Rabu, 24 Oktober 2018


Kamis, 31 Mei 2018 00:29 WIB

Tutup Usia, Cendekiawan Muslim Dawam Rahardjo Tinggalkan Karya

Reporter : Jumardi
Kategori : Sosok

alm. Dawam Rahardjo.

Rabu, 30 Mei 2018, sekira pukul 21.55 WIB, tersiar kabar meninggalnya cendekiawan Muslim, Dawam Rahardjo, 76 tahun, di Rumah Sakit Islam Jakarta.

Sontak saja kabar berpulangnya pria kelahiran Solo, 20 April 1942, yang dikenal sebagai ahli ekonomi, cendekiawan, aktifis LSM, pengusaha, pemikir Islam dan juga penafsir ini membuat jagad intelektual tanah air berduka.



Di jejaring media sosial facebook maupun twitter, ucapan bela sungkawa silih berganti datang dari berbagai kalangan, baik sahabat sesama peneliti, penulis, hingga mereka yang pernah membaca karya tulis pemimpin Jurnal Ilmu dan Kebudayaan Ulumul Qur'an, dan ketua yayasan ELSAF (Lembaga Studi Agama dan Filsafat) itu.

Menurut laporan Tempo.co (Rabu, 30/5/18 23:14 WIB), anaknya, Jauhari belum menjelaskan penyebab meninggalnya Dawam. Namun sekitar beberapa bulan lalu, ahli ekonomi hingga pemikir Islam ini sempat menjalani beberapa kali perawatan intensif di rumah sakit. Ia terkena penyakit diabetes, jantung, dan stroke.

Atas kepulangan salah seorang intelektual mumpuni tanah air ini, Wahyudi Akmaliah, Peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), mengatakan mendapat kabar Dawam Rahardjo jatuh sakit sejak setahun terakhir tentu memunculkan rasa sedih.

Ini karena, ia tidak hanya cerdas secara pengetahuan mengenai referensi Islam, sekaligus mempraktikkan atas studi yang dipelajarinya. Pembelaannya terhadap Ahmadiyah pada tahun 2006, misalnya, memaksa dirinya agar terus mengundurkan diri dari anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Yudi menambahkan, pasca almarhum Gusdur dan Nurcholish Majid, kini, 30 Mei 2018, sekira pukul 21.55 WIB, Dawam Rahardjo turut menyusul meninggalkan kita. Dengan demikian, kepada siapa kita menyandarkan diri terkait keberpihakan kepada mereka yang dilemahkan dan menjadi minoritas? Ya, kita masih memiliki Buya Syafi'i Maarif dan kelompok generasi muda Islam yang terus bergerak melalui kanal-kanal kultural. Namun, rasa kehilangan ditinggalkan oleh Dawam Rahardjo tidak hanya menyurutkan sekaligus menguatkan tumbuhnya Islamisme yang justru menjadi arus utama membalikkan Islam yang sempat berkembang dengan kemoderatannya.

“Selamat Jalan Kang Dawam. Terimakasih atas pengetahuan dan sikap pembelaanmu terhadap mereka yang dikalahkan, atas nama agama dan atas nama kekuasaan,” ungkapnya kepada kajanglako.com

Merujuk pelbagai sumber, usai menamatkan SMA, Dawam mendapatkan kesempatan mengikuti AFS (American Field Service) dan menjadi siswa di Borach High School, Idaho, Amerika Serikat selama satu tahun. Sepulangnya dari Amerika Serikat, ia melanjutkan pendidikannya di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada dan memperoleh gelar sarjana pada tahun 1969.

Sejak itu karir akademiknya berjalan baik. Pada tahun 1993, ia menjabat sebagai Guru Besar Ekonomi Pembangunan di Universitas Muhammadiyah Malang, dan sekaligus menjadi Rektor Universitas 45 di Bekasi.

Dawam pernah bekerja sebagai Staf di Departemen Kredit Bank of America, Jakarta (1969), lalu pada 1971 bergabung di LP3ES (Lembaga Penelitian dan Pembangunan Ekonomi-Sosial) sebagai Staf peneliti.

Dari situ, penulis cerpen “Anjing yang Masuk Surga” ini menapak jejak hingga menjadi Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan hingga akhirnya menjadi direktur. Kemudian periode 1995 – 2000 Dawam Rahardjo pernah menjabat sebagai Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indoneia (ICMI). Pada tahun 2013, Dawam Rahardjo tercatat sebagai Penerima Yap Thiam Hien Award 2013 atas kontribusinya dalam membangun masyarakat sipil yang berdaya di Indonesia.

Beberapa karyanya yang dikenal luas pembaca tanah air adalah "Risalah Cendekiawan Muslim", "Perspektif Deklarasi Makkah, Esai-esai Ekonomi Islam", "Intelektual, Intelegensia, dan Perilaku Politik Bangsa", Menuju Ekonomi Islam", "Masyarakat Madani, Kelas Menengah dan Perubahan Sosial", "Ensiklopedia Al-Quran, Tafsir Sosial Berdasarkan Konsep-Konsep Kunci", dan "Islam dan Transformasi Sosial-Ekonomi". Selain itu, artikel dan esai-esainya dimuat di jurnal dan media nasional.


Tag : #Dawam Rahardjo Tutup USia #Karya Pemikiran Dawam Rahardjo



Berita Terbaru

 

Penncurian
Rabu, 24 Oktober 2018 10:02 WIB

Bobol Bengkel Motor di Pamenang, Empat Pelajar Diamankan


Kajanglako.com, Merangin - Empat pelajar di Kecamatan Renah Pamenang diamankan Polisi, lantaran melakukan pencurian. Kasus ini terungkap berawal dari laporan

 

Selasa, 23 Oktober 2018 23:34 WIB

Pemkab Bungo dan UGM Sepakati Kerjasama di Empat Bidang


Kajanglako.com, Bungo - Pemkab Bungo dan Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi melakukan kerjasama. Ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman

 

Selasa, 23 Oktober 2018 23:12 WIB

Warga 8 Kecamatan dan 5 Kelurahan di Bungo Ini Harus Waspada Banjir


Kajanglako.com, Bungo - Delapan Kecamatan dan Lima Lurah di Kabupaten Bungo yang sudah dicap langganan banjir harus waspada, mengingat curah hujan yang

 

Kejurwil Panjat Tebing
Selasa, 23 Oktober 2018 22:19 WIB

Ketua KONI Batanghari Jamu Atlet Panjat Tebing se-Sumatera Makan Malam


Kajanglako.com, Jambi - Sambutan spesial dilakukan Ketua KONI Batanghari,  Arzanil, kepada seluruh atlet panjat tebing se-Sumatera yang berlaga di

 

Kejurwil Panjat Tebing
Selasa, 23 Oktober 2018 21:55 WIB

Hari Kedua, Atlet Panjang Tebing Jambi Sumbang Satu Emas


Kajanglako.com, Jambi - Memasuki hari kedua Kejuaraan Wilayah (Kejurwil) Panjat Tebing se-Sumatera yang digelar di Venue Garuda Kabupaten Batanghari, Atlet