Rabu, 12 Desember 2018


Rabu, 11 April 2018 00:22 WIB

Dunia Seni Indonesia Berduka. Sastrawan Danarto Tutup Usia

Reporter : Redaksi
Kategori : Sosok

Danarto. Foto: Galeribukujakarta.com

Selasa, 10 April 2018, sekira pukul 20.45 WIB, tersiar kabar meninggalnya sastrawan dan perupa Danarto di RS Fatmawati, Jakarta Selatan.

Sastrawan Danarto meninggal lantaran tertabrak saat dirinya sedang menyeberang jalan di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (10/4) sekitar pukul 13.30 WIB. Danarto diketahui tertabrak sepeda motor yang hendak melintas di kawasan tersebut.



Sontak saja kabar berpulangnya seniman serba bisa itu membuat jagad kesenian tanah air berduka. Di jejaring media sosial facebook, ucapan bela sungkawa silih berganti datang dari berbagai kalangan, baik sahabat sesama seniman, sastrawan, pengajar/akademisi hingga mereka yang pernah berinteraksi langsung dengan pria  berusia  77 tahun itu.

Sejumlah sastrawan dan seniman kenamaan Indonesia menemani mendiang sastrawan Danarto di detik-detik terakhir kepergiannya. Mereka di antaranya Uki Bayu Sejati, Teguh Wijaya, Radhar Panca Dahana, Noorca Massardi, Chavchay Syaifullah, Heryus Saputro, Bambang Prihadi, dan Amien Kamil. Ada pula Nano Riantiarno, Ratna Riantiarno, Jajang C Noer, serta Putu Wijaya (Kompas.com - 10/04/2018, 23:52 WIB).

Firman Lie, Dosen Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta (10/4/18, 23.06 WIB), kepada redaksi Kajanglako, mengatakan hari ini dunia seni Indonesia telah kehilangan orang besar. Danarto adalah guruku. Guru yang memperkenalkan garis-garis yang bermakna pada sketsa. Teringat beliau di kelas workshop sketsaku di Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta.

Ia menambahkan Danarto telah mengenalkan kepada kita antara seni sastra dan seni rupa bertemu dalam karya-karya cerpen visualnya. Hal itu bisa dilihat dan dibaca pada buku Gerakan Seni Rupa Baru Indonesia. Selain itu, puisi konkritnya merupakan lompatan estetika yang mengagumkan. Saya pertama kenal tulisannya pada kumpulan cerpen Godlob (1975).

"Selamat jalan guruku. Semoga husnul khotimah dan amal ibadahnya diterima Allah swt. Mohon dimaafkan segala kesalahannya dan didoakan", ungkapnya.

Danarto lahir di Sragen, Jawa Tengah, pada 27 Juni 1941. Ia merupakan anak keempat dari lima bersaudara dari pasangan Djakio Hardjosoewarno, seorang buruh pabrik gula Modjo dan Siti Aminah, seorang pedagang eceran batik di pasar kabupaten. Danarto menikah dengan Siti Zainab Luxfiati, seorang psikolog.

Setelah menamatkan pendidikannya di sekolah dasar (SD), ia melanjutkan pelajarannya ke sekolah menengah pertama (SMP). Kemudian, ia meneruskan sekolahnya di sekolah menengah atas (SMA) bagian Sastra di Solo. Pada tahun 1958--1961 ia belajar di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) Yogyakarta jurusan Seni Lukis.

Selama kuliah di ASRI Yogyakarta, dia aktif dalam Sanggar Bambu pimpinan pelukis Sunarto Pr, dan ikut mendirikan Sanggar Bambu Jakarta. Tahun 1979-1985 bekerja di majalah Zaman, tahun 1976 mengikuti International Writing Program di Universitas Iowa, Iowa City, Amerika Serikat. Tahun 1983 menghadiri Festival Penyair Internasional di Rotterdam, Belanda.

Ia pernah bergabung dengan Teater Sardono, yang melawat ke Eropa Barat dan Asia, 1974. Di samping berpameran Kanvas Kosong (1973) ia juga berpameran puisi konkret (1978).

Perjalanan hidup Danarto kaya dengan pengalaman baik di dalam negeri dan di luar negeri. Selain sebagai sastrawan, ia dikenal juga sebagai pelukis, yang memang ditekuni sejak masa muda. Sebagai pelukis ia pernah mengadakan pameran di beberapa kota. Sebagai budayawan dan penyair ia pernah mengikuti program menulis di luar negeri diantaranya di Kyoto, Jepang.

Adapun karya tulisan almarhum Danarto, antara lain, Asmaraloka (Novel: 1999); Kumpulan Cerpen: Godlob (1975), Adam Ma’rifat (1982), Berhala (1987),  Gergasi (1993), Setangkai Melati di Sayap Jibril, kumpulan cerpen, (2000), Setangkai Melati di Sayap Zibril (2001), Kacapiring, (2008); Drama, Obrok Owok-Owok, Ebrek Ewek-Ewek (1976), Bel Geduwel Beh (1976); Kumpulan Esai: Gerak-Gerak Allah (1996), Orang Jawa Naik Haji, catatan perjalanan ibadah haji (1984).

 

*Sumber data riwayat Danarto: Badan Bahasa Kemdikbud RI.


Tag : #Sastrawan Danarto Tutup Usia #Sastra Profetik #Danarto Perupa



Berita Terbaru

 

Selasa, 11 Desember 2018 21:05 WIB

Nelayan Ini Ditemukan Luka-luka di Kapal Pompongnya


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Barat – Diduga mengalami kecelakaan kerja saat melaut, seorang nelayan di Tanjab Barat ditemukan luka-luka dan terbaring

 

Program Sosial Bank Indonesia
Selasa, 11 Desember 2018 20:19 WIB

Cabai hingga Trigona, Potensi Mahad Aljamiah jadi Kawasan Ekowisata


Kajanglako.com, Jambi – Tak usah diragukan lagi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi begitu menaruh perhatian besar terhadap pengembangan

 

Selasa, 11 Desember 2018 18:31 WIB

Dirikan Tenda, Warga Mandiangin dari 12 Desa Duduki Kantor Bupati


Kajanglako.com, Sarolangun – Buntut dari kisruh antara warga 12 Desa di Kecamatan Mandiangin dengan PT AAS, ratusan warga mendatangi Kantor Bupati

 

Selasa, 11 Desember 2018 17:54 WIB

BP2KBP3A Layangkan Surat ke PLN, Saryoto: jika Tak Digubris Kita Tempuh Jalur Hukum


Kajanglako.com, Batanghari - Hingga saat ini, KWH arus listrik di Kantor Badan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan

 

Selasa, 11 Desember 2018 17:33 WIB

Pol PP Punya Catatan Buruk saat Jaga Kantor Gubernur, Edi: Kami Siap jika Diminta Kembali


Kajanglako.com, Jambi - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi, Fachrori Umar, meminta Pengamanan Dalam (Pamdal) Kantor Gubernur Jambi pada tahun 2019 ditiadakan. Kebijakannya