Senin, 10 Desember 2018


Kamis, 08 Maret 2018 09:54 WIB

4 Dewan Provinsi Terancam Dipidanakan Berikan Keterangan Palsu di Sidang OTT

Reporter : Redaksi
Kategori : Berita Hukrim

Ekpresi terdakwa suap RAPBD Provinsi Jambi dan kuasa hukumnya saat mendengar keterangan palsu yang disampaikan empat anggota dewan/ foto: kajanglako.com

Kajanglako.com, Jambi – Sidang kelima kasus dugaan suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018 yang berlangsung Rabu (7/3) malam berlangsung alot, empat saksi dari Anggota DPRD Provinsi Jambi. Yakni Elhelwi, Cek Man, Tadjudin Hasan dan Parlagutan membantah menerima ‘uang ketok palu’.

Meski berkali-kali dicecar Jaksa KPK, Kuasa Hukum Terdakwa, Majelis Hakim hingga tiga Terdakwa (Erwan Malik, Saipudin dan Arpan). Namun keempat anggota dewan tersebut begitu kompak tetap membantah telah menerima uang pelicin suap RAPBD itu.



Padahal, Wahyudi, Staf Dinas PUPR Provinsi Jambi yang menjadi kurir ‘uang ketok palu’ itu atas perintah Terdakwa Saipudin dan Arpan. Dalam kesaksiannya mengungkapkan baik Elhelwi, Cek Man, Tadjudin maupun Parlagutan. Jika mereka langsung yang menerima uang dari tangan Wahyudi.

Alhasil, keempatnya dinilai telah memberikan keterangan palsu di persidangan. Kini, keempatnya terancam dipidanakan ke pihak kepolisian.

“Kami akan membuat laporan ke polisi karena keempat anggota dewan ini memberikan keterangan palsu di persiangan,” kata Mudarwan Yusuf, Kuasa Hukum Arpan kepada Majelis Hakim.

Sementara Kuasa Hukum Saipudin meminta KPK segera memproses empat anggota dewan provinsi yang disebut memberikan keterangan palsu tersebut. Karena dikhawatirkan mereka berkeliaran dan mempengaruhi saksi lainnya. Baik yang sudah dihadirkan di sidang maupun  yang belum dihadirkan.

Badrun Zaini, Hakim Ketua sidang suap RAPBD, langsung meminta Jaksa KPK untuk menindaklanjuti permintaan kuasa hukum para terdakwa.

Merespon permintaan Hakim Ketua, Jaksa KPK Febi Dwiando Pendi mengatakan jika KPK berjanji akan mempelajarinya, “Kami akan pelajari, tapi kami masih terkendala dengan SOP kami. Sebab Minggu depan itu jadwal saksi terakhir yang akan kami hadirkan, tapi ini akan kita tindak lanjuti,” sebut Febi. (kjcom)


Tag : #KPK #Korupsi #Suap RAPBD #OTT



Berita Terbaru

 

Minggu, 09 Desember 2018 17:45 WIB

Premi BPJS Kesehatan ASN Muarojambi Capai Rp12,24 Miliar


Kajanglako.com, Muaro Jambi - Setiap tahun Pemerintah Kabupaten Muarojambi mengeluarkan dana sebesar Rp12,24 miliar.    Dana sebesar itu digunakan

 

Minggu, 09 Desember 2018 17:31 WIB

Kontraktor Curi Listrik, Saryoto Sebut Pihak Rekanan Lobi Denda ke PLN Jambi


Kajanglako.com, Batanghari - Hingga saat ini, KWH di Kantor Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

 

Minggu, 09 Desember 2018 17:08 WIB

Tumpukan Sampah Bikin Kesal, Warga Bagan Pete Blokir Jalan


Kajanglako.com, Jambi  - Puluhan warga Bagan Pete RT 15 Kenali Besar, Kota Jambi, melakukan aksi pemblokiran jalan. Minggu (9/12).   Aksi merupakan

 

Minggu, 09 Desember 2018 11:18 WIB

BNNK Bungo Antisipasi Meningkatnya Peredaran Narkoba Jelang Tahun Baru


Kajanglako.com, Bungo - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bungo mengantisipasi peningkatan peredaran barang haram jelang Tahun Baru 2019.   Ketua

 

Sabtu, 08 Desember 2018 14:56 WIB

Biaya Makan Napi Minus, Lapas Sarolangun Hutang ke Rekanan


Kajanglako.com, Sarolangun – Anggaran untuk makan Napi di Lapas Klas III Sarolangun yang dikucurkan Kementerian Hukum dan HAM melalui Dirjen Pemasyarakatan