Kamis, 15 November 2018


Rabu, 14 Februari 2018 14:02 WIB

Begini Proses Pemberian 'Uang Ketok Palu' Rp 5 Miliar dari Ahui ke Arfan

Reporter : Ahmad Riki S
Kategori : Berita Hukrim

Arfan saat menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jambi/ foto: Riki Ahmad

Kajanglako.com, Jambi – Bagaimana proses pemberian “uang ketok palu” dari pengusaha bernama Ali Tonang Alias Ahui ke Terdakwa Arfan yang saat itu menjabat sebagai Plt Kadis PUPR Provinsi Jambi, juga terungkap dalam materi dakwaan yang dibacakan JPU KPK dalam sidang perdana kasus dugaan suap pengesahan RAPB Provinsi Jambi tahun anggaran 2018, di Pengadilan Negeri Jambi, Rabu (14/2).

Dalam materi dakwaan itu dibeberkan, jika pada hari Senin tanggal 27 November 2017 sekitar jam 10.00 WIB bertempat di rumah Terdakwa Arfan di Jalan M Kukuh BTN Blok 3 Nomor 03 RT 09/RW 011 Kelurahan Paal Lima, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, Arfan bertemu Nusa Suryadi dan Ali Tonang Alias Ahui dengan maksud untuk membicarakan bagaimana caranya Ahui menyerahkan uang sebesar Rp 5 miliar kepada Arfan.



Selanjutnya disepakati, Ahui menggunakan mobil Mitsubhisi Outlander milik Dheny Ivantriesyana Poetra Alias Ivan yang akan diserahkan kepada Arfan setelah di dalamnya telah dimasukan uang sebesar Rp 5 miliar tersebut.

Pada sore harinya sekitar jam 16.30 WIB, Robert (pegawai Ahui) memberitahu Nusa Suryadi supaya mengambil mobil Mitsubishi Outlander tersebut di Alfamart di daerah Simpang Ahok, Kota Jambi. Sekitar jam 17.00 WIB, Nusa Suryadi bersama Sabri datang ke Alfamart dan menemui Ahui yang berada di dalam Alfamart, kemudian Ahui menyerahkan kunci mobil Mitsubishi Outlander yang sudah berisi uang sebesar Rp 5 miliar kepada Nusa Suryadi.

Setelah itu, Ahui pergi meninggalkan Alfamart dengan diantar Sabri, sedangkan mobil Mitsubishi Outlander tersebut dibawa oleh Wahyudi Apdian Nizam dan Dheny Ivantriesyana Poetra Alias Ivan yang datang sesaat kemudian di Alfamart.

“Selanjutnya atas perintah Terdakwa Arfan, mobil Mitsubishi Outlander dibawa oleh Wahyudi Apdian dan Dheny Ivantriesyana Poetra Alias Ivan ke rumah Wasis Sudibyo untuk membagi uang sebesar Rp 5 miliar ke dalam beberapa kantong plastik yang akan diberikan kepada seluruh perwakilan fraksi yang ada di DPRD Provinsi Jambi, dengan besaran jumlah uang yang bervariasi sesuai dengan arahan Arfan dan Saipudin,” beber JPU KPK di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jambi. (kjcom)  


Tag : #KPK #Korupsi #Suap RAPBD #OTT



Berita Terbaru

 

Kamis, 15 November 2018 08:11 WIB

Menikahlah, Tapi Jangan Menikah yang Dilarang


Kajanglako.com, Kota Jambi - Menikah lalu punya anak, hidup normal di tengah masyarakat, itu sudah biasa. Tapi bagaimana dengan menikah atau melangsungkan

 

Rabu, 14 November 2018 20:55 WIB

Ahli Waris Zulkarnain, Jamaah Haji yang Wafat di Makkah Terima Asuransi Rp18 Juta


Kajanglako.com, Sarolangun - Kanwil Kemenag Kabupaten Sarolangun telah mengeluarkan dana asuransi bagi jamaah haji yang meninggal dunia, saat menjalankan

 

Penerimaan CPNS 2018
Rabu, 14 November 2018 20:37 WIB

Peserta CPNS Nilai Tertinggi namun di Bawah Passing Grade Masih Ada Harapan Lolos


Kajanglako.com, Sarolangun - Tingkat kelulusan CPNS pada tes tertulis sistem Computer Assisted Test (CAT) yang melamar pada Pemerintah Kabupaten 

 

Rabu, 14 November 2018 20:32 WIB

Perseteruan Teori Negara dan Agama di Indonesia


Kajanglako.com, Kota Jambi - Pada banyak negara post kolonial, mendefenisikan identitas negara bukanlah perkara mudah. Di negara-negara muslim, nasionalisme

 

Rabu, 14 November 2018 20:19 WIB

Terjaring Razia, Anak Punk Diambil Sampel Darahnya


Kajanglako.com, Bungo - Belasan anak jalanan atau yang disebut anak punk terjaring razia Satpol PP Bungo.    Mereka terjaring saat nongkrong