Minggu, 19 Agustus 2018


Kamis, 31 Agustus 2017 17:34 WIB

50 Unit Perumahan Nelayan Terancam Dibongkar

Reporter :
Kategori : Tanjabbar

Pembangunan perumahan khusus nelayan di Parit VII Kuala Tungkal yang diduga tidak sesuai spesifikasi

Kajanglako.com, Tanjung Jabung Barat – Pembangunan 50 unit Perumahan Khusus (Rusus) Nelayan di kawasan Parit VII Kuala Tungkal Tanjab Barat, diduga tidak sesuai spesifikasi pekerjaan, puluhan unit rumah yang dibangun melalui dana APBN itu terancam dibongkar.

Munculnya dugaan penyimpangan, ketika ditemukan plester dinding yang seharusnya dalam Bills Of Qwanties (BQ) setebal 15 milimeter, kenyataannya hanya 10 milimeter.



Begitu juga dalam segi pembesian, pemakaian behel tapak juga diduga tidak memenuhi spesifikasi. Besi yang semula menggunakan ukuran 12 milimeter, hanya menggunakan besi ukuran 10 milimeter.

“Awalnya digunakan besi behel untuk tapak berukuran 12 milimeter sebanyak 50 batang. Pemasangan selanjutnya hanya pakai ukuran 10 mm,” ungkap seorang pekerja yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Konsultan pembangunan rumah nelayan ini juga mengungkapkan adanya indikasi kecurangan, untuk ukuran bangunan satu unit rumah tapak pondasi biasa menggunakan besi sekitar 20 batang untuk tipe 36.

“Kalau dikalikan 50 unit, tapak pondasi bangunan perumahan nelayan itu butuh seribu batang,” kata konsultan itu.

Ironisnya, dari informasi pekerja di lapangan, besi tapak ukuran 12 milimeter hanya didatangkan sekitar 50 batang. Kekuatan fisik bangunan ini dikhawatirkan tidak maksimal.

Masih menurut konsultan tersebut, balok slop juga minim pembesian. “Jika bangunan ini terus dikerjakan, jelas tidak akan sesuai harapan,” sebutnya.

Menanggapi adanya dugaan kekurangan volume dalam pembangunan rumah nelayan tersebut, Kabid Pemukiman dan Perumahan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Tanjabbar, Arif Sambudi, menegaskan jika pihaknya tak ada hubungan permanen dalam mengawasi pembangunan 50 unit rumah nelayan ini.

“Kami tidak ada hubungan langsung untuk mengawasinya. Jika benar dugaan itu, secara teknis harus ditinjau kembali. Bisa saja dibongkar dan dibangun kembali agar tidak memakan korban,” tegas Arif.

Meski pihaknya diikutsertakan dalam pembangunan rumah nelayan tersebut, namun hanya sebatas penyediaan lahan lokasi. “Kami dari Kimrum tidak tahu soal teknisnya,” ujarnya. (die)


Tag : #Tanjjabbar #Nelayan #Perumahan



Berita Terbaru

 

HUT ke-73 RI
Minggu, 19 Agustus 2018 21:41 WIB

Serunya Lomba Pacu Perahu di Desa Mendalo Laut, Ada Kategori untuk Ibu-ibu


Kajanglako.com, Muarojambi - Memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-73 Republik Indonesia, Pemerintah Desa Mendalo Laut mengadakan lomba pacu perahu tradisional

 

HUT ke-73 RI
Minggu, 19 Agustus 2018 21:25 WIB

Bupati Syahirsah Saksikan Atraksi Pawai Kebudayaan


Kajanglako.com, Batanghari - Bupati Batanghari, Ir Syahirsah Sy, beserta istri menyaksikan langsung pawai kebudayaan. Terlihat ribuan masyarakat Batanghari

 

HUT ke-73 RI
Minggu, 19 Agustus 2018 16:52 WIB

Video [KJTV] - Upacara Pengibaran Bendera Peringati HUT 73 RI


 

Minggu, 19 Agustus 2018 12:53 WIB

Lempar Guyonan di Gowes BI, Fasha: Jelang Pileg Bakal Banyak Kegiatan Gowes


Kajanglako.com, Jambi - Walikota Jambi, Syarif Fasha, menghadiri acara Gowes 73 KM yang digelar Bank Indonesia, Minggu (19/8).   Saat memberikan sambutan,

 

Minggu, 19 Agustus 2018 09:00 WIB

Diduga Ingin Selundupkan Ganja, Pengunjung Lapas Bungo Diamankan


Kajanglako.com – Nekat membawa ganja saat berkunjung ke Lapas Klas 2B Bungo, ID (19) warga Rantau Panjang, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, ditangkap