Sabtu, 17 November 2018


Kamis, 08 Februari 2018 15:37 WIB

Puisi-Puisi Suminto A. Sayuti

Reporter :
Kategori : Oase Puisi

Prof. Suminto A. Sayuti (Penyair dan Guru Besar Bahasa dan Sastra Universitas Yogyakarta)

Pohon Trembesi, Pagi Songgoriti

- nita



Pagi pohon trembesi. Melangkah cahaya

Bersama rimbun daun-daun. Gemericik air

Aroma hidup pun mengalir. Lalu kabut

Sepanjang bukit. Sepanjang rindu yang bangkit.

Maka aku pun lereng. Pada perbukitan terjal

Menapaki jalan ajal. Menujumu

Menujumu. Kudekap sunyi

Kudekap dirimu. Serupa dekap hidup dan mati

Malang, 2011

 

Syair di Pematang

seperti engkau lihat sendiri

segenggam benih sawi telah ditebar

lalu berkecambah di tanah gembur

dan akulah petani itu, menunggu dengan sabar

agar tumbuh dan berkembang, di sela-sela umur

 

berdiri di tengah pematang

kehidupan pun bermula

membaca bayang-bayang

diri pun tumpah di kubangan tanda

Kertodadi, 2004

 

Sebuah Goa di Puncak Bukit

di sebuah goa kecil

di puncak bukit

seonggok tubuh kerdil

menggapai-gapai langit

 

engkau mesti bersabar

menakar diri menakar hati

sebelum lakon digelar

ditabuh dulu si babar layar

 

jangan dulu bertanya

di mana dalang sejati sembunyi

sebelum diri selesai mendaki

sebelum puncak

sebelum goa terlacak

Makkah, 2004

 

Syair Anjing

cinta itu bak anjing

salaknya tak henti

menembus belukar hati

menguntit hari-hari kita

menagih mimpi adam dan hawa

kekasih, dengarlah gonggongnya

menggema dalam rongga

rasakan lenguh dan dengus napasnya

jiwa tegak dan tatapan jauh

dalam diriku kamu ada!

Yogyakarta, 2005

 

Melepas Matahari

Kita lepas matahari yang lelah

Biarkan pundak ombak dan kangkang kaki langit

Jadi dipan istirah

Kita timbun bersama

Berlusin impian hari-hari kemarin

Dengan ikhlas dan yakin

Kita basuh kusut wajah dengan embun fajar esok hari

Dengan niat dan munajat

Menghangatkan diri dengan matahari lain

Membangun kemah hunian baru

Seperti pernah kita alami

Di padang luas berpasir

Tempat hati kita menambatkan desir

Seruan demi seruan, tetap kumandang

Panggilan demi panggilan menemu jawaban

Kita pun bukan kabilah sunyi

Kita pun barisan barzanji

Selamat menemu harapan dan tuju

Yogyakarta, 2009

 

Rumah Kata

Kembali ke rumah kata. Kembali ke rumah cinta

Siapa menunggumu. Putik kembang bertaburan

di pembaringan

Harum pun menyisir rambut. Semua yang teraba berbatas ceruk

Tak terbaca. Kembalilah jiwa demi dahaga

Bersama matahari. Bias jingga. Sebelum berpaling muka.

 

Yogyakarta, 2012

 

Syair Puncak

Jangan tanyakan puncak. Mendakilah terus ke Utara

Karna puncak tak pernah ada. Ialah kerendahhatian yang

diam tanpa suara

Maka kita pun dataran rendah. Sepetak sawah bagi petani kecil

Sejengkal kolam bagi ikan-ikan mungil. Rimbun daun bagi

birahi sepasang burung. Secercah cahaya bagi pejalan

larut. Sebaris fatwa bermakna

Sebait puisi abadi. Tak ada puncak ketika di ketinggian

Tak ada puncak ketika kemah hunian kita dirikan dalam diri

Yogyakarta, 2012

 

*Suminto A. Sayuti adalah Guru Besar Ilmu Sastra pada Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Yogyakarta. Aktif menulis esai, buku teks kesastraan dan mengisi forum ilmiah kesusastraan dalam maupun luar negeri. Puisi yang dimuat ini atas izi penyair dan bersumber dari buku puisinya, yaitu Bangsal Sri Manganti (Pustaka Pelajar,2013).




Berita Terbaru

 

Ekspedisi Belanda ke Djambi
Sabtu, 17 November 2018 09:17 WIB

Toeankoe Radja Loeboe Oelang-aling


Oleh: Frieda Amran (Antropolog. Mukim di Belanda) Seorang pegawai pemerintahan Hindia-Belanda—seorang lelaki yang pandai bergaul dengan dan dipercayai

 

Jumat, 16 November 2018 12:55 WIB

Pemprov Jambi MoU Program e-Samsat Nasional


Kajanglako.com, Jambi - Plt Gubernur Jambi, Fachrori Umar, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerjasama Samsat (PKS) Online Nasional.   MoU

 

Penerimaan CPNS 2018
Jumat, 16 November 2018 08:48 WIB

Tingkat Kelulusan CASN Rendah, Ini Kata Ihsan Yunus


Kajanglako.com - Rekrutmen Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun ini meninggalkan cerita pelik. Di satu sisi Negara tengah membutuhkan banyak tambahan

 

Festival Budaya Bioskop
Jumat, 16 November 2018 06:20 WIB

Bentuk Museum Bioskop, Tempoa Art Digandeng Institut Kesenian Jakarta


Kajanglako, Jambi-hanya tinggal menghitung hari, Festival Budaya Bioskop Jambi segera dibuka untuk publik. Festival untuk pertama kali di Jambi ini merupakan

 

Kamis, 15 November 2018 22:10 WIB

Dugaan Percobaan Penculikan Anak, CE: Jangan Buat Gaduh Sebelum Jelas Motifnya


Kajanglako.com, Sarolangun - Kabar dugaan percobaan penculikan anak di Desa Bernai Luar, Kabupaten Sarolangun, Sabtu (10/11) lalu sempat membuat gempar