Kamis, 21 Februari 2019


Kamis, 15 Februari 2018 07:28 WIB

Saipudin Keburu Diciduk KPK, Uang Rp 1,3 M untuk Fraksi Demokrat dan Gerindra Gagal Diserahkan

Reporter : Ahmad Riki S
Kategori : Berita Hukrim

Terdakwa Erwan Malik, Saipudin dan Arfan saat menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jambi/ foto: kajanglako.com

Kajanglako.com, Jambi – Persidangan perdana kasus dugaan suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018 dengan Terdakwa Erwan Malik, Saipudin dan Arfan. Rabu (14/2) di Pengadilan Tipikor Jambi, benar-benar mengungkap fakta-fakta yang mengejutkan.

Sebelum terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, Terdakwa Saipudin ternyata telah menyiapkan “uang ketok palu” untuk Fraksi Demokrat dan Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Jambi, sesuai dengan materi dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, begini alur ceritanya:



Bahwa setelah membagikan uang ketok palu kepada beberapa perwakilan fraksi, selanjutnya Wahyudi Apdian Nizam (kurir pengantar “uang ketok palu”) melaporkan kepada Terdakwa Arfan dan menyerahkan sisa “uang ketok palu” yang belum dibagikannya sebanyak tiga kantong plastik hitam besar dengan jumlah seluruhnya sebesar Rp 1,7 miliar kepada Saipudin, untuk diberikan sendiri oleh Saipudin kepada tiga fraksi yang belum menerima “uang ketok palu”, yaitu Fraksi PAN sebesar Rp 400 juta, Fraksi Demokrat sebesar Rp 800 juta dan Fraksi Gerindra sebesar Rp 500 juta.

Sedangkan sisa “uang ketok palu” yang berada di rumah Wasis Sudibyo (Kabid Alkal Dinas PUPR Provinsi Jambi) sebesar Rp 300 juta belum dibagikan oleh Wahyudi kepada Fraksi Bintang Keadilan (gabungan dari Partai PKS dan Partai Bulan Bintang), karena belum ada petunjuk dari Arfan maupun Saipudin terkait siapa yang akan menerimanya.

Sebelum Serahkan Uang ke Fraksi Demokrat dan Gerindra, Saipudin Diciduk KPK

Sekitar jam 12.30 WIB, Saipudin menghubungi Supriyono yang sedang berada di Rumah Makan Ndut di Jalan Empu Gandring Nomor 74, Solok Sipin Telanaipura Jambi untuk memberitahukan penyerahan “uang ketok palu” untuk Fraksi PAN dengan istilah “undangan” melalui Supriyono. Setelah tiba di rumah makan tersebut, Saipudin menyerahkan “uang ketok palu” sebesar Rp 400 juta kepada Supriyono di parkiran rumah makan tersebut.

Bahwa dari uang sebesar Rp 1,7 miliar tersebut, masih tersisa sebesar Rp 1,3 miliar yang rencananya akan diserahkan oleh Saipudin kepada perwakilan Fraksi Demokrat dan Fraksi Gerindra, namun sebelum uang tersebut diserahkan oleh Saipudin kepada perwakilan Fraksi Demokrat dan Fraksi Gerindra, Saipudin ditangkap oleh petugas KPK. (kjcom)


Tag : #KPK #Korupsi #Uang Ketok Palu #Suap RAPBD



Berita Terbaru

 

Kamis, 21 Februari 2019 21:35 WIB

Peringati HPSN, Wabup Robi dan Kapolres Pungut Sampah di Pasar Induk


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Timur - Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Wakil Bupati Tanjabtim Robby Nahliansyah dan Kapolres Tanjabtim

 

Rakernas APPSI
Kamis, 21 Februari 2019 17:53 WIB

Rakernas APSI Bersama Wapres JK, Fachrori Tekankan Pengembangan Produk Lokal


Kajanglako.com, Jambi - Gubernur Jambi, Fachrori Umar, menekankan pengembangan produk unggulan daerah se-Provinsi Jambi dalam menyongsong kerjasama antar

 

Kamis, 21 Februari 2019 17:51 WIB

Hadiri Sertijab DWP BPKP Provinsi Jambi, Ini Pesan Neta Dianto


Kajanglako.com, Jambi - Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jambi, Neta Aryani Dianto, menghadiri Sertijab DWP BPKP Perwakilan Provinsi Jambi. Sertijab

 

Kamis, 21 Februari 2019 17:50 WIB

PDAM Batanghari Putus 328 Sambungan Pelanggan yang Menunggak Pembayaran


Kajanglako.com, Batanghari – Sekitar 328 Sambungan Rumah (SR) air bersih diputus oleh PDAM Tirta Batanghari. Direktur utama PDAM Batanghari, Abu

 

Kamis, 21 Februari 2019 17:49 WIB

Pemkab Tanjabbar Dorong Kemandirian Kepala Sekolah Melalui Forum KKKS


Kajanglako.com, Jambi – Perhatian Tanoto Foundation terhadap dunia pendidikan di Provinsi Jambi terus berlanjut melalui program STEP (School Transition