Rabu, 20 Maret 2019

Rabu, 07 Maret 2018 19:06 WIB

UIN Jambi Masih Mengkaji Larangan Bercadar Bagi Mahasiswi

Reporter : Ferdi
Kategori : Berita Agama Pendidikan

Mahasiswi bercadar di UIN Jambi/ Foto: Ferdi

Kajanglako.com, Jambi - Universitas Islam Negeri (UIN) Jambi saat ini masih mengkaji terkait larangan bagi mahasiswanya yang menggunakan cadar. Hal itu disampaikan oleh Wakil Rektor III UIN Jambi Hj Fadhilah.

Fadhilah mengatakan, jika aturan untuk melarang mahasiswa menggunakan cadar tidak ada diterapkan dari pusat. Hanya saja, dirinya sempat mendengar adanya sinyal yang menyebutkan bahwa setiap kampus di bawah Kementrian Agama (Kemenag) termasuk UIN harus berpakaian sesuai dengan Islam Indonesia.



"Dan itu masih dalam kajian kita, karena secara kongkret kita masih mencari tahu pakaian sesuai Islam Indonesia itu yang bagaimana," ujar Fadhilah, Rabu (07/03).

Ia juga menjelaskan, bahwa adanya peraturan pelarangan menggunakan cadar ini memang menjadi pro dan kontra di kalangan masyarakat yang menilainya. Namun lanjut Fadillah, hal itu kembali lagi dengan kebijakan Rektor di kampus masing-masing.

"Kalau saya sih menyikapi pelarangan itu seperti ini, setiap orang kan punya alasan masing-masing untuk menertibkan itu. Apakah baik atau tidaknya mahasiswa untuk tidak menggunakan cadar, tetapi terlepas orang itu setuju atau tidak juga, dan terlepas dari hukum boleh atau tidak menggunakan cadar itu," jelasnya.

"Kalau memang dilihat dari segi untuk berkomunikasi secara verbal memang bagusnya wajah tidak ditutup kalau itu memang untuk kepentingan akademik. Tetapi jika itu menurut hak setiap orang, maka kita tidak bisa melarangnya," sambung Fadillah.

Sementara itu Anisa salah satu mahasiswa UIN Jambi mengaku menolak jika peraturan larangan bercadar itu akan diberlakukan, menurut dirinya alasan peraturan untuk melarang mahasiswinya untuk menggunakan cadar bertentangan dengan hak manusia.

Apalagi dirinya menilai, bahwa islam sangat mewajibkan kaum perempuan untuk menutup segala aurat yang ada ditubuhnya termasuk muka.

"Jadi jika alasan pelarangan penggunaan cadar itu hanya karena ketakutan, itu tidaklah pas dijadikan alasan," terangnya.

Hanya saja kali ini yang baru didengar peraturan membuka cadar itu saat mahasiswa sedang menjalani ujian dengan maksud dapat mengenali mahasiswinya.

"Tetapi jika untuk peraturan larangan yang akan diberlakukan di UIN Jambi saat ini belum ada. Jikapun ada saya sangat menentang itu," tukasnya.

Sikap berbeda disampaikan Dini, mahasiswi UIN Jambi semester II. Dirinya menyetujui dengan adanya larangan bagi mahasiswi menggunakan cadar.

Menurut Dini, sebagai warga negara Indonesia haruslah mengikuti bagaimana tata cara berpakaian Islam Indonesia itu sendiri.

"Karena menggunakan cadar kan bukanlah tata cara berpakaian muslim Indonesia, itu adalah tata cara berpakaian muslim di Arab sana. Yang menjadi kekhawatiran saya saat ini ialah jika adanya pihak-pihak tertentu yang mengambil kesempatan dengan melibatkan mereka yang pengguna cadar untuk ikut dalam aksi radikalisme dengan cara pencucian otak," ungkapnya.

"Dan itu menjadi salah satu contoh ketakutan yang saya rasakan. Namun itu tergantung sikapnya manusianya masing-masing. Karena ini masalah hak," terang Dini.

Dini juga menyebutkan sebelum diterima masuk di kampus UIN Jambi, dirinya sempat mendengar adanya himbauan larangan menggunakan cadar. 

Hanya saja himbauan itu belum sepenuhnya diberlakukan, karena belum ada perintah edaran langsung secara resmi terkait larangan bercadar itu di kampus-kampus.

"Dan jika seandainya edaran itu secara resmi diedarkan dan diberlakukan di UIN Jambi sama seperti UIN Yogyakarta, maka saya sih menganggapnya setuju-setuju saja, jika itu merupakan suatu hal kebaikan yang diatur oleh pihak kampus itu sendiri," tukasnya.

Sebagaimana diketahui saat ini Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga (Suka), Yogyakarta, telah melarang mahasiswinya untuk mengenakan cadar di dalam kampus. Dan kini larangan penguna cadar itu sendiri menjadi pro dan kontra di tengah masyarakat. (kjcom)


Tag : #Larangan bercadar #mahasiswi #kampus UIN



Berita Terbaru

 

Selasa, 19 Maret 2019 19:38 WIB

Rakor Sosdukcapil, Ini yang Disampaikan Sekda Dianto


Kajanglako.com, Jambi - Rapat Koordinasi Sosial Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Sosdukcapil) se-Provinsi Jambi Tahun 2019, berlangsung di Wiltop Hotel

 

Selasa, 19 Maret 2019 19:27 WIB

Bupati Mashuri Lantik Rio Terpilih Dusun Ujung Tanjung


Kajanglako.com, Bungo - Bupati Bungo, Mashuri, resmi melantik Susanto sebagai Rio Dusun Ujung Tanjung Kecamatan Jujuhan periode 2019-2024, Selasa (19/03). Turut

 

Selasa, 19 Maret 2019 19:24 WIB

Bupati Mashuri Lapor SPT Tahunan dengan e-Filing di KPP Pratama Bungo


Kajanglako.com, Bungo - Untuk memberikan teladan kepada masyarakat, Bupati Bungo Mashuri beserta Sekretaris Daerah Ridwan Is menyampaikan SPT tahunan PPH

 

Selasa, 19 Maret 2019 19:17 WIB

KPK Periksa 8 Anggota DPRD, Febri: Jika Ada yang Terima Uang Lebih Baik Dikembalikan


Kajanglako.com, Jambi - Hari ini Selasa (19/3), KPK melakukan pemeriksaan terhadap 8 orang saksi yang menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Jambi. Pemeriksaan

 

Selasa, 19 Maret 2019 16:35 WIB

Aminuddin Geser Posisi Syahrial Pimpin Gerindra Batanghari


Kajanglako.com, Batanghari - Kabar mengejutkan datang dari DPC Partai Gerindra Kabupaten Batanghari. Masalahnya, saat ini yang memimpin Gerindra Batanghari