Kamis, 21 Februari 2019


Rabu, 14 Februari 2018 14:02 WIB

Begini Proses Pemberian 'Uang Ketok Palu' Rp 5 Miliar dari Ahui ke Arfan

Reporter : Ahmad Riki S
Kategori : Berita Hukrim

Arfan saat menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jambi/ foto: Riki Ahmad

Kajanglako.com, Jambi – Bagaimana proses pemberian “uang ketok palu” dari pengusaha bernama Ali Tonang Alias Ahui ke Terdakwa Arfan yang saat itu menjabat sebagai Plt Kadis PUPR Provinsi Jambi, juga terungkap dalam materi dakwaan yang dibacakan JPU KPK dalam sidang perdana kasus dugaan suap pengesahan RAPB Provinsi Jambi tahun anggaran 2018, di Pengadilan Negeri Jambi, Rabu (14/2).

Dalam materi dakwaan itu dibeberkan, jika pada hari Senin tanggal 27 November 2017 sekitar jam 10.00 WIB bertempat di rumah Terdakwa Arfan di Jalan M Kukuh BTN Blok 3 Nomor 03 RT 09/RW 011 Kelurahan Paal Lima, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, Arfan bertemu Nusa Suryadi dan Ali Tonang Alias Ahui dengan maksud untuk membicarakan bagaimana caranya Ahui menyerahkan uang sebesar Rp 5 miliar kepada Arfan.



Selanjutnya disepakati, Ahui menggunakan mobil Mitsubhisi Outlander milik Dheny Ivantriesyana Poetra Alias Ivan yang akan diserahkan kepada Arfan setelah di dalamnya telah dimasukan uang sebesar Rp 5 miliar tersebut.

Pada sore harinya sekitar jam 16.30 WIB, Robert (pegawai Ahui) memberitahu Nusa Suryadi supaya mengambil mobil Mitsubishi Outlander tersebut di Alfamart di daerah Simpang Ahok, Kota Jambi. Sekitar jam 17.00 WIB, Nusa Suryadi bersama Sabri datang ke Alfamart dan menemui Ahui yang berada di dalam Alfamart, kemudian Ahui menyerahkan kunci mobil Mitsubishi Outlander yang sudah berisi uang sebesar Rp 5 miliar kepada Nusa Suryadi.

Setelah itu, Ahui pergi meninggalkan Alfamart dengan diantar Sabri, sedangkan mobil Mitsubishi Outlander tersebut dibawa oleh Wahyudi Apdian Nizam dan Dheny Ivantriesyana Poetra Alias Ivan yang datang sesaat kemudian di Alfamart.

“Selanjutnya atas perintah Terdakwa Arfan, mobil Mitsubishi Outlander dibawa oleh Wahyudi Apdian dan Dheny Ivantriesyana Poetra Alias Ivan ke rumah Wasis Sudibyo untuk membagi uang sebesar Rp 5 miliar ke dalam beberapa kantong plastik yang akan diberikan kepada seluruh perwakilan fraksi yang ada di DPRD Provinsi Jambi, dengan besaran jumlah uang yang bervariasi sesuai dengan arahan Arfan dan Saipudin,” beber JPU KPK di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jambi. (kjcom)  


Tag : #KPK #Korupsi #Suap RAPBD #OTT



Berita Terbaru

 

Kamis, 21 Februari 2019 23:28 WIB

Bupati Mashuri Ajak Insan Pers Bersama-sama Membangun Bungo


Kajanglako.com, Bungo - Puluhan wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Bungo (PWB), Ikatan Wartawan Bungo (IWB), Persatuan Wartawan Indonesia

 

Kamis, 21 Februari 2019 21:35 WIB

Peringati HPSN, Wabup Robi dan Kapolres Pungut Sampah di Pasar Induk


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Timur - Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Wakil Bupati Tanjabtim Robby Nahliansyah dan Kapolres Tanjabtim

 

Rakernas APPSI
Kamis, 21 Februari 2019 17:53 WIB

Rakernas APSI Bersama Wapres JK, Fachrori Tekankan Pengembangan Produk Lokal


Kajanglako.com, Jambi - Gubernur Jambi, Fachrori Umar, menekankan pengembangan produk unggulan daerah se-Provinsi Jambi dalam menyongsong kerjasama antar

 

Kamis, 21 Februari 2019 17:51 WIB

Hadiri Sertijab DWP BPKP Provinsi Jambi, Ini Pesan Neta Dianto


Kajanglako.com, Jambi - Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jambi, Neta Aryani Dianto, menghadiri Sertijab DWP BPKP Perwakilan Provinsi Jambi. Sertijab

 

Kamis, 21 Februari 2019 17:50 WIB

PDAM Batanghari Putus 328 Sambungan Pelanggan yang Menunggak Pembayaran


Kajanglako.com, Batanghari – Sekitar 328 Sambungan Rumah (SR) air bersih diputus oleh PDAM Tirta Batanghari. Direktur utama PDAM Batanghari, Abu