Sabtu, 15 Desember 2018


Senin, 12 Februari 2018 17:07 WIB

Tari Sekapur Sirih, Simbol Keterbukaan Masyarakat Jambi

Reporter : Redaksi
Kategori : Ensklopedia

Tari Sekapur Sirih

Tari Sekapur Sirih merupakan tarian tradisional yang berasal dari daerah Jambi. Tarian ini masuk ke dalam kategori tarian penyambutan tamu yang datang. Dengan berpakaian adat serta diiringi alunan musik pengiring, para penari menggerakkan tubuhnya dengan lemah lembut sembari membawakan cerano sebagai tanda persembahan.

Tari Sekapur Sirih pertama kali diciptakan oleh seniman Jambi, Firdaus Chatap. Pada 1962 tarian ini diperkenalkan kepada masyarakat luas. Tersebab awalnya merupakan gerakan dasar, beberapa seniman mengembangkan tarian ini dengan disertai iringan musik dan lagu, sehingga membuatnya menarik perhatian warga maupun tamu yang menyaksikan.



Gerakan dalam tarian ini dibagi menjadi beberapa bagian, diantaranya gerakan melenggang, sembah tinggi, merentang kepak, bersolek, dan gerakan berputar. Sedangkan untuk pola lantai yang dimainkan biasanya disesuaikan dengan kebutuhan dan tempat pementasan.

Tari ini difungsikan sebagai tarian selamat datang untuk menyambut para tamu. Tarian ini menjelaskan sikap keterbukaan masyarakat daerah Jambi. Selain itu, Tari Sekapur Sirih juga artikan sebagai ungkapan rasa syukur dan kebahagiaan masyarakat dalam menyambut para tamu tersebut.

Tari Sekapur Sirih umumnya ditampilkan oleh penari wanita, tetapi ada juga yang menambahkan penari pria sebagai penari pendukung. Untuk jumlah penari biasanya terdiri dari sembilan penari wanita dan tiga penari pria. Para penari pria ini biasanya berperan sebagai pengawal dan pembawa payung. Sedangkan penari wanita berperan sebagai penari utama.

Secara pertunjukan Tari Sekapur Sirih biasanya diiringi oleh alunan musik tradisional seperti gambus, rebana, biola, gendang, gong, serta kordeon. Musik tradisional tersebut dimainkan oleh para pengiring dengan irama melayu yang khas, sesuai dengan lagu daerah yang dinyanyikan.

Adapun kostum yang digunakan para penari dalam Tari Sekapur Sirih ini biasanya adalah busana tradisional. Busana tersebut biasanya terdiri dari baju kurung dan kain songket khas Jambi. Pada bagian kepala penari biasanya menggunakan sanggul lipat pandan, sunting beringin,dan kembang goyang. Sedangkan untuk aksesoris biasanya terdiri dari teratai, pending, gelang dan selendang yang digunakan untuk menari.

Salah satu keunikan tarian ini yaitu pada akhir tarian biasanya para penari akan menyuguhkan cerano berisi sekapur sirih kepada tamu dan meminta mereka untuk mencicipinya. Hal ini dilakukan sebagai simbol atau bukti bahwa para tamu tersebut menerima sambutan selamat datang dari masyarakat.

*Diolah oleh redaksi dari berbagai sumber tentang Tari Sekapur Sirih, Tarian Tradisional dari Jambi”


Tag : #songket #baju kurung #gambus #rebana #Jambi #Sumatra #Tarian Tradisional



Berita Terbaru

 

Sabtu, 15 Desember 2018 15:32 WIB

PMII Bungo Donasikan Bantuan ke Anita Riana Pengidap Kanker Payudara


Kajanglako.com, Bungo – Sebagai bentuk kepedulian melihat kondisi Anita Riana, Warga Kecamatan Pelayang yang menderita kanker payudara, PC PMII Bungo

 

Sabtu, 15 Desember 2018 15:20 WIB

Jurnalis di Jambi Ikuti Google News Initiative Training Network


Kajanglako.com, Jambi - Sebanyak 25 Jurnalis di Jambi mengikuti pelatihan Google News Initiative Training Network yang digelar oleh Aliansi Jurnalis Independen

 

Sabtu, 15 Desember 2018 15:01 WIB

Humas EBN: Haram Hukumnya PKL Jualan di Angsoduo Baru


Kajanglako,com. Jambi - Pasca direlokasi pedagang Angsoduo lama ke Pasar Angsoduo baru pada 11 November 2018 lalu, kini aktivitas dan operasional Angsoduo

 

Sabtu, 15 Desember 2018 14:41 WIB

Kunjungi Jambi, Presiden Jokowi Dikabarkan Bertandang ke Angsoduo


Kajanglako,com, Jambi - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan kunjungan ke Provinsi Jambi, pada hari Minggu 16 Desember 2018. Dalam

 

Sabtu, 15 Desember 2018 12:40 WIB

Sepanjang 2018, BI Jambi Amankan 1.228 Lembar Uang Palsu


Kajanglako.com, Jambi - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi, selama kurun waktu satu tahun ini telah mengamankan 1.228 lembar uang kertas