Minggu, 25 Februari 2018


Rabu, 14 Februari 2018 14:02 WIB

Begini Proses Pemberian 'Uang Ketok Palu' Rp 5 Miliar dari Ahui ke Arfan

Reporter : Ahmad Riki S
Kategori : Berita Hukrim

Arfan saat menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jambi/ foto: Riki Ahmad

Kajanglako.com, Jambi – Bagaimana proses pemberian “uang ketok palu” dari pengusaha bernama Ali Tonang Alias Ahui ke Terdakwa Arfan yang saat itu menjabat sebagai Plt Kadis PUPR Provinsi Jambi, juga terungkap dalam materi dakwaan yang dibacakan JPU KPK dalam sidang perdana kasus dugaan suap pengesahan RAPB Provinsi Jambi tahun anggaran 2018, di Pengadilan Negeri Jambi, Rabu (14/2).

Dalam materi dakwaan itu dibeberkan, jika pada hari Senin tanggal 27 November 2017 sekitar jam 10.00 WIB bertempat di rumah Terdakwa Arfan di Jalan M Kukuh BTN Blok 3 Nomor 03 RT 09/RW 011 Kelurahan Paal Lima, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, Arfan bertemu Nusa Suryadi dan Ali Tonang Alias Ahui dengan maksud untuk membicarakan bagaimana caranya Ahui menyerahkan uang sebesar Rp 5 miliar kepada Arfan.



Selanjutnya disepakati, Ahui menggunakan mobil Mitsubhisi Outlander milik Dheny Ivantriesyana Poetra Alias Ivan yang akan diserahkan kepada Arfan setelah di dalamnya telah dimasukan uang sebesar Rp 5 miliar tersebut.

Pada sore harinya sekitar jam 16.30 WIB, Robert (pegawai Ahui) memberitahu Nusa Suryadi supaya mengambil mobil Mitsubishi Outlander tersebut di Alfamart di daerah Simpang Ahok, Kota Jambi. Sekitar jam 17.00 WIB, Nusa Suryadi bersama Sabri datang ke Alfamart dan menemui Ahui yang berada di dalam Alfamart, kemudian Ahui menyerahkan kunci mobil Mitsubishi Outlander yang sudah berisi uang sebesar Rp 5 miliar kepada Nusa Suryadi.

Setelah itu, Ahui pergi meninggalkan Alfamart dengan diantar Sabri, sedangkan mobil Mitsubishi Outlander tersebut dibawa oleh Wahyudi Apdian Nizam dan Dheny Ivantriesyana Poetra Alias Ivan yang datang sesaat kemudian di Alfamart.

“Selanjutnya atas perintah Terdakwa Arfan, mobil Mitsubishi Outlander dibawa oleh Wahyudi Apdian dan Dheny Ivantriesyana Poetra Alias Ivan ke rumah Wasis Sudibyo untuk membagi uang sebesar Rp 5 miliar ke dalam beberapa kantong plastik yang akan diberikan kepada seluruh perwakilan fraksi yang ada di DPRD Provinsi Jambi, dengan besaran jumlah uang yang bervariasi sesuai dengan arahan Arfan dan Saipudin,” beber JPU KPK di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jambi. (kjcom)  


Tag : #KPK #Korupsi #Suap RAPBD #OTT



Berita Terbaru

 

Pusaran Korupsi Jambi
Minggu, 25 Februari 2018 21:48 WIB

Soal 'Uang Ketok Palu', Pengacara Arfan: Perintahnya Berjenjang


Kajanglako.com, Jambi - Sidang lanjutan kasus dugaan suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi 2018, dengan terdakwa Erwan Malik,  Saipudin dan Arpan akan

 

Pilkada Kerinci 2018
Minggu, 25 Februari 2018 21:23 WIB

Beri Dukungan, Masyarakat Siulak Sambangi Posko ZA


Kajanglako.com, Kerinci - Tak hanya dari masyarakat wilayah Kerinci wilayah hilir, dukungan untuk pasangan calon Bupati Kerinci dan Wakil Bupati Kerinci

 

Pilkada Kerinci 2018
Minggu, 25 Februari 2018 21:08 WIB

Enam Desa Kemantan Siap Menangkan Zainal-Arsal, Ini Alasannya


Kajanglako.com, Kerinci - Dukungan untuk pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kerinci Nomor Urut 3, Zainal Abidin dan Arsal Apri terus mengalir.    Sabtu

 

Sidang Suap RAPBD
Minggu, 25 Februari 2018 20:45 WIB

Ini Daftar Anggota DPRD Provinsi yang Jalani Sidang OTT Besok


Kajanglako.com, Jambi - Senin (26/2) besok, dijadwalkan sejumlah Anggota DPRD Provinsi Jambi akan menjalani sidang sebagai saksi, dalam sidang lanjutan

 

Minggu, 25 Februari 2018 15:28 WIB

2019, Tiga Kecamatan di Batanghari Bakal Dapat Jembatan Gantung Melalui APBD Provinsi


Kajanglako.com, Batanghari - Pemerintah provinsi Jambi, pada tahun 2019 mendatang rencananya akan membangun jembatan gantung di wilayah Kabupaten Batanghari.