Rabu, 20 Juni 2018


Kamis, 08 Maret 2018 09:54 WIB

4 Dewan Provinsi Terancam Dipidanakan Berikan Keterangan Palsu di Sidang OTT

Reporter : Redaksi
Kategori : Berita Hukrim

Ekpresi terdakwa suap RAPBD Provinsi Jambi dan kuasa hukumnya saat mendengar keterangan palsu yang disampaikan empat anggota dewan/ foto: kajanglako.com

Kajanglako.com, Jambi – Sidang kelima kasus dugaan suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018 yang berlangsung Rabu (7/3) malam berlangsung alot, empat saksi dari Anggota DPRD Provinsi Jambi. Yakni Elhelwi, Cek Man, Tadjudin Hasan dan Parlagutan membantah menerima ‘uang ketok palu’.

Meski berkali-kali dicecar Jaksa KPK, Kuasa Hukum Terdakwa, Majelis Hakim hingga tiga Terdakwa (Erwan Malik, Saipudin dan Arpan). Namun keempat anggota dewan tersebut begitu kompak tetap membantah telah menerima uang pelicin suap RAPBD itu.



Padahal, Wahyudi, Staf Dinas PUPR Provinsi Jambi yang menjadi kurir ‘uang ketok palu’ itu atas perintah Terdakwa Saipudin dan Arpan. Dalam kesaksiannya mengungkapkan baik Elhelwi, Cek Man, Tadjudin maupun Parlagutan. Jika mereka langsung yang menerima uang dari tangan Wahyudi.

Alhasil, keempatnya dinilai telah memberikan keterangan palsu di persidangan. Kini, keempatnya terancam dipidanakan ke pihak kepolisian.

“Kami akan membuat laporan ke polisi karena keempat anggota dewan ini memberikan keterangan palsu di persiangan,” kata Mudarwan Yusuf, Kuasa Hukum Arpan kepada Majelis Hakim.

Sementara Kuasa Hukum Saipudin meminta KPK segera memproses empat anggota dewan provinsi yang disebut memberikan keterangan palsu tersebut. Karena dikhawatirkan mereka berkeliaran dan mempengaruhi saksi lainnya. Baik yang sudah dihadirkan di sidang maupun  yang belum dihadirkan.

Badrun Zaini, Hakim Ketua sidang suap RAPBD, langsung meminta Jaksa KPK untuk menindaklanjuti permintaan kuasa hukum para terdakwa.

Merespon permintaan Hakim Ketua, Jaksa KPK Febi Dwiando Pendi mengatakan jika KPK berjanji akan mempelajarinya, “Kami akan pelajari, tapi kami masih terkendala dengan SOP kami. Sebab Minggu depan itu jadwal saksi terakhir yang akan kami hadirkan, tapi ini akan kita tindak lanjuti,” sebut Febi. (kjcom)


Tag : #KPK #Korupsi #Suap RAPBD #OTT



Berita Terbaru

 

Rabu, 20 Juni 2018 12:14 WIB

Bentrok dengan Polsek Pelepat, Lima SAD Terkena Tembakan


Kajanglako.com, Bungo – Setelah Polsek Mandiangin, Sarolangun, yang keos dengan masyarakat pada Minggu (17/6) malam. Selasa sore (19/6) giliran Polsek

 

Arus Balik Lebaran
Selasa, 19 Juni 2018 19:21 WIB

Puncak Arus Balik, Basarnas Jambi Intensifkan Patroli


Kajanglako.com, Jambi – Memasuki puncak arus balik lebaran tahun 2018, Badan Sar Nasional (Basarnas) Jambi terus melakukan patroli di sejumlah ruas

 

Pilwako Jambi 2018
Selasa, 19 Juni 2018 17:32 WIB

Video Money Politik Disebut Skenario Jatuhkan Citra Fasha-Maulana


Kajanglako.com, Kota Jambi - Adanya video politik uang yang beredar diduga direkam tim sukses pasangan calon nomor urut 1, Abdullah Sani dan Kemas Alfarizi,

 

Selasa, 19 Juni 2018 13:30 WIB

Fasha Hadiri Reuni dan Halal Bilhalal IKAPOLSRI


Kajanglako.com, Sumatera Selatan - Ikatan alumni Politeknik Sriwijaya (IKAPOLSRI) menggelar reuni akbar sekaligus halal bilhalal dengan seluruh alumni

 

Kebakaran
Selasa, 19 Juni 2018 12:59 WIB

Video [KJTV] - Detik-detik Evakuasi Korban Kebakaran di Kuala Tungkal