Rabu, 12 Desember 2018


Kamis, 31 Mei 2018 00:29 WIB

Tutup Usia, Cendekiawan Muslim Dawam Rahardjo Tinggalkan Karya

Reporter : Jumardi
Kategori : Sosok

alm. Dawam Rahardjo.

Rabu, 30 Mei 2018, sekira pukul 21.55 WIB, tersiar kabar meninggalnya cendekiawan Muslim, Dawam Rahardjo, 76 tahun, di Rumah Sakit Islam Jakarta.

Sontak saja kabar berpulangnya pria kelahiran Solo, 20 April 1942, yang dikenal sebagai ahli ekonomi, cendekiawan, aktifis LSM, pengusaha, pemikir Islam dan juga penafsir ini membuat jagad intelektual tanah air berduka.



Di jejaring media sosial facebook maupun twitter, ucapan bela sungkawa silih berganti datang dari berbagai kalangan, baik sahabat sesama peneliti, penulis, hingga mereka yang pernah membaca karya tulis pemimpin Jurnal Ilmu dan Kebudayaan Ulumul Qur'an, dan ketua yayasan ELSAF (Lembaga Studi Agama dan Filsafat) itu.

Menurut laporan Tempo.co (Rabu, 30/5/18 23:14 WIB), anaknya, Jauhari belum menjelaskan penyebab meninggalnya Dawam. Namun sekitar beberapa bulan lalu, ahli ekonomi hingga pemikir Islam ini sempat menjalani beberapa kali perawatan intensif di rumah sakit. Ia terkena penyakit diabetes, jantung, dan stroke.

Atas kepulangan salah seorang intelektual mumpuni tanah air ini, Wahyudi Akmaliah, Peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), mengatakan mendapat kabar Dawam Rahardjo jatuh sakit sejak setahun terakhir tentu memunculkan rasa sedih.

Ini karena, ia tidak hanya cerdas secara pengetahuan mengenai referensi Islam, sekaligus mempraktikkan atas studi yang dipelajarinya. Pembelaannya terhadap Ahmadiyah pada tahun 2006, misalnya, memaksa dirinya agar terus mengundurkan diri dari anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Yudi menambahkan, pasca almarhum Gusdur dan Nurcholish Majid, kini, 30 Mei 2018, sekira pukul 21.55 WIB, Dawam Rahardjo turut menyusul meninggalkan kita. Dengan demikian, kepada siapa kita menyandarkan diri terkait keberpihakan kepada mereka yang dilemahkan dan menjadi minoritas? Ya, kita masih memiliki Buya Syafi'i Maarif dan kelompok generasi muda Islam yang terus bergerak melalui kanal-kanal kultural. Namun, rasa kehilangan ditinggalkan oleh Dawam Rahardjo tidak hanya menyurutkan sekaligus menguatkan tumbuhnya Islamisme yang justru menjadi arus utama membalikkan Islam yang sempat berkembang dengan kemoderatannya.

“Selamat Jalan Kang Dawam. Terimakasih atas pengetahuan dan sikap pembelaanmu terhadap mereka yang dikalahkan, atas nama agama dan atas nama kekuasaan,” ungkapnya kepada kajanglako.com

Merujuk pelbagai sumber, usai menamatkan SMA, Dawam mendapatkan kesempatan mengikuti AFS (American Field Service) dan menjadi siswa di Borach High School, Idaho, Amerika Serikat selama satu tahun. Sepulangnya dari Amerika Serikat, ia melanjutkan pendidikannya di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada dan memperoleh gelar sarjana pada tahun 1969.

Sejak itu karir akademiknya berjalan baik. Pada tahun 1993, ia menjabat sebagai Guru Besar Ekonomi Pembangunan di Universitas Muhammadiyah Malang, dan sekaligus menjadi Rektor Universitas 45 di Bekasi.

Dawam pernah bekerja sebagai Staf di Departemen Kredit Bank of America, Jakarta (1969), lalu pada 1971 bergabung di LP3ES (Lembaga Penelitian dan Pembangunan Ekonomi-Sosial) sebagai Staf peneliti.

Dari situ, penulis cerpen “Anjing yang Masuk Surga” ini menapak jejak hingga menjadi Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan hingga akhirnya menjadi direktur. Kemudian periode 1995 – 2000 Dawam Rahardjo pernah menjabat sebagai Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indoneia (ICMI). Pada tahun 2013, Dawam Rahardjo tercatat sebagai Penerima Yap Thiam Hien Award 2013 atas kontribusinya dalam membangun masyarakat sipil yang berdaya di Indonesia.

Beberapa karyanya yang dikenal luas pembaca tanah air adalah "Risalah Cendekiawan Muslim", "Perspektif Deklarasi Makkah, Esai-esai Ekonomi Islam", "Intelektual, Intelegensia, dan Perilaku Politik Bangsa", Menuju Ekonomi Islam", "Masyarakat Madani, Kelas Menengah dan Perubahan Sosial", "Ensiklopedia Al-Quran, Tafsir Sosial Berdasarkan Konsep-Konsep Kunci", dan "Islam dan Transformasi Sosial-Ekonomi". Selain itu, artikel dan esai-esainya dimuat di jurnal dan media nasional.


Tag : #Dawam Rahardjo Tutup USia #Karya Pemikiran Dawam Rahardjo



Berita Terbaru

 

Selasa, 11 Desember 2018 21:05 WIB

Nelayan Ini Ditemukan Luka-luka di Kapal Pompongnya


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Barat – Diduga mengalami kecelakaan kerja saat melaut, seorang nelayan di Tanjab Barat ditemukan luka-luka dan terbaring

 

Program Sosial Bank Indonesia
Selasa, 11 Desember 2018 20:19 WIB

Cabai hingga Trigona, Potensi Mahad Aljamiah jadi Kawasan Ekowisata


Kajanglako.com, Jambi – Tak usah diragukan lagi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi begitu menaruh perhatian besar terhadap pengembangan

 

Selasa, 11 Desember 2018 18:31 WIB

Dirikan Tenda, Warga Mandiangin dari 12 Desa Duduki Kantor Bupati


Kajanglako.com, Sarolangun – Buntut dari kisruh antara warga 12 Desa di Kecamatan Mandiangin dengan PT AAS, ratusan warga mendatangi Kantor Bupati

 

Selasa, 11 Desember 2018 17:54 WIB

BP2KBP3A Layangkan Surat ke PLN, Saryoto: jika Tak Digubris Kita Tempuh Jalur Hukum


Kajanglako.com, Batanghari - Hingga saat ini, KWH arus listrik di Kantor Badan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan

 

Selasa, 11 Desember 2018 17:33 WIB

Pol PP Punya Catatan Buruk saat Jaga Kantor Gubernur, Edi: Kami Siap jika Diminta Kembali


Kajanglako.com, Jambi - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi, Fachrori Umar, meminta Pengamanan Dalam (Pamdal) Kantor Gubernur Jambi pada tahun 2019 ditiadakan. Kebijakannya