Selasa, 22 Mei 2018


Minggu, 22 April 2018 15:41 WIB

Illegal Drilling di Pompa Air Kian 'Menggila', Anak Sekolah Bahkan Terlibat

Reporter : Raden Suhur
Kategori : Berita Hukrim

Aktivitas illegal drailing di Desa Pompa Air/ foto: Suhur

Kajanglako.com, Batanghari - Sudah berulang kali aktifitas Illegal Drilling yang berlokasi di Desa Pompa Air Kecamatan Bajubang ditutup. 

Namun sepertinya penutupan tersebut tidak membuahkan hasil. Bahkan, aktivitas tersebut kian marak terjadi. 



Hal ini dibenarkan oleh Indra, Kades Pompa Air. Dirinya mengakui, aktivitas yang terjadi saat ini, tidak ada campur tangan desa. 

"Tidak ada sama sekali melibatkan desa. Saya juga sudah lepas tangan, saat ini tidak ada pendapatan untuk desa dari hasil Illegal Drilling tersebut," kata Indra.

Lebih jauh dikatakannya, para pekerja sebagai pengumpul limbah minyak di Pompa Air mayoritas warga setempat. 

"Iya, para pengumpul limbahnya orang orang sinilah. Banyak juga anak sekolah yang sudah pulang sekolah berprofesi sebagai pengumpul limbah. Upah mereka dibayar dengan hitungan liter. Setidaknya, satu liter limbah minyak ilegal dibayar para oknum sekitar Rp 2.000," sebutnya.

Dengan adanya aktivitas Illegal Drilling, sambungnya, ada dampak positif dan negatifnya bagi warga desa. 

"Selama adanya aktivitas tersebut, dampak positifnya kejahatan berkurang. Biasanya setiap malam pasti ada yang kehilangan motor, buah sawit dan karet yang sudah dipotong. Sejak ada kegiatan tersebut, tidak ada lagi laporan warga kehilangan buah dan sebagainya. Harapan kami, semoga ke depannya, Illegal Drailing bisa dijadikan BUMDes yang resmi. Sehingga kegiatan itu resmi bukan illegal lagi," ujarnya. 

Ia menerangkan, penutupan Ilegal Drailing yang dilakukan pemerintah dan SKK Migas baru baru ini, seperti jebakan Batman. 

"Penutupan beberapa waktu lalu hanya sekedar saja. Masalahnya, beberapa sumur bor yang terdeteksi hanya disemen saja. Saat ini, semen tersebut sudah banyak yang jebol. Untuk melakukan penutupan permanen biayanya sangat besar yakni lebih kurang Rp 2,5 Miliar untuk penutupan satu sumur. Sedangkan sumur yang ada dilokasi kurang lebih 11 sumur," kata Kades.

Salah seorang warga Desa Pompa Air yang ikut berperan mengumpulkan limbah minyak ilegal mengungkapkan bahwa limbah tersebut selalu keluar. Jika tidak dikumpulkan warga, limbah yang berpotensi uang miliaran rupiah itu mubazir. 

"Bagaimana tidak kami kumpulkan bang, limbahnya keluar terus. Jika dibiarkan pastilah mubazir. Hasil pengumpulan limbah lumayan besar bang. Anak anak sekolah saja pulang sekolahnya langsung mengumpulkan limbah. Penghasilan mereka sekitar Rp 300 ribu perhari," kata warga yang meminta agar namanya tak disebutkan. (kjcom)


Tag : #Illegal Drailing #Batanghari #Desa Pompa Air



Berita Terbaru

 

Selasa, 22 Mei 2018 09:39 WIB

Kebutuhan Uang Selama Ramadhan dan Idul Fitri di Jambi Rp 2,27 Triliun


Kajanglako.com, Jambi – Dalam rangka mengantisipasi kebutuhan uang masyarakat periode Ramadhan dan Idul Fitri 1439H/2018M, Kantor Perwakilan Bank

 

Selasa, 22 Mei 2018 09:24 WIB

Warga Mengeluh, Disperindag Ingatkan Agen dan Pangkalan Gas Soal HET


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Timur – Tingginya kebutuhan penggunaan gas bersubsidi saat Ramadhan, dimamfaatkan sejumlah agen dan pangkalan gas

 

Pencemaran Lingkungan
Selasa, 22 Mei 2018 09:04 WIB

Limbah PT LSP Diduga Cemari Aliran Sungai


Kajanglako.com, Sarolangun – Dugaan pembuangan limbah ke sungai secara sengaja oleh PT Lambang Sawit Perkasa (LSP) yang berlokasi di Kecamatan Bathin

 

Senin, 21 Mei 2018 23:29 WIB

Dua Incumbent Lolos, Ini Lima Komisioner KPU Provinsi Jambi Terpilih


Kajanglako.com, Jambi – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah mengumumkan peserta calon Anggota KPU Provinsi yang terpilih menjadi Komisioner

 

Senin, 21 Mei 2018 21:29 WIB

Charta Politika Rilis Hasil Surnas: Ada Fakta Menarik


Kajanglako.com, Jakarta - Lembaga survei Charta Politika Indonesia, Senin (21/5), merilis hasil Survei Nasional (Surnas) di Jakarta. Survei yang dilakukan