Jumat, 22 Juni 2018


Minggu, 11 Februari 2018 09:13 WIB

Keutamaan Ilmu

Reporter :
Kategori : Ragam

ilustrasi.

Oleh: Yudi Latif*

Saudaraku, Nabi Muhammad bersabda, "Iman itu telanjang, pakaiannya adalah takwa, perhiasannya adalah rasa malu, dan buahnya adalah ilmu."



Iman tanpa ilmu laksana pohon tiada berbuah. "Karena ilmu," kata Mu’adz bin Jabal, "menghidupkan hati dari kebutaan, cahaya mata dari kezaliman, dan kekuatan tubuh dari kelemahan."

Ditambahkan oleh Fath al Maushuli, "Barangsiapa kehilangan ilmu, hatinya sakit dan biasanya mati. Ia tidak menyadarinya karena kesibukan dunia mematikan perasaannya. Jika kesibukan itu menampakkan kematian, ia merasakan sakit yang pedih dan penyesalan yang tiada tara."

Orang berilmu, kata Imam Ali, lebih utama daripada orang berpuasa, mengerjakan shalat malam, dan yang berjihad di jalan Allah. Jika seorang alim meninggal, terjadilah lubang dalam Islam yang tidak tertutupi hingga datang orang alim lain yang menggantikannya.

Ilmu menyangkut fakultas batin. Barangsiapa hendak menuntutnya, hendaklah ia membersihkan hati. Hati tak bersih mustahil disinari cahaya ilmu dan meraih ilmu bermanfaat.

Ibnu Mas’ud berkata, "Bukanlah ilmu itu dengan banyaknya periwayatan, melainkan cahaya yang terpancar dalam hati." Untuk mengasah kepekaan hati, Imam Syafi’i menganjurkan untuk "memanjangkan" puasa. Karena kekenyangan dapat mengeraskan hati, memperbanyak tidur, dan mengurangi kecerdasan.

Ilmu akan tumbuh subur jika diamalkan. Ilmu adalah pemimpin dan pengamalan adalah pengikutnya. Sufyan berkata, "Ilmu memanggil amal. Jika dijawab, ilmu akan mengikutinya. Jika tak dijawab, ilmu akan meninggalkannya." Orang berilmu tanpa amal laksana pemanah tanpa tali busur.

Demi kemuliaan hidup, marilah kita buahi ketelanjangan keimanan kita dengan semangat mencari ilmu, yang berbuah amal saleh!

*Yudi Latif, Ph.D. merupakan Kepala Pelaksana Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP). Pemikirannya dalam bidang keagamaan dan kenegaraan tersebar di berbagai media, salah satunya dituangkan dalam buku "Negara Paripurna: Historitas, Rasionalitas, Aktualitas Pancasila". Catatan ini (biasa disebut oleh penulis Makrifat Pagi) pertama kali diunggah di laman facebook pribadinya, 11 Februari 2018. Pemuatan tulisan ini atas izin yang bersangkutan.


Tag : #Ilmu #amal



Berita Terbaru

 

Pilkada Kerinci 2018
Jumat, 22 Juni 2018 19:11 WIB

Zainal-Arsal Paling Berpeluang Jadi Bupati Kerinci, Ini Kata Tokoh Siulak


Kajanglako.com, Kerinci - Tidak hanya didukung oleh warga Kerinci Bagian Hilir. Dukungan untuk pasangan nomor urut 3, Zainal Abidin dan Arsal Apri juga

 

Pilwako Jambi 2018
Jumat, 22 Juni 2018 18:32 WIB

[Foto-foto] Kampanye Akbar Abdullah Sani-Kemas Alfarizi


 

Pilkada Kerinci 2018
Jumat, 22 Juni 2018 17:53 WIB

Deretan Artis Tenar Pengisi Kampanye Akbar Zainal Arsal Sudah Tiba di Kerinci


Kajanglako.com, Kerinci - Bukan janji, tapi pasangan Calon Bupati Kerinci nomor urut 3 benar-benar membuktikan untuk memboyong artis dangdut papan atas

 

Pilwako Jambi 2018
Jumat, 22 Juni 2018 17:34 WIB

Edi Purwanto: Sani-Izi Akan Hapus Tangis Rakyat Kecil


Kajanglako.com, Kota Jambi - Kampanye Akbar pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Jambi Abdullah Sani-Kemas Alfarizi (Sani-Izi) dihadiri antusias

 

Pilwako Jambi 2018
Jumat, 22 Juni 2018 16:59 WIB

H Bakri: Jangan Terprovokasi Berita Hoax Jika Sani-Izi Bakal Kalah Telak


Kajanglako.com, Jambi - Satu persatu pimpinan partai pengusung menyampaikan orasinya di kampanye akbar pasangan Sani-Izi di Lapangan KONI, Jumat (22/6).