Senin, 17 Desember 2018


Rabu, 28 Februari 2018 19:30 WIB

Kerap Picu Kecelakaan, Dewan Minta Zola Instruksikan Truk Batubara Taat Aturan

Reporter : Raden Suhur
Kategori : Berita

Deretan truk batubara di jalan lintas

Kajanglako.com, Batanghari - Truk angkutan batubara saat ini melintas tidak mengikuti aturan lagi, Perda Nomor 13 Tahun 2012  dan Pergub Nomor 18 tahun 2013 tentang Angkutan Batu Bara sudah tak digubris lagi.

Bahkan, seringkali truk batubara melintas pada pagi hari dan siang bolong di saat lalu lintas tengah ramai dan anak sekolah masih ramai. Sehingga kerap kali, truk batubara pemicu terjadinya kecelakaan lalu lintas. Terbaru, guru SMPN 21 Batanghari merenggang nyawa terlindas truk batu bara saat menjemput anaknya sekolah.



Tingginya angka kecelakaan yang disebabkan oleh truk angkutan batubara membuat Anggota Dewan Provinsi Jambi Syahbandar angkat bicara. Dirinya meminta agar Gubernur Jambi Zuimi Zola menghimbau perusahaan batubara untuk mengikuti aturan yang ada.

"Selaku anggota dewan provinsi, saya berharap agar Pak Gubernur Jambi menghimbau semua perusahaan tambang batubara dan berkoordinasi dengan Bupati setempat. Perusahaan harus menyesuaikan aturan yang ada. Pemkab setempat sebisa mungkin memerintahkan dinas terkait agar bisa mengatur rute-rute yang tidak boleh dilalui angkutan batubara," papar Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi tersebut.

Senada juga dikatakan Kasat Lantas Polres Batanghari, AKP La Ode Prasetyo Fuad. Dia juga meminta agar Pemkab Batanghari bisa menegakkan Peraturan Bupati Batanghari Nomor 20 tahun 2013 tentang Cara Pelaksanaan Pengangkutan Batubara di Kabupaten Batanghari. 

Kasat Lantas menyebutkan, untuk menertibkan truk batubara yang melintas di Kabupaten Batanghari pada siang hari, peran Pemkab untuk menegakkan Perbup tentang batubara sangat dibutuhkan.

"Pemkab Batanghari harus tegakkan Perbup tentang batubara," kata AKP La Ode.

Menurutnya saat ini tim terpadu yang menangani masalah batubara juga tidak berjalan dengan baik, karena semenjak tim terpadu tersebut dibentuk, belum ada rapat antara sesama anggota tim.

"Timdu juga tidak jalan, rapat pun tidak pernah dengan alasan belum ada dana," ungkap AKP La Ode.

Lebih jauh ia menyebutkan, sepanjang tahun 2017 lalu, dari 64 orang yang meninggal dunia di jalan, sebanyak 22 orang meninggal akibat truk batubara.

"Iya, tahun lalu 22 orang meninggal akibat batubara," ujarnya. (kjcom)


Tag : #Batu Bara #Batanghari #Lakalantas #Kecelakaan Maut



Berita Terbaru

 

Senin, 17 Desember 2018 18:32 WIB

Catatan Akhir Tahun KKI WARSI, Menagih Kejujuran Pengelolaan Sumber Daya Alam


Kajanglako.com, Jambi - Penambangan emas liar, banjir dan longsor dan konflik sumber daya alam masih menjadi problematika Jambi sepanjang  2018. Peristiwa

 

Senin, 17 Desember 2018 18:21 WIB

Sekda Dianto Diopname di RS Korea Selatan


Kajanglako.com, Jambi - Terkait adanya informasi yang menyatakan bahwa Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, M.Dianto, dirawat di salah satu rumah

 

Senin, 17 Desember 2018 18:14 WIB

Jambi Ternyata Pasok Daging Celeng 200 Ton Perbulan ke Sumut dan Pekanbaru


Kajanglako.com, Jambi - Provinsi Jambi ternyata merupakan salah satu pemasok terbesar daging celeng ke sejumlah provinsi di Pulau Sumatera, di antaranya

 

Senin, 17 Desember 2018 18:00 WIB

Satgas Pangan Sidak ke Pasar Angsoduo Jelang Tahun Baru, Ini Hasilnya


Kajanglako.com, Jambi - Tim Satgas Pangan Provinsi Jambi melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Pasar Angso Duo Baru, Senin (17/12). Sidak dipimpin Agus

 

Senin, 17 Desember 2018 17:50 WIB

Wabup Apri ke ASN: Harus Netral di Tahun Politik, Terutama di Medsos


Kajanglako.com, Bungo - Pemerintah Kabupaten Bungo melaksanakan upacara untuk memperingati Organisasi Korps Pegawai Republik Indonesia ke-47, PGRI ke-73