Minggu, 22 April 2018


Selasa, 10 April 2018 12:10 WIB

Kebakaran Hotel dan Aforisme Kekuasaan Dinasti di Jambi

Reporter :
Kategori : Perspektif

ilustrasi. by Jhoni

Oleh: Jaka HB*

Hotel novita yang terbakar hari ini seperti sebuah aforisme tentang runtuhnya sebuah oligarki. Seperti lambaian tangan bencana asap dan deforestasi bertahun-tahun lamanya.



Kebakaran hotel novita seperti twist dalam sebuah film. Dia klimaks yang begitu metaforis dalam dunia nyata. Metaforis sebab ada dua perwakilan dinasti besar mengalami titik balik masing-masing.

Titik balik dari dua dinasti berbeda. Pertama, ditahannya Zumi Zola oleh Komisi anti rasuah dan kedua wafatnya Zoerman Manap yang merupakan ketua Golkar Jambi sejak awal reformasi hingga kini.

Haruskah kita berduka? Ya. Sebab Zoerman Manap tentu sedikit banyak punya jasa pada orang Jambi, Zumi Zola tentu punya penggemar garis keras dan hotel novita punya kenangan sendiri di hati warga Jambi. Tapi tak perlu lah bersedih lama-lama. Masih banyak yang perlu dibenahi, kebakaran hotel berbintang di Jambi misalnya.

Kebakaran lantai paling atas novita seperti metafora terkait oligarki di provinsi Jambi. Zoerman Manap misalnya. Politisi senior ini sudah berbuat banyak untuk partainya. Pengikut setianya pun sudah banyak. Dia seperti The Godfather di partai golkar.

Setiap kata-katanya sakti. Anggota Golkar yang sempat berpihak pada pilihan berbeda seperti pecahnya Golkar pusat dan dukungan calon kepala daerah yang tidak didukungnya dahulu bisa terpelanting dengan mudahnya oleh Zoerman Manap.

Seorang kawan pernah mengatakan bahwa hanya dua yang ditakuti (orang Golkar) di Jambi, pertama Tuhan dan kedua Zoerman Manap. Belasan tahun tak ada yang bisa menggesernya dari kursi kepemimpinan Golkar. Tak hanya itu, dia seperti halnya Francesco Totti di AS Roma, senang bertahan lama-lama di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jambi. Pertanyaannya apakah Zoerman yang selalu ingin berkuasa atau memang partai beringin tak ada penerus. Tentu Golkar harus segera berbenah. Entahlah.

Tapi mari kita bacakan Al Fatihah untuk beliau. Beliau adalah salah satu keturunan Makalam, wali kota pertama Jambi. Karirnya di
pemerintahan dan di politik cukup moncer. Meski pun begitu pasca reformasi oligarki yang dibangunnya kalah cepat dengan Zulkifli
Nurdin, ya, ayahnya Zumi Zola Zulkifli.

Oke, saya ingin menjelaskan metafora terbakarnya hotel novita dan hubungannya dengan dua orang besar ini.

 

Dinasti Manapiah

Seorang peneliti dari Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI yang bernama Prayudi memberi istilah unik untuk dua dinasti politik di Jambi. Dinasti manapiah dan nurdiniah. Tentu saja dinasti manapiah yang dimaksud adalah keluarga dari Gubernur kedua Jambi yaitu Abdul Manap.

Abdul Manap menjadi pejabat Gubernur pada periode 1967 hingga 1968. Gubernur kedua ini menurut Hartman Manap, salah satu anaknya yang kini menjadi ketua PMI Jambi adalah orang yang pendiam. Namun, giat dalam bekerja. Namun, penerusnya melanjutkan kepemimpinan lokal pasca orde baru.

Zoerman Manap yang merupakan anaknya menjadi ketua DPRD rovinsi Jambi periode 2004 hingga 2009. Zoerman juga terpilih menjadi wakil ketua DPRD Provinsi periode 2009 hingga 2014, jabatan ini dilanjutkan lagi dari hingga wafatnya Zoerman.

Selanjutnya Arifien Manap yang merupakan adik Zoerman Manap menjadi walikota Jambi periode 1998 hingga 2003 dan melanjutkannya hingga 2008.

Selain itu, Nuzul Prakasa Zoerman yang merupakan anak cucu Abdul Manap menjadi wakil ketua DPRD Kota Jambi periode 2004 hingga 2009. Lalu Maesita Arifien yang merupakan menantu Abdul Manap menjadi wakil ketua DPRD Kota Jambi 2009 – 2014. Terakhir Arif Munandar yang merupakan cucu Abdul Manap menjadi sekretaris Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Dinasti Nurdiniah

Nurdiniah adalah keluarga Nurdin. Nurdin sendiri adalah seorang pengusaha sekaligus dermawan di Jambi. Karena itu namanya
besar dan di bahu keturunannya nama Nurdin menjadi penanda besar dan dikenalnya keluarga tersebut.

