Sabtu, 23 Maret 2019

Minggu, 11 Maret 2018 09:50 WIB

Simpang Datuk, Surganya Pemancing Ikan Gabus

Reporter : Soni Setiawan
Kategori : Ragam

Novriyanto, Pemancing asal Nipah Panjang perlihatkan ikan gabus hasil pancingannya/ foto: Soni Setiawan

Kajanglako.com, Tanjung Jabung Timur - Anda Mancing Mania? di Kecamatan Nipah Panjang, kawasan Desa Simpang Datuk merupakan lokasi paling cocok untuk memancing ikan gabus. Sebab di lokasi tersebut banyak parit-parit kecil bekas galian, lubuk ikan gabus berhabitat.
 
Dikutip dari laman Wikipedia, ikan gabus adalah sejenis ikan predator yang hidup di air tawar. Ikan ini dikenal dengan banyak nama di pelbagai daerah: bocek dari riau, aruan, haruan (Melayu,Bjn), kocolan (betawi), bogo (Sd.), bayong, bogo, licingan (Bms.), kutuk (Jawa), kabos (Mhs.) dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris juga disebut dengan berbagai nama seperti common snakehead, snakehead murrel, chevron snakehead, striped snakeheaddan juga aruan. Nama ilmiahnya adalah Channa striata (Bloch, 1793).
 
"Ikan gabus biasanya menyukai air tenang dan sedikit berlumpur," ungkap Novriyanto (27), penghobi memancing dari Nipah Panjang, Minggu (11/3).
 
Seperti diketahui, ikan gabus memiliki kandungan nutrisi yang cukup melimpah dan digemari masyarakat. Bahkan saat ini, tak sedikit masyarakat yang mulai membudidayakan ikan yang satu ini karena harga di pasaran  yang cukup menggiurkan.
 
Masih menurut Novri, lokasi Desa Simpang Datuk yang banyak memiliki parit-parit buatan banyak dihuni kawanan ikan gabus yang disukai pemancing. Bagi para penggemar mancing, ada kiat tersendiri untuk mendapatkan ikan buruannya.
 
"Memancing dengan cara memainkan joran agar umpan seperti hidup, atau menjatuhkan umpan dengan keras ke air agar ikan gabus tertarik untuk menyambar umpan. Cara lain juga bisa dengan di tajur (memasang dalam jumlah banyak dan ditinggal pergi)," paparnya.
 
Menurut Novri, cara tersebut banyak digunakan untuk memburu gabus, tapi masing-masing pemancing tidak selalu sama dalam menerapkan kiatnya.
 
"Namun yang pasti memancing gabus bisa dilakukan pagi ataupun sore hari. Jika pagi sekitar pukul 6 hingga 9, sore pukul 16 hingga 18. Akan tetapi ada kalanya ikan gabus akan bereaksi menyantap umpan pada siang hari sekitar pukul 11 hingga 13," tambahnya menjelaskan.
 
Menyalurkan hobi memancing ikan gabus merupakan cara berekreasi yang cukup tepat untuk melepas kejenuhan setelah sibuk bekerja sehari-hari. Di wilayah Nipah Panjang dan sekitarnya, terdapat beberapa tempat dan anak sungai yang dihuni ikan gabus, seperti di Kecamatan Berbak misalnya. Di tempat-tempat tersebut ikan gabus yang ada besar kecilnya beragam.
 
"Pemancing biasanya mendapatkan dengan berat setengah hingga satu setengah kilogram. Tetapi tidak jarang pula hanya memperoleh yang beratnya tidak sampai setengah kilogram," ujar Novri mengakhiri. (kjcom)




Berita Terbaru

 

Sabtu, 23 Maret 2019 13:32 WIB

PAN Sarolangun Usulkan Madel, Ini Respon Fachrori


Kajanglako.com, Jambi - Untuk mengisi kekosongan Wakil Gubernur Jambi, mendampingi Fachrori Umar sebagai Gubernur Jambi. Berbagai nama mulai dimunculkan,

 

Ekspedisi Belanda ke Djambi
Sabtu, 23 Maret 2019 11:01 WIB

Doesoen Pekan dan Tandjoeng Penjingat


Oleh: Frieda Amran (Antropolog. Mukim di Belanda) Soengei Tongkal yang dilayari lebar (ratusan meter) dan dalam (kira-kira 16 meter). Pada awalnya, airnya

 

Sabtu, 23 Maret 2019 10:03 WIB

Asisten I Setda Batanghari Dampingi Kapolres Cek Pasukan Pengamanan Pemilu


Kajanglako.com, Batanghari - Polres Batanghari, Jumat (22/3), menggelar apel pasukan bersama TNI dan komponen-komponen bangsa yang terdiri dari Pelajar,

 

Jumat, 22 Maret 2019 19:02 WIB

Turnamen Bulutangkis Angsoduo Cup I, Fachrori Harap Hasilkan Atlet Muda Berbakat


Kajanglako.com, Jambi - Gubernur Jambi, Fachrori Umar, Jumat sore (22/3). Membuka Turnamen Bulutangkis Angsoduo Cup I, turnamen hasil kerja sama dengan

 

Jumat, 22 Maret 2019 17:10 WIB

Pasca Banjir, Warga Banyak yang Terjangkit Penyakit Kulit


Kajanglako.com, Sarolangun - Pasca banjir yang melanda Kabupaten Sarolangun, Dinas Kesehatan Sarolangun menemukan banyak masyarakat yang terserang penyakit