Selasa, 14 Agustus 2018

Senin, 02 April 2018 14:27 WIB

Surat J.J. van de Velde Kepada Instansi di Belanda (Jambi, 3 Januari 1949)

Reporter :
Kategori : Jejak

ilustrasi. Jambi Tempoe Doloe

Oleh: Jumardi Putra*

Jan Johannes van de Velde lahir di Teteringen pada 3 Desember 1904. Teteringen merupakan sebuah Desa di provinsi Brabant Utara, bagian selatan negara Belanda. 27 Juli 1928, ia dipekerjakan sebagai pejabat Dewan Nasional Hindia Belanda.



Setelah tinggal singkat di Kalimantan ia ditempatkan di Aceh. Di sana dia dipromosikan menjadi calon inspektur. Pada 1935 ia menjadi kontrolir di Seulimeum (Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh). Pada 1937 ia dituntut dengan pengamatan hubungan Sekretariat Jenderal di Batavia, tetapi dua tahun kemudian dia kembali ke Sumatra sebagai pengawas kelas 1 di mana dia segera menjadi asisten residen.

Setelah penahanannya selama pendudukan Jepang, Van de Velde mendapatkan pangkat sebagai residen lalu ditunjuk sebagai penasihat pemerintah untuk urusan politik di Sumatera. Pada 24 Desember 1949 dia menjadi penasihat umum untuk Perwakilan Tinggi Mahkota, melalui penunjukan yang hampir bertepatan dengan penyerahan kedaulatan dari Hindia Belanda. Akibatnya, ia diberhentikan dari Dinas Nasional tak lama kemudian.

Selama bertugas di Sumatra, Van de Velde cermat menulis seputar kegiatan sehari-hari, peristiwa kemasyarakatan maupun pemerintahan di tempatnya bertugas dan senantiasa ia kabarkan kepada orangtuanya, keluarga dan instansi-instansi di Belanda. Seluruh Korespondensinya itu terhimpun dalam buku Brieven uit Sumatra, 1928 – 1949 (Franeker, 1982).

Guna memasyaratkan literatur-literatur mengenai sejarah dan budaya Jambi, berikut redaksi sertakan salah satu surat Van de Velde saat berada di Jambi, 3 Januari 1949:

“Dari radio dan surat kabar, kalian tentu sudah tahu bahwa aksi polisionil kedua sudah dimulai. Sekarang, Dewan Keamanan tentu akan memutuskan bahwa pasukan-pasukan kita harus kembali, dan itu, tidak mungkin, maka akan keluarlah sangsi-sangsi. Banyak tulisan dan kata-kata dari dunia luar tentang kekerasan bersenjata di pihak kita (red-Belanda), tapi, kekerasan bersenjata, yang sudah berbulan-bulan dilakukan republik atas orang-orang tak bersalah, kepala-kepala kampung dan sebagainya, tak pernah disebut-sebut dalam pers dunia. Direktur B.B (Pangreh Praja) telah menutup kantorku untuk urusan-urusan politik di Sumatra. Untuk sementara, aku mendapat tugas mengurus wilayah sekitar Jambi dengan pangkat T.B.A. (Territorial Bestuurs-Adviseur atau Penasehat Pemerintah Teritorial). Beberapa hari lagi, aku terbang ke sana. Aneh, bahwa Jambi yang, beritanya tahun-tahun terakhir ini, begitu banyak kudengar lewat orang-orang Jambi yang datang ke Singpaura, untuk minta bantuan Belanda”.

*Sumber acuan: Brieven uit Sumatra, 1928 – 1949 (Franeker, 1982). Edisi bahasa Indonesia buku ini diterbitkan Pustaka Azet, 1987. Sedangkan mini biodatanya merujuk Nationaal Archief, Den Haag 1989. Pemuatan korespondensi Dr. J. J. van de Velde ini bertujuan memasyaratkan literatur-literatur mengenai sejarah dan budaya Jambi.


Tag : #Sumatra #Jambi #Hindia Belanda #Korespondensi J.J. van de Velde



Berita Terbaru

 

Pemilu 2019
Selasa, 14 Agustus 2018 19:30 WIB

Satu Bacaleg PPP Dapil Sarolangun-Merangin Meninggal Dunia


Kajanglako.com, Jambi - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendapatkan kabar duka di tengah persiapan menghadapi Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, Satu

 

Pencurian
Selasa, 14 Agustus 2018 18:16 WIB

Pernah Rampok Uang Rp 1,4 M, Edi Kembali Berulah Curi Motor Teman Sendiri


Kajanglako.com, Batanghari - Edi Pirmansyah alias Herman, resedivis yang pernah melakukan perampokan uang Rp 1,4 miliar pada tahun 2010 lalu, kembali berulah

 

Selasa, 14 Agustus 2018 17:58 WIB

LPG 3 Kg Langka, Operasi Pasar Diserbu Masyarakat


Kajanglako.com, Merangin - Gas 3 Kg langka di Kota Bangko beberapa pekan terakhir. Jika pun ada, gas subsidi tersebut harus didapat dengan harga diatas

 

Kasus Korupsi Rumah PNS
Selasa, 14 Agustus 2018 13:37 WIB

Kejati Akan Limpahkan Berkas Madel ke Pengadilan


Kajanglako.com, Jambi - Muhammad Madel, mantan Bupati Sarolangun dan Joko Susilo mantan Kepala Pengelola Koperasi Sarolangun menjadi tersangka dalam kasus

 

Selasa, 14 Agustus 2018 13:23 WIB

Wakil Ketua DPRD Merangin Ditetapkan Tersangka Korupsi


Kajanglako.com, Merangin - Wakil Ketua DPRD Merangin, Isnedi, ditetapkan menjadi tersangka kasus korupsi uang yang harus dipertanggungjawabkan (UYHD) di