Rabu, 26 September 2018


Senin, 09 Juli 2018 19:25 WIB

Ratusan Hektar Lahan Gersang Eks PETI Jadi Sawah Lagi

Reporter : Riki Saputra
Kategori : Berita

Lahan eks PETI jadi sawah lagi / foto: Riki

Kajanglako.com, Merangin - Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) beberapa tahun lalu di Kecamatan Pangkalan Jambu, berdampak terhadap alih fungsi lahan. Lebih 1.000-an hektar sawah produktif jadi lahan tambang emas ilegal.

Kecamatan yang awalnya memiliki lahan sawah produktif cukup luas, karena PETI, sawah-sawah tersebut berubahan menjadi hamparan batu gersang.



Namun saat ini masyarakat setempat harus bekerja keras untuk mengembalikan lahan tersebut menjadi sawah kembali. Seperti di Desa Baru Pangkalan Jambu, sudah sekitar 500-an hektar lahan gersang eks PETI kini jadi sawah lagi.

Bupati Merangin, Al Haris pada saat me-launching program Gerakan Bersama Mengembalikan Lahan Eks PETI Menjadi Sawah Secara Partisipatif (Geber Mewah), Senin (9/7), sangat mengapresiasi usaha warga Pangkalan Jambu.

‘’Jadi Program ‘Geber Mewah’ ini merupakan gerakan moral masyarakat yang berupaya mengembalikan sawahnya yang hilang akibat dilakukannya PETI. Kini secara bertahap sawah yang hilang itu kembali,’’ kata Al Haris.

Melalui program tersebut, Bupati mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk beramai-ramai turun ke sawah, menggarap lahan eks PETI menjadi sawah untuk ditanami padi.

Bupati yakin lewat gerakan dan komitmen bersama itu, secara bertahap seluruh sawah yang hilang akan kembali lagi, sehingga ke depannya Kecamatan Pangkalan Jambu bisa menjadi lumbung padinya Kabupaten Merangin.

‘’Mari kita kembalikan lagi Kecamatan Pangkalan Jambu ini sebagai kecamatan penghasil beras terbesar di Merangin. Saya sangat bersyukur sekali karena masyarakat sudah tidak lagi menggarap PETI, tapi turun ke sawah,’’ kata Bupati.

Lalu apakah padi yang ditanam di lahan eks PETI, berasnya layak dikonsumsi? Dijelaskan Bupati, berdasarkan penelitian laboratorium yang dilakukan padi yang ditanam di lahan eks PETI itu tidak mengandung racun atau mercuri.

"Ini artinya beras dari padi yang ditanam di lahan eks PETI itu aman untuk dikonsumsi, begitu juga dengan tanaman lainnya seperti jagung dan palawija lainnya. Jadi tidak ada alasan untuk tidak turun ke sawah,’’ kata Bupati Al Haris. (kjcom)


Tag : #PETI #Sawah #Pangkalan Jambu



Berita Terbaru

 

Bursa Inovasi Desa
Rabu, 26 September 2018 19:00 WIB

Bupati Syahirsah: Ingin Majukan Daerah, Majukanlah Desa


Kajanglako.com, Batanghari - Acara Bursa Inovasi Desa (BID) secara resmi dibuka Bupati Batanghari, Ir Syahirsah Sy, Rabu (26/9).   Acara yang dipusatkan

 

Rabu, 26 September 2018 18:45 WIB

Tim Kesenian Batanghari Tampil Memukau di Festival Batanghari


Kajanglako.com, Jambi - Tim Kesenian Kabupaten Batanghari di bawah binaan Yunninta Syahirsah, yang bernaung di Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Batanghari

 

Pemilu 2019
Rabu, 26 September 2018 15:34 WIB

Masuk 4 Besar Indonesia, Sarolangun Paling Rawan Konflik di Pileg 2019


Kajanglako.com, Jambi - Hasil dari kesimpulan Bawaslu RI, Kabupaten Sarolangun salah satu daerah yang menjadi sorotan pada Pemilihan Legislatif 2019 mendatang.    Sorotan

 

Rabu, 26 September 2018 12:15 WIB

Bacakan Visi Misi MANTAP, Al Haris Ajak Fauzi dan Nalim Bangun Merangin


Kajanglako.com, Merangin - Bupati dan Wakil Bupati Merangin, Al Haris-Mashuri, Rabu (26/9), membacakan visi dan misi membangun Merangin 2018-2023.   Visi

 

Rabu, 26 September 2018 12:03 WIB

Santriwati Korban Nikah Paksa Habib Bahrun Datangi Polres Batanghari


Kajanglako.com, Batanghari - Sekira pukul 10.00 WIB, Rabu (26/9), P Batubara dengan anaknya MG (18) korban ataupun santriwati yang pernah bernaung di Pondok