Kamis, 15 November 2018


Kamis, 15 Februari 2018 07:28 WIB

Saipudin Keburu Diciduk KPK, Uang Rp 1,3 M untuk Fraksi Demokrat dan Gerindra Gagal Diserahkan

Reporter : Ahmad Riki S
Kategori : Berita Hukrim

Terdakwa Erwan Malik, Saipudin dan Arfan saat menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jambi/ foto: kajanglako.com

Kajanglako.com, Jambi – Persidangan perdana kasus dugaan suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018 dengan Terdakwa Erwan Malik, Saipudin dan Arfan. Rabu (14/2) di Pengadilan Tipikor Jambi, benar-benar mengungkap fakta-fakta yang mengejutkan.

Sebelum terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, Terdakwa Saipudin ternyata telah menyiapkan “uang ketok palu” untuk Fraksi Demokrat dan Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Jambi, sesuai dengan materi dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, begini alur ceritanya:



Bahwa setelah membagikan uang ketok palu kepada beberapa perwakilan fraksi, selanjutnya Wahyudi Apdian Nizam (kurir pengantar “uang ketok palu”) melaporkan kepada Terdakwa Arfan dan menyerahkan sisa “uang ketok palu” yang belum dibagikannya sebanyak tiga kantong plastik hitam besar dengan jumlah seluruhnya sebesar Rp 1,7 miliar kepada Saipudin, untuk diberikan sendiri oleh Saipudin kepada tiga fraksi yang belum menerima “uang ketok palu”, yaitu Fraksi PAN sebesar Rp 400 juta, Fraksi Demokrat sebesar Rp 800 juta dan Fraksi Gerindra sebesar Rp 500 juta.

Sedangkan sisa “uang ketok palu” yang berada di rumah Wasis Sudibyo (Kabid Alkal Dinas PUPR Provinsi Jambi) sebesar Rp 300 juta belum dibagikan oleh Wahyudi kepada Fraksi Bintang Keadilan (gabungan dari Partai PKS dan Partai Bulan Bintang), karena belum ada petunjuk dari Arfan maupun Saipudin terkait siapa yang akan menerimanya.

Sebelum Serahkan Uang ke Fraksi Demokrat dan Gerindra, Saipudin Diciduk KPK

Sekitar jam 12.30 WIB, Saipudin menghubungi Supriyono yang sedang berada di Rumah Makan Ndut di Jalan Empu Gandring Nomor 74, Solok Sipin Telanaipura Jambi untuk memberitahukan penyerahan “uang ketok palu” untuk Fraksi PAN dengan istilah “undangan” melalui Supriyono. Setelah tiba di rumah makan tersebut, Saipudin menyerahkan “uang ketok palu” sebesar Rp 400 juta kepada Supriyono di parkiran rumah makan tersebut.

Bahwa dari uang sebesar Rp 1,7 miliar tersebut, masih tersisa sebesar Rp 1,3 miliar yang rencananya akan diserahkan oleh Saipudin kepada perwakilan Fraksi Demokrat dan Fraksi Gerindra, namun sebelum uang tersebut diserahkan oleh Saipudin kepada perwakilan Fraksi Demokrat dan Fraksi Gerindra, Saipudin ditangkap oleh petugas KPK. (kjcom)


Tag : #KPK #Korupsi #Uang Ketok Palu #Suap RAPBD



Berita Terbaru

 

Kamis, 15 November 2018 08:11 WIB

Menikahlah, Tapi Jangan Menikah yang Dilarang


Kajanglako.com, Kota Jambi - Menikah lalu punya anak, hidup normal di tengah masyarakat, itu sudah biasa. Tapi bagaimana dengan menikah atau melangsungkan

 

Rabu, 14 November 2018 20:55 WIB

Ahli Waris Zulkarnain, Jamaah Haji yang Wafat di Makkah Terima Asuransi Rp18 Juta


Kajanglako.com, Sarolangun - Kanwil Kemenag Kabupaten Sarolangun telah mengeluarkan dana asuransi bagi jamaah haji yang meninggal dunia, saat menjalankan

 

Penerimaan CPNS 2018
Rabu, 14 November 2018 20:37 WIB

Peserta CPNS Nilai Tertinggi namun di Bawah Passing Grade Masih Ada Harapan Lolos


Kajanglako.com, Sarolangun - Tingkat kelulusan CPNS pada tes tertulis sistem Computer Assisted Test (CAT) yang melamar pada Pemerintah Kabupaten 

 

Rabu, 14 November 2018 20:32 WIB

Perseteruan Teori Negara dan Agama di Indonesia


Kajanglako.com, Kota Jambi - Pada banyak negara post kolonial, mendefenisikan identitas negara bukanlah perkara mudah. Di negara-negara muslim, nasionalisme

 

Rabu, 14 November 2018 20:19 WIB

Terjaring Razia, Anak Punk Diambil Sampel Darahnya


Kajanglako.com, Bungo - Belasan anak jalanan atau yang disebut anak punk terjaring razia Satpol PP Bungo.    Mereka terjaring saat nongkrong