Selasa, 24 April 2018


Minggu, 10 Desember 2017 22:17 WIB

OJK 'Turut Tergugat' dalam Gugatan Dewan Komisaris Bank Jambi ke PN

Reporter : Redaksi
Kategori : Berita

Dewan Komisari non aktif Bank Jambi Ansorullah dan Kuasa Hukum Musri Nauli saat memberikan keterangan kepada awak media/ foto: Riki Ahmad

Kajanglako.com, Jambi – Selain menggugat perdata Gubernur Zola dan 11 Bupati dan Walikota se-Provinsi Jambi, 3 Dewan Komisaris Bank Jambi (Iing Muh Hasanuddin, Delyuzar Harmaini dan Ansorullah) yang menilai pemberhentian mereka cacat hukum, karena melanggar UU 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, juga menjadikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jambi sebagai pihak ‘Turut Tergugat’.

Musri Nauli, Kuasa Hukum Penggugat menjelaskan jika OJK memiliki kewenangan terkait pemberhentian 3 Dewan Komisaris Bank Jambi tersebut. Bahwa berdasarkan UU nomor 21 tahun 2011 tentang OJK yang merupakan lembaga yang indenpenden dan bebas dari campur tangan pihak lain, yang mempunyai fungsi, tugas dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan dan penyidikan.



Baca Juga: - Dekom Non Aktif Bank Jambi Gugat Zola dan Kepala Daerah se-Provinsi Jambi

Disebutkannya, diantara wewenang OJK tersebut adalah pengesahan, persetujuan atau penetapan pembubaran dan penetapan lain, sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan.

“Berdasarkan wewenang-wewenang OJK itulah, OJK juga kita jadikan turut tergugat. Karena tentu mereka mengetahui dan dikonsultasikan oleh para pemegang saham terkait dengan pemberhentian para Dewan Komisaris yang kami nilai dilakukan secara sepihak dan tanpa agenda pembahasan terlebih dahulu,” terangnya.

Ia kembali menjelaskan, jika gugatan mereka dikabulkan oleh Pengadilan Negeri, maka OJK sebagai ‘Turut Tergugat’ harus tunduk pada pengutusan pengadilan.

Musri memaparkan, pemberhentian 3 kliennya itu sangat bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Padahal berdasarkan pasal 14 ayat (1) Akta pendirian Bank Jambi. Komisaris Utama, Komisaris dan Komisaris Independent diberhentikan dengan alasan (a) berakhir masa jabatan,(b) meninggal dunia, (c) mengundurkan diri, (d) diberhentikan dengan karena kehilangan kewarganegaraan.

“Melihat alasan pemberhentian yang diatur didalam akta Bank Jambi, maka terhadap klien saya sama sekali tidak terpenuhi persyaratan untuk diberhentikan,” sebutnya.

Apalagi, katanya, Masa jabatan 3 kliennya sebagai Komisari Bank Jambi baru berakhir pada 2019 mendatang, Sehingga tidak terpenuhinya berakhir masa jabatan. Selain itu tidak ada yang mengundurkan diri atau tidak ada satupun yang kehilangan kewarganegaraan.

“Diluar itu, klien saya tidak tepat dianggap tidak cakap. Dengan laba perusahaan yang terus membaik maka tidak dapat dilepaskan dari kemampuan ketiga klien saya menjalankan tugasnya,” ujarnya.

Untuk diketahui, 3 Komisaris Bank Jambi non aktif itu telah melayangkan gugatan mereka ke Pengadilan Negeri Jambi pada Jumat 8 Desember lalu, dengan nomor Perkara 114/pdt.G/2017/PNJmb tertanggal 8 Desember 2017. (kjcom)


Tag : #Bank Jambi #Dewan Komisaris #Gugatan Perdata



Berita Terbaru

 

Selasa, 24 April 2018 22:59 WIB

Gara-gara Ini, Paripurna Penyampaian LKPJ Bupati Bungo Ditunda Hingga Tiga Hari


Kajanglako.com, Bungo - Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bungo dalam rangka, "Pengantar LKPJ Bupati Bungo Tahun 2017 disertai

 

Selasa, 24 April 2018 22:47 WIB

Begini Kondisi Jalan Alternatif Truk Batubara


Kajanglako.com, Batanghari - Setelah menggelar rapat bersama terkait perbaikan jalan alternatif untuk truk angkutan batubara. Sekda Batanghari, Asisten

 

Selasa, 24 April 2018 21:10 WIB

Jalan Alternatif Angkutan Batubara Segera Dibangun


  Kajanglako.com, Batanghari - Permasalahan angkutan batubara belum menemui titik terang. Selasa (24/4) Pemkab Batanghari menggelar rapat bersama

 

Kasus Gratifikasi Zola
Selasa, 24 April 2018 18:35 WIB

KPK Ternyata Juga Geledah Rumah Apif di Muara Sabak


Kajanglako.com, Jambi – Selain menggeledah rumah H Jais, kontraktor yang merupakan Timses Zola. Penyidik KPK ternyata juga menggeledah rumah Apif

 

Selasa, 24 April 2018 18:14 WIB

Diancam dengan Senpi, Yulianto Serahkan Uang ke Orang Tak Dikenal


Kajanglako.com, Merangin - Yulianto (25) warga Sungai Suhut, Kecamatan Tabir Selatan, tidak berkutik ketika uangnya dibawa kabur orang tak dikenal. Informasi