Kamis, 21 Februari 2019


Kamis, 31 Agustus 2017 17:34 WIB

50 Unit Perumahan Nelayan Terancam Dibongkar

Reporter :
Kategori : Tanjabbar

Pembangunan perumahan khusus nelayan di Parit VII Kuala Tungkal yang diduga tidak sesuai spesifikasi

Kajanglako.com, Tanjung Jabung Barat – Pembangunan 50 unit Perumahan Khusus (Rusus) Nelayan di kawasan Parit VII Kuala Tungkal Tanjab Barat, diduga tidak sesuai spesifikasi pekerjaan, puluhan unit rumah yang dibangun melalui dana APBN itu terancam dibongkar.

Munculnya dugaan penyimpangan, ketika ditemukan plester dinding yang seharusnya dalam Bills Of Qwanties (BQ) setebal 15 milimeter, kenyataannya hanya 10 milimeter.



Begitu juga dalam segi pembesian, pemakaian behel tapak juga diduga tidak memenuhi spesifikasi. Besi yang semula menggunakan ukuran 12 milimeter, hanya menggunakan besi ukuran 10 milimeter.

“Awalnya digunakan besi behel untuk tapak berukuran 12 milimeter sebanyak 50 batang. Pemasangan selanjutnya hanya pakai ukuran 10 mm,” ungkap seorang pekerja yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Konsultan pembangunan rumah nelayan ini juga mengungkapkan adanya indikasi kecurangan, untuk ukuran bangunan satu unit rumah tapak pondasi biasa menggunakan besi sekitar 20 batang untuk tipe 36.

“Kalau dikalikan 50 unit, tapak pondasi bangunan perumahan nelayan itu butuh seribu batang,” kata konsultan itu.

Ironisnya, dari informasi pekerja di lapangan, besi tapak ukuran 12 milimeter hanya didatangkan sekitar 50 batang. Kekuatan fisik bangunan ini dikhawatirkan tidak maksimal.

Masih menurut konsultan tersebut, balok slop juga minim pembesian. “Jika bangunan ini terus dikerjakan, jelas tidak akan sesuai harapan,” sebutnya.

Menanggapi adanya dugaan kekurangan volume dalam pembangunan rumah nelayan tersebut, Kabid Pemukiman dan Perumahan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Tanjabbar, Arif Sambudi, menegaskan jika pihaknya tak ada hubungan permanen dalam mengawasi pembangunan 50 unit rumah nelayan ini.

“Kami tidak ada hubungan langsung untuk mengawasinya. Jika benar dugaan itu, secara teknis harus ditinjau kembali. Bisa saja dibongkar dan dibangun kembali agar tidak memakan korban,” tegas Arif.

Meski pihaknya diikutsertakan dalam pembangunan rumah nelayan tersebut, namun hanya sebatas penyediaan lahan lokasi. “Kami dari Kimrum tidak tahu soal teknisnya,” ujarnya. (die)


Tag : #Tanjjabbar #Nelayan #Perumahan



Berita Terbaru

 

Kamis, 21 Februari 2019 21:35 WIB

Peringati HPSN, Wabup Robi dan Kapolres Pungut Sampah di Pasar Induk


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Timur - Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Wakil Bupati Tanjabtim Robby Nahliansyah dan Kapolres Tanjabtim

 

Rakernas APPSI
Kamis, 21 Februari 2019 17:53 WIB

Rakernas APSI Bersama Wapres JK, Fachrori Tekankan Pengembangan Produk Lokal


Kajanglako.com, Jambi - Gubernur Jambi, Fachrori Umar, menekankan pengembangan produk unggulan daerah se-Provinsi Jambi dalam menyongsong kerjasama antar

 

Kamis, 21 Februari 2019 17:51 WIB

Hadiri Sertijab DWP BPKP Provinsi Jambi, Ini Pesan Neta Dianto


Kajanglako.com, Jambi - Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jambi, Neta Aryani Dianto, menghadiri Sertijab DWP BPKP Perwakilan Provinsi Jambi. Sertijab

 

Kamis, 21 Februari 2019 17:50 WIB

PDAM Batanghari Putus 328 Sambungan Pelanggan yang Menunggak Pembayaran


Kajanglako.com, Batanghari – Sekitar 328 Sambungan Rumah (SR) air bersih diputus oleh PDAM Tirta Batanghari. Direktur utama PDAM Batanghari, Abu

 

Kamis, 21 Februari 2019 17:49 WIB

Pemkab Tanjabbar Dorong Kemandirian Kepala Sekolah Melalui Forum KKKS


Kajanglako.com, Jambi – Perhatian Tanoto Foundation terhadap dunia pendidikan di Provinsi Jambi terus berlanjut melalui program STEP (School Transition