Rabu, 14 November 2018


Kamis, 31 Agustus 2017 17:34 WIB

50 Unit Perumahan Nelayan Terancam Dibongkar

Reporter :
Kategori : Tanjabbar

Pembangunan perumahan khusus nelayan di Parit VII Kuala Tungkal yang diduga tidak sesuai spesifikasi

Kajanglako.com, Tanjung Jabung Barat – Pembangunan 50 unit Perumahan Khusus (Rusus) Nelayan di kawasan Parit VII Kuala Tungkal Tanjab Barat, diduga tidak sesuai spesifikasi pekerjaan, puluhan unit rumah yang dibangun melalui dana APBN itu terancam dibongkar.

Munculnya dugaan penyimpangan, ketika ditemukan plester dinding yang seharusnya dalam Bills Of Qwanties (BQ) setebal 15 milimeter, kenyataannya hanya 10 milimeter.



Begitu juga dalam segi pembesian, pemakaian behel tapak juga diduga tidak memenuhi spesifikasi. Besi yang semula menggunakan ukuran 12 milimeter, hanya menggunakan besi ukuran 10 milimeter.

“Awalnya digunakan besi behel untuk tapak berukuran 12 milimeter sebanyak 50 batang. Pemasangan selanjutnya hanya pakai ukuran 10 mm,” ungkap seorang pekerja yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Konsultan pembangunan rumah nelayan ini juga mengungkapkan adanya indikasi kecurangan, untuk ukuran bangunan satu unit rumah tapak pondasi biasa menggunakan besi sekitar 20 batang untuk tipe 36.

“Kalau dikalikan 50 unit, tapak pondasi bangunan perumahan nelayan itu butuh seribu batang,” kata konsultan itu.

Ironisnya, dari informasi pekerja di lapangan, besi tapak ukuran 12 milimeter hanya didatangkan sekitar 50 batang. Kekuatan fisik bangunan ini dikhawatirkan tidak maksimal.

Masih menurut konsultan tersebut, balok slop juga minim pembesian. “Jika bangunan ini terus dikerjakan, jelas tidak akan sesuai harapan,” sebutnya.

Menanggapi adanya dugaan kekurangan volume dalam pembangunan rumah nelayan tersebut, Kabid Pemukiman dan Perumahan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Tanjabbar, Arif Sambudi, menegaskan jika pihaknya tak ada hubungan permanen dalam mengawasi pembangunan 50 unit rumah nelayan ini.

“Kami tidak ada hubungan langsung untuk mengawasinya. Jika benar dugaan itu, secara teknis harus ditinjau kembali. Bisa saja dibongkar dan dibangun kembali agar tidak memakan korban,” tegas Arif.

Meski pihaknya diikutsertakan dalam pembangunan rumah nelayan tersebut, namun hanya sebatas penyediaan lahan lokasi. “Kami dari Kimrum tidak tahu soal teknisnya,” ujarnya. (die)


Tag : #Tanjjabbar #Nelayan #Perumahan



Berita Terbaru

 

Rabu, 14 November 2018 00:18 WIB

Politik Identitas Jelang Pemilu, Al Makin: Menghilangkan Substansi Masalah Sebenarnya


Kajanglako.com, Kota Jambi - Semakin mendekati Pemilu 2019, isu politik identitas semakin kentara disebarluaskan ke tengah masyarakat. Medium utamanya,

 

Operasi Zebra 2018
Selasa, 13 November 2018 20:25 WIB

Satlantas Sarolangun Keluarkan 1.318 Surat Tilang Selama Operasi Zebra


Kajanglako.com, Sarolangun - Selama 14 hari pelaksanaan Operasi Zebra 2018, Satlantas Polres Sarolangun sedikitnya mengeluarkan 1.318 surat tilang, baik

 

Selasa, 13 November 2018 20:13 WIB

Percobaan Penculikan Anak, Dewan Sarolangun Minta TNI/Polri Bersinergi


Kajanglako.com, Sarolangun – Kabar dugaan  percobaan penculikan  anak  di  RT 11 Desa Bernai, Sabtu malam lalu, membuat Anggota

 

Selasa, 13 November 2018 19:56 WIB

Kejari Tanjabbar Musnahkan Narkoba Bernilai Miliaran Rupiah


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Barat – Barang bukti hasil tangkapan kasus Narkoba dan tindak pidana umum dimusnahkan yang di Halaman Kantor Kejaksaan

 

Selasa, 13 November 2018 19:36 WIB

Mau Damai, Kepala MTS Simpang Babeko yang 'Pecut' Siswanya Harus Setor Rp200 Juta


Kajanglako.com, Bungo - Kasus pemukulan yang dilakukan oleh Kepala MTS Negeri Simpang Babeko, Kabupaten Bungo, terhadap siswanya atas nama M Fiqri Ardiansyah