Sabtu, 23 Maret 2019

Kamis, 08 Maret 2018 09:54 WIB

4 Dewan Provinsi Terancam Dipidanakan Berikan Keterangan Palsu di Sidang OTT

Reporter : Redaksi
Kategori : Berita Hukrim

Ekpresi terdakwa suap RAPBD Provinsi Jambi dan kuasa hukumnya saat mendengar keterangan palsu yang disampaikan empat anggota dewan/ foto: kajanglako.com

Kajanglako.com, Jambi – Sidang kelima kasus dugaan suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018 yang berlangsung Rabu (7/3) malam berlangsung alot, empat saksi dari Anggota DPRD Provinsi Jambi. Yakni Elhelwi, Cek Man, Tadjudin Hasan dan Parlagutan membantah menerima ‘uang ketok palu’.

Meski berkali-kali dicecar Jaksa KPK, Kuasa Hukum Terdakwa, Majelis Hakim hingga tiga Terdakwa (Erwan Malik, Saipudin dan Arpan). Namun keempat anggota dewan tersebut begitu kompak tetap membantah telah menerima uang pelicin suap RAPBD itu.



Padahal, Wahyudi, Staf Dinas PUPR Provinsi Jambi yang menjadi kurir ‘uang ketok palu’ itu atas perintah Terdakwa Saipudin dan Arpan. Dalam kesaksiannya mengungkapkan baik Elhelwi, Cek Man, Tadjudin maupun Parlagutan. Jika mereka langsung yang menerima uang dari tangan Wahyudi.

Alhasil, keempatnya dinilai telah memberikan keterangan palsu di persidangan. Kini, keempatnya terancam dipidanakan ke pihak kepolisian.

“Kami akan membuat laporan ke polisi karena keempat anggota dewan ini memberikan keterangan palsu di persiangan,” kata Mudarwan Yusuf, Kuasa Hukum Arpan kepada Majelis Hakim.

Sementara Kuasa Hukum Saipudin meminta KPK segera memproses empat anggota dewan provinsi yang disebut memberikan keterangan palsu tersebut. Karena dikhawatirkan mereka berkeliaran dan mempengaruhi saksi lainnya. Baik yang sudah dihadirkan di sidang maupun  yang belum dihadirkan.

Badrun Zaini, Hakim Ketua sidang suap RAPBD, langsung meminta Jaksa KPK untuk menindaklanjuti permintaan kuasa hukum para terdakwa.

Merespon permintaan Hakim Ketua, Jaksa KPK Febi Dwiando Pendi mengatakan jika KPK berjanji akan mempelajarinya, “Kami akan pelajari, tapi kami masih terkendala dengan SOP kami. Sebab Minggu depan itu jadwal saksi terakhir yang akan kami hadirkan, tapi ini akan kita tindak lanjuti,” sebut Febi. (kjcom)


Tag : #KPK #Korupsi #Suap RAPBD #OTT



Berita Terbaru

 

Sabtu, 23 Maret 2019 13:32 WIB

PAN Sarolangun Usulkan Madel, Ini Respon Fachrori


Kajanglako.com, Jambi - Untuk mengisi kekosongan Wakil Gubernur Jambi, mendampingi Fachrori Umar sebagai Gubernur Jambi. Berbagai nama mulai dimunculkan,

 

Ekspedisi Belanda ke Djambi
Sabtu, 23 Maret 2019 11:01 WIB

Doesoen Pekan dan Tandjoeng Penjingat


Oleh: Frieda Amran (Antropolog. Mukim di Belanda) Soengei Tongkal yang dilayari lebar (ratusan meter) dan dalam (kira-kira 16 meter). Pada awalnya, airnya

 

Sabtu, 23 Maret 2019 10:03 WIB

Asisten I Setda Batanghari Dampingi Kapolres Cek Pasukan Pengamanan Pemilu


Kajanglako.com, Batanghari - Polres Batanghari, Jumat (22/3), menggelar apel pasukan bersama TNI dan komponen-komponen bangsa yang terdiri dari Pelajar,

 

Jumat, 22 Maret 2019 19:02 WIB

Turnamen Bulutangkis Angsoduo Cup I, Fachrori Harap Hasilkan Atlet Muda Berbakat


Kajanglako.com, Jambi - Gubernur Jambi, Fachrori Umar, Jumat sore (22/3). Membuka Turnamen Bulutangkis Angsoduo Cup I, turnamen hasil kerja sama dengan

 

Jumat, 22 Maret 2019 17:10 WIB

Pasca Banjir, Warga Banyak yang Terjangkit Penyakit Kulit


Kajanglako.com, Sarolangun - Pasca banjir yang melanda Kabupaten Sarolangun, Dinas Kesehatan Sarolangun menemukan banyak masyarakat yang terserang penyakit