Rabu, 18 Juli 2018


Senin, 11 September 2017 13:50 WIB

Barbara Watson Andaya dan Sumber Tradisi Lisan

Reporter :
Kategori : Pustaka

Karya Barbara Watson Andaya

Tentu bukan kali ini kita mendengar bahwa sejarah bangsa ini banyak diturunkan oleh orang tua terdahulu kepada keturunannya melalui hikayat lisan, dongeng, gurindam dan lain sebagainya. Narasi yang dibangun pun memiliki banyak tujuan. Ada yang bertujuan membangun semangat hidup, mengingatkan akan hubungan manusia yang merupakan mikrokosmik dengan alam semesta, menegaskan akan pentingnya menjadi manusia yang baik atau pun mengingatkan akan sejarah kehidupan. Entah bagaimanapun pola dan tujuannya, namun satu hal yang pasti adalah narasi-narasi tersebut mayoritas didistribusikan melalui tradisi oral kepada yang lain.

Memang, tradisi bertutur merupakan bagian yang tak terlepaskan dari bangsa ini. Mendaraskan secara langsung tawaran, informasi, permintaan, titah atau pun wejangan telah menjadi cara hidup bangsa ini sejak lama. Barbara Watson Andaya, seorang sejarawan yang telah lama menaruh perhatian pada kelokalan dan sejarah di wilayah Sumatera pun mengaminkan hal tersebut. Lewat bukunya yang berjudul  Hidup Bersaudara: Sumatera Tenggara Pada Abad XVII dan XVIII, seorang Barbara Andaya berhasil mengungkapkan banyak fakta sejarah termasuk mengenai pentingnya metode tersebut dalam kehidupan masyarakat masa silam di wilayah itu. Untuk diketahui saja, Sumatera Tenggara sendiri ketika itu merupakan wilayah yang sangat luas yang antara lain meliputi wilayah Palembang, Jambi, Bengkulu, dan beberapa daerah lainnya.



Pentingnya metode lisan dalam kehidupan manusia zaman itu bisa dirasakan dari sejumlah manuskrip yang kebanyakan tersimpan dengan cukup baik di negeri Belanda. Beberapa dari manuskrip tersebut ditulis oleh orang belanda langsung sehingga bahasa yang digunakan pun adalah bahasa negara tersebut. Dalam beberapa catatan di buku ini yang banyak mengisahkan kuatnya peranan tradisi lisan, tersebutlah bahwa tradisi kosmologis yang dipegang kuat oleh masyarakat menjadikan sejumlah hal seperti mantra merupakan bagian penting dalam relasi mereka dengan banyak hal (hal 19). Sebagai contoh adalah hidupnya sejumlah hikayat yang dibangun di masyarakat mengenai daerah mereka. Hikayat seperti sosok si Pahit Lidah, Putri Pinang Masak, Aria Damar, Datuk Paduka Berhala dan Orang Kaya Hitam (hal 27-31) merupakan beberapa kisah yang kerap dituturkan dari generasi ke generasi bahkan hingga masa sekarang.

Berikutnya, penguat akan penegasan bahwa tradisi lisan memang merupakan bagian tak terlepaskan dari diri masyarakat nusantara khususnya wilayah Sumatera Tenggara bisa dilihat dari sejumlah acara makan yang dilakukan pihak kerajaan kepada pihak lain. Dalam pengamatan yang sederhana, aktifitas lisan sebenarnya tak dapat dilepaskan dari aktifitas mulut. Jamuan makan menjadi salah satu manifestasinya. Tentu kita telah mengetahui bahwa sebuah acara jamuan merupakan sebuah hal yang biasa dan sengaja dilakukan untuk mengungkapkan penghargaan terhadap pihak lain (undangan). Melalui acara makan bersama tersebut, tidak jarang relasi yang telah ada semakin kuat di antara pihak yang terlibat. Hubungan yang ada semakin erat, sebab dalam ruang tersebut kekakuan yang ada bisa mencair dalam perbincangan yang sederhana.

