Senin, 18 Juni 2018


Kamis, 11 Januari 2018 12:29 WIB

Provinsi Jambi Lahir Atas Kehendak Rakyat Sendiri (1946-1957)

Reporter : Redaksi
Kategori : Ensklopedia

Kongres Rakyat se-Daerah Jambi (1954) Sumber: Jambi Independen, 6 Januari 1993

Penetapan Keresidenan Jambi ke dalam Provinsi Sumatera Tengah berdasarkan keputusan sidang Komite Nasional Indonesia (KNI) Daerah Sumatera 18 April 1946 di Bukittinggi dan desentralisasi Sumatera Tengah. Kemudian, diberlakukannya Peraturan Pcmerintah No. 10 Tahun 1948 dan Undang-Undang No. 15 Tahun 1949 tanpa melihat perkembangan dan keinginan masyarakat Jambi serta faktor-faktor politis, sosiologis, ekonomis, historis, dan adat-istiadat. Semua itu dipandang oleh sebagian masyarakat Jambi telah memperkosa hak-hak demokrasi rakyat. Pada akhimya, itu melahirkan pergolakan, pro-kontra, atau dualisme keinginan masyarakat.

Masyarakat yang merasa dirugikan berupaya memisahkan daerah Jambi dari Sumatera Tengah ke Sumatera Selatan yang dipandang dari segi politis cocok dan sesuai dengan mereka (masyarakat Jambi). Kurangnya alat transportasi dan rusaknya jalan-jalan mengakibatkan sulitnya daerah Jambi berhubungan dengan pusat provinsi di Medan dan Sub-Provinsi Sumatera Tengah di Bukittinggi. Keadaan ini ikut menumbuhkembangkan aliran-aliran dan usaha-usaha untuk memisahkan daerah Jambi dari Sumatera Tengah ke Sumatera Selatan.



Munculnya gerakan Front Perjuangan Pemuda Djambi (FROPEDJA) 10 April 1954, yang mendapat dukungan dari kalangan outoritas dan partai-partai politik, memberikan wacana baru bagi masyarakat Jambi. Pada akhimya, gerakan FROFEDJA yang semula mendapat tentangan dari Himpunan Pemuda Merangin Batanghari (HP-MERBAHARI) mampu mengakhiri pro-kontra atau dualisme keinginan masyarakat itu dan membangun satu kekuatan bersama untuk menuntut tegaknya Daerah Tingkat I Provinsi Jambi. Barangkat dari kesamaan pandangan atau aspirasi itulah yang akhimya membawa mereka ke dalam Kongres Rakyat Jambi 15-18 Juni 1955.

Konsekuensi dari kongres ini melahirkan suatu badan yang bemama Badan Kongres Rakyat Djambi (BKRD). BKRD merupakan satu-satunya wadah perjuangan untuk memenuhi (menampung) aspirasi masyarakat Jambi. Begitu juga BKRD Iahir sebagai cerminan kekuatan koalisisi dari semua komponen atau kekuatan masyarakat yang ada, baik dari unsur organisasi massa dan pernuda, mantan pejuang, tokoh-tokoh masyarakat, maupun partai-partai politik.

Tuntutan status daerah Jambi menjadi daerah otonomi setingkat provinsi itu merupakan tuntutan atas ketidakadilan (perimbangan keuangan) dan upaya penyelesaian konflik (perimbangan kekuasaan). Karena dipandang dari segi geograiis, sosiolngis, politis, dan ekonomi daerah, Jambi telah dapat dan sudah selayaknya berotonomi sendiri setingkat provinsi. Karena itu, tuntutan rakyat Jambi mempunyai dasar yang kuat dan tidak dapat dielakkan lagi baik dari aspek politis, ekonomis, dan sosial.

Provinsi Jambi yang telah bertahun-tahun diperjuangkan dan selama itu tidak menjadi perhatian pemerintah pusah, akhimya lahir. Dilahirkannya dengan suatu cara yang luar biasa. Provinsi Jambi lahir atas pernyataan rakyat Jambi sendiri. Kemudian diakui dan diresmikan Dewan Banteng, suatu dewan yang lahir di tengah-tengah masyarakat Sumatera Tengah.

Begitu juga, Provinsi Jambi lahir dalam suatu suasana di mana pemerintah pusat sedang sibuk menghadapi pertentangan-pertentangan dengan daerah-daerah yang merasa tidak puas dalam bidang politik, pemerintahan, ekonomi, keuangan, pembangunan, kemasyarakatan, atau angkatan perang.

*Catatan ini merupakan abstrak dari tesis Budi Purnomo, berjudul “Pembentukan Propinsi Jambi, 1946-1958”, Program Studi Ilmu Sejarah Universitas Indonesia Jakarta, 2000.


Tag : #Hari Jadi Provinsi Jambi #HUT Provinsi Jambi Ke61 #Jambi #Dewan Banteng #BKRD



Berita Terbaru

 

Senin, 18 Juni 2018 16:48 WIB

Puluhan Ketua RT di Pelayangan Keluhkan Insentif Dua Bulan yang Belum Dibayar


Kajanglako.com, Kota Jambi  - Puluhan Ketua RT di Kecamatan Pelayangan, Kota Jambi, mengeluhkan insentif selama dua bulan belum dibayar oleh Pemerintah

 

Pendidikan untuk Semua
Senin, 18 Juni 2018 08:24 WIB

'Bepak, nak Belajar Ape?'


Oleh: Jon Afrizal* "Bepak, nak belajar ape?"  (Bapak, kita hendak belajar apa?) Demikian Rika (14), murid kelas 4 "Sekolah Besamo" bertanya kepada

 

Pileg 2019
Minggu, 17 Juni 2018 22:31 WIB

Dibanding DPT Pilwako, DPS Pileg 2019 Naik Hingga 8 Ribu Mata Pilih


Kajanglako.com, Kota Jambi - Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 naik signifikan dibandingkan dengan Daftar Pemilih Tetap

 

Kebakaran
Sabtu, 16 Juni 2018 22:45 WIB

Api Hanguskan Satu Rumah di Kasang Kumpe


Kajanglako.com, Muaro Jambi - Saat umat muslim masih merayakan hari Idul fitri, musibah kebakaran terjadi di wilayah Muaro Jambi, tepatnya di Kelurahan

 

Sabtu, 16 Juni 2018 20:34 WIB

Ini Kepala Daerah di Jambi Pemilik Follower Instagram Terbanyak


Kajanglako.com, Kota Jambi - Pesona Walikota Jambi non aktif, Sy Fasha, ternyata tidak hanya di dunia nyata. Di dunia maya pun, Fasha tetap jadi idola