Senin, 21 Mei 2018


Kamis, 15 Februari 2018 07:28 WIB

Saipudin Keburu Diciduk KPK, Uang Rp 1,3 M untuk Fraksi Demokrat dan Gerindra Gagal Diserahkan

Reporter : Ahmad Riki S
Kategori : Berita Hukrim

Terdakwa Erwan Malik, Saipudin dan Arfan saat menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jambi/ foto: kajanglako.com

Kajanglako.com, Jambi – Persidangan perdana kasus dugaan suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018 dengan Terdakwa Erwan Malik, Saipudin dan Arfan. Rabu (14/2) di Pengadilan Tipikor Jambi, benar-benar mengungkap fakta-fakta yang mengejutkan.

Sebelum terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, Terdakwa Saipudin ternyata telah menyiapkan “uang ketok palu” untuk Fraksi Demokrat dan Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Jambi, sesuai dengan materi dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, begini alur ceritanya:



Bahwa setelah membagikan uang ketok palu kepada beberapa perwakilan fraksi, selanjutnya Wahyudi Apdian Nizam (kurir pengantar “uang ketok palu”) melaporkan kepada Terdakwa Arfan dan menyerahkan sisa “uang ketok palu” yang belum dibagikannya sebanyak tiga kantong plastik hitam besar dengan jumlah seluruhnya sebesar Rp 1,7 miliar kepada Saipudin, untuk diberikan sendiri oleh Saipudin kepada tiga fraksi yang belum menerima “uang ketok palu”, yaitu Fraksi PAN sebesar Rp 400 juta, Fraksi Demokrat sebesar Rp 800 juta dan Fraksi Gerindra sebesar Rp 500 juta.

Sedangkan sisa “uang ketok palu” yang berada di rumah Wasis Sudibyo (Kabid Alkal Dinas PUPR Provinsi Jambi) sebesar Rp 300 juta belum dibagikan oleh Wahyudi kepada Fraksi Bintang Keadilan (gabungan dari Partai PKS dan Partai Bulan Bintang), karena belum ada petunjuk dari Arfan maupun Saipudin terkait siapa yang akan menerimanya.

Sebelum Serahkan Uang ke Fraksi Demokrat dan Gerindra, Saipudin Diciduk KPK

Sekitar jam 12.30 WIB, Saipudin menghubungi Supriyono yang sedang berada di Rumah Makan Ndut di Jalan Empu Gandring Nomor 74, Solok Sipin Telanaipura Jambi untuk memberitahukan penyerahan “uang ketok palu” untuk Fraksi PAN dengan istilah “undangan” melalui Supriyono. Setelah tiba di rumah makan tersebut, Saipudin menyerahkan “uang ketok palu” sebesar Rp 400 juta kepada Supriyono di parkiran rumah makan tersebut.

Bahwa dari uang sebesar Rp 1,7 miliar tersebut, masih tersisa sebesar Rp 1,3 miliar yang rencananya akan diserahkan oleh Saipudin kepada perwakilan Fraksi Demokrat dan Fraksi Gerindra, namun sebelum uang tersebut diserahkan oleh Saipudin kepada perwakilan Fraksi Demokrat dan Fraksi Gerindra, Saipudin ditangkap oleh petugas KPK. (kjcom)


Tag : #KPK #Korupsi #Uang Ketok Palu #Suap RAPBD



Berita Terbaru

 

Senin, 21 Mei 2018 14:28 WIB

Sekda Tanggapi Kabar Monopoli Bank Jambi di Pasar Angso Duo Baru


Kajanglako.com,  Jambi - Terkait beredar kabar di masyarakat bahwa pihak Bank Jambi disebut memonopoli PT EBN, dalam pengelolaan kredit tokok dan

 

Senin, 21 Mei 2018 14:21 WIB

Masalah Pemindahan Pedagang Angsoduo, Ini Kata Sekda Dianto


Kajanglako.com, Jambi - Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, M Dianto angkat bicara terkait permasalahan pemindahan pedagang Pasar Angso Duo lama ke Pasar

 

Senin, 21 Mei 2018 14:13 WIB

Hingga Pendaftaran Tutup, Hanya Satu Nama Mencalonkan Jadi Ketua KNPI Bungo


Kajanglako.com, Bungo - Dewan Pengurus Daerah (DPD) II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bungo, siap menggelar Musyawarah Daerah (Musda)

 

Senin, 21 Mei 2018 13:58 WIB

Shoft Lounching Kantor Imigrasi, Bupati Bungo: Warga Urus Paspor Lebih Mudah


Kajanglako.com, Bungo - Bupati Bungo, H Mashuri, secara resmi melaksanakan Soft Launching Kantor Imigrasi Kabupaten Bungo, Senin 21 Mei 2018.  Dengan

 

Senin, 21 Mei 2018 13:31 WIB

Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Fachrori Ajak Generasi Muda Teladani Bung Tomo


Kajanglako.com, Jambi - Plt Gubernur Jambi, Fachrori Umar, Senin (21/5) pagi memimpin upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-110 di lapangan Kantor Gubernur