Selasa, 18 Juni 2019


Senin, 21 Mei 2018 16:39 WIB

Masjid Batu Peninggalan Sayyid Idrus di Seberang Kota Jambi

Reporter : Jumardi
Kategori : Ensklopedia

Masjid Batu di Seberang Kota Jambi (1900-1939)

Kawasan Seberang Kota Jambi dikenal luas sebagai wilayah kampung tradisional Melayu Jambi. Di wilayah ini pula berdiri beberapa pesantren tua dan sisa bangunan bersejarah. Salah satu yang jamak dikunjungi publik sekarang adalah reruntuhan Rumah Batu Pangeran Wiro Kusomo.

Ternyata tak hanya itu. Di Jalan KH. Ibrahim, RT 05 Kelurahan Olak Kemang, Kecamatan Danau Teluk Kota Jambi, berdiri Masjid Batu, julukan untuk Masjid  Jami' ikhsaniyah.



Masjid Jami' Al-Ikhsaniyah ini didirikan pada 1880 oleh Sayyid Idrus atau Habib Idrus alias Pangeran Wiro Kusumo. Sayyid Idrus menikahi salah satu putri dari Sultan Nazarudin, besan dari Sultan Thaha Syaifuddin, Sultan Jambi terakhir yang tak lain juga merupakan ipar-nya sendiri.

Salah satu tradisi yang masih bertahan sejak Sayyid Idrus di masjid Batu adalah makan dalam tempeh atau wadah besar secara beramai-ramai. Tradisi ini biasanya dilakukan saat memperingati hari besar Islam. Sayangnya, tradisi ini lamban laun terkikis zaman.

Tahun 1970-an di masjid ini biasa diselenggarakan tradisi sumpah. Tradisi ini dibuat untuk pihak yang bersengketa dan tak kunjung ada penyelesaian secara mufakat atau kekeluargaan. Jika ada orang yang berani bersumpah palsu di masjid tersebut, orang tersebut bakal terkena bala atau hal buruk.

Bangunan dalam Masjid dipenuhi dengan hiasan kaligrafi berbagai rupa. Mimbar yang masih asli tegak anggun di sisi kanan mihrab. Sedangkan beduk (tabuh) peninggalan masa awal masjid berada di bagian belakang ruang salat. Ciri paling mencolok dari Mesjid ini adalah banyaknya jendela. Hanya dinding mihrab yang tak berjendela.

Berjalannya waktu jamaah Masjid Batu semakin banyak hingga tak lagi bisa menampung jamaah, utamanya saat ibadah salat Jumat. Atas pertimbangan kondisi tersebut tokoh-tokoh masyarakat bermusyawarah dan sepakat memperbaharui Mesjid. Disepakati dana pembangunan Mesjid dikumpulkan dari sedekah dan infaq masyarakat sampai akhirnya terkumpul dana yang cukup untuk merenovasi Masjid pad 1935.

Ketika itu tepat berada di bawah kekuasaan kolonial Belanda. Para tokoh masyarakat meminta izin kepada Belanda, lalu masuklah permohonan pemugaran Mesjid ke pemerintah Belanda yang ada di Jambi dengan menceritakan latar belakang dan sejarah berdirinya Masjid.

Lantaran mengetahui bahwa Mesjid tersebut bernilai sejarah, tahun 1937 pihak kolonial mengambil alih pembangunan Mesjid. Bantuan Dana pun datang dari pihak kolonial dan pembangunan sepenuhnya berada dalam pengendalian Belanda.

2015, bentuk masjid Batu Al-Ikhsaniyah mengalami perubahan signifikan. Bentuk luar masjid mengalami perubahan di sana sini sehingga membuatnya tampak sebagai rumah ibadah bergaya modern. Perubahan paling mencolok yakni pada bagian atap. Kubah yang semula berbentuk atap limas, salah satu ciri khas masjid masjid tua Nusantara, berganti dengan kubah berbentuk parabola dari beton, sebagaimana mudah kita jumpai pada bangunan masjid-masjid lainnya di Provinsi Jambi.

Majid Batu Al-Ikhsaniyah (2015-sekarang)

*diolah dari berbagai sumber.


Tag : #Pangeran Wiro Kusumo #Seberang Kota Jambi



Berita Terbaru

 

Forwakada
Senin, 17 Juni 2019 21:52 WIB

Komisi II Respon Positif Penguatan Wakada


Kajanglako.com, Jakarta - Wacana revisi Undang-Undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, khususnya pasal kewenangan wakil kepala daerah,

 

kuliner khas Jambi
Senin, 17 Juni 2019 21:44 WIB

Gubernur Gandeng APJI Kembangkan Potensi Kuliner Khas Jambi


Kajanglako.Com. Jambi - Gubernur Jambi Fachrori Umar, menjamu kunjungan Asosiasi Perusahaan Jasoboga Indonesia (APJI), di ruang kerja gubernur, Senin (17/6)

 

Pendidikan
Senin, 17 Juni 2019 20:02 WIB

Ini Penjelasan Kepala Dinas Pendidikan Tanjabtim Terkait SMP N 10


Kajanglako.com, Tanjab Timur -Menanggapi pemberitaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 10 Kecamatan Nipah Panjang Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim)

 

Senin, 17 Juni 2019 17:19 WIB

Kukuhkan Pengurus LPTQ, Merangin Target Masuk Lima Besar MTQ Provinsi Jambi


Kajanglako.com, Merangin- Bupati Merangin, Al Haris mengukuhkan pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Merangin periode 2018-2023,

 

Hama
Senin, 17 Juni 2019 16:30 WIB

Hama Babi Resahkan Petani di Jangkat


Kajanglako.com, Merangin- Sejak sebulan terakhir, petani di Desa Renah Alai, Kecamatan Jangkat, diresahkan dengan hama babi. Kawanan babi yang jumlahnya