Minggu, 18 Februari 2018
Pencarian


Kamis, 25 Januari 2018 14:43 WIB

Konflik Sejak Tahun 1995, Warga Empang Benao Tagih Janji PT KDA

Reporter : Riki Saputra
Kategori : Berita Daerah Merangin

Mediasi antara pihak PT KDA dengan warga Empang Benao yang difasilitasi Pemda Merangin/ Foto: Riki Saputra

Kajanglako.com, Merangin - Konflik lahan kebun sawit antara warga Desa Empang Benao, Kecamatan Pamenang dengan PT Krisna Duta Agrindo (KDA) yang bergulir sejak 1995, hingga saat belum usai.

Sudah beberapa kali dilakukan mediasi antar kedua belah pihak, bahkan melibatkan Pemerintah Kabupaten, tidak juga menemukan kesepakatan. Warga menilai PT KDA sudah melanggar perjanjian yang penah disepakati kedua belah pihak.



"Kami menuntut hak kami hanya 30% dari 270 hektar lahan masyarakat yang digarap PT KDA di Desa Empang Benao," kata Nawi (62), warga Empang Benao, Rabu (24/1) malam.

Dia mengatakan sejak tahun 2000 hingga 2018 ini, masyarakat Empang Benao sudah berupaya mencari jalan keluar yang terbaik melalui mediasi. Namun disebutnya, pihak PT KDA terkesan mengulur-ulur sehingga persoalan ini tak kunjung rampung hingga saat ini.

"Sudah tiga kali masuk ini (mediasi) dari tahun 2000 sampai 2018, namun persoalan ini tidak ada titik terang dari PT KDA. Padahal yang kami minta itu hanya 30%," sebut Nawi lagi.

Sementara itu Humas PT KDA, Ucok mengatakan, sulit bagi perusahan untuk memenuhi tuntutan masyarakat, lantaran hal itu di luar perjanjian dan kesepakatan.

"Perusahan tidak mungkin memenuhi tuntutan sebesar 30% dari TBS, untuk masyarakat Empang Benao ini. Karena, hal ini di luar perjanjian kerjasama," kata Ucok.

Meski demikian, Ucok membenarkan adanya persoalan pihak KDA dengan masyarakat Empang Benao perihal Bantuan Sosial (Bansos) sebesar Rp 69 juta, yang hingga kini belum direalisasikan.

Namun disebutnya, hal itu bukan kesalahan manajemen PT KDA, melainkan masyarakat sendiri yang tak mau merima bantuan tersebut.

"Kalau untuk Bantuan Sosial (Bansos), PT KDA siap dari dulu. Namun, masyarakat tak mau menerimanya," tegas Ucok.

Setelah mendengar perdebatan antar kedua pihak, Bupati Merangin Al Haris yang hadir pada mediasi tersebut bersama ketua DPRD mengatakan agar mediasi tersebut diskor.

Pemerintah Daerah disebutnya akan berupaya membantu mencari solusi terhadap permasalahan tersebut.

"Ini kita skor dulu, pemerintah akan berupaya membantu mencari solusi terkait ini," kata Bupati. (kjcom)


Tag : #Konflik lahan #Perusahaan sawit #warga #bangko #merangin #Al Haris



Berita Terbaru

 

Pilwako Jambi 2018
Sabtu, 17 Februari 2018 18:07 WIB

Siapkan 3 Mobil Pawai Pilkada Damai, Tim Fasha Tonjolkan Ikon Kota Jambi


Kajanglako.com, Kota Jambi - Pawai Pilkada Damai akan digelar besok pagi (18/2) oleh KPU Kota Jambi. Pasangan calon Fasha-Maulana sudah melakukan berbagai

 

Pilwako Jambi 2018
Sabtu, 17 Februari 2018 16:58 WIB

Wein Arifin Harapkan Deklarasi Kampanye Damai Lahirkan ini


Kajanglako.com, Kota Jambi – Pawai Kendaraan Deklarasi Kampanye Damai Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Jambi tahun 2018, akan digelar Minggu,

 

Pilwako Jambi 2018
Sabtu, 17 Februari 2018 16:43 WIB

Ini Rute Pawai Kendaraan Deklarasi Kampanye Damai Pilwako 2018


Kajanglako.com, Kota Jambi – Minggu, 18 Februari 2018, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jambi akan menggelar Pawai Kendaraan Deklarasi Kampanye Damai

 

Pilwako Jambi 2018
Sabtu, 17 Februari 2018 16:19 WIB

Gelar Pawai Kendaraan Deklarasi Kampanye Damai, KPU Kota Jambi Batasi Jumlah Kendaraan


Kajanglako.com, Kota Jambi – Setelah ditetapkannya pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Jambi beserta nomor urut masing-masing calon, Komisi

 

Sabtu, 17 Februari 2018 15:27 WIB

Pujakesuma Salut Kemajuan Kota Jambi dengan Polesan Tangan Dingin Fasha


Kota Jambi - Ketua Paguyuban Putera Jawa Kelahiran Sumatera (Pujakesuma), H Suparyono mengapresiasi pembangunan Kota Jambi di bawah kepemimpinan DR H Sy