Rabu, 26 September 2018


Minggu, 11 Februari 2018 09:13 WIB

Keutamaan Ilmu

Reporter :
Kategori : Ragam

ilustrasi.

Oleh: Yudi Latif*

Saudaraku, Nabi Muhammad bersabda, "Iman itu telanjang, pakaiannya adalah takwa, perhiasannya adalah rasa malu, dan buahnya adalah ilmu."



Iman tanpa ilmu laksana pohon tiada berbuah. "Karena ilmu," kata Mu’adz bin Jabal, "menghidupkan hati dari kebutaan, cahaya mata dari kezaliman, dan kekuatan tubuh dari kelemahan."

Ditambahkan oleh Fath al Maushuli, "Barangsiapa kehilangan ilmu, hatinya sakit dan biasanya mati. Ia tidak menyadarinya karena kesibukan dunia mematikan perasaannya. Jika kesibukan itu menampakkan kematian, ia merasakan sakit yang pedih dan penyesalan yang tiada tara."

Orang berilmu, kata Imam Ali, lebih utama daripada orang berpuasa, mengerjakan shalat malam, dan yang berjihad di jalan Allah. Jika seorang alim meninggal, terjadilah lubang dalam Islam yang tidak tertutupi hingga datang orang alim lain yang menggantikannya.

Ilmu menyangkut fakultas batin. Barangsiapa hendak menuntutnya, hendaklah ia membersihkan hati. Hati tak bersih mustahil disinari cahaya ilmu dan meraih ilmu bermanfaat.

Ibnu Mas’ud berkata, "Bukanlah ilmu itu dengan banyaknya periwayatan, melainkan cahaya yang terpancar dalam hati." Untuk mengasah kepekaan hati, Imam Syafi’i menganjurkan untuk "memanjangkan" puasa. Karena kekenyangan dapat mengeraskan hati, memperbanyak tidur, dan mengurangi kecerdasan.

Ilmu akan tumbuh subur jika diamalkan. Ilmu adalah pemimpin dan pengamalan adalah pengikutnya. Sufyan berkata, "Ilmu memanggil amal. Jika dijawab, ilmu akan mengikutinya. Jika tak dijawab, ilmu akan meninggalkannya." Orang berilmu tanpa amal laksana pemanah tanpa tali busur.

Demi kemuliaan hidup, marilah kita buahi ketelanjangan keimanan kita dengan semangat mencari ilmu, yang berbuah amal saleh!

*Yudi Latif, Ph.D. merupakan Kepala Pelaksana Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP). Pemikirannya dalam bidang keagamaan dan kenegaraan tersebar di berbagai media, salah satunya dituangkan dalam buku "Negara Paripurna: Historitas, Rasionalitas, Aktualitas Pancasila". Catatan ini (biasa disebut oleh penulis Makrifat Pagi) pertama kali diunggah di laman facebook pribadinya, 11 Februari 2018. Pemuatan tulisan ini atas izin yang bersangkutan.


Tag : #Ilmu #amal



Berita Terbaru

 

Bursa Inovasi Desa
Rabu, 26 September 2018 19:00 WIB

Bupati Syahirsah: Ingin Majukan Daerah, Majukanlah Desa


Kajanglako.com, Batanghari - Acara Bursa Inovasi Desa (BID) secara resmi dibuka Bupati Batanghari, Ir Syahirsah Sy, Rabu (26/9).   Acara yang dipusatkan

 

Rabu, 26 September 2018 18:45 WIB

Tim Kesenian Batanghari Tampil Memukau di Festival Batanghari


Kajanglako.com, Jambi - Tim Kesenian Kabupaten Batanghari di bawah binaan Yunninta Syahirsah, yang bernaung di Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Batanghari

 

Pemilu 2019
Rabu, 26 September 2018 15:34 WIB

Masuk 4 Besar Indonesia, Sarolangun Paling Rawan Konflik di Pileg 2019


Kajanglako.com, Jambi - Hasil dari kesimpulan Bawaslu RI, Kabupaten Sarolangun salah satu daerah yang menjadi sorotan pada Pemilihan Legislatif 2019 mendatang.    Sorotan

 

Rabu, 26 September 2018 12:15 WIB

Bacakan Visi Misi MANTAP, Al Haris Ajak Fauzi dan Nalim Bangun Merangin


Kajanglako.com, Merangin - Bupati dan Wakil Bupati Merangin, Al Haris-Mashuri, Rabu (26/9), membacakan visi dan misi membangun Merangin 2018-2023.   Visi

 

Rabu, 26 September 2018 12:03 WIB

Santriwati Korban Nikah Paksa Habib Bahrun Datangi Polres Batanghari


Kajanglako.com, Batanghari - Sekira pukul 10.00 WIB, Rabu (26/9), P Batubara dengan anaknya MG (18) korban ataupun santriwati yang pernah bernaung di Pondok