Kamis, 15 November 2018


Rabu, 14 Februari 2018 12:55 WIB

Ini Pembagian 'Uang Ketok Palu' untuk Masing-masing Fraksi DPRD Provinsi Jambi

Reporter : Ahmad Riki S
Kategori : Berita Hukrim

Suasana Paripurna DPRD Provinsi Jambi/ foto: istimewa

Kajanglako.com, Jambi - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), membuka satu-persatu berbagai fakta dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait dugaan suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun anggaran 2018, dalam sidang perdana yang digelar Rabu (14/2) di Pengadilan Negeri Jambi. JPU KPK membeberkan fakta aliran dana "uang ketok palu" ke fraksi-fraksi di DPRD Provinsi Jambi.

Dalam materi dakwaan JPU KPK disebutkan, setelah ada kepastian akan terjadi quorum di paripurna pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018 menjadi Perda APBD tahun 2018 yang dilaksanakan Selasa 28 November 2017, pada Senin malam 26 November 2017, bertempat di Hotel Aston Jambi lantai 10 kamar nomor 1023. Arfan, Saipudin, Wahyudi Apdian Nizam dan Dheny Ivantriesyana Poetra Alias Ivan membahas persiapan perhitungan “uang ketok palu” untuk anggota DPRD Provinsi Jambi, dengan perincian sebagai berikut :



1. Fraksi Demokrat ada 8 (delapan) orang anggota dan 1 (satu) pimpinan, dan uang yang akan disiapkan sejumlah Rp 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah), namun untuk jatah pimpinan belum dihitung, yang rencananya uang tersebut akan diserahkan oleh Saipudin.

2. Fraksi Golkar ada 7 (tujuh) orang anggota dan 1 (satu) pimpinan, dan uang yang akan disiapkan sejumlah Rp 700.000.000,00 (tujuh ratus juta rupiah), namun untuk jatah pimpinan belum dihitung, yang rencananya uang tersebut akan diserahkan oleh Saipudin.

3. Fraksi Restorasi Nurani (gabungan Hanura dan Nasdem) ada 7 (tujuh) orang anggota, dan uang yang akan disiapkan sejumlah Rp 700.000.000,00 (tujuh ratus juta rupiah), yang rencananya uang tersebut akan diserahkan oleh Wahyudi Apdian Nizam.

4. Fraksi PKB ada 6 (enam) orang anggota, dan uang yang akan disiapkan sejumlah Rp 600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah), yang rencananya uang tersebut akan diserahkan oleh Saipudin.

5. Fraksi PDIP ada 6 (enam) orang anggota dan 1 (satu) pimpinan, dan uang yang akan disiapkan sejumlah Rp 600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah), namun untuk jatah pimpinan belum dihitung, yang rencananya uang tersebut akan diserahkan oleh Wahyudi Apdian Nizam.

6. Fraksi Gerindra ada 5 (lima) orang anggota dan 1 (satu) pimpinan, dan uang yang akan disiapkan sejumlah Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah), namun untuk jatah pimpinan belum dihitung, yang rencananya uang tersebut akan diserahkan oleh Saipudin.

7. Fraksi PPP ada 4 (empat) orang anggota dan uang yang akan disiapkan sejumlah Rp 400.000.000,00 (empat ratus juta rupiah), yang rencananya uang tersebut akan diserahkan oleh Wahyudi Apdian Nizam.

8. Fraksi PAN ada 4 (empat) orang anggota dan uang yang akan disiapkan sejumlah Rp 400.000.000,00 (empat ratus juta rupiah), yang rencananya uang tersebut akan diserahkan oleh Wahyudi Apdian Nizam.

9. Fraksi Bintang Keadilan ada 3 (tiga) orang anggota aktif, 1 (satu) orang anggota tidak aktif namun belum dilakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) dan uang yang akan disiapkan sejumlah Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) yang rencananya uang tersebut akan diserahkan oleh Wahyudi Apdian Nizam.

Setelah Arfan, Saipudin, Wahyudi dan Ivan selesai menghitung pengalokasian untuk pembagian “uang ketok palu”, Supriyono dan Elhelwi datang ke kamar 1023 di Hotel Aston Jambi tersebut dengan maksud untuk menanyakan kepastian adanya pemberian “uang ketok palu” kepada anggota DPRD Provinsi Jambi untuk persetujuan Raperda APBD Provinsi Jambi TA 2018 menjadi Perda APBD Provinsi Jambi TA 2018.

"Kemudian pada saat itu, Elhelwi meminta jaminan dari Saipudin mengenai kepastian pemberian “uang ketok palu” dan Saipudin menyanggupi kepastian pemberian “uang ketok palu” dimaksud," beber JPU KPK dalam dakwaannya di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jambi, Rabu (14/2). (kjcom)


Tag : #KPK #Korupsi #Uang Ketok Palu #OTT #Suap RAPBD #DPRD Provinsi Jambi



Berita Terbaru

 

Kamis, 15 November 2018 08:11 WIB

Menikahlah, Tapi Jangan Menikah yang Dilarang


Kajanglako.com, Kota Jambi - Menikah lalu punya anak, hidup normal di tengah masyarakat, itu sudah biasa. Tapi bagaimana dengan menikah atau melangsungkan

 

Rabu, 14 November 2018 20:55 WIB

Ahli Waris Zulkarnain, Jamaah Haji yang Wafat di Makkah Terima Asuransi Rp18 Juta


Kajanglako.com, Sarolangun - Kanwil Kemenag Kabupaten Sarolangun telah mengeluarkan dana asuransi bagi jamaah haji yang meninggal dunia, saat menjalankan

 

Penerimaan CPNS 2018
Rabu, 14 November 2018 20:37 WIB

Peserta CPNS Nilai Tertinggi namun di Bawah Passing Grade Masih Ada Harapan Lolos


Kajanglako.com, Sarolangun - Tingkat kelulusan CPNS pada tes tertulis sistem Computer Assisted Test (CAT) yang melamar pada Pemerintah Kabupaten 

 

Rabu, 14 November 2018 20:32 WIB

Perseteruan Teori Negara dan Agama di Indonesia


Kajanglako.com, Kota Jambi - Pada banyak negara post kolonial, mendefenisikan identitas negara bukanlah perkara mudah. Di negara-negara muslim, nasionalisme

 

Rabu, 14 November 2018 20:19 WIB

Terjaring Razia, Anak Punk Diambil Sampel Darahnya


Kajanglako.com, Bungo - Belasan anak jalanan atau yang disebut anak punk terjaring razia Satpol PP Bungo.    Mereka terjaring saat nongkrong