Sabtu, 19 Januari 2019


Rabu, 27 Desember 2017 17:24 WIB

2018, Tarif Listrik Berpotensi Naik 10 Persen

Reporter : Redaksi
Kategori : Bisnis Berita Nasional

Gambar Istimewa

Kajanglako.com, Jakarta – Kendati Pemerintah telah mengumumkan tidak ada kenaikan listrik untuk periode 1 Januari – 1 Maret 2018, namun potensi kenaikan pasca periode tersebut tetap ada. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Indonesian Resource Studies (IRESS) Marwan Batubara. Dirinya mengatakan, tarif listrik memungkinkan naik tahun depan.

Menurtut Marwan, kenaikan tarif listrik ini tergantung pada perkembangan kondisi energi primer di 2018. Meskipun begitu, mengingat tahun depan adalah tahun politik, Marwan memperkirakan kenaikan tarif listrik tidak akan terlalu tinggi. Kalaupun ada potensi kenaikan tarif tahun depan, dia memperkirakan sekitar 10 persen dari tarif yang ditetapkan saat ini. 



"Kemungkinan naik ada, terutama tergantung harga minyak dunia, harga batubara atau energi primer yang dipakai Perusahaan Listrik Negara (PLN)," ujar Marwan, Rabu (27/12).  

Marwan menegaskan bahwa risiko kenaikan tarif listrik sangat bergantung pada pergerakan harga energi primer. Kalau harga-harga energi primer naik di triwulan-II atau triwulan-III, maka tarif listrik akan menyesuaikan. Namun juga, kemungkinan tidak adanya kenaikan juga berpotensi terjadi jika ditarik dari kepentingan Pemilu.

"Kemungkinan (tarif listrik) tidak (naik) juga ada. Apalagi kalau pemilu, pemerintah enggak berani naikin harga bahan bakar minyak (BBM) dan listrik," ujarnya.

Sementara itu, sebelumnya di hari yang sama, Rabu (27/12), pemerintah telah mengumumkan tidak ada kenaikan tarif listrik untuk periode 1 Januari - 1 Maret 2018. Ketetapan ini, akan berlaku pada seluruh golongan, baik tarif listrik bersubsidi 450 Volt amper (VA) dan 900 VA bersubsidi dan golongan nonsubsidi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, pemerintah telah menetapkan harga tarif listrik subsidi tidak berubah untuk periode 1 Januari 2018 sampai 1 Maret 2018.

"Untuk 1 Januari -31 maret 2018 tarif listrik tetap atau tidak ada kenaikan," kata Jonan. 

Menurut Jonan, penetapan tarif listrik‎ tersebut berlaku untuk seluruh golongan, baik bersubsidi 450 Volt amper (VA) dan 900 VA bersubsidi dan golongan nonsubsidi. Adapun tarif listrik tersebut Rp 415 per kilowatt hours (kWh) untuk golongan 450 VA subsidi‎ dan Rp 605 per kWh untuk 900 bersubsidi. Adapun untuk nonsubsidi mengikuti tarif dasar listrik yang telah ditetapkan. (Kjcom)

Sumber : RILIS.ID


Tag : #Tarif Dasar Listrik #PLN #Ignasius Jonan #Jambi



Berita Terbaru

 

Jumat, 18 Januari 2019 20:15 WIB

Kunker ke Kerinci, Fachrori Bicara Pentingnya Pendidikan dan Kesehatan


Kajanglako.com, Jambi - Plt Gubernur Jambi, Fachrori Umar, menyampaikan pesan pentingnya pendidikan dan kesehatan menjelang pelaksanaan ibadah Salat Jumat

 

Jumat, 18 Januari 2019 19:55 WIB

Penuhi Panggilan Bawaslu, Sutan Adil Menolak Disebut Diperiksa


Kajanglako.com, Jambi – Kasus pembagian Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) yang diduga dijadikan jualan politik oleh lima Caleg Gerindra, termasuk

 

Warga Tenggelam
Jumat, 18 Januari 2019 17:52 WIB

Petani yang Terseret Arus di Sungai Tembesi Ditemukan Tewas


Kajanglako.com, Merangin - Sarmidi (35), warga Desa Rantau Panjang, Kecamatan Muara Siau yang terseret arus sungai Tembesi pada Rabu (16/1) lalu, berhasil

 

Jumat, 18 Januari 2019 13:30 WIB

SK Pemberhentian Zola sebagai Gubernur Sudah Diteken Presiden


Kajangalako,com. Jambi - SK pemberhentian Zumi Zola sebagai Gubernur Jambi periode 2016-2021 akhirnya ditandatangani Presiden RI, Joko Widodo. Kabar ini

 

Jumat, 18 Januari 2019 11:33 WIB

Jualan Sabu, Pegawai Honorer Ditangkap saat Menunggu Pembeli


Kajanglako.com, Merangin - Satresnarkoba Polres Merangin kembali berhasil mengamankan seorang pelaku penyalahgunaan Narkotika. Kali ini seorang pegawai