Selasa, 22 Mei 2018


Senin, 30 April 2018 20:13 WIB

Di Hadapan Fasha, Ini Curhatan Pengurus dan Anggota Asosiasi Batik Jambi

Reporter : Redaksi
Kategori : Bisnis UMKM

Fasha dialog dengan Asosiasi Batik Jambi/ foto: kajanglako.com

Kajanglako.com, Kota Jambi – Sy Fasha, Walikota Jambi yang masih menjalani masa cuti, menghadiri pertemuan dengan Pengurus dan Anggota Asosiasi Batik Jambi (Asbaja) di

Kelurahan Ulu Gedong, Kecamatan Danau Teluk, Jambi Kota Seberang, Senin (30/4) sore.



Dalam pertemuan ini, Fasha dicurharti Pengurus Asbaja, terutama terkait bantuan alat dan bahan untuk memproduksi Batik Jambi.

“Terima kasih telah menghadiri undangan kami Pak Fasha,” kata Raden Akhyar, Ketua Asbaja.

Raden Akhyar menuturkan jika Asbaja terbentuk pada Januari 2017, yang merupakan inisiasi dari Fasha sebagai Walikota Jambi. Saat ini, anggota Asbaja yang aktif berproduksi sebanyak 67 orang.

“Berkat support Pak Fasha, hasil karya Asbaja sudah tampi di Jakarta Fashion Week, di situ kami memproduksi sekitar 2 ribu lembar kain Batik Jambi,” katanya.

Bukan hanya itu, Asbaja di bawah bimbingan Fasha dan Ketua PKK Kota Jambi juga membuat baju batik untuk seluruh Ketua RT di Kota Jambi yang berjumlah 1.706 orang.

“Kami juga aktif diundang dalam seminar wirausaha yang difasilitasi Bank Indonesia,” kata Raden Akhyar.

Kesempatan bertemu dan berdialog dengan Fasha, dimamfaatkan Asbaja untuk menyampaikan beberapa persoalan, di antaranya terkait program peningkatan kapasitas anggota Asbaja.

“Kami juga mengikuti pelatihan dan mempejari proses membatik menggunakan malam dingin di Pekalongan, namun ini belum bisa kita terapkan di Jambi, karena kendala alat produksi dan bahan yang belum ada, kami masih terkendala biaya,” kata Akhyar.

Akhyar berharap, Pemkot Jambi bisa memberikan bantuan agar produksi Batik Jambi meningkat, “Satu alat print batik menggunakan malam dingin itu sekitar Rp 3,5 juta, tapi kalau kita hanya membeli satu alat tentu akan berat di ongkos kirim, setidaknya kita perlu mendatangkan 5 alat print,” ujar Akhyar.

Menanggapi keinginan Asbaja, Fasha mengungkapkan jika Asbaja merupakan salah satu program unggulannya dalam pemberdayaan UMKM.

“Selama ini kita ketemu dalam konteks pelatihan atau pemberian bantuan, tapi kali ini lain, saat ini saya memiliki waktu yang banyak. Saya ingin ketemu langsung, dialog langsung, kami ingin bagaimana pembatik-pembatik di jambi menjadi pengrajin handal,” kata Fasha.

Fasha mengatakan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, ia akan berupaya membenahi semua sektor dalam produksi Batik Jambi, “Bukan hanya batiknya, tapi juga SDM, alatnya dan juga pemasarannya. Pengrajin cukup kesulitan jika tanpa bantuan dana dari APBD,” ucap Fasha. (kjcom)


Tag : #Batik Jambi #Fasha #Kota Jambi



Berita Terbaru

 

Selasa, 22 Mei 2018 17:25 WIB

Terseret Kasus Penyelewengan Dana Desa, Kades Mudo Ditahan Kejari


Kajanglako.com, Merangin - Kejaksaan Negeri (Kejari) Merangin melakukan penahanan terhadap dua tersangka dugaan tindak pidana korupsi Dana Desa untuk

 

Penyerangan Mapolsek
Selasa, 22 Mei 2018 17:18 WIB

Dua Anggota Polsek Marosebo Korban Pembacokan Masih Dirawat di RS Bhayangkara


Kajanglako.com, Jambi - Dua personel kepolisian anggota Polsek Marosebo yang menjadi korban penyerangan dan pembacokan orang tak dikenal, masih mendapat

 

Penyerangan Mapolsek
Selasa, 22 Mei 2018 17:03 WIB

Pelaku Penyerangan Polsek Marosebo Berhasil Ditangkap


Kajanglako.com, Muaro Jambi – Polisi berhasil menangkap pelaku penyerangan Polsek Marosebo, Muaro Jambi, setelah melakukan penyerangan dan melukai

 

Kasus Gratifikasi Zola
Selasa, 22 Mei 2018 16:50 WIB

Sherin Tharia Ditanyai KPK Soal Uang Gratifikasi yang Telah Menjadi Aset


Kajanglako.com, Jakarta – Penyidik KPK mendalami kasus gratifikasi Zola, dengan memeriksa istri Zola, Sherin Tharia, hari ini Selasa (22/5). Kabiro

 

Penyerangan Mapolsek
Selasa, 22 Mei 2018 16:40 WIB

Warga Berhamburan, Pelaku Penyerangan Polsek Marosebo Teriak Bawa BOM


Kajanglako.com, Jambi – Usai menyerang Polsek Marosebo dengan melukai dua anggota polisi serta merusak kantor Polsek, pelaku penyerangan Polsek Marosebo