Selasa, 18 Desember 2018


Rabu, 21 Februari 2018 12:56 WIB

Uang dan Krisis Moral

Reporter :
Kategori : Ragam Features

ilustrasi

Oleh: Yudi Latif*

Saudaraku, di zaman pemberhalaan materi, kemana pun derap langkah seakan tak ada keselamatan di luar pasar. Di hadapan kuasa uang, segala agama-etika meleleh.



Banjir uang yang menerjang jagat politik membawa penyakit epidemik di ranah publik. Segala nilai dikonversikan jadi nilai uang.

Relasi publik menjadi hubungan konsumtif. Politik mengalami konsumerisasi dan privatisasi. Pengibaran citra-diri menggantikan kualitas jati-diri.

Sihir moneter ini bahkan menembus jantung pertahanan sipil. Masyarakat madani sebagai reservoir nilai sipilitas dan kesukarelaan jebol ketika uang menjadi penentu, bahkan dalam pemilihan pemimpin ormas keagamaan.

Dalam kehidupan publik yang sehat, ada banyak hal yang tak bisa dibeli dengan uang. Namun, kini, cuma sedikit yang masih tersisa.

Memberi harga pada pranata kebajikan publik mengandung daya korosif dan koruptif bagi perkembangan bangsa. Alasannya karena uang (pasar) bukan saja mengalokasikan barang, tetapi juga mempengaruhi sikap manusia dan nilai barang yang diperjualbelikan.

Melelang bangku sekolah kepada pembayar tertinggi memang bisa meningkatkan keuntungan, namun juga melunturkan integritas dunia persekolahan dan nilai ijazahnya, seraya merusak prinsip kesetaraan meritokratis.

Menyewakan “kenyamanan” sel tahanan kepada para pesakitan berduit tidak bisa diterima, karena tahanan bukanlah tempat pelesiran, melainkan tempat hukuman-rehabilitasi sosial. Memberi kenyamanan kepada tahanan menempatkan kejahatan sebagai sesuatu yang mulia.

Pilihan politik bukan untuk diperjualbelikan, karena hal itu menyangkut hak dan kewajiban warga negara. Kewajiban kewargaan tidak sepatutnya dianggap sebagai properti perseorangan yang bisa dijual, tetapi harus dipandang sebagai pertanggungjawaban publik. Menjual hak pilih menjadikan urusan publik dikendalikan oleh kekuatan privat.

Ayat-ayat kitab suci bukan untuk diperjualbelikan, karena pemanipulasian pesan-pesan keilahian bagi kepentingan murahan mencerminkan korupsi terdalam terhadap sumber etika-moralitas, yang akan membuat warga kehilangan kepercayaan pada apapun dan siapapun.

Kita sudah menyaksikan bagaimana konstitusi terus ditambah pasal-pasalnya dan berbilang undang-undang terus diproduksi, namun sekadar untuk dilanggar. Konstitusi dan hukum tak dapat berdiri tegak tanpa basis moral yang kuat.

Pada akar tunjang krisis penyelenggaraan negara saat ini terletak krisis moral. Dan krisis moral penyelenggara negara itu mencerminkan rendahnya tingkat literasi budi-pekerti dalam masyarakat. Bangkit dari keterpurukan harus dimulai dari gerakan “keutamaan budi” (budi utomo), dalam "persekutuan kebajikan" (jami'at khair). Itulah khitah sejarah kebangkitan kita.

Dalam kebangkitan dengan keutamaan budi itu, hendaklah kita mengingat pitutur Socrates. "Kebajikan tidaklah datang dari uang; tetapi dari kebajikanlah, uang dan hal baik lainnya datang kepada manusia, baik kepada individu maupun negara."

*Yudi Latif, Ph.D. merupakan Kepala Pelaksana Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP). Pemikirannya dalam bidang keagamaan dan kenegaraan tersebar di berbagai media, salah satunya dituangkan dalam buku "Negara Paripurna: Historitas, Rasionalitas, Aktualitas Pancasila". Catatan ini (oleh penulis disebut Makrifat Pagi) pertama kali diunggah di laman facebook pribadinya, 22 Februari 2018. Pemuatan tulisan ini atas izin yang bersangkutan.

 


Tag : #politik uang #krisis moral #pemberhalaan materi



Berita Terbaru

 

Selasa, 18 Desember 2018 17:47 WIB

Banjir Menjadi Wahana Hiburan Anak-anak saat Libur Sekolah


Kajanglako.com, Muaro Jambi – Banjir tak melulu menyusahkan, banjir yang mulai menggenangi perkarangan rumah warga justru menjadi wahana hiburan

 

Selasa, 18 Desember 2018 17:35 WIB

Mobil Angkutan Pedesaan Bantuan Kementerian Justru Direntalkan


Kajanglako.com, Bungo - Mobil bantuan dari Kementrian Perhubungan diduga disalahgunakan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Bungo. Bantuan untuk angkutan

 

Selasa, 18 Desember 2018 16:55 WIB

Polres Sarolangun Siapkan 3 Pospam dan 1 Posyan Jelang Tahun Baru


Kajanglako.com, Sarolangun - Jajaran Polres Sarolangun melaksanakan rapat lintas sektoral membahas pengamanan menjelang natal

 

Selasa, 18 Desember 2018 16:40 WIB

Kejari Sarolangun Musnahkan Barang Bukti Mulai dari Narkoba hingga Senpi


Kajanglako.com, Sarolangun – Berbagai barang bukti hasil berbagai tindak pidana dimusnahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sarolangun, barang bukti yang

 

Konservasi Taman Nasional
Selasa, 18 Desember 2018 16:10 WIB

TNKS, TNBT dan TNBS Masih Marak Jadi Objek Perambahan


Kajanglako.com, Jambi - Provinsi Jambi memiliki aset hutan yang menjadi kebanggaan dengan topologi dan spesifikasi yang berbeda-beda. Taman Nasional Kerinci