Rabu, 14 November 2018


Rabu, 03 Januari 2018 08:50 WIB

Sub Agen Berontak Terobos Pagar Penutup Satpol PP Kota Jambi

Reporter : Ferdi
Kategori : Berita

Protes yang dilakukan sub agen dan pedagang di pasar Angso Duo yang berusaha menerobos pagar penutup Satpol PP Kota Jambi

Kajanglako.com, Kota Jambi - Polemik relokasi sub agen serta pedagang daging, ikan dan ayam pasar induk Angso Duo Jambi ke pasar induk Paal 10 Talang Gulo hingga kini tidak kunjung menemukan titik terang.

Pasalnya, Kebijakan Pemerintah Kota Jambi agar para sub agen serta pedagang untuk pindah ke pasar Paal 10 masih mendapat penolakan dari pedagang.



Beberapa alasanpun diungkapkan pedagang. Mulai dari persoalan pasar Paal 10 yang akses lokasinya jauh dan sepi, merupakan alasan utama pedagang maupun sub agen menolak dipindahkan.

Akibatnya, para pedagang maupun sub agen melakukan protes keras terhadap kebijakan Pemkot yang dinilai merugikan mereka dengan melakukan pemberontakan untuk dapat memasuki kawasan pasar Angso Duo jambi, dengan menerobos pagar penutup yang dibuat Satpol PP dan Dishub Kota Jambi.

Aksi protes juga berujung adu mulut, serta saling dorong antara puluhan sub agen dan pedagang dengan para petugas Satpol PP serta Dishub Kota Jambi.

“Kami ini bukan aksi, kami hanya permisi dan ingin masuk untuk berjualan. Ayam mati, daging busuk siapa yang bertanggung jawab,” teriak salah satu pedagang, Dedi, Rabu (3/1) dinihari.

Dedi mengaku aksi protes ini mereka lakukan sejak Selasa (2/1) malam, karna puluhan pedagang telah merasa rugi, akibat peraturan Pemkot Jambi yang melarang pedagang ikan, ayam serta daging maupun sub agen untuk berjualan di pasar Angso Duo Jambi dan dipaksa pindah ke pasar Paal 10.

Kata dia, penolakan para pedagang untuk pindah ke pasar Paal 10 karena situasi berjualan tidak ada pembeli. Bahkan tambahnya, daging dan ayam milik pedangan membusuk dan mati karena sepinya pembeli.

"Kami rugi terus, disana sepi," sebutnya.

Dedi juga menjelaskan, sejak dipindahkannya agen dan sub agen ke pasar Paal 10, harga sayur dan daging mengalami kenaikan yang cukup fantastis, hal tersebut akibat mahalnya biaya transportasi.

"Kangkung yang awalnya seribu menjadi dua ribu rupiah," sebut Dedi.

“Intinya semua kebutuhan pokok akibat permasalahan ini jadi pada naik," tambahnya.

Sementara itu, Kasat Pol PP Kota Jamb, Yan Izmar yang berada di lokasi menegaskan agar para sub agen maupun pedagang ikan, ayam dan daging untuk tidak tetap berjualan di pasar Angso duo, serta mengikuti kebijakan Pemerintah Kota Jambi.

"Pembatas ini tetap tidak bisa kita buka, dan saya minta para pedagang untuk mengikuti kebijakan Pemerintah Kota Jambi," tegasnya. (kjcom)


Tag : #Pasar Angso Duo #Pasar Talang Gulo #Pedagang #Kota Jambi



Berita Terbaru

 

Pesona Jambi
Rabu, 14 November 2018 13:13 WIB

Kesabaran Memotret Burung Migran di Pantai Cemara


Oleh : Wenny Ira R Senin pagi 5 November 2018, di kantor Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS) yang berlokasi di Sijenjang Kota Jambi telah riuh dan

 

Rabu, 14 November 2018 00:18 WIB

Politik Identitas Jelang Pemilu, Al Makin: Menghilangkan Substansi Masalah Sebenarnya


Kajanglako.com, Kota Jambi - Semakin mendekati Pemilu 2019, isu politik identitas semakin kentara disebarluaskan ke tengah masyarakat. Medium utamanya,

 

Operasi Zebra 2018
Selasa, 13 November 2018 20:25 WIB

Satlantas Sarolangun Keluarkan 1.318 Surat Tilang Selama Operasi Zebra


Kajanglako.com, Sarolangun - Selama 14 hari pelaksanaan Operasi Zebra 2018, Satlantas Polres Sarolangun sedikitnya mengeluarkan 1.318 surat tilang, baik

 

Selasa, 13 November 2018 20:13 WIB

Percobaan Penculikan Anak, Dewan Sarolangun Minta TNI/Polri Bersinergi


Kajanglako.com, Sarolangun – Kabar dugaan  percobaan penculikan  anak  di  RT 11 Desa Bernai, Sabtu malam lalu, membuat Anggota

 

Selasa, 13 November 2018 19:56 WIB

Kejari Tanjabbar Musnahkan Narkoba Bernilai Miliaran Rupiah


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Barat – Barang bukti hasil tangkapan kasus Narkoba dan tindak pidana umum dimusnahkan yang di Halaman Kantor Kejaksaan