Senin, 16 Juli 2018


Senin, 09 Juli 2018 19:25 WIB

Ratusan Hektar Lahan Gersang Eks PETI Jadi Sawah Lagi

Reporter : Riki Saputra
Kategori : Berita

Lahan eks PETI jadi sawah lagi / foto: Riki

Kajanglako.com, Merangin - Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) beberapa tahun lalu di Kecamatan Pangkalan Jambu, berdampak terhadap alih fungsi lahan. Lebih 1.000-an hektar sawah produktif jadi lahan tambang emas ilegal.

Kecamatan yang awalnya memiliki lahan sawah produktif cukup luas, karena PETI, sawah-sawah tersebut berubahan menjadi hamparan batu gersang.



Namun saat ini masyarakat setempat harus bekerja keras untuk mengembalikan lahan tersebut menjadi sawah kembali. Seperti di Desa Baru Pangkalan Jambu, sudah sekitar 500-an hektar lahan gersang eks PETI kini jadi sawah lagi.

Bupati Merangin, Al Haris pada saat me-launching program Gerakan Bersama Mengembalikan Lahan Eks PETI Menjadi Sawah Secara Partisipatif (Geber Mewah), Senin (9/7), sangat mengapresiasi usaha warga Pangkalan Jambu.

‘’Jadi Program ‘Geber Mewah’ ini merupakan gerakan moral masyarakat yang berupaya mengembalikan sawahnya yang hilang akibat dilakukannya PETI. Kini secara bertahap sawah yang hilang itu kembali,’’ kata Al Haris.

Melalui program tersebut, Bupati mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk beramai-ramai turun ke sawah, menggarap lahan eks PETI menjadi sawah untuk ditanami padi.

Bupati yakin lewat gerakan dan komitmen bersama itu, secara bertahap seluruh sawah yang hilang akan kembali lagi, sehingga ke depannya Kecamatan Pangkalan Jambu bisa menjadi lumbung padinya Kabupaten Merangin.

‘’Mari kita kembalikan lagi Kecamatan Pangkalan Jambu ini sebagai kecamatan penghasil beras terbesar di Merangin. Saya sangat bersyukur sekali karena masyarakat sudah tidak lagi menggarap PETI, tapi turun ke sawah,’’ kata Bupati.

Lalu apakah padi yang ditanam di lahan eks PETI, berasnya layak dikonsumsi? Dijelaskan Bupati, berdasarkan penelitian laboratorium yang dilakukan padi yang ditanam di lahan eks PETI itu tidak mengandung racun atau mercuri.

"Ini artinya beras dari padi yang ditanam di lahan eks PETI itu aman untuk dikonsumsi, begitu juga dengan tanaman lainnya seperti jagung dan palawija lainnya. Jadi tidak ada alasan untuk tidak turun ke sawah,’’ kata Bupati Al Haris. (kjcom)


Tag : #PETI #Sawah #Pangkalan Jambu



Berita Terbaru

 

Minggu, 15 Juli 2018 20:05 WIB

Pelantikan Pengurus IKBJ Dijadwalkan Awal Agustus


Kajanglako.com, Jambi – Panitia Pelantikan Pengurus Ikatan Keluarga Bungo Jambi (IKBJ) telah menjadwalkan pelantikan pada awal Agustus, acara pelantikan

 

HKP ke-46
Minggu, 15 Juli 2018 17:59 WIB

Bupati Syahirsah Harapkan Petani Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas Produk Pertanian


Kajanglako.com, Batanghari - Plt Gubernur Fahrori Umar, mengatakan kepada petani yang telah sukses di bidang pertanian diharapkan dapat menularkan

 

Peringatan HKP
Minggu, 15 Juli 2018 17:55 WIB

Syahirsah Dampingi Fachrori Tutup Acara HKP Tingkat Provinsi


Kajanglako.com, Batanghari - Setelah berjalan selama tiga hari, yang dimulai pada 12 Juli lalu, Sabtu (14/7), Hari Krida Pertanian (HKP)  tingkat

 

FPTI
Minggu, 15 Juli 2018 17:46 WIB

Manfaatkan Alam Terbuka, FPTI Gelar Rakornis di Hutan Kota


Kajanglako.com, Jambi - Cara berbeda dan tak biasa dilakukan Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jambi saat menggelar

 

Minggu, 15 Juli 2018 15:18 WIB

Sambut Akbar Tandjung, Bupati Mashuri Sampaikan Perkembangan Kabupaten Bungo


Kajanglako.com, Bungo - Bupati Bungo, H Mashuri sambut kedatangan Ketua Dewan Pembina KAHMI Pusat, Akbar Tandjung. Bupati Mashuri menjamu Menteri zaman