Sabtu, 21 Juli 2018


Jumat, 27 April 2018 13:42 WIB

Diduga Depresi Berat, Mahasiswi Asal Tenam Tewas Gantung Diri

Reporter : Raden Suhur
Kategori : Berita Peristiwa

Korban AA semasa hidup

Kajanglako.com, Batanghari - Kabar mengejutkan datang dari Desa Tenam, Kecamatan Muarabulian. Seorang mahasiswi ditemukan orang tuanya sendiri tewas gantung diri dalam rumah. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 18.20 WIB, Kamis (26/4). Mahasiswi yang gantung diri tersebut berinsial AA (21).

Kronologis kejadian yang diperoleh dari pihak kepolisian Polsek Muarabulian, sekira pukul 18.20 WIB, Ayah korban pulang dari kebun. Setibanya di rumah, ia melihat rumah dalam keadaan gelap dan semua pintu terkunci dari dalam. Seketika itu Ayah korban memanggil siapa yang di dalam rumah. Namun tak ada sahutan sama sekali. Akhirnya Ayah korban mendobrak pintu depan rumah. 



Saat masuk ke dalam rumah, ayah korban terkejut melihat anak perempuannya tergantung dengan leher diikat seutas selendang di atas pintu dalam belakang persisnya depan dapur.

Melihat anak gadisnya sudah tergantung, ia menurunkan anaknya ke lantai sembari teriak dan memanggil paman korban. Saat itu juga, korban langsung dilarikan ke rumah sakit RSUD Hamba Muarabulian untuk dilakukan pertolongan.

Saat dibawa ke rumah sakit, korban sudah tidak sadarkan diri. Kondisi korban ada luka bekas di leher, keluar darah di hidung sebelah kiri. Setelah diperiksa dokter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Sesaat setelah diperiksa, perawat menyampaikan kabar duka kepada pihak keluarga jika korban sudah meninggal dunia.

Kemudian, jasad korban langsung dibawa kembali ke rumah duka di Desa Tenam, Kecamatan Muarabulian Batanghari.

Hingga kini, motif dari peristiwa tewasnya mahasiswi dengan mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri masih simpang siur. Warga setempat bahkan teman korban masih belum mau terbuka terkait motif kejadian ini.

Ada yang mengatakan korban sedang depresi berat karena pacar korban meninggal dunia baru-baru ini. "Kabarnyo gitu bang, beberapo waktu lalu pacar korban meninggal. Mungkin karena itu dio berniat mau ikut meninggal, itu kabarnyo bang belum tau pasti apa penyebab korban mengakhiri hidup dengan caro gantung diri," kata salah satu warga setempat.

Peristiwa mahasiswi tewas gantung diri ini dibenarkan oleh Kapolsek Muarabulian Iptu Firdaus. Dikatakannya, untuk motifnya masih didalami.

"Iya benar, korban tewas gantung diri. Kalau motifnya hingga kini masih kita dalami," Iptu Firdaus. (kjcom)


Tag : #Gantung Diri #Mahasiswi #Batanghari #Tenam



Berita Terbaru

 

Sabtu, 21 Juli 2018 16:36 WIB

Tembus 300 Komentar Pasang Foto Mantan, Bacaleg Ini Ditagih Warganet


Kajanglako.com, Bungo - Media sosial benar-benar dimamfaatkan sejumlah Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) untuk mencari dukungan dan simpati warganet, jelang

 

Penemuan Ular Piton
Sabtu, 21 Juli 2018 16:14 WIB

Ular Piton Sepanjang 8 Meter Hebohkan Warga Jujuhan


Kajanglako.com, Bungo - Warga Ujung Tanjung Kecamatan Jujuhan dihebohkan  penangkapan ular piton sepanjang 8 meter. Penangkapan ini bermula ada warga

 

Sabtu, 21 Juli 2018 16:09 WIB

Ayam Warga Sering Hilang, Ular Piton Sepanjang 8 Meter Ini Penyebabnya


Kajanglako.com, Bungo - Warga Ujung Tanjung, Kecamatan Jujuhan, dihebohkan penangkapan Ular Piton sepanjang 8 meter.    Penangkapan ular ini

 

AJO Indonesia
Sabtu, 21 Juli 2018 15:52 WIB

DPD AJOI Sumsel Resmi Dilantik, Rival Ahmad : “Bukan Organisasi Biasa, Kami Beda"


Kajanglako.com, Sumatera Selatan – Setelah resmi melantik pengurus Dewan Pimpinan Daerah Aliansi Jurnalistik Online Indonesia (DPD AJO Indonesia)

 

Sabtu, 21 Juli 2018 13:16 WIB

Protes ke Perusahaan, Warga Tanam Pohon Pisang Setinggi 2 Meter di Tengah Jalan


Kajanglako.com, Bungo - Sebagai bentuk kekecewaan dengan PT Sathia Kisma Usaha (SKU), warga Dusun Telentam menanam pohon pisang setinggi dua meter di tengah