Rabu, 14 November 2018


Rabu, 24 Januari 2018 22:15 WIB

Inspektorat Dalami Kasus Perselingkuhan Kades Padang Kelapo

Reporter : Raden Suhur
Kategori : Berita Daerah Batanghari

Mukhlis, Kepala Inspektorat Kabupaten Batanghari/ foto: Suhur

Kajanglako.com, Batanghari - Hingga saat ini, kasus perselingkuhan Kades Padang Kelapo dengan seorang wanita yang sudah bersuami, masih dalam proses pengumpulan data dan keterangan saksi. Pihak Inspektorat mengaku, masih banyak saksi yang belum dimintai keterangan terkait kasus ini.

Satu per satu saksi dari pelapor dan terlapor dimintai keterangan, bahkan kedua pelaku dalam kasus ini sudah diperiksa Inspektorat. Hanya saja, pihak Inspektorat belum berani memberikan pernyataan tentang hasil pemeriksaan beberapa waktu lalu. Mereka beralasan, pemeriksaan dalam kasus tersebut masih berlanjut.



"Iya, pemeriksaan dalam kasus ini masih dalam proses. Masih banyak saksi yang harus dimintai keterangan, baik dari pihak pelapor maupun terlapor," kata Kepala Inspektorat Batanghari Mukhlis, saat dikonfirmasi via ponselnya Rabu (24/1).

Lebih jauh Kepala Inspektorat menjelaskan, setelah semua saksi dan kedua tersangka dalam kasus ini diperiksa, tahapan selanjutnya akan disampaikan nota dinas kepada Bupati Batanghari. Nota dinas tersebut sesuai dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan Inspektorat.

"Tahap selanjutnya, kita akan menyampaikan nota dinas kepada Bupati Batanghari terkait kasus ini. Untuk pemeriksaan dalam kasus ini, keterangan para saksi harus jelas dan benar tanpa direkayasa. Inspektorat hanya mengumpulkan keterangan dari pihak pelapor dan terlapor, pengambil keputusan ada di tangan Bupati Batanghari," jelas Mukhlis.

Dalam menangani kasus ini, pihak Inspektorat Batanghari harus jeli dengan keterangan tersangka dan para saksi. Masalahnya, kedua belah pihak tetap bertahan dengan kebenaran mereka masing-masing.

Belum lama ini, Juanda yang tidak lain merupakan suami dari 'EN' yang dikabarkan menjadi selingkuhan Kades Padang Kelapo, mengaku ikut memergoki istrinya dalam semak-semak. Saat itu, Juanda melihat jelas bahwa istrinya dan Kades kabur tanpa busana.

"Selain sayo, ado empat saksi lagi yang melihat jelas mereka beduo lari sambil bawa pakaian," kata Juanda.

Kedua belah pihak tetap bertahan dengan kebenaran masing masing. 'SA', Kades Padang Kelapo, Kecamatan Maro Sebo Ulu, menepis tuduhan tersebut. Saat ditemui beberapa hari lalu, Sarbaini menegaskan bahwa dirinya lari bukan karena kepergok bugil melainkan lari karena menghindari kejadian fatal.

"Kalau kami tidak lari, bakal ada keributan besar. Mereka mengatakan saya kabur dengan Endang tanpa busana itu tidak benar. Saya berani bersumpah atas nama tuhan. Sekarang kita serakan kepada penyidik Inspektorat, jika saya bersalah dalam kasus ini saya bersedia turun dari jabatan Kades. Begitu juga sebaliknya, jika saya tidak bersalah, saya akan tuntut pencemaran nama baik," tegas 'SA'. (kjcom)


Tag : #Kades #Padang Kelapo #selingkuh #penganiayaan #Btanghari



Berita Terbaru

 

Rabu, 14 November 2018 00:18 WIB

Politik Identitas Jelang Pemilu, Al Makin: Menghilangkan Substansi Masalah Sebenarnya


Kajanglako.com, Kota Jambi - Semakin mendekati Pemilu 2019, isu politik identitas semakin kentara disebarluaskan ke tengah masyarakat. Medium utamanya,

 

Operasi Zebra 2018
Selasa, 13 November 2018 20:25 WIB

Satlantas Sarolangun Keluarkan 1.318 Surat Tilang Selama Operasi Zebra


Kajanglako.com, Sarolangun - Selama 14 hari pelaksanaan Operasi Zebra 2018, Satlantas Polres Sarolangun sedikitnya mengeluarkan 1.318 surat tilang, baik

 

Selasa, 13 November 2018 20:13 WIB

Percobaan Penculikan Anak, Dewan Sarolangun Minta TNI/Polri Bersinergi


Kajanglako.com, Sarolangun – Kabar dugaan  percobaan penculikan  anak  di  RT 11 Desa Bernai, Sabtu malam lalu, membuat Anggota

 

Selasa, 13 November 2018 19:56 WIB

Kejari Tanjabbar Musnahkan Narkoba Bernilai Miliaran Rupiah


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Barat – Barang bukti hasil tangkapan kasus Narkoba dan tindak pidana umum dimusnahkan yang di Halaman Kantor Kejaksaan

 

Selasa, 13 November 2018 19:36 WIB

Mau Damai, Kepala MTS Simpang Babeko yang 'Pecut' Siswanya Harus Setor Rp200 Juta


Kajanglako.com, Bungo - Kasus pemukulan yang dilakukan oleh Kepala MTS Negeri Simpang Babeko, Kabupaten Bungo, terhadap siswanya atas nama M Fiqri Ardiansyah