Minggu, 22 April 2018


Rabu, 11 April 2018 00:22 WIB

Dunia Seni Indonesia Berduka. Sastrawan Danarto Tutup Usia

Reporter : Redaksi
Kategori : Sosok

Danarto. Foto: Galeribukujakarta.com

Selasa, 10 April 2018, sekira pukul 20.45 WIB, tersiar kabar meninggalnya sastrawan dan perupa Danarto di RS Fatmawati, Jakarta Selatan.

Sastrawan Danarto meninggal lantaran tertabrak saat dirinya sedang menyeberang jalan di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (10/4) sekitar pukul 13.30 WIB. Danarto diketahui tertabrak sepeda motor yang hendak melintas di kawasan tersebut.



Sontak saja kabar berpulangnya seniman serba bisa itu membuat jagad kesenian tanah air berduka. Di jejaring media sosial facebook, ucapan bela sungkawa silih berganti datang dari berbagai kalangan, baik sahabat sesama seniman, sastrawan, pengajar/akademisi hingga mereka yang pernah berinteraksi langsung dengan pria  berusia  77 tahun itu.

Sejumlah sastrawan dan seniman kenamaan Indonesia menemani mendiang sastrawan Danarto di detik-detik terakhir kepergiannya. Mereka di antaranya Uki Bayu Sejati, Teguh Wijaya, Radhar Panca Dahana, Noorca Massardi, Chavchay Syaifullah, Heryus Saputro, Bambang Prihadi, dan Amien Kamil. Ada pula Nano Riantiarno, Ratna Riantiarno, Jajang C Noer, serta Putu Wijaya (Kompas.com - 10/04/2018, 23:52 WIB).

Firman Lie, Dosen Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta (10/4/18, 23.06 WIB), kepada redaksi Kajanglako, mengatakan hari ini dunia seni Indonesia telah kehilangan orang besar. Danarto adalah guruku. Guru yang memperkenalkan garis-garis yang bermakna pada sketsa. Teringat beliau di kelas workshop sketsaku di Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta.

Ia menambahkan Danarto telah mengenalkan kepada kita antara seni sastra dan seni rupa bertemu dalam karya-karya cerpen visualnya. Hal itu bisa dilihat dan dibaca pada buku Gerakan Seni Rupa Baru Indonesia. Selain itu, puisi konkritnya merupakan lompatan estetika yang mengagumkan. Saya pertama kenal tulisannya pada kumpulan cerpen Godlob (1975).

"Selamat jalan guruku. Semoga husnul khotimah dan amal ibadahnya diterima Allah swt. Mohon dimaafkan segala kesalahannya dan didoakan", ungkapnya.

Danarto lahir di Sragen, Jawa Tengah, pada 27 Juni 1941. Ia merupakan anak keempat dari lima bersaudara dari pasangan Djakio Hardjosoewarno, seorang buruh pabrik gula Modjo dan Siti Aminah, seorang pedagang eceran batik di pasar kabupaten. Danarto menikah dengan Siti Zainab Luxfiati, seorang psikolog.

Setelah menamatkan pendidikannya di sekolah dasar (SD), ia melanjutkan pelajarannya ke sekolah menengah pertama (SMP). Kemudian, ia meneruskan sekolahnya di sekolah menengah atas (SMA) bagian Sastra di Solo. Pada tahun 1958--1961 ia belajar di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) Yogyakarta jurusan Seni Lukis.

Selama kuliah di ASRI Yogyakarta, dia aktif dalam Sanggar Bambu pimpinan pelukis Sunarto Pr, dan ikut mendirikan Sanggar Bambu Jakarta. Tahun 1979-1985 bekerja di majalah Zaman, tahun 1976 mengikuti International Writing Program di Universitas Iowa, Iowa City, Amerika Serikat. Tahun 1983 menghadiri Festival Penyair Internasional di Rotterdam, Belanda.

Ia pernah bergabung dengan Teater Sardono, yang melawat ke Eropa Barat dan Asia, 1974. Di samping berpameran Kanvas Kosong (1973) ia juga berpameran puisi konkret (1978).

Perjalanan hidup Danarto kaya dengan pengalaman baik di dalam negeri dan di luar negeri. Selain sebagai sastrawan, ia dikenal juga sebagai pelukis, yang memang ditekuni sejak masa muda. Sebagai pelukis ia pernah mengadakan pameran di beberapa kota. Sebagai budayawan dan penyair ia pernah mengikuti program menulis di luar negeri diantaranya di Kyoto, Jepang.

Adapun karya tulisan almarhum Danarto, antara lain, Asmaraloka (Novel: 1999); Kumpulan Cerpen: Godlob (1975), Adam Ma’rifat (1982), Berhala (1987),  Gergasi (1993), Setangkai Melati di Sayap Jibril, kumpulan cerpen, (2000), Setangkai Melati di Sayap Zibril (2001), Kacapiring, (2008); Drama, Obrok Owok-Owok, Ebrek Ewek-Ewek (1976), Bel Geduwel Beh (1976); Kumpulan Esai: Gerak-Gerak Allah (1996), Orang Jawa Naik Haji, catatan perjalanan ibadah haji (1984).

 

*Sumber data riwayat Danarto: Badan Bahasa Kemdikbud RI.


Tag : #Sastrawan Danarto Tutup Usia #Sastra Profetik #Danarto Perupa



Berita Terbaru

 

Bawaslu
Sabtu, 21 April 2018 19:36 WIB

Tambah Anggota Bawaslu Provinsi, Ini Muatan Penting Pengumuman Bawaslu RI


Kajanglako.com, Jambi - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia (RI) resmi menetapkan tim seleksi Bawaslu untuk 27 Propinsi di Indonesia yang

 

Pilkada Kerinci 2018
Sabtu, 21 April 2018 17:56 WIB

Undangan Tatap Muka Kian Padat, Zainal-Arsal Berbagi Tugas


Kajanglako.com, Kerinci - Dukungan untuk Zainal Abidin dan Arsal Apri, calon Bupati dan Wakil Bupati Kerinci nomor urut 3 terus mengalir.    Dukungan

 

Sabtu, 21 April 2018 15:13 WIB

Hadir Dua Kali Seminggu, Warga Apresiasi Pengobatan Gratis dr Maulana


Kajanglako.com, Kota Jambi - Setelah pada Sabtu lalu pengobatan gratis dokter Maulana hadir untuk masyarakat Kelurahan Rajawali, kali ini dokter Maulana

 

Sabtu, 21 April 2018 14:02 WIB

Memotivasi Ratusan Pelajar, Fasha: Jangan Remehkan Teman


Kajanglako.com, Kota Jambi - DR Syarif Fasha, Wali Kota Jambi yang saat ini tengah cuti, memberikan motivasi dihadapan ratusan pelajar di Abadi Convetion

 

Sabtu, 21 April 2018 13:08 WIB

Maulana Hadiri Peringatan Harlah Fatayat NU ke-68


Kajanglako.com, Kota Jambi - Ketua Harian Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Jambi, DR. dr. H. Maulana MKM menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) Fatayat