Senin, 16 Juli 2018


Jumat, 11 Mei 2018 14:30 WIB

Jika Berhenti Sebatas Penetapan, Ali Surakhman: WBTB Indonesia Tidak Menjawab Persoalan

Reporter : Ardi
Kategori : Ragam Wisata Berita Daerah

Pelatihan Penguatan Kapasitas Penguatan Lokal tentang WBTB

Kajanglako.com: Rabu, 9 Mei 2018, bertempat di The Tempoa Resto, Jelutung, Kota Jambi, berlangsung pelatihan Penguatan Kapasitas Pengetahuan Lokal Melalui Pencatatan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

Kegiatan ini ditaja oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kebudayaan Kerinci bekerjasama dengan Balai Pelestarian Nilai Budaya Kepulauan Riau, serta didukung Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Jambi dan Komunitas Gemulun Indonesia.



Hadir dalam pelatihan ini para dosen, mahasiswa, siswa, seniman, jurnalis, dan perwakilan dari pemerintah Desa Senaung, Kabupaten Muarojambi.  “Sebenarnya semua OPD Kabupaten/Kota kami undang, tetapi sayangnya mereka tidak dapat hadir,” ujar Seen Popo Hadi selaku panitia.

Narasumber kegiatan ini terdiri dari Nukman (ATL Jambi), Ali Surakhman (LSM Kebudayaan Kerinci), serta Eri Argawan dan Sri Purnama Syam, yang keduanya mewakili Dinas Kebudayaan Pariwisata Provinsi Jambi.

Sri Purnama menjelaskan sejak 2013 hingga 2017, sebanyak delapan belas WBTB Provinsi Jambi telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia. “Ini capaian yang menggembirakan bagi Jambi,” ungkapnya disambut tepuk tangan peserta.

Menanggapi pertanyaan salah satu peserta, Oky Akbar, yakni usai ditetapkan sebagai WBTB lantas diapakan?, mantan kepala Taman Budaya Jambi ini mengamini bahwa betul kita belum melihat keseriusan pemerintah daerah untuk menindaklanjuti ke dalam pelbagai kegiatan pelestarian, tetapi pengusulan karya budaya Jambi menjadi WBTB harus dilaksanakan dengan alasan sebagai langkah strategis agar karya seni budaya Jambi tidak punah.

“Kami dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah Kabupaten/Kota agar karya budaya yang ditetapkan sebagai WBTB ditindaklanjuti ke dalam bentuk program dan kegiatan pelestarian. Kita akan terus berkomunikasi,” tambahnya.

Ali Surakhman, selaku penggagas pelatihan ini mengatakan bahwa urgensi pencatatan WBTB ini didasari oleh keadaan seni budaya di Jambi yang terancam punah. “Upaya pencatatan dan langkah-langkah menuju WBTB patut diapresiasi agar warisan budaya menjadi unsur penguat identitas kebudayaan masyarakat Indonesia, Jambi terutama,” ungkapnya.

Namun demikian, lanjut Ali Surakhman, WBTB tidak akan menjawab persoalan kepunahan seni budaya jika berhenti sebatas penetapan. Karena itu, diperlukan sinergisitas dan soliditas antar berbagai elemen masyarakat, terutama pemilik kebudayaan itu sendiri, sehingga semangat pewarisan nilai-nilai yang terkandung di dalam karya budaya itu memberi pengaruh positif secara langsung bagi masyarakat.

Tak berbeda dari keduanya, Eri Argawan, Kasi Tradisi Disbudpar Provinsi Jambi, mengatakan Dinas Kebudayaan Provinsi Jambi sejauh ini terus melakukan pencatatan karya budaya yang ada di Kabupaten/Kota dalam provinsi Jambi untuk diusulkan ke tim ahli WBTB Indonesia.  

“Kita akui bahwa teman-teman di Kabupaten/Kota belum sepenuhnya menguasai, baik aspek teknis pengajuan WBTB hingga nilai strategis program WBTB tersebut, sehingga Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi hingga sekarang turun ke lapangan, berkoordinasi dengan OPD kabupaten/Kota dan masyarakat pemiliki karya budaya, sehingga ke depan ada tindaklanjut setelah ditetapkan sebagai WBTB”, kilahnya.

Selanjutnya, Ketua ATL Jambi, Nukman, secara spesifik memaparkan teknis pencatatan karya budaya, kode etik dalam kerja pencatatan di lapangan, hingga  proses pengusulan sampai penetapan WBTB Indonesia. Semua peserta yang hadir diberi satu set formulir yang berisi kerangka pencatatan WBTB.

Hal demikian, dikatakan Nukman, diharapkan seluruh elemen masyarakat, terutama pelaku seni dapat berperan aktif dalam proses pengajuan dari tingkat paling bawah bersama difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi hingga betul-betul sampai pada tahapan seleksi dan penetapan WBTB.


Tag : #WBTB Indonesia #WBTB Jambi #Seni Budaya Jambi Terancam Punah #Revitalisasi Seni Budaya Jambi



Berita Terbaru

 

Senin, 16 Juli 2018 13:15 WIB

Antisipasi Pemadaman Listrik, Traffic Light Akan Dilengkapi Aki Cas


Kajanglako.com, Kota Jambi – Fasilitas Traffic Light atau yang sering disebut Lampu Merah di Kota Jambi saat ini masih bergantung dengan aliran listrik

 

Waspada Karhutla
Senin, 16 Juli 2018 12:58 WIB

Titik Panas Terpantau Menyebar di Empat Kabupaten


Kajanglako.com, Jambi - Saat ini Provinsi Jambi telah memasuki musim kemarau, hal ini dapat dilihat dalam satu pekan terakhir di mana curah hujan sangat

 

Pernetiban PKL
Senin, 16 Juli 2018 12:44 WIB

Satpol PP Terlibat Adu Mulut dengan Pedagang Durian


Kajanglako.com, Kota Jambi – Satpol PP Kota Jambi menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di atas trotoar dan bahu jalant. Kawasan Tugu

 

Senin, 16 Juli 2018 10:40 WIB

Pasar Rakyat Tak Berpenghuni, Pemkab Merangin Akan Relokasi PKL Liar


Kajanglako.com, Merangin - Pasar rakyat yang berdiri cukup megah di tengah Kota Bangko, ternyata tidak diminati pedagang. Meski sudah dibangun cukup lama,

 

Minggu, 15 Juli 2018 20:05 WIB

Pelantikan Pengurus IKBJ Dijadwalkan Awal Agustus


Kajanglako.com, Jambi – Panitia Pelantikan Pengurus Ikatan Keluarga Bungo Jambi (IKBJ) telah menjadwalkan pelantikan pada awal Agustus, acara pelantikan