, menerima penghargaan dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Perkebunan

 

Pemilu 2019
Selasa, 11 Desember 2018 14:14 WIB

SAH: Kita Gak Muluk-muluk, yang Penting Menang Nian


Kajanglako.com, Jambi - Dua Tim Pemenangan Capres, baik pasangan Jokowi-Maruf Amin maupun Prabowo-Sandi, di Jambi mulai gencar melakukan rapat konsolidasi