Minggu, 26 Mei 2019


Rabu, 06 Juni 2018 03:07 WIB

Enam Desa di Kerinci Terima SK Hutan Adat

Reporter : Redaksi
Kategori : Berita Daerah

Perwakilan adat menerima SK penetapan enam hutan adat di Kerinci / Foto : istimewa

Kajanglako.com, Kerinci - Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada tanggal 5 Juni 2018 lalu menjadi hari bersejarah bagi 6 (enam) desa di Kabupaten Kerinci, karena Pjs Bupati Kerinci Agus Sunaryo memberikan Surat Keputusan (SK) Penetapan Hutan Adat kepada Kelompok Pengelola Hutan KPHA yang tersebar di enam desa tersebut. 

Hutan Adat yag di-SK-kan itu antara lain Hutan Adat Bukit Kayu Sigi Desa Tanjung Genting (33,31 H), Hutan Adat Bahung Batu Desa Mukai Pintu (280,02 H), Hutan Adat Parbokalo Bungkan Yang Empat Desa Talang Tinggi dan Desa Mukai Tinggi (599,61 H), Hutan Adat Bukit Gedang Desa Pendung Ilir (103 H), Hutan Adat Lubuk Titing-Maliki Desa Pungut Ilir (71,08 H) dan Hutan Adat Biang Sari Desa Pengasi Baru (180,63 H). Hutan Adat yang di-SK-kan ini merupakan wilayah Penyangga Taman Nasional Kerinci Seblat. 



Penyerahan SK Penetapan Hutan Adat ini berlangsung di Lapangan Kantor Bupati Kerinci, Senin 4 Juni 201, dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila (1 Juni 2018) dan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (5 Juni 2018). SK penetapan Hutan Adat ini diterima langsung oleh Ketua KHPA dari masing-masing desa. 

Sujardi, Ketua KPHA Biang Sari Desa Pengasi Baru mengaku sangat bersyukur atas diterimanya SK Hutan Adat bersama 5 desa lainnya. "Akhirnya, sejak tahun 2015 pengusulan, SK Hutan Adat Biang Sari Desa Pengasi Baru diperoleh. Pulang dari sini (lapangan Kantor Bupati), akan langsung menemui ketua adat sekaligus memberikan piagam penghargaan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kerinci," kata Sujardi.

Pegusulan Hutan Adat di 6 (enam) lokasi ini prosesnya memakan waktu yang cukup lama. "Beberapa lokasi pengusulan ada yang dimulai sejak tahun 2012 dan Tahun 2015 dan pertengahan Tahun 2016, di mana proses tentang penetapan Hutan Adat yang diakomodir oleh Permen LHK Nomor 83 Tahun 2016 belum diterbitkan. Konsekuensi yang dihadapi tentunya harus menyesuaikan dengan aturan yang berlaku termasuk juga tentang kewenangan. Sehingga yang menjadi kewenangan Kabupaten perlu dipercepat," kata Riko Kurniawan, Direktur Perkumpulan Walestra.

"Berdasarkan telaah dari Biro Hukum Kabupaten Kerinci, maka ditetapkanlah hutan adat di 6 (enam) desa dengan SK Bupati.
Perkumpulan Walestra selaku lembaga yang mendapingi pengusulan Hutan Adat oleh masyarakat di 6 Desa ini tentunya sangat memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kerinci," kata Riko. 

Namun dikatakan Riko, masih ada beberapa pekerjaan menanti, usai proses penetapan beherapa hutan adat tersebut.

"Masih ada pekerjaan berat lagi yang perlu dilakukan secara kolaboratif antara Perkumpulan Walestra, Pemerintahan Kabupaten Kerinci serta stakeholder yang terkait dalam kontek pengakuan ruang kelola masyarakat adat berupa Perda Pengakuan Masyarakat Adat di Wilayah Kerapatan Adat Pulau Tengah dan Kerapatan Adat Temiai, yang saat ini masih terkendala penetapan Hutan Adatnya yang berada dalam kawasan konservasi perlu adanya Perda Pengakuan Masyarakat Adat," katanya.

Upaya ini, lanjut dia, telah dilakukan oleh perkumpulan Walestra, berdasarkan hasil koordinasi yang dilakukan kepada Biro Hukum Pemda Kerinci. 

"Pembahasan Perda Pengakuan Masyarakat Adat telah dibahas namun belum ada acuan agar instansi teknis yang bersedia mendorong Perda ini. Persoalan ini tentunya perlu disikapi, maka Perkumpulan Walestra mendukung percepatan terbitnya Undang-undang tentang Masyarakat Hukum Adat (MHA) sebagai bahan acuan pengakuan masyarakat Hukum Adat di seluruh wilayah NKRI," kata Riko lagi.

Pjs Bupati Kerinci dalam sambutannya saat acara penyerahan SK mengatakan, dengan diserahkannya SK Hutan Adat, pemerintah berharap Hutan Adat dan lingkungan dapat dikelola dengan baik dan lestari, agar fungsi ekologis dari sumber daya alam di sekitar desa dapat dipertahankan. (kjcom) 


Tag : #Kerinci #Hutan Adat #Lingkungan #TNKS



Berita Terbaru

 

Aksi 22 Mei
Sabtu, 25 Mei 2019 14:39 WIB

Sembilan Anggota Polda Jambi Terluka di Aksi 22 Mei 2019


Sembilan Anggota Polda Jambi Terluka di Aksi 22 Mei 2019 Kajanglako.com, Jambi - Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis As, mengatakan sebanyak 600 personel Polri

 

Sabtu, 25 Mei 2019 14:32 WIB

Buka Puasa Bersama, Gubernur dan Kapolda Jambi Singgung Situasi Jambi Pasca Aksi 22 Mei


Buka Puasa Bersama, Gubernur dan Kapolda Jambi Singgung Situasi Jambi Pasca Aksi 22 Mei Kajanglako.com, Jambi - Gubernur Jambi Fachrori Umar, usai Buka

 

Gema Ramadhan
Sabtu, 25 Mei 2019 14:25 WIB

Masuki Pekan Ketiga Ramadhan, Haris Safari ke Desa Tanjung Putus


Masuki Pekan Ketiga Ramadhan, Haris Safari ke Desa Tanjung Putus Kajanglako.com, Merangin – Memasuki pekan ketiga ramadhan, Bupati Merangin, Al Haris

 

Budidaya Lele
Sabtu, 25 Mei 2019 14:21 WIB

Tak Seperti yang Lain, Budidaya Lele Sumber Belum Pernah Dapat Bantuan Pemerintah


Tak Seperti yang Lain, Budidaya Lele Sumber Belum Pernah Dapat Bantuan Pemerintah Kajanglako.com, Tanjabtim -  Sumber (40), seorang warga Desa Sidomukti

 

Ekspedisi Belanda ke Djambi
Sabtu, 25 Mei 2019 10:39 WIB

Labu Kering Beranyam Rotam


Oleh: Frieda Amran (Antropolog. Mukim di Belanda) Selain bercocok-tanam, beberapa orang warga Talang Berboenga bekerja menempa besi: mereka terutama membuat