Minggu, 25 Februari 2018


Kamis, 15 Februari 2018 07:28 WIB

Saipudin Keburu Diciduk KPK, Uang Rp 1,3 M untuk Fraksi Demokrat dan Gerindra Gagal Diserahkan

Reporter : Ahmad Riki S
Kategori : Berita Hukrim

Terdakwa Erwan Malik, Saipudin dan Arfan saat menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jambi/ foto: kajanglako.com

Kajanglako.com, Jambi – Persidangan perdana kasus dugaan suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018 dengan Terdakwa Erwan Malik, Saipudin dan Arfan. Rabu (14/2) di Pengadilan Tipikor Jambi, benar-benar mengungkap fakta-fakta yang mengejutkan.

Sebelum terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, Terdakwa Saipudin ternyata telah menyiapkan “uang ketok palu” untuk Fraksi Demokrat dan Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Jambi, sesuai dengan materi dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, begini alur ceritanya:



Bahwa setelah membagikan uang ketok palu kepada beberapa perwakilan fraksi, selanjutnya Wahyudi Apdian Nizam (kurir pengantar “uang ketok palu”) melaporkan kepada Terdakwa Arfan dan menyerahkan sisa “uang ketok palu” yang belum dibagikannya sebanyak tiga kantong plastik hitam besar dengan jumlah seluruhnya sebesar Rp 1,7 miliar kepada Saipudin, untuk diberikan sendiri oleh Saipudin kepada tiga fraksi yang belum menerima “uang ketok palu”, yaitu Fraksi PAN sebesar Rp 400 juta, Fraksi Demokrat sebesar Rp 800 juta dan Fraksi Gerindra sebesar Rp 500 juta.

Sedangkan sisa “uang ketok palu” yang berada di rumah Wasis Sudibyo (Kabid Alkal Dinas PUPR Provinsi Jambi) sebesar Rp 300 juta belum dibagikan oleh Wahyudi kepada Fraksi Bintang Keadilan (gabungan dari Partai PKS dan Partai Bulan Bintang), karena belum ada petunjuk dari Arfan maupun Saipudin terkait siapa yang akan menerimanya.

Sebelum Serahkan Uang ke Fraksi Demokrat dan Gerindra, Saipudin Diciduk KPK

Sekitar jam 12.30 WIB, Saipudin menghubungi Supriyono yang sedang berada di Rumah Makan Ndut di Jalan Empu Gandring Nomor 74, Solok Sipin Telanaipura Jambi untuk memberitahukan penyerahan “uang ketok palu” untuk Fraksi PAN dengan istilah “undangan” melalui Supriyono. Setelah tiba di rumah makan tersebut, Saipudin menyerahkan “uang ketok palu” sebesar Rp 400 juta kepada Supriyono di parkiran rumah makan tersebut.

Bahwa dari uang sebesar Rp 1,7 miliar tersebut, masih tersisa sebesar Rp 1,3 miliar yang rencananya akan diserahkan oleh Saipudin kepada perwakilan Fraksi Demokrat dan Fraksi Gerindra, namun sebelum uang tersebut diserahkan oleh Saipudin kepada perwakilan Fraksi Demokrat dan Fraksi Gerindra, Saipudin ditangkap oleh petugas KPK. (kjcom)


Tag : #KPK #Korupsi #Uang Ketok Palu #Suap RAPBD



Berita Terbaru

 

Pusaran Korupsi Jambi
Minggu, 25 Februari 2018 21:48 WIB

Soal 'Uang Ketok Palu', Pengacara Arfan: Perintahnya Berjenjang


Kajanglako.com, Jambi - Sidang lanjutan kasus dugaan suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi 2018, dengan terdakwa Erwan Malik,  Saipudin dan Arpan akan

 

Pilkada Kerinci 2018
Minggu, 25 Februari 2018 21:23 WIB

Beri Dukungan, Masyarakat Siulak Sambangi Posko ZA


Kajanglako.com, Kerinci - Tak hanya dari masyarakat wilayah Kerinci wilayah hilir, dukungan untuk pasangan calon Bupati Kerinci dan Wakil Bupati Kerinci

 

Pilkada Kerinci 2018
Minggu, 25 Februari 2018 21:08 WIB

Enam Desa Kemantan Siap Menangkan Zainal-Arsal, Ini Alasannya


Kajanglako.com, Kerinci - Dukungan untuk pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kerinci Nomor Urut 3, Zainal Abidin dan Arsal Apri terus mengalir.    Sabtu

 

Sidang Suap RAPBD
Minggu, 25 Februari 2018 20:45 WIB

Ini Daftar Anggota DPRD Provinsi yang Jalani Sidang OTT Besok


Kajanglako.com, Jambi - Senin (26/2) besok, dijadwalkan sejumlah Anggota DPRD Provinsi Jambi akan menjalani sidang sebagai saksi, dalam sidang lanjutan

 

Minggu, 25 Februari 2018 15:28 WIB

2019, Tiga Kecamatan di Batanghari Bakal Dapat Jembatan Gantung Melalui APBD Provinsi


Kajanglako.com, Batanghari - Pemerintah provinsi Jambi, pada tahun 2019 mendatang rencananya akan membangun jembatan gantung di wilayah Kabupaten Batanghari.