Senin, 20 Agustus 2018


Senin, 21 Mei 2018 16:39 WIB

Masjid Batu Peninggalan Sayyid Idrus di Seberang Kota Jambi

Reporter : Jumardi
Kategori : Ensklopedia

Masjid Batu di Seberang Kota Jambi (1900-1939)

Kawasan Seberang Kota Jambi dikenal luas sebagai wilayah kampung tradisional Melayu Jambi. Di wilayah ini pula berdiri beberapa pesantren tua dan sisa bangunan bersejarah. Salah satu yang jamak dikunjungi publik sekarang adalah reruntuhan Rumah Batu Pangeran Wiro Kusomo.

Ternyata tak hanya itu. Di Jalan KH. Ibrahim, RT 05 Kelurahan Olak Kemang, Kecamatan Danau Teluk Kota Jambi, berdiri Masjid Batu, julukan untuk Masjid  Jami' ikhsaniyah.



Masjid Jami' Al-Ikhsaniyah ini didirikan pada 1880 oleh Sayyid Idrus atau Habib Idrus alias Pangeran Wiro Kusumo. Sayyid Idrus menikahi salah satu putri dari Sultan Nazarudin, besan dari Sultan Thaha Syaifuddin, Sultan Jambi terakhir yang tak lain juga merupakan ipar-nya sendiri.

Salah satu tradisi yang masih bertahan sejak Sayyid Idrus di masjid Batu adalah makan dalam tempeh atau wadah besar secara beramai-ramai. Tradisi ini biasanya dilakukan saat memperingati hari besar Islam. Sayangnya, tradisi ini lamban laun terkikis zaman.

Tahun 1970-an di masjid ini biasa diselenggarakan tradisi sumpah. Tradisi ini dibuat untuk pihak yang bersengketa dan tak kunjung ada penyelesaian secara mufakat atau kekeluargaan. Jika ada orang yang berani bersumpah palsu di masjid tersebut, orang tersebut bakal terkena bala atau hal buruk.

Bangunan dalam Masjid dipenuhi dengan hiasan kaligrafi berbagai rupa. Mimbar yang masih asli tegak anggun di sisi kanan mihrab. Sedangkan beduk (tabuh) peninggalan masa awal masjid berada di bagian belakang ruang salat. Ciri paling mencolok dari Mesjid ini adalah banyaknya jendela. Hanya dinding mihrab yang tak berjendela.

Berjalannya waktu jamaah Masjid Batu semakin banyak hingga tak lagi bisa menampung jamaah, utamanya saat ibadah salat Jumat. Atas pertimbangan kondisi tersebut tokoh-tokoh masyarakat bermusyawarah dan sepakat memperbaharui Mesjid. Disepakati dana pembangunan Mesjid dikumpulkan dari sedekah dan infaq masyarakat sampai akhirnya terkumpul dana yang cukup untuk merenovasi Masjid pad 1935.

Ketika itu tepat berada di bawah kekuasaan kolonial Belanda. Para tokoh masyarakat meminta izin kepada Belanda, lalu masuklah permohonan pemugaran Mesjid ke pemerintah Belanda yang ada di Jambi dengan menceritakan latar belakang dan sejarah berdirinya Masjid.

Lantaran mengetahui bahwa Mesjid tersebut bernilai sejarah, tahun 1937 pihak kolonial mengambil alih pembangunan Mesjid. Bantuan Dana pun datang dari pihak kolonial dan pembangunan sepenuhnya berada dalam pengendalian Belanda.

2015, bentuk masjid Batu Al-Ikhsaniyah mengalami perubahan signifikan. Bentuk luar masjid mengalami perubahan di sana sini sehingga membuatnya tampak sebagai rumah ibadah bergaya modern. Perubahan paling mencolok yakni pada bagian atap. Kubah yang semula berbentuk atap limas, salah satu ciri khas masjid masjid tua Nusantara, berganti dengan kubah berbentuk parabola dari beton, sebagaimana mudah kita jumpai pada bangunan masjid-masjid lainnya di Provinsi Jambi.

Majid Batu Al-Ikhsaniyah (2015-sekarang)

*diolah dari berbagai sumber.


Tag : #Pangeran Wiro Kusumo #Seberang Kota Jambi



Berita Terbaru

 

Senin, 20 Agustus 2018 01:41 WIB

Sempat Kabur, Polisi Ringkus Istri yang Bunuh Suami dengan Sadis


Kajanglako.com, Bungo - Jajaran Polres Bungo berhasil menangkap pelaku pembunuhan sadis, yang diduga dilakukan oleh istri terhadap suaminya sendiri. Di

 

Senin, 20 Agustus 2018 01:27 WIB

Kesal Kerap Dimarahi, Istri Habisi Nyawa Suami dengan Sebilah Kayu


Kajanglako.com, Bungo - Seorang istri di Dusun Sungai Mengkuang RT 5 Kampung Pal 8, Kecamatan Rimbo Tengah, nekat menghabisi nyawa suaminya sendiri dengan

 

Jelang Pilpres 2019
Minggu, 19 Agustus 2018 22:58 WIB

Diketuai Filius Chandra, Gerakan Nasional Cinta Prabowo Provinsi Jambi Terbentuk


Kajanglako.com, Jambi – Gerakan Nasional Cinta Prabowo atau GNCP Provinsi Jambi resmi terbentuk. Terpilih sebagai Ketua GNCP Provinsi Jambi, yakni

 

HUT ke-73 RI
Minggu, 19 Agustus 2018 21:41 WIB

Serunya Lomba Pacu Perahu di Desa Mendalo Laut, Ada Kategori untuk Ibu-ibu


Kajanglako.com, Muarojambi - Memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-73 Republik Indonesia, Pemerintah Desa Mendalo Laut mengadakan lomba pacu perahu tradisional

 

HUT ke-73 RI
Minggu, 19 Agustus 2018 21:25 WIB

Bupati Syahirsah Saksikan Atraksi Pawai Kebudayaan


Kajanglako.com, Batanghari - Bupati Batanghari, Ir Syahirsah Sy, beserta istri menyaksikan langsung pawai kebudayaan. Terlihat ribuan masyarakat Batanghari