Selasa, 21 Agustus 2018


Rabu, 14 Februari 2018 12:08 WIB

Soal 'Uang Ketok Palu', Zola Perintahkan Erwan Koordinasi dengan Asrul

Reporter : Ahmad Riki S
Kategori : Berita Hukrim

Gubernur Jambi, Zumi Zola/ foto: dok kajanglako.com

Kajanglako.com, Jambi - Banyak fakta yang terungkap dalam sidang perdana kasus dugaan suap RAPBD Provinsi Jambi tahun anggaran 2018, di Pengadilan Tipikor Jambi, Rabu (14/2), dengan terdakwa Erwan Malik, Arfan dan Saipudin.

Dalam materi dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, terkuak jika Gubernur Jambi, Zumi Zola memerintahkan Erwan Malik yang saat itu menjabat Plt Sekda Provinsi untuk menindaklanjuti permintaan “uang ketok palu” dari Anggota DPRD.



Cerita bermula, Erwan Malik saat itu melaporkan permintaan “uang ketok palu” kepada Zola selaku Gubernur Jambi, lalu Zola memerintahkan Erwan untuk berkoordinasi dengan Asrul Pandapotan Sihotang yang merupakan orang kepercayaan Zola.

Selanjutnya sekitar akhir bulan Oktober 2017 atau awal bulan November 2017, Erwan Malik  bersama dengan Amidy (Kepala Perwakilan Provinsi Jambi di Jakarta) bertemu dengan Asrul di East Mall Grand Indonesia, Jakarta. Dalam pertemuan itu, Asrul  menyampaikan bahwa terkait permintaan “uang ketok palu” dari anggota DPRD Provinsi Jambi dan permintaan proyek dari pimpinan DPRD Provinsi Jambi. Zola telah menyetujuinya termasuk jabatan Plt sebagai Kadis PUPR yang dijabat oleh terdakwa Arfan dan jabatan Plt sebagai Sekda Provinsi Jambi yang dijabat oleh Erwan Malik tetap akan dipertahankan.

Setelah pertemuan dengan Asrul, terdakwa Arfan bersama Erwan  menemui Cornelis Buston, Ketua DPRD Provinsi Jambi di ruang kerjanya dan menyampaikan bahwa “uang ketok palu” untuk anggota DPRD Provinsi Jambi terkait dengan persetujuan Raperda APBD Provinsi Jambi TA 2018 menjadi Perda APBD Provinsi Jambi TA 2018 akan diberikan pada hari Senin, dan hal itu disetujui oleh Cornelis Buston.

Saipudin dan Arfan Pengumpul Uang

Pada hari Jumat tanggal 24 November 2017, Arfan dan Saipudin selaku Asisten III (Bidang Administrasi Umum) Setda Provinsi Jambi diperintahkan oleh Erwan Malik agar segera mencarikan uang sejumlah Rp 5 miliar untuk diberikan kepada 50 anggota DPRD Provinsi Jambi dengan nilai Rp 100 juta per anggota.

Menindaklanjuti perintah Erwan, Saipufin meminta uang dari dinas-dinas di lingkungan Provinsi Jambi yang seluruhnya terkumpul sebesar Rp 77 juta, sedangkan Arfan meminta bantuan Joe Fandy Yoesman alias Asiang serta Ali Tonang alias Ahui (kontraktor yang mendapat pekerjaan di Dinas PUPR Provinsi Jambi), dan Ahui menyanggupi untuk menyediakan uang sesuai permintaan terdakwa Arfan. (kjcom)


Tag : #KPK #Zola #Korupsi #OTT



Berita Terbaru

 

Aksi Pengeroyokan
Senin, 20 Agustus 2018 23:55 WIB

Ini Penjelasan Panitia Terkait Aksi Pengeroyokan di Kampus UIN STS Jambi


Kajanglako.com, Jambi – Aksi Pengeroyokan yang terjadi di Kampus Universitas Islam Negeri Sultan Taha Syaifudin (UIN STS) Jambi, Senin sore (20/08),

 

Aksi Pengeroyokan
Senin, 20 Agustus 2018 23:30 WIB

Terjadi Pengeroyokan di Kampus UIN STS Jambi


Kajanglako.com, Muaro Jambi – Aksi pengeroyokan terjadi di Kampus Universitas Islam Negeri Sultan Taha Syaifudin (UIN STS) Jambi. Diduga aksi pengeroyokan

 

Senin, 20 Agustus 2018 22:01 WIB

Ihsan Yunus Beri Masukan Penyelenggaraan OSS


Kajanglako.com, Jakarta - Berlakunya pelayanan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik atau Online Single Submission (OSS) masih menyimpan pro

 

HUT ke-73 RI
Senin, 20 Agustus 2018 17:04 WIB

Wabup Buka Lomba Panjat Pinang 45 Batang


Kajanglako.com, Batanghari -Dalam rangka menyemarakkan HUT RI ke-73, Kabupaten Batanghari mengadakan pesta rakyat berupa perlombaan panjat pinang yang

 

Jelang Idul Adha
Senin, 20 Agustus 2018 15:57 WIB

Sidak Pasar, Wabup Hillal: Tak Ada Kenaikan Harga


Kajanglako.com, Sarolangun - Memasuki H-2 Idul adha, Tim Satgas Pangan Pemkab Sarolangun melakukan Sidak ke Pasar Atas sarolangun, untuk memastikan ketersediaan