Sabtu, 17 November 2018


Minggu, 10 Desember 2017 23:50 WIB

Cerita Mistis Dibalik Keindahan Danau Hugo

Reporter : Raden Suhur
Kategori : Ragam Wisata

Seorang warga saat mencari ikan di Danau Hugo/ foto: Suhur

Kajanglako.com, Batanghari – Dibalik keindahannya sebagai destinasi wisata alam terpopuler keempat dalam Ajang Pesona Indonesia (API), ternyata Danau Hugo yang berada di Desa Aur Gading Kecamatan Bathin 24, Kabupaten Batanghari, menyimpan banyak misteri dan cerita mistis yang dipercaya oleh warga setempat.

Danau Hugo memiliki kisah menarik. danau ini pertama kali ditemukan oleh Barhan Hugu saat mencari Gajah yang mengganggu tanaman warga. Namun, keesokannya Barhan ditemukan meninggal persis di pinggir danau. Karena danau tersebut belum ada nama, maka namanya diambil dari nama Barhan Hugu (Hugo).



Baca Juga: - Raih Kategori Wisata Terpopuler, Danau Hugo Justru Dicueki Pemerintah

Kisah menarik dan mistis lainnya, di lokasi Danau Hugo ada hamparan tanah sejenis pulau yang ditumbuhi pohon besar dan semak belukar. Konon, di saat-saat tertentu pulau itu bisa berjalan atau berpindah tempat seperti kapal, sehingga warga menamakannya apung belayar (pulau berjalan).

Warga setempat meyakini apung belayar itu berpindah karena kekuatan mistis. Soalnya, apung belayar itu berpindah tempat selalu di malam hari. Masyarakat selalu mendapati apung belayar telah berpindah tempat pada pagi harinya. Jarak apung belayar itu berpindah tempat sangat jauh. Bisa mencapai lebih dari satu kilometer dari tempat semula.

“Pulau belayar ini pindah-pindah. Sekarang berada di ujung danau sebelah kanan, besok paginya bisa berpindah ke ujung danau sebelah kiri,” kata Gun Kurniawan, Tokoh Pemuda setempat.

Danau Hugo merupakan surganya para pencari ikan. Hampir separuh warga Desa Aur Gading menggantungkan hidupnya dengan mencari ikan di danau itu. Anehnya, ikan di Danau Hugo seakan tidak pernah berkurang. Padahal, ikan yang dipanen warga dari danau itu mencapai 300 kilogram perhari.

Dan lebih anehnya lagi, ikan yang hidup di Danau Hugo hanya satu jenis. Jika dimasukkan ikan Nila di dalamnya, maka tidak akan bertahan lama, semua ikan yang dimasukkan akan mati.

"Iya, ikan di dalamnya boleh dikatakan cuma satu jenis yaitu ikan Lambak. Sepertinya Danau Hugo tidak mau di isi dengan ikan dari luar danau," ungkap Gun Kurniawan. (kjcom)


Tag : #Danau Hugo #Wisata Jambi #Pesona Jambi #Batanghari #Bathin 24 #Aur Gading



Berita Terbaru

 

Ekspedisi Belanda ke Djambi
Sabtu, 17 November 2018 09:17 WIB

Toeankoe Radja Loeboe Oelang-aling


Oleh: Frieda Amran (Antropolog. Mukim di Belanda) Seorang pegawai pemerintahan Hindia-Belanda—seorang lelaki yang pandai bergaul dengan dan dipercayai

 

Jumat, 16 November 2018 12:55 WIB

Pemprov Jambi MoU Program e-Samsat Nasional


Kajanglako.com, Jambi - Plt Gubernur Jambi, Fachrori Umar, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerjasama Samsat (PKS) Online Nasional.   MoU

 

Penerimaan CPNS 2018
Jumat, 16 November 2018 08:48 WIB

Tingkat Kelulusan CASN Rendah, Ini Kata Ihsan Yunus


Kajanglako.com - Rekrutmen Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun ini meninggalkan cerita pelik. Di satu sisi Negara tengah membutuhkan banyak tambahan

 

Festival Budaya Bioskop
Jumat, 16 November 2018 06:20 WIB

Bentuk Museum Bioskop, Tempoa Art Digandeng Institut Kesenian Jakarta


Kajanglako, Jambi-hanya tinggal menghitung hari, Festival Budaya Bioskop Jambi segera dibuka untuk publik. Festival untuk pertama kali di Jambi ini merupakan

 

Kamis, 15 November 2018 22:10 WIB

Dugaan Percobaan Penculikan Anak, CE: Jangan Buat Gaduh Sebelum Jelas Motifnya


Kajanglako.com, Sarolangun - Kabar dugaan percobaan penculikan anak di Desa Bernai Luar, Kabupaten Sarolangun, Sabtu (10/11) lalu sempat membuat gempar