Sabtu, 15 Desember 2018


Senin, 02 April 2018 14:27 WIB

Surat J.J. van de Velde Kepada Instansi di Belanda (Jambi, 3 Januari 1949)

Reporter :
Kategori : Jejak

ilustrasi. Jambi Tempoe Doloe

Oleh: Jumardi Putra*

Jan Johannes van de Velde lahir di Teteringen pada 3 Desember 1904. Teteringen merupakan sebuah Desa di provinsi Brabant Utara, bagian selatan negara Belanda. 27 Juli 1928, ia dipekerjakan sebagai pejabat Dewan Nasional Hindia Belanda.



Setelah tinggal singkat di Kalimantan ia ditempatkan di Aceh. Di sana dia dipromosikan menjadi calon inspektur. Pada 1935 ia menjadi kontrolir di Seulimeum (Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh). Pada 1937 ia dituntut dengan pengamatan hubungan Sekretariat Jenderal di Batavia, tetapi dua tahun kemudian dia kembali ke Sumatra sebagai pengawas kelas 1 di mana dia segera menjadi asisten residen.

Setelah penahanannya selama pendudukan Jepang, Van de Velde mendapatkan pangkat sebagai residen lalu ditunjuk sebagai penasihat pemerintah untuk urusan politik di Sumatera. Pada 24 Desember 1949 dia menjadi penasihat umum untuk Perwakilan Tinggi Mahkota, melalui penunjukan yang hampir bertepatan dengan penyerahan kedaulatan dari Hindia Belanda. Akibatnya, ia diberhentikan dari Dinas Nasional tak lama kemudian.

Selama bertugas di Sumatra, Van de Velde cermat menulis seputar kegiatan sehari-hari, peristiwa kemasyarakatan maupun pemerintahan di tempatnya bertugas dan senantiasa ia kabarkan kepada orangtuanya, keluarga dan instansi-instansi di Belanda. Seluruh Korespondensinya itu terhimpun dalam buku Brieven uit Sumatra, 1928 – 1949 (Franeker, 1982).

Guna memasyaratkan literatur-literatur mengenai sejarah dan budaya Jambi, berikut redaksi sertakan salah satu surat Van de Velde saat berada di Jambi, 3 Januari 1949:

“Dari radio dan surat kabar, kalian tentu sudah tahu bahwa aksi polisionil kedua sudah dimulai. Sekarang, Dewan Keamanan tentu akan memutuskan bahwa pasukan-pasukan kita harus kembali, dan itu, tidak mungkin, maka akan keluarlah sangsi-sangsi. Banyak tulisan dan kata-kata dari dunia luar tentang kekerasan bersenjata di pihak kita (red-Belanda), tapi, kekerasan bersenjata, yang sudah berbulan-bulan dilakukan republik atas orang-orang tak bersalah, kepala-kepala kampung dan sebagainya, tak pernah disebut-sebut dalam pers dunia. Direktur B.B (Pangreh Praja) telah menutup kantorku untuk urusan-urusan politik di Sumatra. Untuk sementara, aku mendapat tugas mengurus wilayah sekitar Jambi dengan pangkat T.B.A. (Territorial Bestuurs-Adviseur atau Penasehat Pemerintah Teritorial). Beberapa hari lagi, aku terbang ke sana. Aneh, bahwa Jambi yang, beritanya tahun-tahun terakhir ini, begitu banyak kudengar lewat orang-orang Jambi yang datang ke Singpaura, untuk minta bantuan Belanda”.

*Sumber acuan: Brieven uit Sumatra, 1928 – 1949 (Franeker, 1982). Edisi bahasa Indonesia buku ini diterbitkan Pustaka Azet, 1987. Sedangkan mini biodatanya merujuk Nationaal Archief, Den Haag 1989. Pemuatan korespondensi Dr. J. J. van de Velde ini bertujuan memasyaratkan literatur-literatur mengenai sejarah dan budaya Jambi.


Tag : #Sumatra #Jambi #Hindia Belanda #Korespondensi J.J. van de Velde



Berita Terbaru

 

Jumat, 14 Desember 2018 22:15 WIB

Nota Ponita, Bocah Penderita Penyempitan Usus dapat Bantuan Fachrori


Kajanglako.com, Jambi – Nasib malang dialami Nota Ponita, bocah berusia lima tahun warga Kelurahan Handil Jaya, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi ini

 

Jumat, 14 Desember 2018 21:48 WIB

Puluhan Emak-emak Keracunan Makanan Usai Acara Yasinan


Kajanglako.com, Batanghari - Puluhan ibu-ibu keracunan gara gara menyantap hidangan di acara yasinan rutin pada Kamis malam (13/12) di Desa Rambutan Masam.

 

Jumat, 14 Desember 2018 20:54 WIB

AJI Jambi Gelar Halfday Basic Workshop Hoax Busting and Digital Hygiene


Kajanglako.com, Jambi - Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Jambi, bekerjasama dengan Google News Initiative dan Internews Halfday Basic menggelar Workshop

 

Jumat, 14 Desember 2018 19:57 WIB

Ini Program Jangka Menengah Pemkab Merangin


Kajanglako.com, Merangin - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin melaksanakan rapat konsultasi publik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)

 

Jumat, 14 Desember 2018 19:54 WIB

Atlet Pemenang Gala Desa Protes Tak Ada Uang Pembina, Tobroni Yusuf: Tanya ke Menpora


Kajanglako.com, Bungo - Event pertandingan yang diselenggarakan pada 27 November lalu, Kamis malam (13/12) resmi ditutup oleh Tobroni Yusuf, Plt Kadis