Rabu, 20 Juni 2018


Kamis, 31 Mei 2018 00:29 WIB

Tutup Usia, Cendekiawan Muslim Dawam Rahardjo Tinggalkan Karya

Reporter : Jumardi
Kategori : Sosok

alm. Dawam Rahardjo.

Rabu, 30 Mei 2018, sekira pukul 21.55 WIB, tersiar kabar meninggalnya cendekiawan Muslim, Dawam Rahardjo, 76 tahun, di Rumah Sakit Islam Jakarta.

Sontak saja kabar berpulangnya pria kelahiran Solo, 20 April 1942, yang dikenal sebagai ahli ekonomi, cendekiawan, aktifis LSM, pengusaha, pemikir Islam dan juga penafsir ini membuat jagad intelektual tanah air berduka.



Di jejaring media sosial facebook maupun twitter, ucapan bela sungkawa silih berganti datang dari berbagai kalangan, baik sahabat sesama peneliti, penulis, hingga mereka yang pernah membaca karya tulis pemimpin Jurnal Ilmu dan Kebudayaan Ulumul Qur'an, dan ketua yayasan ELSAF (Lembaga Studi Agama dan Filsafat) itu.

Menurut laporan Tempo.co (Rabu, 30/5/18 23:14 WIB), anaknya, Jauhari belum menjelaskan penyebab meninggalnya Dawam. Namun sekitar beberapa bulan lalu, ahli ekonomi hingga pemikir Islam ini sempat menjalani beberapa kali perawatan intensif di rumah sakit. Ia terkena penyakit diabetes, jantung, dan stroke.

Atas kepulangan salah seorang intelektual mumpuni tanah air ini, Wahyudi Akmaliah, Peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), mengatakan mendapat kabar Dawam Rahardjo jatuh sakit sejak setahun terakhir tentu memunculkan rasa sedih.

Ini karena, ia tidak hanya cerdas secara pengetahuan mengenai referensi Islam, sekaligus mempraktikkan atas studi yang dipelajarinya. Pembelaannya terhadap Ahmadiyah pada tahun 2006, misalnya, memaksa dirinya agar terus mengundurkan diri dari anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Yudi menambahkan, pasca almarhum Gusdur dan Nurcholish Majid, kini, 30 Mei 2018, sekira pukul 21.55 WIB, Dawam Rahardjo turut menyusul meninggalkan kita. Dengan demikian, kepada siapa kita menyandarkan diri terkait keberpihakan kepada mereka yang dilemahkan dan menjadi minoritas? Ya, kita masih memiliki Buya Syafi'i Maarif dan kelompok generasi muda Islam yang terus bergerak melalui kanal-kanal kultural. Namun, rasa kehilangan ditinggalkan oleh Dawam Rahardjo tidak hanya menyurutkan sekaligus menguatkan tumbuhnya Islamisme yang justru menjadi arus utama membalikkan Islam yang sempat berkembang dengan kemoderatannya.

“Selamat Jalan Kang Dawam. Terimakasih atas pengetahuan dan sikap pembelaanmu terhadap mereka yang dikalahkan, atas nama agama dan atas nama kekuasaan,” ungkapnya kepada kajanglako.com

Merujuk pelbagai sumber, usai menamatkan SMA, Dawam mendapatkan kesempatan mengikuti AFS (American Field Service) dan menjadi siswa di Borach High School, Idaho, Amerika Serikat selama satu tahun. Sepulangnya dari Amerika Serikat, ia melanjutkan pendidikannya di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada dan memperoleh gelar sarjana pada tahun 1969.

Sejak itu karir akademiknya berjalan baik. Pada tahun 1993, ia menjabat sebagai Guru Besar Ekonomi Pembangunan di Universitas Muhammadiyah Malang, dan sekaligus menjadi Rektor Universitas 45 di Bekasi.

Dawam pernah bekerja sebagai Staf di Departemen Kredit Bank of America, Jakarta (1969), lalu pada 1971 bergabung di LP3ES (Lembaga Penelitian dan Pembangunan Ekonomi-Sosial) sebagai Staf peneliti.

Dari situ, penulis cerpen “Anjing yang Masuk Surga” ini menapak jejak hingga menjadi Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan hingga akhirnya menjadi direktur. Kemudian periode 1995 – 2000 Dawam Rahardjo pernah menjabat sebagai Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indoneia (ICMI). Pada tahun 2013, Dawam Rahardjo tercatat sebagai Penerima Yap Thiam Hien Award 2013 atas kontribusinya dalam membangun masyarakat sipil yang berdaya di Indonesia.

Beberapa karyanya yang dikenal luas pembaca tanah air adalah "Risalah Cendekiawan Muslim", "Perspektif Deklarasi Makkah, Esai-esai Ekonomi Islam", "Intelektual, Intelegensia, dan Perilaku Politik Bangsa", Menuju Ekonomi Islam", "Masyarakat Madani, Kelas Menengah dan Perubahan Sosial", "Ensiklopedia Al-Quran, Tafsir Sosial Berdasarkan Konsep-Konsep Kunci", dan "Islam dan Transformasi Sosial-Ekonomi". Selain itu, artikel dan esai-esainya dimuat di jurnal dan media nasional.


Tag : #Dawam Rahardjo Tutup USia #Karya Pemikiran Dawam Rahardjo



Berita Terbaru

 

Kuliner Nusantara
Rabu, 20 Juni 2018 15:00 WIB

Sensasi Pedas 'Sate Setan' di Bernai Sarolangun


Kajanglako.com, Sarolangun – Bagi anda penyuka kuliner nusantara, kalau anda jalan-jalan ke Kabupaten Sarolangun, jangan lupa untuk mencoba’Sate

 

Pilwako Jambi 2018
Rabu, 20 Juni 2018 14:45 WIB

Dimeriahkan Judika, Fasha Undang Warga Hadiri Kampanye Akbar FM di GOR Kotabaru


Kajanglako.com, Kota Jambi – 23 Juni nanti, pasangan calon nomor urut dua Fasha-Maulana akan menggelar kampanye Akbar di GOR Kotabaru, Kota Jambi. Kampanye

 

Pilwako Jambi 2018
Rabu, 20 Juni 2018 14:31 WIB

Soal Video Rekayasa Politik Uang, Fasha: Mudah-mudahan Allah Turunkan Hidayahnya


Kajanglako.com, Kota Jambi – Calon Walikota Jambi nomor urut dua, Syarif Fasha menanggapi santai video politik uang yang diduga rekayasa untuk menyerang

 

Pilwako Jambi 2018
Rabu, 20 Juni 2018 14:04 WIB

Kapolda Kunjungi Kediamannya, Sani: Terima Kasih Pak Telah Sudi Hadir


Kajanglako.com, Kota Jambi - Kapolda Jambi, Brigjen Pol Muchlis AS berserta rombongan juga melakukan kunjungan ke kediaman Calon Walikota Jambi nomor urut

 

Pilwako Jambi 2018
Rabu, 20 Juni 2018 13:49 WIB

Jelang Pemungutan Suara, Kapolda Sambangi Kediaman Syarif Fasha


Kajanglako.com, Kota Jambi – Menjelang hari pemungutan suara Pilwako Jambi pada 27 Juni nanti, Kapolda Jambi Brigjen Pol Muchlis AS mengunjungi kediaman