Rabu, 26 September 2018


Senin, 28 Agustus 2017 10:58 WIB

Serampas Menggagas Kopi Robusta Berkualitas

Reporter : Ahmad Riki S
Kategori : Inforial Ragam Kuliner Berita

Perwakilan Kementerian LHK mendapat penjelasan soal kopi Serampas dari Fasilitator WARSI

Kajanglakonews.com, Jambi – Komoditas kopi saat ini sedang naik daun. Tidak hanya untuk pasar domestik saja, bahkan peluang pemasaran kopi membentang luas hingga ke luar negeri. Untuk bisa bersaing dan merambah ke pasar yang lebih luas, tentu banyak hal mendasar yang perlu dibenahi petani kopi.

Kondisi itu mendorong para petani kopi di Desa Rantau Kermas (Marga Serampas) untuk menggagas pengembangan kopi robusta yang berkualitas bagus. Tujuannya untuk meningkatkan mutu kopi dan perbaikan harga komoditas tersebut.



Dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat, saat ini di Desa Rantau Kermas sedang dibangun pengembangan usaha berbasis komoditas unggulan lokal berupa kopi robusta Serampas. Pengembangan usaha ini dilakukan sebagai upaya peningkatan mutu dan harga pasca panen. Yaitu dengan membekali pemahaman yang baik dan benar kepada masyarakat dalam melakukan pengolahan kopi.

Dalam proses pemanenan, petani diarahkan untuk memanen buah kopi yang benar-benar sudah matang dan berwarna merah. Tidak seperti kebiasaan yang terjadi selama ini, jika kopi sudah tua meski masih berwarna hijau dianggap sudah layak dipanen.

Dengan menerapkan cara pemanenan buah kopi yang sudah berwarna merah, maka harga jual pun nanti akan berbeda. Selain memperbaiki cara panen, petani juga memperbaiki sirkulasi pemasaran hasil panen tersebut. Saat ini hasil panen buah kopi merah tersebut akan dibeli oleh Kelompok Pengelola Hutan Adat (KPHA) dan akan diproses kembali sehingga mendapatkan green bean (beras kopi) yang berkualitas bagus.

“Untuk jumlah produksi kopi di Rantau Kermas bisa menghasilkan 200 ton per tahun dengan jumlah petani kopi sebanyak 130 KK. Kegiatan penanaman kopi dimulai dari tahun 2004, dengan masa panen agung atau panen raya setiap satu kali dalam setahun, dan panen selama empat bulan sekali,” kata Wawan Juniato, Fasilitator KKI WARSI.

Dia menambahkan, dengan adanya perlakuan khusus dalam pemanenan dan pengolahan pascapanen, harga kopi robustas Serampas pun beranjak naik. Saat ini masyarakat sudah bisa menjual kopi dalam bentuk greenbeen seharga Rp 24.000 per kilo di tingkat petani, namun jika sudah sampai tingkat gudang atau pabrik harganya bisa naik hingga Rp 35.000 per kilo.

Jika dibandingkan harga kopi jenis arabika, harga kopi robusta Serampas memang masih berada di bawahnya. Ditambah lagi pangsa pasar robusta hanya di tingkat regional, sementara jenis arabika sudah menjadi komoditas ekspor unggulan. Hanya saja, masyarakat tetap memilih mengembangkan jenis robusta karena selama ini jenis tersebut yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat setempat. Sehingga produk ini dipilih menjadi salah satu produk unggulan yang mereka kembangkan.

“Dan lagi kopi arabika tidak banyak penghasilnya di daerah ini,” ujarnya. (kjn/KKI WARSI)


Tag : #Warsi #Serampas Kopi #Kopi Robusta



Berita Terbaru

 

Pemilu 2019
Rabu, 26 September 2018 15:34 WIB

Masuk 4 Besar Indonesia, Sarolangun Paling Rawan Konflik di Pileg 2019


Kajanglako.com, Jambi - Hasil dari kesimpulan Bawaslu RI, Kabupaten Sarolangun salah satu daerah yang menjadi sorotan pada Pemilihan Legislatif 2019 mendatang.    Sorotan

 

Rabu, 26 September 2018 12:15 WIB

Bacakan Visi Misi MANTAP, Al Haris Ajak Fauzi dan Nalim Bangun Merangin


Kajanglako.com, Merangin - Bupati dan Wakil Bupati Merangin, Al Haris-Mashuri, Rabu (26/9), membacakan visi dan misi membangun Merangin 2018-2023.   Visi

 

Rabu, 26 September 2018 12:03 WIB

Santriwati Korban Nikah Paksa Habib Bahrun Datangi Polres Batanghari


Kajanglako.com, Batanghari - Sekira pukul 10.00 WIB, Rabu (26/9), P Batubara dengan anaknya MG (18) korban ataupun santriwati yang pernah bernaung di Pondok

 

Rabu, 26 September 2018 11:51 WIB

Sempat Tertunda, Akhirnya Kapolri Mendarat di Bandara Bungo


Kajanglako.com, Bungo - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, beserta rombongan akhirnya tiba di Bandara Muara Bungo, sekira pukul 10.22 WIB, Rabu (26/9).   Kedantangan

 

Rabu, 26 September 2018 11:40 WIB

Dua Wakil Ketua DPRD Tak Hadiri Paripurna Pidato Penyampaian Visi Misi HAMAS


Kajanglako.com, Merangin - Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Merangin dengan agenda penyampaian pidato visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Merangin Haris