Selasa, 21 Agustus 2018


Rabu, 03 Januari 2018 08:50 WIB

Sub Agen Berontak Terobos Pagar Penutup Satpol PP Kota Jambi

Reporter : Ferdi
Kategori : Berita

Protes yang dilakukan sub agen dan pedagang di pasar Angso Duo yang berusaha menerobos pagar penutup Satpol PP Kota Jambi

Kajanglako.com, Kota Jambi - Polemik relokasi sub agen serta pedagang daging, ikan dan ayam pasar induk Angso Duo Jambi ke pasar induk Paal 10 Talang Gulo hingga kini tidak kunjung menemukan titik terang.

Pasalnya, Kebijakan Pemerintah Kota Jambi agar para sub agen serta pedagang untuk pindah ke pasar Paal 10 masih mendapat penolakan dari pedagang.



Beberapa alasanpun diungkapkan pedagang. Mulai dari persoalan pasar Paal 10 yang akses lokasinya jauh dan sepi, merupakan alasan utama pedagang maupun sub agen menolak dipindahkan.

Akibatnya, para pedagang maupun sub agen melakukan protes keras terhadap kebijakan Pemkot yang dinilai merugikan mereka dengan melakukan pemberontakan untuk dapat memasuki kawasan pasar Angso Duo jambi, dengan menerobos pagar penutup yang dibuat Satpol PP dan Dishub Kota Jambi.

Aksi protes juga berujung adu mulut, serta saling dorong antara puluhan sub agen dan pedagang dengan para petugas Satpol PP serta Dishub Kota Jambi.

“Kami ini bukan aksi, kami hanya permisi dan ingin masuk untuk berjualan. Ayam mati, daging busuk siapa yang bertanggung jawab,” teriak salah satu pedagang, Dedi, Rabu (3/1) dinihari.

Dedi mengaku aksi protes ini mereka lakukan sejak Selasa (2/1) malam, karna puluhan pedagang telah merasa rugi, akibat peraturan Pemkot Jambi yang melarang pedagang ikan, ayam serta daging maupun sub agen untuk berjualan di pasar Angso Duo Jambi dan dipaksa pindah ke pasar Paal 10.

Kata dia, penolakan para pedagang untuk pindah ke pasar Paal 10 karena situasi berjualan tidak ada pembeli. Bahkan tambahnya, daging dan ayam milik pedangan membusuk dan mati karena sepinya pembeli.

"Kami rugi terus, disana sepi," sebutnya.

Dedi juga menjelaskan, sejak dipindahkannya agen dan sub agen ke pasar Paal 10, harga sayur dan daging mengalami kenaikan yang cukup fantastis, hal tersebut akibat mahalnya biaya transportasi.

"Kangkung yang awalnya seribu menjadi dua ribu rupiah," sebut Dedi.

“Intinya semua kebutuhan pokok akibat permasalahan ini jadi pada naik," tambahnya.

Sementara itu, Kasat Pol PP Kota Jamb, Yan Izmar yang berada di lokasi menegaskan agar para sub agen maupun pedagang ikan, ayam dan daging untuk tidak tetap berjualan di pasar Angso duo, serta mengikuti kebijakan Pemerintah Kota Jambi.

"Pembatas ini tetap tidak bisa kita buka, dan saya minta para pedagang untuk mengikuti kebijakan Pemerintah Kota Jambi," tegasnya. (kjcom)


Tag : #Pasar Angso Duo #Pasar Talang Gulo #Pedagang #Kota Jambi



Berita Terbaru

 

Aksi Pengeroyokan
Senin, 20 Agustus 2018 23:55 WIB

Ini Penjelasan Panitia Terkait Aksi Pengeroyokan di Kampus UIN STS Jambi


Kajanglako.com, Jambi – Aksi Pengeroyokan yang terjadi di Kampus Universitas Islam Negeri Sultan Taha Syaifudin (UIN STS) Jambi, Senin sore (20/08),

 

Aksi Pengeroyokan
Senin, 20 Agustus 2018 23:30 WIB

Terjadi Pengeroyokan di Kampus UIN STS Jambi


Kajanglako.com, Muaro Jambi – Aksi pengeroyokan terjadi di Kampus Universitas Islam Negeri Sultan Taha Syaifudin (UIN STS) Jambi. Diduga aksi pengeroyokan

 

Senin, 20 Agustus 2018 22:01 WIB

Ihsan Yunus Beri Masukan Penyelenggaraan OSS


Kajanglako.com, Jakarta - Berlakunya pelayanan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik atau Online Single Submission (OSS) masih menyimpan pro

 

HUT ke-73 RI
Senin, 20 Agustus 2018 17:04 WIB

Wabup Buka Lomba Panjat Pinang 45 Batang


Kajanglako.com, Batanghari -Dalam rangka menyemarakkan HUT RI ke-73, Kabupaten Batanghari mengadakan pesta rakyat berupa perlombaan panjat pinang yang

 

Jelang Idul Adha
Senin, 20 Agustus 2018 15:57 WIB

Sidak Pasar, Wabup Hillal: Tak Ada Kenaikan Harga


Kajanglako.com, Sarolangun - Memasuki H-2 Idul adha, Tim Satgas Pangan Pemkab Sarolangun melakukan Sidak ke Pasar Atas sarolangun, untuk memastikan ketersediaan