Dinasti politik dimulai dari anaknya sendiri yang bernama Zulkifli Nurdin yang awalnya menjadi anggota partai Golkar dan pasca reformasi memimpin Partai Amanaat Nasional (PAN) di Jambi. Karir politiknya terbilang moncer, dia terpilih menjadi Gubernur Jambi periode 1999 hingga 2004 dan menyambung  pada 2005 hingga 2010.

Selanjutnya Ratu Munawaroh yang merupakan menantu Nurdin atau istri dari Zulkifli Nurdin. Ratu menjadi anggota DPR RI  periode 2009 hingga 2014.

Selanjutnya Hazrin Nurdin yang merupakan anak Nurdin atau adiknya Zulkifli Nurdin. Dia menjadi ketua DPW PAN Provinsi Jambi. Selain itu ada Sum Indra yang merupakan cucu Nurdin dan keponakan Zulkifli Nurdin. Dia menjadi  Wakil Walikota Jambi 2008 hingga 2013.

Lalu Zumi Zola Zulkifli yang merupakan cucu dari Nurdin atau anak dari Zulkifli Nurdin. Dia menjadi Bupati Tanjung Jabung Timur
dari 2011 hingga 2016. Ketika terpilih jadi gubernur Jambi, secara aklamasi PAN mengganti ketua DPD Provinsi dan Zulkifli Nurdin
meletakkan adik Zumi Zola yang bernama Zumi Laza di DPD PAN Kota Jambi.

Dinasti Nurdiniah ini tak hanya membangun hegemoni politik, tapi juga membuat penanda-penanda hegemonik baik di bidang ekonomi-bisnis, pendidikan, kesehatan dan tempat ibadah. Penanda-penanda ekonomi-bisnis dapat dilihat warga Jambi dalam bentuk supermarket Enha, supermarket Enha Plaza, Perumahan Nurdin Hamzah dan Pemakaman Nurdin Hamzah.

Dalam bidang pendidikan Dinasti Nurdiniah memiliki dua sekolah tinggi, satu akademi bahasa asing, satu SMA dan satu SMK.  Dalam bidang kesehatan ada Rumah Sakit Umum Daerah Nurdin Hamzah dan dalam bidang agama disimbolkan di Masjid Nurdin Hamzah.

Penjara dan Hotel Novita sebagai Aforisme

Hotel Novita Jambi terbakar, pada Senin (9/4) pagi. Asap hitam membubung tinggi. Banyak akun sosial media mengunggah kebakaran dari pelbagai jarak.

Hotel Novita sendiri baru mengganti manajemennya dari manajemen lama yaitu novotel. Sebelumnya lagi hotel ini merupakan penjara yang didirikan pemerintah Belanda sejak 1930. Penjara ini dimanfaatkan sampai 1970. Pengamat sejarah Jambi Junaidi T Noor mengatakan bahwa pendirian penjara ini berawal dari pusingnya pemerintahan Belanda waktu itu oleh riuhnya perampokan dan perdagangan karet ilegal oleh Bumiputera.

O.L Helfrich selaku residen pertama di Jambi kemudian membangun penjara pada 1930. Penjara ini digunakan hingga melewati tahun kemerdekaan. Tahun 1970 penjara ini tak lagi difungsikan, sebab terletak di tengah kota dan dirasa mengganggu maka pemerintah memindahkan penjara ini ke pinggiran kota. Kini tempat itu bernama Jalan Pattimura.

Pada tahun 1996 Novotel kemudian berdiri di lokasi penjara tadi. Bagian belakangnya juga diikuti pusat perbelanjaan Matahari Department Store. Anak-anak yang besar di tahun 1997 hingga 2004 pasti ingat dengan toko kaset dan timezone waktu itu. Kini Matahari Department Store hanya menjual produk fesyen. Menyusul Novotel berubah menjadi Hotel Novita yang kini terbakar.

Peristiwa kebakaran ini kemudian seperti gambaran keruntuhan awal oligarki yang dibangun Dinasti Nurdiniah dan Manapiah tadi. Kebakaran berada didahului puncak-puncak hotel seperti  kebakaran di puncak-puncak karir dari dua dinasti terbakar.

Dimana Zoerman Manap yang masih eksis sebagai ketua Golkar dan wakil Ketua DPRD Provinsi yang kemudian wafat dan generasi penerus paling baru Nurdiniah yang ditangkap KPK. Namun, dua-duanya tercatat dalam buku KPK baik sebagai saksi dan tersangka.


Dua oligarki ini belum runtuh. Masih banyak kemungkinan dominasi politik di Jambi. Bisa jadi hegemoni lain mengambil kesempatan dalam momen ini dan bisa jadi bagian-bagian kecil dari dua oligarki ini masih punya kekuatan di masing-masing lini.

