Sabtu, 21 Juli 2018


Selasa, 20 Maret 2018 09:37 WIB

Yang 'Tak Biasa' di Museum Kata Andrea Hirata

Reporter : Ahmad Riki S
Kategori : Ragam Wisata

Suasana Warkop Kopi Kuli Museum Kata Andrea Hirata, Belitung Timur/ foto: Ahmad Riki S

"Mereka yang minum kopi sambil waspada - memelihara istri muda"

Kutipan ini tidak akan anda temukan di warung kopi di perempatan jalan, di terminal maupun pasar tradisional. 



Kalimat guyonan menggelitik bagi penikmat kopi ini, hanya bisa anda baca di Warkop Kopi Kuli di Museum Kata Andrea Hirata.

Museum Kata yang berlokasi di Desa Gantong, Belitung Timur ini memang menawarkan konsep yang 'tak biasa'. 

Di dalam museum dengan tiket masuk Rp 50 ribu/orang ini bagian kejutannya justru terletak di bagian belakang di dalam bangunan utamanya, di sini ada café jadul yang menawarkan pengalaman berbeda bagi penikmat kopi.

Tidak ada peralatan modern untuk membuat kopi, peracikannya semua ala kampung. Air untuk melarutkan serbuk kopi dijerang di atas tungku tanah liat menggunakan kayu bakar, tapi justru cara ini membuat aroma kopi khas Belitung benar-benar tercium. 

Faizarman, pengunjung Museum Kata yang menikmati kopi Belitung mengakui campuran rasa asam dan pahitnya memberikan rasa nikmat yang lain.

"Pemanasan dengan arang menambah gurih aroma kopi,” katanya. 

Bukan hanya cara penyajian kopi saja yang berbeda, penataan kursi dan meja yang disediakan secara sederhana juga membuat pengunjung merasa betah berlama-lama. Suasana Warkop yang berdiding papan dan cukup terbuka tidak membuat pengap, sirkulasi udara cukup mengalirkan aroma kopi yang dijerang, apalagi harga yang ditawarkan begitu ekonomis, secangkir kecil kopi hitam Rp 7 ribu dan secangkir kopi susu Rp 8 ribu.

“Selain menjadi daya tarik, dari menjual kopi ini cukup membantu tambahan kebutuhan sehari-hari,” kata Tini, pegawai Museum Kata Andrea Hirata, Rabu petang.

Jika pengunjung cermat, ada satu lagi sesuatu yang ‘tak biasa’ lainnya tertempel di dinding Warkop Kupi Kuli yang masih menyatu dengan ruangan penjualan souvenir Laskar Pelangi ini. Ada tiga kertas putih yang dilaminating ditempel secara vertikal bertuliskan ‘Buku Besar Peminum Kopi”.

Ada 27 kalimat kutipan cukup menggelitik yang diperuntukkan bagi penikmat kopi, diantaranya pada angka angka 5 tertulis ‘Mereka yang tidak minum kopi, tapi makan gelasnya - kuda lumping’, kemudian di angka 23 tertulis ‘Perempuan yang minum kopi bersama perempuan - banyak utang’.

Kalimat-kalimat ‘Buku Besar Penikmat Kopi’ ini merupakan kutipan dari novel dwilogi Padang Bulan dan Cinta Dalam Gelas karya Andrea Hirata. 

Selain Warkop Kopi Kuli, Museum Kata Andrea Hirata yang didirikan pada tahun 2010 silam memang menyuguhkan konsep berbeda. Di dalam rumah bekas milik pejabat perusahaan timah ini terpampang kata-kata hasil coretan Andrea Hirata maupun dari sastrawan luar negeri, termasuk kumpulan karya novelnya yang telah diterjemahkan ke 34 bahasa dan diterbitkan di 130 negara. Ada pula adegan-adegan film Laskar Pelangi yang diabadikan dalam bentuk foto berukuran jumbo yang juga menghiasi dinding bangunan.

Di sini, anda juga bisa melihat beragam testimoni tentang kisah Laskar Pelangi dan Belitung yang ditulis dari beragam bahasa.

Museum Kata yang disebut museum sastra pertama dan satu-satunya di Indonesia ini, didedikasikan Andrea Hirata untuk kedua orang tuanya, museum yang memiliki tiga bangunan utama ini terbuka untuk umum dari Senin hingga Minggu, mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB. (*)


Tag : #Museum Kata Andrea Hirata #Kupi Kuli #Belitung Timur #Wisata Edukasi



Berita Terbaru

 

Sabtu, 21 Juli 2018 16:36 WIB

Tembus 300 Komentar Pasang Foto Mantan, Bacaleg Ini Ditagih Warganet


Kajanglako.com, Bungo - Media sosial benar-benar dimamfaatkan sejumlah Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) untuk mencari dukungan dan simpati warganet, jelang

 

Penemuan Ular Piton
Sabtu, 21 Juli 2018 16:14 WIB

Ular Piton Sepanjang 8 Meter Hebohkan Warga Jujuhan


Kajanglako.com, Bungo - Warga Ujung Tanjung Kecamatan Jujuhan dihebohkan  penangkapan ular piton sepanjang 8 meter. Penangkapan ini bermula ada warga

 

Sabtu, 21 Juli 2018 16:09 WIB

Ayam Warga Sering Hilang, Ular Piton Sepanjang 8 Meter Ini Penyebabnya


Kajanglako.com, Bungo - Warga Ujung Tanjung, Kecamatan Jujuhan, dihebohkan penangkapan Ular Piton sepanjang 8 meter.    Penangkapan ular ini

 

AJO Indonesia
Sabtu, 21 Juli 2018 15:52 WIB

DPD AJOI Sumsel Resmi Dilantik, Rival Ahmad : “Bukan Organisasi Biasa, Kami Beda"


Kajanglako.com, Sumatera Selatan – Setelah resmi melantik pengurus Dewan Pimpinan Daerah Aliansi Jurnalistik Online Indonesia (DPD AJO Indonesia)

 

Sabtu, 21 Juli 2018 13:16 WIB

Protes ke Perusahaan, Warga Tanam Pohon Pisang Setinggi 2 Meter di Tengah Jalan


Kajanglako.com, Bungo - Sebagai bentuk kekecewaan dengan PT Sathia Kisma Usaha (SKU), warga Dusun Telentam menanam pohon pisang setinggi dua meter di tengah