Dalam Kesempatan yang lain, pentingnya tradisi lisan dapat dilihat dari bagaimana berharganya sebuah pesan ataupun pujian yang dihaturkan sendiri tanpa perantaraan surat atau pun pihak lain (hal. 19-21). Karena banyaknya kerajaan yang tersebar di wilayah Nusantara, khususnya Sumatera Tenggara jelas menghadirkan banyak pula raja serta para pembesarnya. Dalam sejumlah kondisi, banyak di antara mereka yang memilih tatap muka sebagai sebuah penguat hubungan. Tanpa kita sadari konstruksi pemikiran ini bahkan tertanam hingga kini. Kita dapat merasakan sebuah kekaguman atau pun pujian terhadap diri kita bila hal tersebut diutarakan langsung kepada kita. Bahkan tidak jarang perjumpaan langsung dapat membalikkan sebuah kesan yang sebelumnya sempat tertanam.

Tidak cukup sampai di situ, buku ini pun bahkan mengulas bagian di mana kehebatan seseorang di masa sekarang tak lepas dari siapakah leluhur (poyang) orang tersebut di masa dulu (hal23-24). Jelas, ini pun diperdengarkan secara langsung melalui orang-orang tua terdahulu. Kemudian berita tersebut semakin tersebar luas melalui pemberitahuan secara langsung di tingkatan masyarakat. Dalam sejarah penuturan tentang masyarakat Sumatera Tenggara yang sejak awal sangat beragam, bahkan tanpa disangka bisa didapati informasi bahwa masyarakat lokal jambi memiliki relasi dengan kemasyuran kerajaan Iskandar Zulkarnaen (Hal.23-24).

Buku ini adalah sebuah buku “babon” yang penting bagi para penyuka sejarah, arkeologi dan peminat kebudayaan wilayah Sumatera. Upaya keras menyajikan keutuhan sejarah masyarakat Sumatera Tenggara abad XVII-XVIII dalam buku ini jelas menjadi tawaran tersendiri guna menggali terus kebudayaan dan harta terpendam yang dimiliki bangsa ini terutama masyarakat Sumatera. Sebab dalam buku ini tidak hanya menyajikan tradisi lisan namun juga sejarah perdagangan merica hingga relasi yang pasang surut antara beberapa kerajaan seperti wilayah Palembang dan Jambi.

 

Data Buku:

Judul          : Hidup Bersaudara: Sumatera Tenggara Pada Abad XVII dan XVIII/

Penulis        : Barbara Watson Andaya

Penerbit      : Ombak

Cetakan      : 2016

Hal              : 452 hal

 

*Fredy Torang WM, Pemerhati masalah sosial. Alumnus CRCS Pascasarjana UGM Yogyakarta


Tag : #tradisi lisan #sejarah #budaya #jambi #barbara watson andaya #sumatera tenggara



Berita Terbaru

 

Pemilu 2019
Rabu, 18 Juli 2018 11:48 WIB

Ini Bacaleg Golkar yang Berpotensi Dulang Suara di Kota Jambi


Kajanglako.com, Kota Jambi - Golkar Kota Jambi optimis akan meraih maksimal di Pemilu 2019, mereka menargetkan 7 hingga 8 kursi di DPRD Kota Jambi.    Pengurus

 

Pemilu 2019
Rabu, 18 Juli 2018 11:15 WIB

Jumlah Bacaleg yang Terdaftar di KPU Provinsi Jambi


Kajanglako.com, Jambi - Proses penerimaan pendaftaran Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) Pemilu 2019 untuk DPRD Provinsi Jambi, telah rampung dilaksanakan

 

Rabu, 18 Juli 2018 09:09 WIB

Pertanyakan Akuisisi Pertagas oleh PGN, Ihsan: Apa Urgensinya?


Kajanglako.com, Jakarta - Selasa, 17 Juli 2018, Komisi VI DPR RI melanjutkan rangkaian Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan mitra komisi. Kali ini RDP berlangsung

 

Pemilu 2019
Rabu, 18 Juli 2018 03:49 WIB

Ini Dasar KPU Bungo Tolak Berkas Partai Garuda Hingga Tereleminasi


Kajanglako.com, Bungo - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bungo menolak berkas pendaftaran Bacaleg dari Partai Garuda. Penolakan tersebut disebabkan masih

 

Pemilu 2019
Rabu, 18 Juli 2018 03:42 WIB

Hari Terakhir Pendaftaran di KPU Bungo, Bacaleg Partai Garuda Tereleminasi


Kajanglako.com, Bungo - Banyak partai politik di Kabupaten Bungo memilih mendaftarkan bakal calon legislatifnya pada akhir waktu. Padahal tidak ada