Minggu, 20 Mei 2018


Kamis, 25 Januari 2018 14:43 WIB

Konflik Sejak Tahun 1995, Warga Empang Benao Tagih Janji PT KDA

Reporter : Riki Saputra
Kategori : Berita Daerah Merangin

Mediasi antara pihak PT KDA dengan warga Empang Benao yang difasilitasi Pemda Merangin/ Foto: Riki Saputra

Kajanglako.com, Merangin - Konflik lahan kebun sawit antara warga Desa Empang Benao, Kecamatan Pamenang dengan PT Krisna Duta Agrindo (KDA) yang bergulir sejak 1995, hingga saat belum usai.

Sudah beberapa kali dilakukan mediasi antar kedua belah pihak, bahkan melibatkan Pemerintah Kabupaten, tidak juga menemukan kesepakatan. Warga menilai PT KDA sudah melanggar perjanjian yang penah disepakati kedua belah pihak.



"Kami menuntut hak kami hanya 30% dari 270 hektar lahan masyarakat yang digarap PT KDA di Desa Empang Benao," kata Nawi (62), warga Empang Benao, Rabu (24/1) malam.

Dia mengatakan sejak tahun 2000 hingga 2018 ini, masyarakat Empang Benao sudah berupaya mencari jalan keluar yang terbaik melalui mediasi. Namun disebutnya, pihak PT KDA terkesan mengulur-ulur sehingga persoalan ini tak kunjung rampung hingga saat ini.

"Sudah tiga kali masuk ini (mediasi) dari tahun 2000 sampai 2018, namun persoalan ini tidak ada titik terang dari PT KDA. Padahal yang kami minta itu hanya 30%," sebut Nawi lagi.

Sementara itu Humas PT KDA, Ucok mengatakan, sulit bagi perusahan untuk memenuhi tuntutan masyarakat, lantaran hal itu di luar perjanjian dan kesepakatan.

"Perusahan tidak mungkin memenuhi tuntutan sebesar 30% dari TBS, untuk masyarakat Empang Benao ini. Karena, hal ini di luar perjanjian kerjasama," kata Ucok.

Meski demikian, Ucok membenarkan adanya persoalan pihak KDA dengan masyarakat Empang Benao perihal Bantuan Sosial (Bansos) sebesar Rp 69 juta, yang hingga kini belum direalisasikan.

Namun disebutnya, hal itu bukan kesalahan manajemen PT KDA, melainkan masyarakat sendiri yang tak mau merima bantuan tersebut.

"Kalau untuk Bantuan Sosial (Bansos), PT KDA siap dari dulu. Namun, masyarakat tak mau menerimanya," tegas Ucok.

Setelah mendengar perdebatan antar kedua pihak, Bupati Merangin Al Haris yang hadir pada mediasi tersebut bersama ketua DPRD mengatakan agar mediasi tersebut diskor.

Pemerintah Daerah disebutnya akan berupaya membantu mencari solusi terhadap permasalahan tersebut.

"Ini kita skor dulu, pemerintah akan berupaya membantu mencari solusi terkait ini," kata Bupati. (kjcom)


Tag : #Konflik lahan #Perusahaan sawit #warga #bangko #merangin #Al Haris



Berita Terbaru

 

Ramadhan 1439H
Minggu, 20 Mei 2018 16:22 WIB

Satgas Pangan Uji 24 Sampel Bahan Pokok di Pasar Angsoduo


Kajanglako.com, Jambi - Tim Satgas Pangan Provinsi Jambi kembali melakukan Sidak di Pasar Angso Duo Kota Jambi, untuk mengecek harga kebutuhan pokok dan

 

Pemilu 2019
Minggu, 20 Mei 2018 16:04 WIB

H Bakri Bicara Target PAN Jambi di Pileg 2019


Kajanglako.com, Jambi – Partai Politik peserta Pemilu 2019 mulai memasang target, terutama untuk kursi DPR RI. Namun, kursi DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota

 

Minggu, 20 Mei 2018 14:46 WIB

Aksi Perampokan Gegerkan Warga Kampung Manggis


Kajanglako.com, Kota Jambi - Warga RT 18, Kelurahan Kampung Manggis, Kecamatan Jelutung, digegerkan oleh aksi kawanan perampok yang beraksi di salah satu

 

MTQ ke-48 Provinsi Jambi
Minggu, 20 Mei 2018 14:32 WIB

Areal MTQ Batanghari Akan Dijadikan Pusat Kegiatan Keagamaan


Kajanglako.com, Batanghari - Sebagai tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Jambi yang ke-48, Pemkab Batanghari telah melakukan persiapan yang matang. Tak tanggung

 

Minggu, 20 Mei 2018 14:24 WIB

Polisi Tangkap Dua Pengedar Narkoba di Kampung Manggis


Kajanglako.com, Kota Jambi – Ditresnarkoba Polda Jambi menangkap dua orang pria yang diduga pengedar Narkoba di kawasan Kampung Manggis, Kota Jambi. Dari