Sabtu, 23 Februari 2019


Senin, 09 Juli 2018 19:25 WIB

Ratusan Hektar Lahan Gersang Eks PETI Jadi Sawah Lagi

Reporter : Riki Saputra
Kategori : Berita

Lahan eks PETI jadi sawah lagi / foto: Riki

Kajanglako.com, Merangin - Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) beberapa tahun lalu di Kecamatan Pangkalan Jambu, berdampak terhadap alih fungsi lahan. Lebih 1.000-an hektar sawah produktif jadi lahan tambang emas ilegal.

Kecamatan yang awalnya memiliki lahan sawah produktif cukup luas, karena PETI, sawah-sawah tersebut berubahan menjadi hamparan batu gersang.



Namun saat ini masyarakat setempat harus bekerja keras untuk mengembalikan lahan tersebut menjadi sawah kembali. Seperti di Desa Baru Pangkalan Jambu, sudah sekitar 500-an hektar lahan gersang eks PETI kini jadi sawah lagi.

Bupati Merangin, Al Haris pada saat me-launching program Gerakan Bersama Mengembalikan Lahan Eks PETI Menjadi Sawah Secara Partisipatif (Geber Mewah), Senin (9/7), sangat mengapresiasi usaha warga Pangkalan Jambu.

‘’Jadi Program ‘Geber Mewah’ ini merupakan gerakan moral masyarakat yang berupaya mengembalikan sawahnya yang hilang akibat dilakukannya PETI. Kini secara bertahap sawah yang hilang itu kembali,’’ kata Al Haris.

Melalui program tersebut, Bupati mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk beramai-ramai turun ke sawah, menggarap lahan eks PETI menjadi sawah untuk ditanami padi.

Bupati yakin lewat gerakan dan komitmen bersama itu, secara bertahap seluruh sawah yang hilang akan kembali lagi, sehingga ke depannya Kecamatan Pangkalan Jambu bisa menjadi lumbung padinya Kabupaten Merangin.

‘’Mari kita kembalikan lagi Kecamatan Pangkalan Jambu ini sebagai kecamatan penghasil beras terbesar di Merangin. Saya sangat bersyukur sekali karena masyarakat sudah tidak lagi menggarap PETI, tapi turun ke sawah,’’ kata Bupati.

Lalu apakah padi yang ditanam di lahan eks PETI, berasnya layak dikonsumsi? Dijelaskan Bupati, berdasarkan penelitian laboratorium yang dilakukan padi yang ditanam di lahan eks PETI itu tidak mengandung racun atau mercuri.

"Ini artinya beras dari padi yang ditanam di lahan eks PETI itu aman untuk dikonsumsi, begitu juga dengan tanaman lainnya seperti jagung dan palawija lainnya. Jadi tidak ada alasan untuk tidak turun ke sawah,’’ kata Bupati Al Haris. (kjcom)


Tag : #PETI #Sawah #Pangkalan Jambu



Berita Terbaru

 

Jumat, 22 Februari 2019 20:06 WIB

Warga Kecewa Tak Diikutkan Rapat Pemkab Muarojambi dengan PT BBS


Kajanglako.com, Muaro Jambi - Konflik kepemilikan lahan antara 4 desa dalam Kecamatan Kumpe dengan PT Bukit Bintang Sawit (BBS) sepertinya akan semakin

 

Jumat, 22 Februari 2019 19:49 WIB

Jalan Santai Meriahkan Peringatan Hari K3 di Tanjabbar, Bupati Safrial Hadir Langsung


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Barat - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat menggelar gerak jalan santai dalam memeriahkan peringatan bulan Keselamatan

 

Jumat, 22 Februari 2019 19:18 WIB

Resmikan Gedung BLK, Bupati Safrial: Harus Ciptakan Pekerja Berkualitas dan Membanggakan Daerah


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Barat - Bupati Tanjab Barat, H Safrial, meresmikan Operasional UPTD Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Tanjung Jabung Barat

 

Jumat, 22 Februari 2019 18:56 WIB

Peringati HPNS, OPD Bungo dan Instansi Vertikal Gelar Gotong Royong Bersama


Kajanglako.com, Bungo - Pemkab Bungo melalui Dinas Lingkungan Hidupmenggelar gotong royong bersama dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional

 

Jumat, 22 Februari 2019 18:55 WIB

Bupati Mashuri Tinjau Lokasi Arena MTQ ke-49 Tingkat Provinsi Jambi


Kajanglako.com, Bungo - Jelang Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-49 Provinsi Jambi tahun 2019. Pemerintah Kabupaten Bungo kesekian kalinya menggelar rapat