Kamis, 25 April 2019


Rabu, 27 Desember 2017 17:24 WIB

2018, Tarif Listrik Berpotensi Naik 10 Persen

Reporter : Redaksi
Kategori : Bisnis Berita Nasional

Gambar Istimewa

Kajanglako.com, Jakarta – Kendati Pemerintah telah mengumumkan tidak ada kenaikan listrik untuk periode 1 Januari – 1 Maret 2018, namun potensi kenaikan pasca periode tersebut tetap ada. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Indonesian Resource Studies (IRESS) Marwan Batubara. Dirinya mengatakan, tarif listrik memungkinkan naik tahun depan.

Menurtut Marwan, kenaikan tarif listrik ini tergantung pada perkembangan kondisi energi primer di 2018. Meskipun begitu, mengingat tahun depan adalah tahun politik, Marwan memperkirakan kenaikan tarif listrik tidak akan terlalu tinggi. Kalaupun ada potensi kenaikan tarif tahun depan, dia memperkirakan sekitar 10 persen dari tarif yang ditetapkan saat ini. 



"Kemungkinan naik ada, terutama tergantung harga minyak dunia, harga batubara atau energi primer yang dipakai Perusahaan Listrik Negara (PLN)," ujar Marwan, Rabu (27/12).  

Marwan menegaskan bahwa risiko kenaikan tarif listrik sangat bergantung pada pergerakan harga energi primer. Kalau harga-harga energi primer naik di triwulan-II atau triwulan-III, maka tarif listrik akan menyesuaikan. Namun juga, kemungkinan tidak adanya kenaikan juga berpotensi terjadi jika ditarik dari kepentingan Pemilu.

"Kemungkinan (tarif listrik) tidak (naik) juga ada. Apalagi kalau pemilu, pemerintah enggak berani naikin harga bahan bakar minyak (BBM) dan listrik," ujarnya.

Sementara itu, sebelumnya di hari yang sama, Rabu (27/12), pemerintah telah mengumumkan tidak ada kenaikan tarif listrik untuk periode 1 Januari - 1 Maret 2018. Ketetapan ini, akan berlaku pada seluruh golongan, baik tarif listrik bersubsidi 450 Volt amper (VA) dan 900 VA bersubsidi dan golongan nonsubsidi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, pemerintah telah menetapkan harga tarif listrik subsidi tidak berubah untuk periode 1 Januari 2018 sampai 1 Maret 2018.

"Untuk 1 Januari -31 maret 2018 tarif listrik tetap atau tidak ada kenaikan," kata Jonan. 

Menurut Jonan, penetapan tarif listrik‎ tersebut berlaku untuk seluruh golongan, baik bersubsidi 450 Volt amper (VA) dan 900 VA bersubsidi dan golongan nonsubsidi. Adapun tarif listrik tersebut Rp 415 per kilowatt hours (kWh) untuk golongan 450 VA subsidi‎ dan Rp 605 per kWh untuk 900 bersubsidi. Adapun untuk nonsubsidi mengikuti tarif dasar listrik yang telah ditetapkan. (Kjcom)

Sumber : RILIS.ID


Tag : #Tarif Dasar Listrik #PLN #Ignasius Jonan #Jambi



Berita Terbaru

 

Jalan Longsor
Kamis, 25 April 2019 10:53 WIB

Longsor di Birun Jalur Bangko-Kerinci, Lalin Berjam-jam Lumpuh


Kajanglako.com, Merangin - Tingginya curah hujan yang mengguyur Merangin dan sekitarnya, Rabu (24/4), menyebabkan terjadinya longsor yang menimbun jalan

 

Kamis, 25 April 2019 09:28 WIB

Cegah Karhutla, Pemkab dan Kodim 0419/Tanjab Bersiap Lakukan Upaya Antisipasi


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Barat - Kodim 0419/Tanjab bersama Pemkab Tanjung Jabung Barat mulai bersiap mengantisipasi bencana kebakaran hutan dan lahan

 

Kamis, 25 April 2019 09:17 WIB

Buka Pelatihan Menjahit untuk Emak-emak, Amir Sakib: Tingkatkan Pendapatan Keluarga


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Barat - Pelatihan kerja merupakan sebagai salah satu upaya strategis untuk membekali tenaga kerja dalam penguasaan keterampilan,

 

Kebakaran Lambur Luar
Kamis, 25 April 2019 09:02 WIB

Lambur Berduka, Mari Ringankan Beban Korban dengan Menyalurkan Bantuan


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Timur - Tim Tanjab Timur Peduli, Rabu (24/4), menyalurkan bantuan untuk korban musibah kebakaran yang terjadi di Desa Lambur

 

Kamis, 25 April 2019 08:55 WIB

Bawaslu Tanjabtim Terima 3 Laporan Pelanggaran Caleg


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Timur -Bawaslu Tanjab Timur, terus memproses laporan dari Panwascam dugaan pelanggaran dari beberapa Calon Legislatif (Caleg).    Ketua