Selasa, 24 April 2018


Sabtu, 10 Februari 2018 22:55 WIB

Surplus Neraca Pembayaran Indonesia Berlanjut

Reporter :
Kategori : Bisnis Perbankan Berita Nasional

ilustrasi, foto: istimewa

Kajanglako.com - Surplus Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) berlanjut pada triwulan IV 2017 dengan defisit transaksi berjalan yang tetap terkendali. Surplus NPI tercatat USD1,0 miliar, ditopang oleh transaksi modal dan finansial yang mencatat surplus cukup besar, terutama bersumber dari investasi langsung dan investasi portofolio. Sementara itu, defisit transaksi berjalan tetap terkendali dalam batas yang aman. Dengan perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa pada akhir Desember 2017 meningkat menjadi USD130,2 miliar, tertinggi dalam sejarah. Cadangan devisa tersebut cukup untuk membiayai kebutuhan pembayaran impor dan utang luar negeri pemerintah selama 8,3 bulan dan berada di atas standar kecukupan internasional.

Surplus transaksi modal dan finansial ditopang oleh optimisme terhadap prospek ekonomi domestik dan menariknya imbal hasil keuangan domestik. Surplus transaksi modal dan finansial pada triwulan IV 2017 tercatat sebesar USD6,5 miliar terutama bersumber dari surplus investasi langsung dan investasi portofolio. Namun, surplus transaksi modal dan finansial tersebut lebih rendah dibandingkan surplus pada triwulan sebelumnya. Lebih rendahnya surplus pada triwulan IV 2017 disebabkan oleh menurunnya surplus investasi langsung, seiring dengan outflow investasi langsung di sektor migas, dan menurunnya surplus investasi portofolio sebagai dampak keluarnya dana asing dari instrumen surat berharga berdenominasi rupiah sehubungan dengan adanya ketidakpastian dari sektor eksternal pada awal triwulan IV 2017. 



Defisit transaksi berjalan masih terkendali dalam batas yang aman meski mengalami peningkatan dibanding triwulan sebelumnya. Defisit transaksi berjalan triwulan IV 2017 tercatat sebesar USD5,8 miliar (2,2% dari PDB), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar USD4,6 miliar (1,7% dari PDB). Peningkatan defisit tersebut disebabkan oleh penurunan surplus neraca perdagangan barang yang disertai peningkatan defisit neraca jasa. Lebih rendahnya surplus neraca perdagangan barang bersumber dari kenaikan impor, seiring menguatnya kebutuhan domestik untuk investasi dan kegiatan produksi, yang melampaui kenaikan ekspor. Sementara itu, kenaikan defisit neraca jasa terutama disebabkan oleh meningkatnya defisit jasa transportasi sejalan dengan kenaikan impor barang.

Untuk keseluruhan tahun, NPI 2017 mencatat surplus yang relatif besar dengan defisit transaksi berjalan yang terus membaik dan terkendali di bawah 2,0% dari PDB. Surplus NPI 2017 tercatat sebesar USD11,6 miliar ditopang oleh surplus transaksi modal dan finansial yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, terutama dalam bentuk investasi langsung dan investasi portofolio, sejalan dengan membaiknya persepsi investor terhadap prospek perekonomian domestik. Sementara itu, defisit transaksi berjalan tahun 2017 tercatat sebesar USD17,3 miliar atau 1,7% dari PDB, lebih rendah dibandingkan defisit tahun sebelumnya yang sebesar 1,8% dari PDB. Perbaikan defisit transaksi berjalan tersebut bersumber dari peningkatan surplus neraca perdagangan nonmigas di tengah meningkatnya impor migas, defisit neraca jasa terkait defisit jasa transportasi, dan neraca pendapatan primer terutama untuk pembayaran repatriasi hasil investasi asing.

Perkembangan NPI pada 2017 secara keseluruhan menunjukkan terpeliharanya keseimbangan eksternal perekonomian sehingga turut menopang berlanjutnya stabilitas makroekonomi. Bank Indonesia akan terus mewaspadai perkembangan global, khususnya yang dapat memberikan risiko bagi kinerja neraca pembayaran secara keseluruhan antara lain terkait normalisasi kebijakan moneter di beberapa negara maju, tekanan geopolitik di beberapa kawasan, dan kenaikan harga minyak dunia. Bank Indonesia meyakini kinerja NPI akan semakin baik didukung bauran kebijakan moneter dan makroprudensial, serta penguatan koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, khususnya dalam mendorong kelanjutan reformasi struktural. (kjcom/BI)


Tag : #Bank Indonesia #Surplus Neraca



Berita Terbaru

 

Pemilu 2019
Senin, 23 April 2018 23:09 WIB

Polemik Teriakan '2019 Ganti Presiden', Chumaidi Bela Gerindra Tapi Salahkan KPU


Kajanglako.com, Jambi – PDIP Jambi telah melaporkan KPU Provinsi terkait polemik teriakan “2019 Ganti Presiden”, dalam penampilan parodi

 

Senin, 23 April 2018 21:55 WIB

Warga Kembali Temukan Mayat Mengapung di Sungai Batang Tebo


Kajanglako.com, Bungo - Mayat pria tanpa identitas ditemukan warga mengambang pinggir Sungai Batang Tebo di Lubuk Kumbang, Dusun Peninjau, Kecamatan Bathin

 

Pemilu 2019
Senin, 23 April 2018 21:05 WIB

PDIP Laporkan KPU dan Gerindra ke Bawaslu Terkait Teriakan '2019 Ganti Presiden'


Kajanglako.com, Jambi – Teriakan “2019 Ganti Presiden” di acara Pagelaran Seni Pemilu yang diadakan KPU Provinsi Jambi di lapangan kantor

 

Senin, 23 April 2018 20:52 WIB

Coffe Morning Bersama Forkompinda, Fachrori: Silaturahmi Perkuat Sinergitas


Kajanglako.com, Jambi - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi, Dr. Drs. H. Fachrori Umar, M.Hum mengungkapkan pertemuan bersama Forkompida dilaksanakan

 

Kesenjangan Sosial
Senin, 23 April 2018 20:25 WIB

Bantuan Beras Sejahtera Belum Sentuh Warga SAD


Kajanglako.com, Merangin - Program Raskin atau Beras Sejahtera (Rastra) di Merangin, ternyata belum menyentuh warga Suku Anak Dalam (SAD). Beras gratis