Rabu, 26 September 2018


Senin, 30 April 2018 20:13 WIB

Di Hadapan Fasha, Ini Curhatan Pengurus dan Anggota Asosiasi Batik Jambi

Reporter : Redaksi
Kategori : Bisnis UMKM

Fasha dialog dengan Asosiasi Batik Jambi/ foto: kajanglako.com

Kajanglako.com, Kota Jambi – Sy Fasha, Walikota Jambi yang masih menjalani masa cuti, menghadiri pertemuan dengan Pengurus dan Anggota Asosiasi Batik Jambi (Asbaja) di

Kelurahan Ulu Gedong, Kecamatan Danau Teluk, Jambi Kota Seberang, Senin (30/4) sore.



Dalam pertemuan ini, Fasha dicurharti Pengurus Asbaja, terutama terkait bantuan alat dan bahan untuk memproduksi Batik Jambi.

“Terima kasih telah menghadiri undangan kami Pak Fasha,” kata Raden Akhyar, Ketua Asbaja.

Raden Akhyar menuturkan jika Asbaja terbentuk pada Januari 2017, yang merupakan inisiasi dari Fasha sebagai Walikota Jambi. Saat ini, anggota Asbaja yang aktif berproduksi sebanyak 67 orang.

“Berkat support Pak Fasha, hasil karya Asbaja sudah tampi di Jakarta Fashion Week, di situ kami memproduksi sekitar 2 ribu lembar kain Batik Jambi,” katanya.

Bukan hanya itu, Asbaja di bawah bimbingan Fasha dan Ketua PKK Kota Jambi juga membuat baju batik untuk seluruh Ketua RT di Kota Jambi yang berjumlah 1.706 orang.

“Kami juga aktif diundang dalam seminar wirausaha yang difasilitasi Bank Indonesia,” kata Raden Akhyar.

Kesempatan bertemu dan berdialog dengan Fasha, dimamfaatkan Asbaja untuk menyampaikan beberapa persoalan, di antaranya terkait program peningkatan kapasitas anggota Asbaja.

“Kami juga mengikuti pelatihan dan mempejari proses membatik menggunakan malam dingin di Pekalongan, namun ini belum bisa kita terapkan di Jambi, karena kendala alat produksi dan bahan yang belum ada, kami masih terkendala biaya,” kata Akhyar.

Akhyar berharap, Pemkot Jambi bisa memberikan bantuan agar produksi Batik Jambi meningkat, “Satu alat print batik menggunakan malam dingin itu sekitar Rp 3,5 juta, tapi kalau kita hanya membeli satu alat tentu akan berat di ongkos kirim, setidaknya kita perlu mendatangkan 5 alat print,” ujar Akhyar.

Menanggapi keinginan Asbaja, Fasha mengungkapkan jika Asbaja merupakan salah satu program unggulannya dalam pemberdayaan UMKM.

“Selama ini kita ketemu dalam konteks pelatihan atau pemberian bantuan, tapi kali ini lain, saat ini saya memiliki waktu yang banyak. Saya ingin ketemu langsung, dialog langsung, kami ingin bagaimana pembatik-pembatik di jambi menjadi pengrajin handal,” kata Fasha.

Fasha mengatakan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, ia akan berupaya membenahi semua sektor dalam produksi Batik Jambi, “Bukan hanya batiknya, tapi juga SDM, alatnya dan juga pemasarannya. Pengrajin cukup kesulitan jika tanpa bantuan dana dari APBD,” ucap Fasha. (kjcom)


Tag : #Batik Jambi #Fasha #Kota Jambi



Berita Terbaru

 

Bursa Inovasi Desa
Rabu, 26 September 2018 19:00 WIB

Bupati Syahirsah: Ingin Majukan Daerah, Majukanlah Desa


Kajanglako.com, Batanghari - Acara Bursa Inovasi Desa (BID) secara resmi dibuka Bupati Batanghari, Ir Syahirsah Sy, Rabu (26/9).   Acara yang dipusatkan

 

Rabu, 26 September 2018 18:45 WIB

Tim Kesenian Batanghari Tampil Memukau di Festival Batanghari


Kajanglako.com, Jambi - Tim Kesenian Kabupaten Batanghari di bawah binaan Yunninta Syahirsah, yang bernaung di Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Batanghari

 

Pemilu 2019
Rabu, 26 September 2018 15:34 WIB

Masuk 4 Besar Indonesia, Sarolangun Paling Rawan Konflik di Pileg 2019


Kajanglako.com, Jambi - Hasil dari kesimpulan Bawaslu RI, Kabupaten Sarolangun salah satu daerah yang menjadi sorotan pada Pemilihan Legislatif 2019 mendatang.    Sorotan

 

Rabu, 26 September 2018 12:15 WIB

Bacakan Visi Misi MANTAP, Al Haris Ajak Fauzi dan Nalim Bangun Merangin


Kajanglako.com, Merangin - Bupati dan Wakil Bupati Merangin, Al Haris-Mashuri, Rabu (26/9), membacakan visi dan misi membangun Merangin 2018-2023.   Visi

 

Rabu, 26 September 2018 12:03 WIB

Santriwati Korban Nikah Paksa Habib Bahrun Datangi Polres Batanghari


Kajanglako.com, Batanghari - Sekira pukul 10.00 WIB, Rabu (26/9), P Batubara dengan anaknya MG (18) korban ataupun santriwati yang pernah bernaung di Pondok