Minggu, 25 Februari 2018


Senin, 12 Februari 2018 17:07 WIB

Tari Sekapur Sirih, Simbol Keterbukaan Masyarakat Jambi

Reporter : Redaksi
Kategori : Ensklopedia

Tari Sekapur Sirih

Tari Sekapur Sirih merupakan tarian tradisional yang berasal dari daerah Jambi. Tarian ini masuk ke dalam kategori tarian penyambutan tamu yang datang. Dengan berpakaian adat serta diiringi alunan musik pengiring, para penari menggerakkan tubuhnya dengan lemah lembut sembari membawakan cerano sebagai tanda persembahan.

Tari Sekapur Sirih pertama kali diciptakan oleh seniman Jambi, Firdaus Chatap. Pada 1962 tarian ini diperkenalkan kepada masyarakat luas. Tersebab awalnya merupakan gerakan dasar, beberapa seniman mengembangkan tarian ini dengan disertai iringan musik dan lagu, sehingga membuatnya menarik perhatian warga maupun tamu yang menyaksikan.



Gerakan dalam tarian ini dibagi menjadi beberapa bagian, diantaranya gerakan melenggang, sembah tinggi, merentang kepak, bersolek, dan gerakan berputar. Sedangkan untuk pola lantai yang dimainkan biasanya disesuaikan dengan kebutuhan dan tempat pementasan.

Tari ini difungsikan sebagai tarian selamat datang untuk menyambut para tamu. Tarian ini menjelaskan sikap keterbukaan masyarakat daerah Jambi. Selain itu, Tari Sekapur Sirih juga artikan sebagai ungkapan rasa syukur dan kebahagiaan masyarakat dalam menyambut para tamu tersebut.

Tari Sekapur Sirih umumnya ditampilkan oleh penari wanita, tetapi ada juga yang menambahkan penari pria sebagai penari pendukung. Untuk jumlah penari biasanya terdiri dari sembilan penari wanita dan tiga penari pria. Para penari pria ini biasanya berperan sebagai pengawal dan pembawa payung. Sedangkan penari wanita berperan sebagai penari utama.

Secara pertunjukan Tari Sekapur Sirih biasanya diiringi oleh alunan musik tradisional seperti gambus, rebana, biola, gendang, gong, serta kordeon. Musik tradisional tersebut dimainkan oleh para pengiring dengan irama melayu yang khas, sesuai dengan lagu daerah yang dinyanyikan.

Adapun kostum yang digunakan para penari dalam Tari Sekapur Sirih ini biasanya adalah busana tradisional. Busana tersebut biasanya terdiri dari baju kurung dan kain songket khas Jambi. Pada bagian kepala penari biasanya menggunakan sanggul lipat pandan, sunting beringin,dan kembang goyang. Sedangkan untuk aksesoris biasanya terdiri dari teratai, pending, gelang dan selendang yang digunakan untuk menari.

Salah satu keunikan tarian ini yaitu pada akhir tarian biasanya para penari akan menyuguhkan cerano berisi sekapur sirih kepada tamu dan meminta mereka untuk mencicipinya. Hal ini dilakukan sebagai simbol atau bukti bahwa para tamu tersebut menerima sambutan selamat datang dari masyarakat.

*Diolah oleh redaksi dari berbagai sumber tentang Tari Sekapur Sirih, Tarian Tradisional dari Jambi”


Tag : #songket #baju kurung #gambus #rebana #Jambi #Sumatra #Tarian Tradisional



Berita Terbaru

 

Minggu, 25 Februari 2018 15:28 WIB

2019, Tiga Kecamatan di Batanghari Bakal Dapat Jembatan Gantung Melalui APBD Provinsi


Kajanglako.com, Batanghari - Pemerintah provinsi Jambi, pada tahun 2019 mendatang rencananya akan membangun jembatan gantung di wilayah Kabupaten Batanghari.

 

Pilbup 2018
Minggu, 25 Februari 2018 15:15 WIB

Ratusan Warga SAD di Merangin Bisa Nyoblos


Kajanglako.com, Merangin- Pesta demokrasi Pemilihan Bupati (Pilbup) Merangin 2018 - 2023, juga bisa dirasakan warga Suku Anak Dalam (SAD) yang berdomisili

 

Pilkada Kerinci 2018
Minggu, 25 Februari 2018 14:12 WIB

ZA Hadir di Muaro Lolo, Masyarakat Sambut Antusias


Kajanglako.com, Kerinci - Calon Bupati Kerinci Nomor urut 3, Zainal Abidin hadir di Desa Muaro Lolo Kecamatan Gunung Raya, Sabtu (24/02) malam. Kehadiran

 

Pilwako Jambi 2018
Minggu, 25 Februari 2018 14:06 WIB

Fasha Salut dengan Soliditas PKS


Kajanglako.com, Kota Jambi - DPD PKS Kota Jambi menggelar konsolidasi kader dan struktur untuk pemenangan Fasha-Maulana, Minggu (25/2).   Hadir dalam

 

Minggu, 25 Februari 2018 13:58 WIB

Dijadwalkan Tiap Minggu, Pengobatan Gratis dr Maulana Ditunggu-tunggu Warga


Kajanglako.com, Kota Jambi - Pengobatan gratis oleh dokter Maulana terus diberikan bagi warga Kota Jambi. Meskipun dokter Maulana saat ini sibuk mengisi