Sabtu, 19 Januari 2019


Minggu, 22 April 2018 15:41 WIB

Illegal Drilling di Pompa Air Kian 'Menggila', Anak Sekolah Bahkan Terlibat

Reporter : Raden Suhur
Kategori : Berita Hukrim

Aktivitas illegal drailing di Desa Pompa Air/ foto: Suhur

Kajanglako.com, Batanghari - Sudah berulang kali aktifitas Illegal Drilling yang berlokasi di Desa Pompa Air Kecamatan Bajubang ditutup. 

Namun sepertinya penutupan tersebut tidak membuahkan hasil. Bahkan, aktivitas tersebut kian marak terjadi. 



Hal ini dibenarkan oleh Indra, Kades Pompa Air. Dirinya mengakui, aktivitas yang terjadi saat ini, tidak ada campur tangan desa. 

"Tidak ada sama sekali melibatkan desa. Saya juga sudah lepas tangan, saat ini tidak ada pendapatan untuk desa dari hasil Illegal Drilling tersebut," kata Indra.

Lebih jauh dikatakannya, para pekerja sebagai pengumpul limbah minyak di Pompa Air mayoritas warga setempat. 

"Iya, para pengumpul limbahnya orang orang sinilah. Banyak juga anak sekolah yang sudah pulang sekolah berprofesi sebagai pengumpul limbah. Upah mereka dibayar dengan hitungan liter. Setidaknya, satu liter limbah minyak ilegal dibayar para oknum sekitar Rp 2.000," sebutnya.

Dengan adanya aktivitas Illegal Drilling, sambungnya, ada dampak positif dan negatifnya bagi warga desa. 

"Selama adanya aktivitas tersebut, dampak positifnya kejahatan berkurang. Biasanya setiap malam pasti ada yang kehilangan motor, buah sawit dan karet yang sudah dipotong. Sejak ada kegiatan tersebut, tidak ada lagi laporan warga kehilangan buah dan sebagainya. Harapan kami, semoga ke depannya, Illegal Drailing bisa dijadikan BUMDes yang resmi. Sehingga kegiatan itu resmi bukan illegal lagi," ujarnya. 

Ia menerangkan, penutupan Ilegal Drailing yang dilakukan pemerintah dan SKK Migas baru baru ini, seperti jebakan Batman. 

"Penutupan beberapa waktu lalu hanya sekedar saja. Masalahnya, beberapa sumur bor yang terdeteksi hanya disemen saja. Saat ini, semen tersebut sudah banyak yang jebol. Untuk melakukan penutupan permanen biayanya sangat besar yakni lebih kurang Rp 2,5 Miliar untuk penutupan satu sumur. Sedangkan sumur yang ada dilokasi kurang lebih 11 sumur," kata Kades.

Salah seorang warga Desa Pompa Air yang ikut berperan mengumpulkan limbah minyak ilegal mengungkapkan bahwa limbah tersebut selalu keluar. Jika tidak dikumpulkan warga, limbah yang berpotensi uang miliaran rupiah itu mubazir. 

"Bagaimana tidak kami kumpulkan bang, limbahnya keluar terus. Jika dibiarkan pastilah mubazir. Hasil pengumpulan limbah lumayan besar bang. Anak anak sekolah saja pulang sekolahnya langsung mengumpulkan limbah. Penghasilan mereka sekitar Rp 300 ribu perhari," kata warga yang meminta agar namanya tak disebutkan. (kjcom)


Tag : #Illegal Drailing #Batanghari #Desa Pompa Air



Berita Terbaru

 

Sabtu, 19 Januari 2019 12:25 WIB

Bupati Syahirsah Hadiri Sosialisasi BPOM Bersama Anggota DPR RI


Kajanglako.com, Batanghari - Bupati Batanghari, Syahirsah Sy, Kamis (17/01) lalu, membuka Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Komunikasi Informasi

 

Ekspedisi Belanda ke Djambi
Sabtu, 19 Januari 2019 07:12 WIB

Raden Hassan, Danau Sipin dan Tanah Pileh


Oleh: Frieda Amran (Antropolog. Mukim di Belanda) Raden Hassan menunjukkan beberapa contoh batu bara yang dapat ditemukan di daerah Sekamis, di tepian

 

Jumat, 18 Januari 2019 20:15 WIB

Kunker ke Kerinci, Fachrori Bicara Pentingnya Pendidikan dan Kesehatan


Kajanglako.com, Jambi - Plt Gubernur Jambi, Fachrori Umar, menyampaikan pesan pentingnya pendidikan dan kesehatan menjelang pelaksanaan ibadah Salat Jumat

 

Jumat, 18 Januari 2019 19:55 WIB

Penuhi Panggilan Bawaslu, Sutan Adil Menolak Disebut Diperiksa


Kajanglako.com, Jambi – Kasus pembagian Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) yang diduga dijadikan jualan politik oleh lima Caleg Gerindra, termasuk

 

Warga Tenggelam
Jumat, 18 Januari 2019 17:52 WIB

Petani yang Terseret Arus di Sungai Tembesi Ditemukan Tewas


Kajanglako.com, Merangin - Sarmidi (35), warga Desa Rantau Panjang, Kecamatan Muara Siau yang terseret arus sungai Tembesi pada Rabu (16/1) lalu, berhasil