Rabu, 12 Desember 2018


Jumat, 19 Januari 2018 09:59 WIB

Tubuh Membiru, Razka Butuh Cangkok Hati Rp 1,2 Miliar

Reporter : Riki Saputra
Kategori : Ragam Berita Daerah

Razka di pangkuan ibunya, bayi 16 bulan warga merangin ini menderita gangguan fungsi hati

Kajanglako.com, Merangin - Kondisi kesehatan Razka Alviando yang mengalami gangguan fungsi hati kian memprihatinkan. Bayi usia 16 bulan anak pasangan Tuti Marleni (30) dan Heri Susanto (34) ini kondisinya kian lemas.

Bahkan sejak usia sembilan bulan, putra pasangan suami istri warga RT 07 RW 04, Desa Pulau Tujuh, Kecamatan Pamenang Barat ini kondisi tubuhnya membiru.



Tuti Marleni ibunda Razka menuturkan jika mereka sudah melakukan berbagai upaya pengobatan, bersama suami dan keluarga besarnya untuk kesembuhan Razka.

Katanya, Sudah tak terhitung keluar masuk rumah sakit, tidak hanya rumah sakit di wilayah Jambi. Tapi juga sudah pernah ke rumah sakit di Padang, Palembang, bahkan ke Jakarta. Namun kondisi Razka juga tak kunjung membaik.

"Sejak lahir dulu mas, pada usia 40 hari matanya kuning. Kami sudah keluar masuk rumah sakit, rumah sakit Bangko, Bungo, Padang dua kali, Palembang berkali-kali dan bawa ke Jakarta juga sudah dua kali," kata Tuti Marleni.

Tuti Marleni yang terus memangku Razka tampak begitu iba melihat kondisi buah hatinya. Di sela isak tangisnya, Tuti melanjutkan bahwa masih ada asa untuk kesembuhan anaknya.

Ia disarankan dokter agar anaknya mendapat tranfusi atau donor hati. Namun kondisi keuangan sudah tidak memadi, apalagi sudah banyak biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan Razka selama ini, tentu kondisinya semakin menyesakkan bagi ia dan suaminya.

Sambil menyeka air matanya, Tuti Marleni mengatakan cangkok hati bisa dilakukan di RSCM Jakarta. Tapi itu membutuhkan biaya lebih dari Rp 1,2 miliar.

"Kata dokter harus cangkok hati, cuma bianya mahal. Lebih Rp 1,2 Milyar, kalau untuk untuk donor bisa hati bapaknya," lirih Tuti.

"Dari sekian banyak dana itu, cuma sekitar Rp 250 juta yang bisa ditanggung BPJS, atau memang surat keterangan keluarga tidak mampu itu bisa dibantu biaya subsidi Rp 500 juta," ujar Tuti lagi.

Biaya sangat mahal. "Untuk scarining hati bapaknya yang akan didonor saja itu butuh biaya Rp 60 juta, belum yang lain dan itu harus biaya sendiri," tutur Tuti lagi.

Saat ini, Tuti sangat mengharapkan ada uluran tangan dari para dermawan ataupun pihak pemerintah, agar putranya itu bisa diobati. (kjcom)


Tag : #Gangguan Fungsi Hati #Cangkok Hati #Razka #Merangin #Pamenang Barat



Berita Terbaru

 

Selasa, 11 Desember 2018 21:05 WIB

Nelayan Ini Ditemukan Luka-luka di Kapal Pompongnya


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Barat – Diduga mengalami kecelakaan kerja saat melaut, seorang nelayan di Tanjab Barat ditemukan luka-luka dan terbaring

 

Program Sosial Bank Indonesia
Selasa, 11 Desember 2018 20:19 WIB

Cabai hingga Trigona, Potensi Mahad Aljamiah jadi Kawasan Ekowisata


Kajanglako.com, Jambi – Tak usah diragukan lagi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi begitu menaruh perhatian besar terhadap pengembangan

 

Selasa, 11 Desember 2018 18:31 WIB

Dirikan Tenda, Warga Mandiangin dari 12 Desa Duduki Kantor Bupati


Kajanglako.com, Sarolangun – Buntut dari kisruh antara warga 12 Desa di Kecamatan Mandiangin dengan PT AAS, ratusan warga mendatangi Kantor Bupati

 

Selasa, 11 Desember 2018 17:54 WIB

BP2KBP3A Layangkan Surat ke PLN, Saryoto: jika Tak Digubris Kita Tempuh Jalur Hukum


Kajanglako.com, Batanghari - Hingga saat ini, KWH arus listrik di Kantor Badan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan

 

Selasa, 11 Desember 2018 17:33 WIB

Pol PP Punya Catatan Buruk saat Jaga Kantor Gubernur, Edi: Kami Siap jika Diminta Kembali


Kajanglako.com, Jambi - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi, Fachrori Umar, meminta Pengamanan Dalam (Pamdal) Kantor Gubernur Jambi pada tahun 2019 ditiadakan. Kebijakannya