Rabu, 24 Januari 2018
Pencarian


Sabtu, 06 Januari 2018 09:55 WIB

Sekali Provinsi Tetap Provinsi! (Kata Mereka, Januari - Februari 1957)

Reporter : Redaksi
Kategori : Ensklopedia

Kantor Gubernur Jambi

6 Januari 1957, melalui sidang Badan Kongres Rakyat Dambi (BKRD), Jambi diproklamirkan sebagai provinsi. Satu kebulatan tekad dari berbagai elemen masyarakat di Jambi menuju kehendak sejajar dengan saudara-saudara di daerah lain. Sanggupkah Jambi Menjadi Provinsi? itulah pertanyaan penting yang menyeruak dalam sidang maupun kongres sedaerah Jambi dalam rentang 1946 hingga kelak berhasil menjadi Provinsi (merujuk UU Darurat No. 19 tahun 1957 tentang Pembentukan Provinsi Sumatera Barat, Riau dan Jambi).

Berikut percikan juang yang disampaikan oleh para tokoh Jambi pada 9 Januari hingga Februari 1957 terkait perjuangan menuju realisasi provinsi Jambi.



 

“Timbul Sama Terapung dan Tenggelam Sama Terbenam”  dengan maksud adanya kebersamaan dengan rasa tanggung jawab untuk memperjuangkan Jambi keresidenan menjadi Provinsi Jambi

(Raden Mardjoyo Pamuk, Ketua Gerakan Pembela Provinsi Jambi/GPPD, 9 Januari 1957)

 

"Kepada Saudara-saudara yang telah ditugaskan untuk menyiapkan segala sesuatu mengenai isi dan bentuk Daerah Otonomi Tingkat I Provinsi Jambi, agar bekerja segiat mungkin menunaikan tugas yang dipercayakan itu, demi kesalamatan dan kesejahteraan seluruh rakyat Jambi".

(Kolonel A. Husein, Ketua Dewan Banteng, 8 Febuari 1957)

 

"Rakyat Jambi lah atau orang-orang yang berada di Jambi lah, utamanya Pemuda-pemuda harus siap sedia menyumbangkan derma baktinya demi menyelamatkan cita-cita rakyat Jambi untuk bangun sejajar dengan kemajuan-kemajuan yang dicapai saudara-saudara kita di daerah-daerah lain. Sekali Provinsi Tetap Provinsi!".

(H. Hanafie, Ketua Badan Kongres Rakyat Djambi, 8 Februari 1957)

 

"Mari kita bergandengan tangan dan bahu membahu membangun Daerah kita ini dengan persatuan dan kekuatan yang tak lekang oleh panas dan tak lapuk oleh hujan,  guna perbaikan, kemakmuran dan keadilan kita bersama-sama. Hidup Provinsi Djambi Jang Djaja!".

(Murad Alwi, perwakilan Veteran sedaerah Jambi, 8 Februari 1957) 

 

"Atas nama Rakyat Marga Tanah Sepenggal menyetujui segala tindakan-tindakan Badan Kongres Rakyat Jambi (BKRD) dan berdiri dengan sepenuhnya di belakang BKRD, dan bersedia untuk menghadapi segala kemungkinan.

(Muhammad Syukur, Ketua Rpat Tuo-tuo Cerdik Pandai, 26 Februari 1957)

 

Teks oleh Jumardi Putra

Sumber: Surat-surat Badan Kongres Rakyat Djambi (BKRD)


Tag : #Jambi #Sumatra #Tokoh Jambi #6 Januari 1957



Berita Terbaru

 

Selasa, 23 Januari 2018 23:50 WIB

Dugaan Kecurangan Toke Karet Terkuak, Warga Bandingkan Hasil Timbangan dengan Milik Sendiri


Kajanglako.com, Bungo – Petani Karet yang ada di Wilayah Kecamatan Muko-muko Bathin VII, Kabupaten Bungo, mulai resah dengan hasil timbangan yang

 

Penyelundupan Satwa Langka
Selasa, 23 Januari 2018 20:26 WIB

BKIPM Jambi Gagalkan Penyelundupan 7 Anak Buaya Via Bandara


Kajanglako.com, Jambi – Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Jambi bekerja sama dengan Avsec Bandara Sultan Thaha, berhasil menggagalkan

 

Selasa, 23 Januari 2018 20:14 WIB

Selain Diselingkuhi, Juanda Mengaku Juga Sering Dianiaya Istrinya


Kajanglako.com, Batanghari - Sebelum belang sang istri yang kedapatan selingkuh dengan Kades Padang Kelapo mencuat. Juanda akui sudah seringkali dianiaya

 

Selasa, 23 Januari 2018 20:03 WIB

Juanda Lapor ke Inspektorat, Kades Padang Kelapo Berdalih Hanya Ajak 'EN' Rapat


Kajanglako.com, Batanghari - Kasus perselingkuhan Kades Padang Kelapo akhirnya berlanjut. Juanda, beserta sejumlah saksi melaporkan kasus tersebut ke Inspektorat

 

Selasa, 23 Januari 2018 19:49 WIB

Heboh, Kades Padang Kelapo Dikabarkan 'Gituan' di Semak-semak


Kajanglako.com, Batanghari - Selaku pemimpin desa harusnya bisa membimbing warga desanya dengan baik. Namun, yang terjadi kali ini bertolak belakang. Jangankan