Sabtu, 20 Oktober 2018


Minggu, 22 April 2018 15:41 WIB

Illegal Drilling di Pompa Air Kian 'Menggila', Anak Sekolah Bahkan Terlibat

Reporter : Raden Suhur
Kategori : Berita Hukrim

Aktivitas illegal drailing di Desa Pompa Air/ foto: Suhur

Kajanglako.com, Batanghari - Sudah berulang kali aktifitas Illegal Drilling yang berlokasi di Desa Pompa Air Kecamatan Bajubang ditutup. 

Namun sepertinya penutupan tersebut tidak membuahkan hasil. Bahkan, aktivitas tersebut kian marak terjadi. 



Hal ini dibenarkan oleh Indra, Kades Pompa Air. Dirinya mengakui, aktivitas yang terjadi saat ini, tidak ada campur tangan desa. 

"Tidak ada sama sekali melibatkan desa. Saya juga sudah lepas tangan, saat ini tidak ada pendapatan untuk desa dari hasil Illegal Drilling tersebut," kata Indra.

Lebih jauh dikatakannya, para pekerja sebagai pengumpul limbah minyak di Pompa Air mayoritas warga setempat. 

"Iya, para pengumpul limbahnya orang orang sinilah. Banyak juga anak sekolah yang sudah pulang sekolah berprofesi sebagai pengumpul limbah. Upah mereka dibayar dengan hitungan liter. Setidaknya, satu liter limbah minyak ilegal dibayar para oknum sekitar Rp 2.000," sebutnya.

Dengan adanya aktivitas Illegal Drilling, sambungnya, ada dampak positif dan negatifnya bagi warga desa. 

"Selama adanya aktivitas tersebut, dampak positifnya kejahatan berkurang. Biasanya setiap malam pasti ada yang kehilangan motor, buah sawit dan karet yang sudah dipotong. Sejak ada kegiatan tersebut, tidak ada lagi laporan warga kehilangan buah dan sebagainya. Harapan kami, semoga ke depannya, Illegal Drailing bisa dijadikan BUMDes yang resmi. Sehingga kegiatan itu resmi bukan illegal lagi," ujarnya. 

Ia menerangkan, penutupan Ilegal Drailing yang dilakukan pemerintah dan SKK Migas baru baru ini, seperti jebakan Batman. 

"Penutupan beberapa waktu lalu hanya sekedar saja. Masalahnya, beberapa sumur bor yang terdeteksi hanya disemen saja. Saat ini, semen tersebut sudah banyak yang jebol. Untuk melakukan penutupan permanen biayanya sangat besar yakni lebih kurang Rp 2,5 Miliar untuk penutupan satu sumur. Sedangkan sumur yang ada dilokasi kurang lebih 11 sumur," kata Kades.

Salah seorang warga Desa Pompa Air yang ikut berperan mengumpulkan limbah minyak ilegal mengungkapkan bahwa limbah tersebut selalu keluar. Jika tidak dikumpulkan warga, limbah yang berpotensi uang miliaran rupiah itu mubazir. 

"Bagaimana tidak kami kumpulkan bang, limbahnya keluar terus. Jika dibiarkan pastilah mubazir. Hasil pengumpulan limbah lumayan besar bang. Anak anak sekolah saja pulang sekolahnya langsung mengumpulkan limbah. Penghasilan mereka sekitar Rp 300 ribu perhari," kata warga yang meminta agar namanya tak disebutkan. (kjcom)


Tag : #Illegal Drailing #Batanghari #Desa Pompa Air



Berita Terbaru

 

Program Sosial Bank Indonesia
Sabtu, 20 Oktober 2018 15:54 WIB

Video [KJTV] Pengembangan Klaster Kopi Arabica Kerinci


 

Ketenagakerjaan
Sabtu, 20 Oktober 2018 15:43 WIB

Tahan Dokumen Asli Karyawan, Perusahaan Terancam Disanksi


Kajanglako.com, Jambi – Untuk menangkal perusahaan swasta yang masih menerapkan sistem penahanan dokumen atau ijazah asli milik karyawannya. Pemprov

 

Dirgahayu Muaro Jambi
Sabtu, 20 Oktober 2018 15:03 WIB

Fitri Karlina dan Artis KDI Akan Meriahkan Malam Hiburan Rakyat HUT ke-19 Muarojambi


Kajanglako.com, Muaro Jambi – Puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Muaro Jambi akan digelar malam ini, Sabtu (20/10). Kegiatan

 

STIKBA Peduli
Sabtu, 20 Oktober 2018 14:45 WIB

Ini yang Dilakukan BEM STIKBA Jambi Bantu Korban Bencana di Palu dan Donggala


Kajanglako.com, Jambi – Melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim (STIKBA) Jambi, kembali menggelar cek

 

Ekspedisi Belanda ke Djambi
Sabtu, 20 Oktober 2018 07:08 WIB

Berbiduk-biduk Menuju Sigoentoer


Oleh: Frieda Amran (Antropolog. Mukim di Belanda) Laporan lengkap mengenai pertemuan para utusan dengan pemimpin-pemimpin adat di Poelau Poendjoeng mengecewakan