Meski pun terkesan dua oligarki ini berkompetisi, dua dinasti sempat punya ikatan keluarga. Almarhum Nuridjah Nurdin yang merupakan adik dari Zulkifli Nurdin pernah menikah dengan almarhum Arifin Manap. Arifin Manap sempat menduda tiga tahun setelah meninggalnya Nuridjah dan kemudian memutuskan menikah lagi.

Hubungan kekerabatan dalam politik ini tidak aneh, ini ada dimana-mana. Bahkan sejak abad ke 16 sejarahwan Barbara Watson Andaya mencatat keluarga kerajaan Jambi sering menikahkan perempuan atau anak lelaki mereka dengan kerajaan Palembang atau Sriwijaya. Tidak hanya dengan Palembang, tapi juga dengan orang-orang Portugis yang lama berdagang di Jambi. Hal ini guna mempermudah akses perdagangan dan politik mereka.

Meski pun begitu para politisi yang berada di dua dinasti ini praktis tidak pernah melanjutkan pandangan-pandangan politiknya ketika usai dari kedudukannya. Seperti Zulkifli Nurdin misalnya, setelah usai dari jabatan gubernurnya, dia lantas melanjutkan hidupnya dalam dunia bisnis. Selain itu Zulkifli hanya mempersiapkan Zumi Zola dan Zumi Laza sebagai penerusnya.

Beberapa intelektual di Jambi sempat berpikir positif dengan munculnya HBA Institute. Peluag pencerahan politik diharapkan muncul dari sini. Namun, itu ternyata hanya beberapa bulan tak ada gaungnya dan kukut. Tidak ada koreksi sama sekali atau pun pendidikan politik yang lebih dari masing-masing penguasa terdahulu. Tidak ada kritik kebijakan yang mumpuni dari rezim ke rezim.

Kita ambil satu contoh dari kebijakan kehutanan di Provinsi Jambi. Dari satu rezim ke rezim lainnya yang kemudian membuat politik di Jambi begitu-begitu saja.

Sementara Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi mencatat pada 2015 melalui data Citra Satelit yang diolah lagi, pada 2013 luas hutan tersisa 11,9 juta hektar. Sedangkan pada tahun 2015 tersisa 11,56 hektar.

Jadi, bisakah saya bilang gumpalan asap hitam dari atap Hotel Novita itu seperti lambaian tangan karma asap-asap hasil kebakaran hutan bertahun-tahun lalu pada para penguasa ini? Lalu bagaimana nasib orang-orag kecil yang bekerja di novita? Apakah bisa menjadi perwakilan gambaran rakyat kecil yang tidak pernah tahu bagaimana nasibnya.

*Penulis merupakan jurnalis. Penyuka bacaan filsafat, sejarah, sastra dan budaya. 


Tag : #Zumi Zola Ditahan KPK #Dinasti Zulkifli Nurdin #Dinasti Abdul Manap #Jambi #OTT KPK



Berita Terbaru

 

Bawaslu
Sabtu, 21 April 2018 19:36 WIB

Tambah Anggota Bawaslu Provinsi, Ini Muatan Penting Pengumuman Bawaslu RI


Kajanglako.com, Jambi - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia (RI) resmi menetapkan tim seleksi Bawaslu untuk 27 Propinsi di Indonesia yang

 

Pilkada Kerinci 2018
Sabtu, 21 April 2018 17:56 WIB

Undangan Tatap Muka Kian Padat, Zainal-Arsal Berbagi Tugas


Kajanglako.com, Kerinci - Dukungan untuk Zainal Abidin dan Arsal Apri, calon Bupati dan Wakil Bupati Kerinci nomor urut 3 terus mengalir.    Dukungan

 

Sabtu, 21 April 2018 15:13 WIB

Hadir Dua Kali Seminggu, Warga Apresiasi Pengobatan Gratis dr Maulana


Kajanglako.com, Kota Jambi - Setelah pada Sabtu lalu pengobatan gratis dokter Maulana hadir untuk masyarakat Kelurahan Rajawali, kali ini dokter Maulana

 

Sabtu, 21 April 2018 14:02 WIB

Memotivasi Ratusan Pelajar, Fasha: Jangan Remehkan Teman


Kajanglako.com, Kota Jambi - DR Syarif Fasha, Wali Kota Jambi yang saat ini tengah cuti, memberikan motivasi dihadapan ratusan pelajar di Abadi Convetion

 

Sabtu, 21 April 2018 13:08 WIB

Maulana Hadiri Peringatan Harlah Fatayat NU ke-68


Kajanglako.com, Kota Jambi - Ketua Harian Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Jambi, DR. dr. H. Maulana MKM menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) Fatayat