Senin, 21 Mei 2018


Minggu, 10 Desember 2017 23:50 WIB

Cerita Mistis Dibalik Keindahan Danau Hugo

Reporter : Raden Suhur
Kategori : Ragam Wisata

Seorang warga saat mencari ikan di Danau Hugo/ foto: Suhur

Kajanglako.com, Batanghari – Dibalik keindahannya sebagai destinasi wisata alam terpopuler keempat dalam Ajang Pesona Indonesia (API), ternyata Danau Hugo yang berada di Desa Aur Gading Kecamatan Bathin 24, Kabupaten Batanghari, menyimpan banyak misteri dan cerita mistis yang dipercaya oleh warga setempat.

Danau Hugo memiliki kisah menarik. danau ini pertama kali ditemukan oleh Barhan Hugu saat mencari Gajah yang mengganggu tanaman warga. Namun, keesokannya Barhan ditemukan meninggal persis di pinggir danau. Karena danau tersebut belum ada nama, maka namanya diambil dari nama Barhan Hugu (Hugo).



Baca Juga: - Raih Kategori Wisata Terpopuler, Danau Hugo Justru Dicueki Pemerintah

Kisah menarik dan mistis lainnya, di lokasi Danau Hugo ada hamparan tanah sejenis pulau yang ditumbuhi pohon besar dan semak belukar. Konon, di saat-saat tertentu pulau itu bisa berjalan atau berpindah tempat seperti kapal, sehingga warga menamakannya apung belayar (pulau berjalan).

Warga setempat meyakini apung belayar itu berpindah karena kekuatan mistis. Soalnya, apung belayar itu berpindah tempat selalu di malam hari. Masyarakat selalu mendapati apung belayar telah berpindah tempat pada pagi harinya. Jarak apung belayar itu berpindah tempat sangat jauh. Bisa mencapai lebih dari satu kilometer dari tempat semula.

“Pulau belayar ini pindah-pindah. Sekarang berada di ujung danau sebelah kanan, besok paginya bisa berpindah ke ujung danau sebelah kiri,” kata Gun Kurniawan, Tokoh Pemuda setempat.

Danau Hugo merupakan surganya para pencari ikan. Hampir separuh warga Desa Aur Gading menggantungkan hidupnya dengan mencari ikan di danau itu. Anehnya, ikan di Danau Hugo seakan tidak pernah berkurang. Padahal, ikan yang dipanen warga dari danau itu mencapai 300 kilogram perhari.

Dan lebih anehnya lagi, ikan yang hidup di Danau Hugo hanya satu jenis. Jika dimasukkan ikan Nila di dalamnya, maka tidak akan bertahan lama, semua ikan yang dimasukkan akan mati.

"Iya, ikan di dalamnya boleh dikatakan cuma satu jenis yaitu ikan Lambak. Sepertinya Danau Hugo tidak mau di isi dengan ikan dari luar danau," ungkap Gun Kurniawan. (kjcom)


Tag : #Danau Hugo #Wisata Jambi #Pesona Jambi #Batanghari #Bathin 24 #Aur Gading



Berita Terbaru

 

Senin, 21 Mei 2018 14:28 WIB

Sekda Tanggapi Kabar Monopoli Bank Jambi di Pasar Angso Duo Baru


Kajanglako.com,  Jambi - Terkait beredar kabar di masyarakat bahwa pihak Bank Jambi disebut memonopoli PT EBN, dalam pengelolaan kredit tokok dan

 

Senin, 21 Mei 2018 14:21 WIB

Masalah Pemindahan Pedagang Angsoduo, Ini Kata Sekda Dianto


Kajanglako.com, Jambi - Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, M Dianto angkat bicara terkait permasalahan pemindahan pedagang Pasar Angso Duo lama ke Pasar

 

Senin, 21 Mei 2018 14:13 WIB

Hingga Pendaftaran Tutup, Hanya Satu Nama Mencalonkan Jadi Ketua KNPI Bungo


Kajanglako.com, Bungo - Dewan Pengurus Daerah (DPD) II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bungo, siap menggelar Musyawarah Daerah (Musda)

 

Senin, 21 Mei 2018 13:58 WIB

Shoft Lounching Kantor Imigrasi, Bupati Bungo: Warga Urus Paspor Lebih Mudah


Kajanglako.com, Bungo - Bupati Bungo, H Mashuri, secara resmi melaksanakan Soft Launching Kantor Imigrasi Kabupaten Bungo, Senin 21 Mei 2018.  Dengan

 

Senin, 21 Mei 2018 13:31 WIB

Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Fachrori Ajak Generasi Muda Teladani Bung Tomo


Kajanglako.com, Jambi - Plt Gubernur Jambi, Fachrori Umar, Senin (21/5) pagi memimpin upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-110 di lapangan Kantor Gubernur