Selasa, 25 September 2018


Kamis, 08 Maret 2018 09:54 WIB

4 Dewan Provinsi Terancam Dipidanakan Berikan Keterangan Palsu di Sidang OTT

Reporter : Redaksi
Kategori : Berita Hukrim

Ekpresi terdakwa suap RAPBD Provinsi Jambi dan kuasa hukumnya saat mendengar keterangan palsu yang disampaikan empat anggota dewan/ foto: kajanglako.com

Kajanglako.com, Jambi – Sidang kelima kasus dugaan suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018 yang berlangsung Rabu (7/3) malam berlangsung alot, empat saksi dari Anggota DPRD Provinsi Jambi. Yakni Elhelwi, Cek Man, Tadjudin Hasan dan Parlagutan membantah menerima ‘uang ketok palu’.

Meski berkali-kali dicecar Jaksa KPK, Kuasa Hukum Terdakwa, Majelis Hakim hingga tiga Terdakwa (Erwan Malik, Saipudin dan Arpan). Namun keempat anggota dewan tersebut begitu kompak tetap membantah telah menerima uang pelicin suap RAPBD itu.



Padahal, Wahyudi, Staf Dinas PUPR Provinsi Jambi yang menjadi kurir ‘uang ketok palu’ itu atas perintah Terdakwa Saipudin dan Arpan. Dalam kesaksiannya mengungkapkan baik Elhelwi, Cek Man, Tadjudin maupun Parlagutan. Jika mereka langsung yang menerima uang dari tangan Wahyudi.

Alhasil, keempatnya dinilai telah memberikan keterangan palsu di persidangan. Kini, keempatnya terancam dipidanakan ke pihak kepolisian.

“Kami akan membuat laporan ke polisi karena keempat anggota dewan ini memberikan keterangan palsu di persiangan,” kata Mudarwan Yusuf, Kuasa Hukum Arpan kepada Majelis Hakim.

Sementara Kuasa Hukum Saipudin meminta KPK segera memproses empat anggota dewan provinsi yang disebut memberikan keterangan palsu tersebut. Karena dikhawatirkan mereka berkeliaran dan mempengaruhi saksi lainnya. Baik yang sudah dihadirkan di sidang maupun  yang belum dihadirkan.

Badrun Zaini, Hakim Ketua sidang suap RAPBD, langsung meminta Jaksa KPK untuk menindaklanjuti permintaan kuasa hukum para terdakwa.

Merespon permintaan Hakim Ketua, Jaksa KPK Febi Dwiando Pendi mengatakan jika KPK berjanji akan mempelajarinya, “Kami akan pelajari, tapi kami masih terkendala dengan SOP kami. Sebab Minggu depan itu jadwal saksi terakhir yang akan kami hadirkan, tapi ini akan kita tindak lanjuti,” sebut Febi. (kjcom)


Tag : #KPK #Korupsi #Suap RAPBD #OTT



Berita Terbaru

 

Selasa, 25 September 2018 13:43 WIB

Penjual Emas PETI Diamankan saat Tunggu Pembeli di Pinggir Jalan


Kajanglako.com, Merangin - Polisi Resor Merangin mengamankan dua orang penjual emas hasil pertambangan ilegal. Pelaku diamankan di wilayah Kelurahan Pasar

 

Lelang Jebatan
Selasa, 25 September 2018 13:26 WIB

Tiga Besar Lelang Jabatan Pemprov Diumumkan, Ini Daftarnya


Kajanglako.com, Jambi - Panitia Pelaksana Lelang Jabatan Pemprov Jambi, telah mengumumkan tiga besar terbaik hasil uji kompetensi lelang jabatan Eselon

 

Unjuk Rasa
Selasa, 25 September 2018 12:57 WIB

Pilrio Ditunda, Warga Ujung Tanjung Unjuk Rasa ke DPRD Bungo


Kajanglako.com, Bungo - Ratusan masyarakat Dusun Ujung Tanjung, Kecamatan Jujuhan menggeruduk Kantor DPRD Bungo, Selasa (25/9).   Dalam aksinya warga

 

Selasa, 25 September 2018 12:35 WIB

Di Tungkal Marak Penipuan Berkedok Undian Berhadiah


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Barat - Ada cara saja pelaku penipuan untuk mengelabui korban, saat ini di Kuala Tungkal tengah marak penipuan berkedok

 

Pembahasan APBD 2019
Selasa, 25 September 2018 11:51 WIB

Edi Minta Seluruh Fraksi PDIP di DPRD Perjuangkan Jamkes dan Insentif Honorer


Kajanglako.com, Jambi - Pembahasan APBD 2019 menjadi perhatian Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jambi, Edi Purwanto.   Ia pun menginstruksikan ke