Sabtu, 21 April 2018


Rabu, 27 Desember 2017 17:24 WIB

2018, Tarif Listrik Berpotensi Naik 10 Persen

Reporter : Redaksi
Kategori : Bisnis Berita Nasional

Gambar Istimewa

Kajanglako.com, Jakarta – Kendati Pemerintah telah mengumumkan tidak ada kenaikan listrik untuk periode 1 Januari – 1 Maret 2018, namun potensi kenaikan pasca periode tersebut tetap ada. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Indonesian Resource Studies (IRESS) Marwan Batubara. Dirinya mengatakan, tarif listrik memungkinkan naik tahun depan.

Menurtut Marwan, kenaikan tarif listrik ini tergantung pada perkembangan kondisi energi primer di 2018. Meskipun begitu, mengingat tahun depan adalah tahun politik, Marwan memperkirakan kenaikan tarif listrik tidak akan terlalu tinggi. Kalaupun ada potensi kenaikan tarif tahun depan, dia memperkirakan sekitar 10 persen dari tarif yang ditetapkan saat ini. 



"Kemungkinan naik ada, terutama tergantung harga minyak dunia, harga batubara atau energi primer yang dipakai Perusahaan Listrik Negara (PLN)," ujar Marwan, Rabu (27/12).  

Marwan menegaskan bahwa risiko kenaikan tarif listrik sangat bergantung pada pergerakan harga energi primer. Kalau harga-harga energi primer naik di triwulan-II atau triwulan-III, maka tarif listrik akan menyesuaikan. Namun juga, kemungkinan tidak adanya kenaikan juga berpotensi terjadi jika ditarik dari kepentingan Pemilu.

"Kemungkinan (tarif listrik) tidak (naik) juga ada. Apalagi kalau pemilu, pemerintah enggak berani naikin harga bahan bakar minyak (BBM) dan listrik," ujarnya.

Sementara itu, sebelumnya di hari yang sama, Rabu (27/12), pemerintah telah mengumumkan tidak ada kenaikan tarif listrik untuk periode 1 Januari - 1 Maret 2018. Ketetapan ini, akan berlaku pada seluruh golongan, baik tarif listrik bersubsidi 450 Volt amper (VA) dan 900 VA bersubsidi dan golongan nonsubsidi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, pemerintah telah menetapkan harga tarif listrik subsidi tidak berubah untuk periode 1 Januari 2018 sampai 1 Maret 2018.

"Untuk 1 Januari -31 maret 2018 tarif listrik tetap atau tidak ada kenaikan," kata Jonan. 

Menurut Jonan, penetapan tarif listrik‎ tersebut berlaku untuk seluruh golongan, baik bersubsidi 450 Volt amper (VA) dan 900 VA bersubsidi dan golongan nonsubsidi. Adapun tarif listrik tersebut Rp 415 per kilowatt hours (kWh) untuk golongan 450 VA subsidi‎ dan Rp 605 per kWh untuk 900 bersubsidi. Adapun untuk nonsubsidi mengikuti tarif dasar listrik yang telah ditetapkan. (Kjcom)

Sumber : RILIS.ID


Tag : #Tarif Dasar Listrik #PLN #Ignasius Jonan #Jambi



Berita Terbaru

 

Bawaslu
Sabtu, 21 April 2018 19:36 WIB

Tambah Anggota Bawaslu Provinsi, Ini Muatan Penting Pengumuman Bawaslu RI


Kajanglako.com, Jambi - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia (RI) resmi menetapkan tim seleksi Bawaslu untuk 27 Propinsi di Indonesia yang

 

Pilkada Kerinci 2018
Sabtu, 21 April 2018 17:56 WIB

Undangan Tatap Muka Kian Padat, Zainal-Arsal Berbagi Tugas


Kajanglako.com, Kerinci - Dukungan untuk Zainal Abidin dan Arsal Apri, calon Bupati dan Wakil Bupati Kerinci nomor urut 3 terus mengalir.    Dukungan

 

Sabtu, 21 April 2018 15:13 WIB

Hadir Dua Kali Seminggu, Warga Apresiasi Pengobatan Gratis dr Maulana


Kajanglako.com, Kota Jambi - Setelah pada Sabtu lalu pengobatan gratis dokter Maulana hadir untuk masyarakat Kelurahan Rajawali, kali ini dokter Maulana

 

Sabtu, 21 April 2018 14:02 WIB

Memotivasi Ratusan Pelajar, Fasha: Jangan Remehkan Teman


Kajanglako.com, Kota Jambi - DR Syarif Fasha, Wali Kota Jambi yang saat ini tengah cuti, memberikan motivasi dihadapan ratusan pelajar di Abadi Convetion

 

Sabtu, 21 April 2018 13:08 WIB

Maulana Hadiri Peringatan Harlah Fatayat NU ke-68


Kajanglako.com, Kota Jambi - Ketua Harian Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Jambi, DR. dr. H. Maulana MKM menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) Fatayat