Minggu, 25 Februari 2018


Rabu, 14 Februari 2018 12:08 WIB

Soal 'Uang Ketok Palu', Zola Perintahkan Erwan Koordinasi dengan Asrul

Reporter : Ahmad Riki S
Kategori : Berita Hukrim

Gubernur Jambi, Zumi Zola/ foto: dok kajanglako.com

Kajanglako.com, Jambi - Banyak fakta yang terungkap dalam sidang perdana kasus dugaan suap RAPBD Provinsi Jambi tahun anggaran 2018, di Pengadilan Tipikor Jambi, Rabu (14/2), dengan terdakwa Erwan Malik, Arfan dan Saipudin.

Dalam materi dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, terkuak jika Gubernur Jambi, Zumi Zola memerintahkan Erwan Malik yang saat itu menjabat Plt Sekda Provinsi untuk menindaklanjuti permintaan “uang ketok palu” dari Anggota DPRD.



Cerita bermula, Erwan Malik saat itu melaporkan permintaan “uang ketok palu” kepada Zola selaku Gubernur Jambi, lalu Zola memerintahkan Erwan untuk berkoordinasi dengan Asrul Pandapotan Sihotang yang merupakan orang kepercayaan Zola.

Selanjutnya sekitar akhir bulan Oktober 2017 atau awal bulan November 2017, Erwan Malik  bersama dengan Amidy (Kepala Perwakilan Provinsi Jambi di Jakarta) bertemu dengan Asrul di East Mall Grand Indonesia, Jakarta. Dalam pertemuan itu, Asrul  menyampaikan bahwa terkait permintaan “uang ketok palu” dari anggota DPRD Provinsi Jambi dan permintaan proyek dari pimpinan DPRD Provinsi Jambi. Zola telah menyetujuinya termasuk jabatan Plt sebagai Kadis PUPR yang dijabat oleh terdakwa Arfan dan jabatan Plt sebagai Sekda Provinsi Jambi yang dijabat oleh Erwan Malik tetap akan dipertahankan.

Setelah pertemuan dengan Asrul, terdakwa Arfan bersama Erwan  menemui Cornelis Buston, Ketua DPRD Provinsi Jambi di ruang kerjanya dan menyampaikan bahwa “uang ketok palu” untuk anggota DPRD Provinsi Jambi terkait dengan persetujuan Raperda APBD Provinsi Jambi TA 2018 menjadi Perda APBD Provinsi Jambi TA 2018 akan diberikan pada hari Senin, dan hal itu disetujui oleh Cornelis Buston.

Saipudin dan Arfan Pengumpul Uang

Pada hari Jumat tanggal 24 November 2017, Arfan dan Saipudin selaku Asisten III (Bidang Administrasi Umum) Setda Provinsi Jambi diperintahkan oleh Erwan Malik agar segera mencarikan uang sejumlah Rp 5 miliar untuk diberikan kepada 50 anggota DPRD Provinsi Jambi dengan nilai Rp 100 juta per anggota.

Menindaklanjuti perintah Erwan, Saipufin meminta uang dari dinas-dinas di lingkungan Provinsi Jambi yang seluruhnya terkumpul sebesar Rp 77 juta, sedangkan Arfan meminta bantuan Joe Fandy Yoesman alias Asiang serta Ali Tonang alias Ahui (kontraktor yang mendapat pekerjaan di Dinas PUPR Provinsi Jambi), dan Ahui menyanggupi untuk menyediakan uang sesuai permintaan terdakwa Arfan. (kjcom)


Tag : #KPK #Zola #Korupsi #OTT



Berita Terbaru

 

Pusaran Korupsi Jambi
Minggu, 25 Februari 2018 21:48 WIB

Soal 'Uang Ketok Palu', Pengacara Arfan: Perintahnya Berjenjang


Kajanglako.com, Jambi - Sidang lanjutan kasus dugaan suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi 2018, dengan terdakwa Erwan Malik,  Saipudin dan Arpan akan

 

Pilkada Kerinci 2018
Minggu, 25 Februari 2018 21:23 WIB

Beri Dukungan, Masyarakat Siulak Sambangi Posko ZA


Kajanglako.com, Kerinci - Tak hanya dari masyarakat wilayah Kerinci wilayah hilir, dukungan untuk pasangan calon Bupati Kerinci dan Wakil Bupati Kerinci

 

Pilkada Kerinci 2018
Minggu, 25 Februari 2018 21:08 WIB

Enam Desa Kemantan Siap Menangkan Zainal-Arsal, Ini Alasannya


Kajanglako.com, Kerinci - Dukungan untuk pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kerinci Nomor Urut 3, Zainal Abidin dan Arsal Apri terus mengalir.    Sabtu

 

Sidang Suap RAPBD
Minggu, 25 Februari 2018 20:45 WIB

Ini Daftar Anggota DPRD Provinsi yang Jalani Sidang OTT Besok


Kajanglako.com, Jambi - Senin (26/2) besok, dijadwalkan sejumlah Anggota DPRD Provinsi Jambi akan menjalani sidang sebagai saksi, dalam sidang lanjutan

 

Minggu, 25 Februari 2018 15:28 WIB

2019, Tiga Kecamatan di Batanghari Bakal Dapat Jembatan Gantung Melalui APBD Provinsi


Kajanglako.com, Batanghari - Pemerintah provinsi Jambi, pada tahun 2019 mendatang rencananya akan membangun jembatan gantung di wilayah Kabupaten Batanghari.