Kamis, 25 April 2019


Rabu, 24 Januari 2018 10:42 WIB

Jadi Wisata Religi Internasional, 18 Biksu dari Eropa dan Asia Kunjungi Candi Muaro Jambi

Reporter : Redaksi
Kategori : Budaya Ragam Wisata

18 Biksu dari sejumlah negara di Eropa dan Asia serta puluhan umat Budha melakukan kunjungan ke Candi Muaro Jambi

Kajanglako.com, Jambi - Candi Muaro Jambi kembali menjadi destinasi wisata religi internasional. 18 orang Bhiksu (Rimphoce/Lama) dan 55 umat Budha yang berasal dari Perancis, Kanada, Khatmandu (Nepal), Hongkong dan Malaysia melakukan puja dan ziarah di kawasan Percandian Muaro Jambi, Selasa (23/1/18).

Lantunan doa dipanjatkan di pelataran Candi Gumpung, di kawasan Percandian Muaro Jambi, Kabupaten Muaro Jambi. Rombongan yang hadir ini tergabung dalam Thrangu Dharma Society Petaling Jaya Selangor, Malaysia bersama Very Venerable Ninth Khechen Thrangu Rinpoche. 



Very Venerable Ninth Khechen Thrangu Rinpoche menyatakan, bahwa Candi Muaro Jambi memiliki sejarah yang sangat penting bagi  perkembangan umat Budha.

"Saya telah mengunjungi Candi Borobudur, dan saya sangat merasa terberkati ketika hadir di tempat ini. Tempat ini merupakan tempat guru besar umat Budha juga melakukan doa dan pengajaran agama Budha, dan ini berlangsung lama," ujar Rinpoche

Rinpoche memberikan penghargaan atas upaya yang dilakukan pemerintah untuk menjadikan candi ini menjadi cagar budaya dunia.

"Saya mengajak bukan hanya pemerintah yang menjaga budaya dan candi ini, tetapi bersama-sama, dan menjaga kesucian hati dan kedamaian, karena segala upaya dan tantangan akan dapat dihadapi dengan bekerjasama dan tolong menolong," ungkapnya. 

Sementara itu, panita pelaksana Budi menyatakan bahwa para rombongan ini datang untuk kedua kali melakukan doa dan berziarah.

"Rombongan kali ini cukup besar, terdiri dari lebih kurang 60 orang dan 18 Bhiksu untuk berziarah dan berdoa di sini,” sebut Budi.

Budi mengharapkan, kunjungan ini dapat memberikan berita yang baik bagi Provinsi Jambi serta bisa meningkatkan kunjungan wisata, baik wisata budaya maupun religi di kawasan Candi Muaro Jambi.

"Saya berharap kedatangan saudara-saudara kita dari negara asing ini akan semakin mensosialisasikan Candi Muaro Jambi," harapnya.

Tidak lupa, Budi juga mengatakan bahwa umat Budha Jambi akan kembali menggelar perayaan Waisak di Candi Muaro Jambi dengan lebih meriah.

"Tahun 2018 ini, kami akan mengadakan perayaan Waisak lebih besar lagi melibatkan umat Budha di  Sumatera, DKI Jakarta serta provinsi lainnya juga," ucapnya.

"Kita juga akan mengundang tamu-tamu dari mancanegara, termasuk para ulama dan tokoh dari mancanegara untuk dapat datang ke sini memperingati detik-detik peringatan Waisak,” ujarnya. (kjcom)


Tag : #Candi Muaro Jambi #Biksu #Wisata Religi #Wisata Jambi



Berita Terbaru

 

Jalan Longsor
Kamis, 25 April 2019 10:53 WIB

Longsor di Birun Jalur Bangko-Kerinci, Lalin Berjam-jam Lumpuh


Kajanglako.com, Merangin - Tingginya curah hujan yang mengguyur Merangin dan sekitarnya, Rabu (24/4), menyebabkan terjadinya longsor yang menimbun jalan

 

Kamis, 25 April 2019 09:28 WIB

Cegah Karhutla, Pemkab dan Kodim 0419/Tanjab Bersiap Lakukan Upaya Antisipasi


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Barat - Kodim 0419/Tanjab bersama Pemkab Tanjung Jabung Barat mulai bersiap mengantisipasi bencana kebakaran hutan dan lahan

 

Kamis, 25 April 2019 09:17 WIB

Buka Pelatihan Menjahit untuk Emak-emak, Amir Sakib: Tingkatkan Pendapatan Keluarga


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Barat - Pelatihan kerja merupakan sebagai salah satu upaya strategis untuk membekali tenaga kerja dalam penguasaan keterampilan,

 

Kebakaran Lambur Luar
Kamis, 25 April 2019 09:02 WIB

Lambur Berduka, Mari Ringankan Beban Korban dengan Menyalurkan Bantuan


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Timur - Tim Tanjab Timur Peduli, Rabu (24/4), menyalurkan bantuan untuk korban musibah kebakaran yang terjadi di Desa Lambur

 

Kamis, 25 April 2019 08:55 WIB

Bawaslu Tanjabtim Terima 3 Laporan Pelanggaran Caleg


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Timur -Bawaslu Tanjab Timur, terus memproses laporan dari Panwascam dugaan pelanggaran dari beberapa Calon Legislatif (Caleg).    Ketua