Rabu, 14 November 2018


Rabu, 27 Desember 2017 17:24 WIB

2018, Tarif Listrik Berpotensi Naik 10 Persen

Reporter : Redaksi
Kategori : Bisnis Berita Nasional

Gambar Istimewa

Kajanglako.com, Jakarta – Kendati Pemerintah telah mengumumkan tidak ada kenaikan listrik untuk periode 1 Januari – 1 Maret 2018, namun potensi kenaikan pasca periode tersebut tetap ada. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Indonesian Resource Studies (IRESS) Marwan Batubara. Dirinya mengatakan, tarif listrik memungkinkan naik tahun depan.

Menurtut Marwan, kenaikan tarif listrik ini tergantung pada perkembangan kondisi energi primer di 2018. Meskipun begitu, mengingat tahun depan adalah tahun politik, Marwan memperkirakan kenaikan tarif listrik tidak akan terlalu tinggi. Kalaupun ada potensi kenaikan tarif tahun depan, dia memperkirakan sekitar 10 persen dari tarif yang ditetapkan saat ini. 



"Kemungkinan naik ada, terutama tergantung harga minyak dunia, harga batubara atau energi primer yang dipakai Perusahaan Listrik Negara (PLN)," ujar Marwan, Rabu (27/12).  

Marwan menegaskan bahwa risiko kenaikan tarif listrik sangat bergantung pada pergerakan harga energi primer. Kalau harga-harga energi primer naik di triwulan-II atau triwulan-III, maka tarif listrik akan menyesuaikan. Namun juga, kemungkinan tidak adanya kenaikan juga berpotensi terjadi jika ditarik dari kepentingan Pemilu.

"Kemungkinan (tarif listrik) tidak (naik) juga ada. Apalagi kalau pemilu, pemerintah enggak berani naikin harga bahan bakar minyak (BBM) dan listrik," ujarnya.

Sementara itu, sebelumnya di hari yang sama, Rabu (27/12), pemerintah telah mengumumkan tidak ada kenaikan tarif listrik untuk periode 1 Januari - 1 Maret 2018. Ketetapan ini, akan berlaku pada seluruh golongan, baik tarif listrik bersubsidi 450 Volt amper (VA) dan 900 VA bersubsidi dan golongan nonsubsidi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, pemerintah telah menetapkan harga tarif listrik subsidi tidak berubah untuk periode 1 Januari 2018 sampai 1 Maret 2018.

"Untuk 1 Januari -31 maret 2018 tarif listrik tetap atau tidak ada kenaikan," kata Jonan. 

Menurut Jonan, penetapan tarif listrik‎ tersebut berlaku untuk seluruh golongan, baik bersubsidi 450 Volt amper (VA) dan 900 VA bersubsidi dan golongan nonsubsidi. Adapun tarif listrik tersebut Rp 415 per kilowatt hours (kWh) untuk golongan 450 VA subsidi‎ dan Rp 605 per kWh untuk 900 bersubsidi. Adapun untuk nonsubsidi mengikuti tarif dasar listrik yang telah ditetapkan. (Kjcom)

Sumber : RILIS.ID


Tag : #Tarif Dasar Listrik #PLN #Ignasius Jonan #Jambi



Berita Terbaru

 

Rabu, 14 November 2018 13:56 WIB

Tiga Daerah di Jambi Ini Laju Penurunan Tingkat Kemiskinannya Tertinggi


Kajanglako.com, Jambi - Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Jambi, Fachrori Umar memberikan piagam penghargaan kabupaten/kota penanggulangan kemiskinan tertinggi

 

Pesona Jambi
Rabu, 14 November 2018 13:13 WIB

Kesabaran Memotret Burung Migran di Pantai Cemara


Oleh : Wenny Ira R Senin pagi 5 November 2018, di kantor Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS) yang berlokasi di Sijenjang Kota Jambi telah riuh dan

 

Rabu, 14 November 2018 00:18 WIB

Politik Identitas Jelang Pemilu, Al Makin: Menghilangkan Substansi Masalah Sebenarnya


Kajanglako.com, Kota Jambi - Semakin mendekati Pemilu 2019, isu politik identitas semakin kentara disebarluaskan ke tengah masyarakat. Medium utamanya,

 

Operasi Zebra 2018
Selasa, 13 November 2018 20:25 WIB

Satlantas Sarolangun Keluarkan 1.318 Surat Tilang Selama Operasi Zebra


Kajanglako.com, Sarolangun - Selama 14 hari pelaksanaan Operasi Zebra 2018, Satlantas Polres Sarolangun sedikitnya mengeluarkan 1.318 surat tilang, baik

 

Selasa, 13 November 2018 20:13 WIB

Percobaan Penculikan Anak, Dewan Sarolangun Minta TNI/Polri Bersinergi


Kajanglako.com, Sarolangun – Kabar dugaan  percobaan penculikan  anak  di  RT 11 Desa Bernai, Sabtu malam lalu, membuat Anggota