Rabu, 12 Desember 2018


Minggu, 11 Februari 2018 09:13 WIB

Keutamaan Ilmu

Reporter :
Kategori : Ragam

ilustrasi.

Oleh: Yudi Latif*

Saudaraku, Nabi Muhammad bersabda, "Iman itu telanjang, pakaiannya adalah takwa, perhiasannya adalah rasa malu, dan buahnya adalah ilmu."



Iman tanpa ilmu laksana pohon tiada berbuah. "Karena ilmu," kata Mu’adz bin Jabal, "menghidupkan hati dari kebutaan, cahaya mata dari kezaliman, dan kekuatan tubuh dari kelemahan."

Ditambahkan oleh Fath al Maushuli, "Barangsiapa kehilangan ilmu, hatinya sakit dan biasanya mati. Ia tidak menyadarinya karena kesibukan dunia mematikan perasaannya. Jika kesibukan itu menampakkan kematian, ia merasakan sakit yang pedih dan penyesalan yang tiada tara."

Orang berilmu, kata Imam Ali, lebih utama daripada orang berpuasa, mengerjakan shalat malam, dan yang berjihad di jalan Allah. Jika seorang alim meninggal, terjadilah lubang dalam Islam yang tidak tertutupi hingga datang orang alim lain yang menggantikannya.

Ilmu menyangkut fakultas batin. Barangsiapa hendak menuntutnya, hendaklah ia membersihkan hati. Hati tak bersih mustahil disinari cahaya ilmu dan meraih ilmu bermanfaat.

Ibnu Mas’ud berkata, "Bukanlah ilmu itu dengan banyaknya periwayatan, melainkan cahaya yang terpancar dalam hati." Untuk mengasah kepekaan hati, Imam Syafi’i menganjurkan untuk "memanjangkan" puasa. Karena kekenyangan dapat mengeraskan hati, memperbanyak tidur, dan mengurangi kecerdasan.

Ilmu akan tumbuh subur jika diamalkan. Ilmu adalah pemimpin dan pengamalan adalah pengikutnya. Sufyan berkata, "Ilmu memanggil amal. Jika dijawab, ilmu akan mengikutinya. Jika tak dijawab, ilmu akan meninggalkannya." Orang berilmu tanpa amal laksana pemanah tanpa tali busur.

Demi kemuliaan hidup, marilah kita buahi ketelanjangan keimanan kita dengan semangat mencari ilmu, yang berbuah amal saleh!

*Yudi Latif, Ph.D. merupakan Kepala Pelaksana Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP). Pemikirannya dalam bidang keagamaan dan kenegaraan tersebar di berbagai media, salah satunya dituangkan dalam buku "Negara Paripurna: Historitas, Rasionalitas, Aktualitas Pancasila". Catatan ini (biasa disebut oleh penulis Makrifat Pagi) pertama kali diunggah di laman facebook pribadinya, 11 Februari 2018. Pemuatan tulisan ini atas izin yang bersangkutan.


Tag : #Ilmu #amal



Berita Terbaru

 

Selasa, 11 Desember 2018 21:05 WIB

Nelayan Ini Ditemukan Luka-luka di Kapal Pompongnya


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Barat – Diduga mengalami kecelakaan kerja saat melaut, seorang nelayan di Tanjab Barat ditemukan luka-luka dan terbaring

 

Program Sosial Bank Indonesia
Selasa, 11 Desember 2018 20:19 WIB

Cabai hingga Trigona, Potensi Mahad Aljamiah jadi Kawasan Ekowisata


Kajanglako.com, Jambi – Tak usah diragukan lagi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi begitu menaruh perhatian besar terhadap pengembangan

 

Selasa, 11 Desember 2018 18:31 WIB

Dirikan Tenda, Warga Mandiangin dari 12 Desa Duduki Kantor Bupati


Kajanglako.com, Sarolangun – Buntut dari kisruh antara warga 12 Desa di Kecamatan Mandiangin dengan PT AAS, ratusan warga mendatangi Kantor Bupati

 

Selasa, 11 Desember 2018 17:54 WIB

BP2KBP3A Layangkan Surat ke PLN, Saryoto: jika Tak Digubris Kita Tempuh Jalur Hukum


Kajanglako.com, Batanghari - Hingga saat ini, KWH arus listrik di Kantor Badan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan

 

Selasa, 11 Desember 2018 17:33 WIB

Pol PP Punya Catatan Buruk saat Jaga Kantor Gubernur, Edi: Kami Siap jika Diminta Kembali


Kajanglako.com, Jambi - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi, Fachrori Umar, meminta Pengamanan Dalam (Pamdal) Kantor Gubernur Jambi pada tahun 2019 ditiadakan. Kebijakannya