Minggu, 18 November 2018


Senin, 09 Juli 2018 19:25 WIB

Ratusan Hektar Lahan Gersang Eks PETI Jadi Sawah Lagi

Reporter : Riki Saputra
Kategori : Berita

Lahan eks PETI jadi sawah lagi / foto: Riki

Kajanglako.com, Merangin - Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) beberapa tahun lalu di Kecamatan Pangkalan Jambu, berdampak terhadap alih fungsi lahan. Lebih 1.000-an hektar sawah produktif jadi lahan tambang emas ilegal.

Kecamatan yang awalnya memiliki lahan sawah produktif cukup luas, karena PETI, sawah-sawah tersebut berubahan menjadi hamparan batu gersang.



Namun saat ini masyarakat setempat harus bekerja keras untuk mengembalikan lahan tersebut menjadi sawah kembali. Seperti di Desa Baru Pangkalan Jambu, sudah sekitar 500-an hektar lahan gersang eks PETI kini jadi sawah lagi.

Bupati Merangin, Al Haris pada saat me-launching program Gerakan Bersama Mengembalikan Lahan Eks PETI Menjadi Sawah Secara Partisipatif (Geber Mewah), Senin (9/7), sangat mengapresiasi usaha warga Pangkalan Jambu.

‘’Jadi Program ‘Geber Mewah’ ini merupakan gerakan moral masyarakat yang berupaya mengembalikan sawahnya yang hilang akibat dilakukannya PETI. Kini secara bertahap sawah yang hilang itu kembali,’’ kata Al Haris.

Melalui program tersebut, Bupati mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk beramai-ramai turun ke sawah, menggarap lahan eks PETI menjadi sawah untuk ditanami padi.

Bupati yakin lewat gerakan dan komitmen bersama itu, secara bertahap seluruh sawah yang hilang akan kembali lagi, sehingga ke depannya Kecamatan Pangkalan Jambu bisa menjadi lumbung padinya Kabupaten Merangin.

‘’Mari kita kembalikan lagi Kecamatan Pangkalan Jambu ini sebagai kecamatan penghasil beras terbesar di Merangin. Saya sangat bersyukur sekali karena masyarakat sudah tidak lagi menggarap PETI, tapi turun ke sawah,’’ kata Bupati.

Lalu apakah padi yang ditanam di lahan eks PETI, berasnya layak dikonsumsi? Dijelaskan Bupati, berdasarkan penelitian laboratorium yang dilakukan padi yang ditanam di lahan eks PETI itu tidak mengandung racun atau mercuri.

"Ini artinya beras dari padi yang ditanam di lahan eks PETI itu aman untuk dikonsumsi, begitu juga dengan tanaman lainnya seperti jagung dan palawija lainnya. Jadi tidak ada alasan untuk tidak turun ke sawah,’’ kata Bupati Al Haris. (kjcom)


Tag : #PETI #Sawah #Pangkalan Jambu



Berita Terbaru

 

Minggu, 18 November 2018 17:28 WIB

EBN Siap Layani Keluhan Pedagang 24 Jam


Kajanglako.com, Jambi - Memaksimalkan aktivitas Pasar Rakyat Angsoduo Baru, PT EBN sebagai pengelola berkomitmen akan melayani keluhan pedagang selama

 

Minggu, 18 November 2018 16:50 WIB

Perhatian Pemerintah Minim, Pengrajin Batik Rikzan Bertahan dengan Peralatan Manual


Kajanglako.com, Sarolangun – Minim perhatian dari pemerintah, tak menyurutkan semangat Rikzan, Pengrajin Batik di Sarolangun untuk konsisten memperkenalkan

 

Minggu, 18 November 2018 16:22 WIB

Jambi Siap Jadi Tuan Rumah yang Ramah di Rakornas KAHMI, Wapres JK Akan Pimpin Pembukaan


Kajanglako.com, Jambi - Majelis Nasional (MN) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (KAHMI) akan menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas)

 

Lakalantas
Minggu, 18 November 2018 15:44 WIB

Toko Buah Hancur Dihantam Truk Batubara tanpa Muatan


Kajanglako.com, Batanghari - Diduga dalam keadaan mengantuk, sopir truk batubara tanpa muatan menghantamkan kendaraannya ke toko buah. Akibatnya, tempat

 

Minggu, 18 November 2018 12:27 WIB

Pimpin Launching Germas di Kerinci, Dianto: Budayakan PHBS dari Hal Kecil dan Keluarga


Kajanglako.com, Jambi - Sekda Provinsi Jambi, M Dianto, bersama ratusan masyarakat Kerinci melakukan senam sehat dalam kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup