Minggu, 19 Agustus 2018


Jumat, 08 Juni 2018 16:25 WIB

Mundur sebagai Kepala Pelaksana BPIP, Yudi Latif: Terima kasih, Mohon Pamit

Reporter :
Kategori : Zona Berita Nasional

Yudi Latif. Sumber: klikkabel. com

Belum usai pelomik di publik seputar hak keuangan Anggota dan Dewan Pengarah  Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Jumat, 8 Juni 2018, muncul pemberitaan media online di tanah air seputar sikap Yudi Latif mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Pelaksana UKP-PIP/BPIP.

Tak pelak, kabar tersebut menjadi perbincangan banyak nitizen. Berikut redaksi Kajanglako.com sertakan tulisan Yudi Latif secara utuh yang terbit pertama kali di lini facebook pribadinya (8/6/18) berkaitan pengunduran dirinya:



 

Salam Pancasila!

Saudara-saudaraku yang budiman,
Hari kemarin (Kamis, 07 Juni 2018), tepat satu tahun saya, Yudi Latif, memangku jabatan sebagai Kepala (Pelaksana) Unit Kerja Presiden-Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP)--yang sejak Februari 2018 bertransformasi menjadi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Selama setahun itu, terlalu sedikit yang telah kami kerjakan untuk persoalan yang teramat besar.

Lembaga penyemai Pancasila ini baru menggunakan anggaran negara untuk program sekitar 7 milyar rupiah. Mengapa? Kami (Pengarah dan Kepala Pelaksana) dilantik pada 7 Juni 2017. Tak lama kemudian memasuki masa libur lebaran, dan baru memiliki 3 orang Deputi pada bulan Juli. Tahun anggaran telah berjalan, dan sumber pembiayaan harus diajukan lewat APBNP, dengan menginduk pada Sekretaris Kabinet. Anggaran baru turun pada awal November, dan pada 15 Desember penggunaan anggaran Kementerian/Lembaga harus berakhir. Praktis, kami hanya punya waktu satu bulan untuk menggunakan anggaran negara. Adapun anggaran untuk tahun 2018, sampai saat ini belum turun.

Selain itu, kewenangan UKP-PIP berdasarkan Perpres juga hampir tidak memiliki kewenangan eksekusi secara langsung. Apalagi dengan anggaran yang menginduk pada salah satu kedeputian di Seskab, kinerja UKP-PIP dinilai dari rekomendasi yang diberikan kepada Presiden.

Kemampuan mengoptimalkan kreasi tenaga pun terbatas. Setelah setahun bekerja, seluruh personil di jajaran Dewan Pengarah dan Pelaksana belum mendapatkan hak keuangan. Mengapa? Karena menunggu Perpres tentang hak keuangan ditandatangani Presiden. Perpres tentang hal ini tak kunjung keluar, barangkali karena adanya pikiran yang berkembang di rapat-rapat Dewan Pengarah, untuk mengubah bentuk kelembagaan dari Unit Kerja Presiden menjadi Badan tersendiri. Mengingat keterbatasan kewenangan lembaga yang telah disebutkan. Dan ternyata, perubahan dari UKP-PIP menjadi BPIP memakan waktu yang lama, karena berbagai prosedur yang harus dilalui.

Dengan mengatakan kendala-kendala tersebut tidaklah berarti tidak ada yang kami kerjakan. Terima kasih besar pada keswadayaan inisiatif masyarakat dan lembaga pemerintahan. Setiap hari ada saja kegiatan kami di seluruh pelosok tanan air; bahkan seringkali kami tak mengenal waktu libur. Kepadatan kegiatan ini dikerjakan dengan menjalin kerjasama dengan inisiatif komunitas masyarakat dan Kementerian/Lembaga. Suasana seperti itulah yang meyakinkan kami bahwa rasa tanggung jawab untuk secara gotong-royong menghidupkan Pancasila merupakan kekuatan positif yang membangkitkan optimisme.

Eksistensi UKP-PIP/BPIP berhasil bukan karena banyaknya klaim kegiatan yang dilakukan dengan bendera UKP-PIP/BPIP. Melainkan, ketika inisiatif program pembudayaan Pancasila oleh lembaga kenegaraan dan masyarakat bermekaran, meski tanpa keterlibatan dan bantuan UKP-PIP/BPIP.

Untuk itu, dari lubuk hati yang terdalam, kami ingin mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya atas partisipasi semua pihak dalam mengarusutamakan kembali Pancasila dalam kehidupan publik.

Selanjutnya, harus dikatakan bahwa transformasi dari UKP-PIP menjadi BPIP membawa perubahan besar pada struktur organisasi, peran dan fungsi lembaga. Juga dalam relasi antara Dewan Pengarah dan Pelaksana. Semuanya itu memerlukan tipe kecakapan, kepribadian serta perhatian dan tanggung jawab yang berbeda.

Saya merasa, perlu ada pemimpin-pemimpin baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan. Harus ada daun-daun yang gugur demi memberi kesempatan bagi tunas-tunas baru untuk bangkit. Sekarang, manakala proses transisi kelembagaan menuju BPIP hampir tuntas, adalah momen yang tepat untuk penyegaran kepemimpinan.

Pada titik ini, dari kesadaran penuh harus saya akui bahwa segala kekurangan dan kesalahan lembaga ini selama setahun lamanya merupakan tanggung jawab saya selaku Kepala Pelaksana. Untuk itu, dengan segala kerendahan hati saya ingin menghaturkan permohonan maaf pada seluruh rakyat Indonesia.

Pada segenap tim UKP-PIP/BPIP yang dengan gigih, bahu-membahu mengibarkan panji Pancasila, meski dengan segala keterbatasan dan kesulitan yang ada, apresiasi dan rasa terima kasih sepantasnya saya haturkan.

Saya mohon pamit. "Segala yang lenyap adalah kebutuhan bagi yang lain, (itu sebabnya kita bergiliran lahir dan mati). seperti gelembung-gelembung di laut berasal, mereka muncul, kemudian pecah, dan kepada laut mereka kembali" (Alexander Pope, An Essay on Man).

Salam takzim,

Yudi Latif


Tag : #Yudi Latif Mundur dari Kepala BPIP #Yudi Latif Mengundurkan Diri #Pancasila



Berita Terbaru

 

HUT ke-73 RI
Minggu, 19 Agustus 2018 21:41 WIB

Serunya Lomba Pacu Perahu di Desa Mendalo Laut, Ada Kategori untuk Ibu-ibu


Kajanglako.com, Muarojambi - Memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-73 Republik Indonesia, Pemerintah Desa Mendalo Laut mengadakan lomba pacu perahu tradisional

 

HUT ke-73 RI
Minggu, 19 Agustus 2018 21:25 WIB

Bupati Syahirsah Saksikan Atraksi Pawai Kebudayaan


Kajanglako.com, Batanghari - Bupati Batanghari, Ir Syahirsah Sy, beserta istri menyaksikan langsung pawai kebudayaan. Terlihat ribuan masyarakat Batanghari

 

HUT ke-73 RI
Minggu, 19 Agustus 2018 16:52 WIB

Video [KJTV] - Upacara Pengibaran Bendera Peringati HUT 73 RI


 

Minggu, 19 Agustus 2018 12:53 WIB

Lempar Guyonan di Gowes BI, Fasha: Jelang Pileg Bakal Banyak Kegiatan Gowes


Kajanglako.com, Jambi - Walikota Jambi, Syarif Fasha, menghadiri acara Gowes 73 KM yang digelar Bank Indonesia, Minggu (19/8).   Saat memberikan sambutan,

 

Minggu, 19 Agustus 2018 09:00 WIB

Diduga Ingin Selundupkan Ganja, Pengunjung Lapas Bungo Diamankan


Kajanglako.com – Nekat membawa ganja saat berkunjung ke Lapas Klas 2B Bungo, ID (19) warga Rantau Panjang, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, ditangkap