Jumat, 22 Juni 2018


Kamis, 01 Maret 2018 19:11 WIB

Bekas Imunisasi Membengkak, Bocah 7 Tahun di Merangin Harus Dioperasi

Reporter : Riki Saputra
Kategori : Berita Daerah Peristiwa

Rumah Sakit Daerah Bangko

Kajanglako.com, Merangin - CR, siswa salah satu SD di Merangin harus menjalani operasi di bagian tangan. Ini disebabkan bekas suntikan imunisasi di tangannya tersebut infeksi dan membengkak.

Informasinya, bocah 7 tahun itu pada awal Nopember 2017 lalu mendapat imunisasi di sekolahnya. Dan yang melakukan imunisasi atau suntik vaksin adalah pihak dari Puskemas Pematang Kandis Bangko.



Seminggu setelah divaksinasi, memar di bekas suntikan tak kunjung hilang. Orang tua CR yang khawatir dengan kondisi anaknya, langsung membawa CR ke puskemas. Lalu dilakukan pengobatan oleh pihak Puskemas.

Namun satu minggu dari pengobatan di Puskesmas tersebut, memar bekas vaksinasi di tangan CR makin parah. Bahkan bekas suntikan tersebut mengeluarkan daging kecil (benjolan).

Orang tua CR yang kian cemas, kembali mendatangi Puskesmas Pematang Kandis untuk menanyakan penyakit anaknya. Waktu itu pihak Puskemas kembali melakukan pengobatan terhadap bocah tersebut.

Dua bulan lebih setelah pengobatan kedua, penyakit bekas suntikan imunisasi tersebut tak kunjung sembuh.

Melihat kondisi anaknya, orang tua korban lalu mendatangi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Merangin. Menanggapi pengaduan orang tua CR, pihak Dinkes melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Kesehatan Provinsi Jambi. Laporan tersebut mendapat tanggapan dari Dinkes Porvinsi Jambi dengan langsung menurunkan tim ke Kabupaten Merangin.

Setelah dicek langsung oleh tim dari Dinkes Provinsi Jambi, korban disarankan untuk dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut. Setelah diperiksa oleh dokter bedah, maka disarankan untuk dilakukan operasi mengangkat daging tumbuh yang ada di lengan korban. 

Karena takut terjadi yang tidak diinginkan pada anaknya, orang tua korban memenuhi permintaan dokter untuk melakukan operasi terhadap anaknya di Rumah Sakit Daerah Bangko. Karena orang tua korban adalah ASN dan mempunyai kartu BPJS, maka pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin mengeluarkan surat rujukan untuk kepengurusan BPJS korban.

Namun karena orang tua CR hanya mempunyai BPJS kelas dua, dan saat itu ruang inap kelas dua di Rumah Sakit Daerah Bangko dalam keadaan penuh, maka orang tua korban pun meminta kepada pihak rumah sakit agar korban menjalani rawat inap di kelas utama.

Karena perbedaan kelas ruangan, orang tua korban dibebani biaya tambahan oleh pihak rumah sakit.

Orang tua korban mencoba berkoordinasi dengan pihak Puskesmas, karena operasi tersebut atas permintaan dari pihak Dinkes. Namun saat itu pihak Puskemas Pematang Kandis mengatakan tidak mempunyai biaya untuk pengobatan anak tersebut. 

Hengky, orang tua CR, saat dibincangi awak media mengatakan jika dirinya merasa dirugikan oleh pihak Puskemas. Dia menuding sakit yang diderita anaknya diakibatkan suntikan vaksin dari pegawai Puskesmas Pematang Kandis.

“Seharusnya pihak Puskesmas yang bertangung jawab atas kejadian tersebut. Ini malah mereka lepas tanggung jawab terhadap nasib anak saya. Jika biaya pengobatan anak saya yang menanggung dengan menggunakan BPJS saya, berarti pihak Puskesmas tidak berbuat apa-apa,” kata Henky.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Merangin, Solahuddin dikonfirmasi terkait hal ini juga mengaku telah bertemu dengan orang tua anak CR. Ia mengatakan, kejadian ini merupakan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

“Imunisasi ini memang sangat penting untuk anak. Dan memang ada efeknya, ada yang ringan dan ada yang berat. Tapi untuk mengatasi efek tersebut pemerintah ada program KIPI,” terang Solahuddin, Kamis (1/3).

Melalui program KIPI inilah sebutnya penanganan dilakukan. Di mana biaya untuk pengobatan ditanggung oleh pemerintah.

“Sebenarnya KIPI ini jarang terjadi dan sangat kecil kemungkinan terjadi. Tapi tetap bisa terjadi,” ujarnya.

Terkait yang dialami CR, dikatakan Solahudin telah ditangani KIPI. Pembengkakan di tangan bocah tersebut juga telah dioperasi dan sudah sembuh.

“Anaknya sekarang sudah sembuh dan sudah pulang ke rumah. Biaya pengobatan karena orang tuanya ada BPJS maka menggunakan itu. Sementara biaya tambahannya akan diganti,” tuntasnya. (kjcom)


Tag : #Merangin #Bangko #Imunisasi #Vaksinasi



Berita Terbaru

 

Pilkada Kerinci 2018
Jumat, 22 Juni 2018 19:11 WIB

Zainal-Arsal Paling Berpeluang Jadi Bupati Kerinci, Ini Kata Tokoh Siulak


Kajanglako.com, Kerinci - Tidak hanya didukung oleh warga Kerinci Bagian Hilir. Dukungan untuk pasangan nomor urut 3, Zainal Abidin dan Arsal Apri juga

 

Pilwako Jambi 2018
Jumat, 22 Juni 2018 18:32 WIB

[Foto-foto] Kampanye Akbar Abdullah Sani-Kemas Alfarizi


 

Pilkada Kerinci 2018
Jumat, 22 Juni 2018 17:53 WIB

Deretan Artis Tenar Pengisi Kampanye Akbar Zainal Arsal Sudah Tiba di Kerinci


Kajanglako.com, Kerinci - Bukan janji, tapi pasangan Calon Bupati Kerinci nomor urut 3 benar-benar membuktikan untuk memboyong artis dangdut papan atas

 

Pilwako Jambi 2018
Jumat, 22 Juni 2018 17:34 WIB

Edi Purwanto: Sani-Izi Akan Hapus Tangis Rakyat Kecil


Kajanglako.com, Kota Jambi - Kampanye Akbar pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Jambi Abdullah Sani-Kemas Alfarizi (Sani-Izi) dihadiri antusias

 

Pilwako Jambi 2018
Jumat, 22 Juni 2018 16:59 WIB

H Bakri: Jangan Terprovokasi Berita Hoax Jika Sani-Izi Bakal Kalah Telak


Kajanglako.com, Jambi - Satu persatu pimpinan partai pengusung menyampaikan orasinya di kampanye akbar pasangan Sani-Izi di Lapangan KONI, Jumat (22/6).