Sabtu, 18 Agustus 2018


Kamis, 25 Januari 2018 14:43 WIB

Konflik Sejak Tahun 1995, Warga Empang Benao Tagih Janji PT KDA

Reporter : Riki Saputra
Kategori : Berita Daerah Merangin

Mediasi antara pihak PT KDA dengan warga Empang Benao yang difasilitasi Pemda Merangin/ Foto: Riki Saputra

Kajanglako.com, Merangin - Konflik lahan kebun sawit antara warga Desa Empang Benao, Kecamatan Pamenang dengan PT Krisna Duta Agrindo (KDA) yang bergulir sejak 1995, hingga saat belum usai.

Sudah beberapa kali dilakukan mediasi antar kedua belah pihak, bahkan melibatkan Pemerintah Kabupaten, tidak juga menemukan kesepakatan. Warga menilai PT KDA sudah melanggar perjanjian yang penah disepakati kedua belah pihak.



"Kami menuntut hak kami hanya 30% dari 270 hektar lahan masyarakat yang digarap PT KDA di Desa Empang Benao," kata Nawi (62), warga Empang Benao, Rabu (24/1) malam.

Dia mengatakan sejak tahun 2000 hingga 2018 ini, masyarakat Empang Benao sudah berupaya mencari jalan keluar yang terbaik melalui mediasi. Namun disebutnya, pihak PT KDA terkesan mengulur-ulur sehingga persoalan ini tak kunjung rampung hingga saat ini.

"Sudah tiga kali masuk ini (mediasi) dari tahun 2000 sampai 2018, namun persoalan ini tidak ada titik terang dari PT KDA. Padahal yang kami minta itu hanya 30%," sebut Nawi lagi.

Sementara itu Humas PT KDA, Ucok mengatakan, sulit bagi perusahan untuk memenuhi tuntutan masyarakat, lantaran hal itu di luar perjanjian dan kesepakatan.

"Perusahan tidak mungkin memenuhi tuntutan sebesar 30% dari TBS, untuk masyarakat Empang Benao ini. Karena, hal ini di luar perjanjian kerjasama," kata Ucok.

Meski demikian, Ucok membenarkan adanya persoalan pihak KDA dengan masyarakat Empang Benao perihal Bantuan Sosial (Bansos) sebesar Rp 69 juta, yang hingga kini belum direalisasikan.

Namun disebutnya, hal itu bukan kesalahan manajemen PT KDA, melainkan masyarakat sendiri yang tak mau merima bantuan tersebut.

"Kalau untuk Bantuan Sosial (Bansos), PT KDA siap dari dulu. Namun, masyarakat tak mau menerimanya," tegas Ucok.

Setelah mendengar perdebatan antar kedua pihak, Bupati Merangin Al Haris yang hadir pada mediasi tersebut bersama ketua DPRD mengatakan agar mediasi tersebut diskor.

Pemerintah Daerah disebutnya akan berupaya membantu mencari solusi terhadap permasalahan tersebut.

"Ini kita skor dulu, pemerintah akan berupaya membantu mencari solusi terkait ini," kata Bupati. (kjcom)


Tag : #Konflik lahan #Perusahaan sawit #warga #bangko #merangin #Al Haris



Berita Terbaru

 

HUT ke-73 RI
Jumat, 17 Agustus 2018 21:26 WIB

Syahirsah Serahkan Remisi HUT RI Kepada 170 Napi


Kajanglako.com,Batanghari - Bupati Batanghari Ir Syahirsah Sy, menyerahkan berkas remisi (pengurangan hukuman) kepada ratusan narapidana. Bahkan 16 narapidana

 

Karhutla
Jumat, 17 Agustus 2018 20:52 WIB

50 Hektar Lahan Masyarakat di Desa Sogo Kumpeh Hangus Terbakar


Kajanglako.com, Muaro Jambi – Provinsi Jambi kembali dilanda bencana Kebakaran Hutan dan Lahan atau Karhutla. Setidaknya beberapa Kabupaten, kebakaran

 

HUT ke-73 RI
Jumat, 17 Agustus 2018 20:21 WIB

Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan RI di Tanjabbar Berlangsung Khidmat


Kajangkako.com, Tanjung Jabung Barat - Upacara pengibaran Sang Saka Merah Putih pada HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-73 Tahun 2018, Jumat

 

Jumat, 17 Agustus 2018 19:32 WIB

Perjuangan Ihsan Membuahkan Hasil, PTPN VI Buat Kesepakatan Replanting Karet ke Sawit dengan Petani di Jambi


Kajanglako.com, Jambi – Tak ada perjuangan yang sia-sia, upaya yang dilakukan Ihsan Yunus menunjukkan hasilnya. Bertepatan dengan hari kemerdekaan

 

Jumat, 17 Agustus 2018 19:01 WIB

Ancam dengan Senpi, Pria Paruh Baya Setubuhi Anak Tiri Hingga 10 Kali


Kajanglako.com, Sarolangun - Sat Reskrim Polres Sarolangun berhasil mengungkap kasus pencabulan anak di bawah umur, pelaku yang diketahui ayah tiri korban