Rabu, 20 Juni 2018


Rabu, 06 Juni 2018 03:07 WIB

Enam Desa di Kerinci Terima SK Hutan Adat

Reporter : Redaksi
Kategori : Berita Daerah

Perwakilan adat menerima SK penetapan enam hutan adat di Kerinci / Foto : istimewa

Kajanglako.com, Kerinci - Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada tanggal 5 Juni 2018 lalu menjadi hari bersejarah bagi 6 (enam) desa di Kabupaten Kerinci, karena Pjs Bupati Kerinci Agus Sunaryo memberikan Surat Keputusan (SK) Penetapan Hutan Adat kepada Kelompok Pengelola Hutan KPHA yang tersebar di enam desa tersebut. 

Hutan Adat yag di-SK-kan itu antara lain Hutan Adat Bukit Kayu Sigi Desa Tanjung Genting (33,31 H), Hutan Adat Bahung Batu Desa Mukai Pintu (280,02 H), Hutan Adat Parbokalo Bungkan Yang Empat Desa Talang Tinggi dan Desa Mukai Tinggi (599,61 H), Hutan Adat Bukit Gedang Desa Pendung Ilir (103 H), Hutan Adat Lubuk Titing-Maliki Desa Pungut Ilir (71,08 H) dan Hutan Adat Biang Sari Desa Pengasi Baru (180,63 H). Hutan Adat yang di-SK-kan ini merupakan wilayah Penyangga Taman Nasional Kerinci Seblat. 



Penyerahan SK Penetapan Hutan Adat ini berlangsung di Lapangan Kantor Bupati Kerinci, Senin 4 Juni 201, dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila (1 Juni 2018) dan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (5 Juni 2018). SK penetapan Hutan Adat ini diterima langsung oleh Ketua KHPA dari masing-masing desa. 

Sujardi, Ketua KPHA Biang Sari Desa Pengasi Baru mengaku sangat bersyukur atas diterimanya SK Hutan Adat bersama 5 desa lainnya. "Akhirnya, sejak tahun 2015 pengusulan, SK Hutan Adat Biang Sari Desa Pengasi Baru diperoleh. Pulang dari sini (lapangan Kantor Bupati), akan langsung menemui ketua adat sekaligus memberikan piagam penghargaan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kerinci," kata Sujardi.

Pegusulan Hutan Adat di 6 (enam) lokasi ini prosesnya memakan waktu yang cukup lama. "Beberapa lokasi pengusulan ada yang dimulai sejak tahun 2012 dan Tahun 2015 dan pertengahan Tahun 2016, di mana proses tentang penetapan Hutan Adat yang diakomodir oleh Permen LHK Nomor 83 Tahun 2016 belum diterbitkan. Konsekuensi yang dihadapi tentunya harus menyesuaikan dengan aturan yang berlaku termasuk juga tentang kewenangan. Sehingga yang menjadi kewenangan Kabupaten perlu dipercepat," kata Riko Kurniawan, Direktur Perkumpulan Walestra.

"Berdasarkan telaah dari Biro Hukum Kabupaten Kerinci, maka ditetapkanlah hutan adat di 6 (enam) desa dengan SK Bupati.
Perkumpulan Walestra selaku lembaga yang mendapingi pengusulan Hutan Adat oleh masyarakat di 6 Desa ini tentunya sangat memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kerinci," kata Riko. 

Namun dikatakan Riko, masih ada beberapa pekerjaan menanti, usai proses penetapan beherapa hutan adat tersebut.

"Masih ada pekerjaan berat lagi yang perlu dilakukan secara kolaboratif antara Perkumpulan Walestra, Pemerintahan Kabupaten Kerinci serta stakeholder yang terkait dalam kontek pengakuan ruang kelola masyarakat adat berupa Perda Pengakuan Masyarakat Adat di Wilayah Kerapatan Adat Pulau Tengah dan Kerapatan Adat Temiai, yang saat ini masih terkendala penetapan Hutan Adatnya yang berada dalam kawasan konservasi perlu adanya Perda Pengakuan Masyarakat Adat," katanya.

Upaya ini, lanjut dia, telah dilakukan oleh perkumpulan Walestra, berdasarkan hasil koordinasi yang dilakukan kepada Biro Hukum Pemda Kerinci. 

"Pembahasan Perda Pengakuan Masyarakat Adat telah dibahas namun belum ada acuan agar instansi teknis yang bersedia mendorong Perda ini. Persoalan ini tentunya perlu disikapi, maka Perkumpulan Walestra mendukung percepatan terbitnya Undang-undang tentang Masyarakat Hukum Adat (MHA) sebagai bahan acuan pengakuan masyarakat Hukum Adat di seluruh wilayah NKRI," kata Riko lagi.

Pjs Bupati Kerinci dalam sambutannya saat acara penyerahan SK mengatakan, dengan diserahkannya SK Hutan Adat, pemerintah berharap Hutan Adat dan lingkungan dapat dikelola dengan baik dan lestari, agar fungsi ekologis dari sumber daya alam di sekitar desa dapat dipertahankan. (kjcom) 


Tag : #Kerinci #Hutan Adat #Lingkungan #TNKS



Berita Terbaru

 

Kuliner Nusantara
Rabu, 20 Juni 2018 15:00 WIB

Sensasi Pedas 'Sate Setan' di Bernai Sarolangun


Kajanglako.com, Sarolangun – Bagi anda penyuka kuliner nusantara, kalau anda jalan-jalan ke Kabupaten Sarolangun, jangan lupa untuk mencoba’Sate

 

Pilwako Jambi 2018
Rabu, 20 Juni 2018 14:45 WIB

Dimeriahkan Judika, Fasha Undang Warga Hadiri Kampanye Akbar FM di GOR Kotabaru


Kajanglako.com, Kota Jambi – 23 Juni nanti, pasangan calon nomor urut dua Fasha-Maulana akan menggelar kampanye Akbar di GOR Kotabaru, Kota Jambi. Kampanye

 

Pilwako Jambi 2018
Rabu, 20 Juni 2018 14:31 WIB

Soal Video Rekayasa Politik Uang, Fasha: Mudah-mudahan Allah Turunkan Hidayahnya


Kajanglako.com, Kota Jambi – Calon Walikota Jambi nomor urut dua, Syarif Fasha menanggapi santai video politik uang yang diduga rekayasa untuk menyerang

 

Pilwako Jambi 2018
Rabu, 20 Juni 2018 14:04 WIB

Kapolda Kunjungi Kediamannya, Sani: Terima Kasih Pak Telah Sudi Hadir


Kajanglako.com, Kota Jambi - Kapolda Jambi, Brigjen Pol Muchlis AS berserta rombongan juga melakukan kunjungan ke kediaman Calon Walikota Jambi nomor urut

 

Pilwako Jambi 2018
Rabu, 20 Juni 2018 13:49 WIB

Jelang Pemungutan Suara, Kapolda Sambangi Kediaman Syarif Fasha


Kajanglako.com, Kota Jambi – Menjelang hari pemungutan suara Pilwako Jambi pada 27 Juni nanti, Kapolda Jambi Brigjen Pol Muchlis AS mengunjungi kediaman