Sabtu, 15 Desember 2018


Senin, 28 Agustus 2017 10:58 WIB

Serampas Menggagas Kopi Robusta Berkualitas

Reporter : Ahmad Riki S
Kategori : Inforial Ragam Kuliner Berita

Perwakilan Kementerian LHK mendapat penjelasan soal kopi Serampas dari Fasilitator WARSI

Kajanglakonews.com, Jambi – Komoditas kopi saat ini sedang naik daun. Tidak hanya untuk pasar domestik saja, bahkan peluang pemasaran kopi membentang luas hingga ke luar negeri. Untuk bisa bersaing dan merambah ke pasar yang lebih luas, tentu banyak hal mendasar yang perlu dibenahi petani kopi.

Kondisi itu mendorong para petani kopi di Desa Rantau Kermas (Marga Serampas) untuk menggagas pengembangan kopi robusta yang berkualitas bagus. Tujuannya untuk meningkatkan mutu kopi dan perbaikan harga komoditas tersebut.



Dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat, saat ini di Desa Rantau Kermas sedang dibangun pengembangan usaha berbasis komoditas unggulan lokal berupa kopi robusta Serampas. Pengembangan usaha ini dilakukan sebagai upaya peningkatan mutu dan harga pasca panen. Yaitu dengan membekali pemahaman yang baik dan benar kepada masyarakat dalam melakukan pengolahan kopi.

Dalam proses pemanenan, petani diarahkan untuk memanen buah kopi yang benar-benar sudah matang dan berwarna merah. Tidak seperti kebiasaan yang terjadi selama ini, jika kopi sudah tua meski masih berwarna hijau dianggap sudah layak dipanen.

Dengan menerapkan cara pemanenan buah kopi yang sudah berwarna merah, maka harga jual pun nanti akan berbeda. Selain memperbaiki cara panen, petani juga memperbaiki sirkulasi pemasaran hasil panen tersebut. Saat ini hasil panen buah kopi merah tersebut akan dibeli oleh Kelompok Pengelola Hutan Adat (KPHA) dan akan diproses kembali sehingga mendapatkan green bean (beras kopi) yang berkualitas bagus.

“Untuk jumlah produksi kopi di Rantau Kermas bisa menghasilkan 200 ton per tahun dengan jumlah petani kopi sebanyak 130 KK. Kegiatan penanaman kopi dimulai dari tahun 2004, dengan masa panen agung atau panen raya setiap satu kali dalam setahun, dan panen selama empat bulan sekali,” kata Wawan Juniato, Fasilitator KKI WARSI.

Dia menambahkan, dengan adanya perlakuan khusus dalam pemanenan dan pengolahan pascapanen, harga kopi robustas Serampas pun beranjak naik. Saat ini masyarakat sudah bisa menjual kopi dalam bentuk greenbeen seharga Rp 24.000 per kilo di tingkat petani, namun jika sudah sampai tingkat gudang atau pabrik harganya bisa naik hingga Rp 35.000 per kilo.

Jika dibandingkan harga kopi jenis arabika, harga kopi robusta Serampas memang masih berada di bawahnya. Ditambah lagi pangsa pasar robusta hanya di tingkat regional, sementara jenis arabika sudah menjadi komoditas ekspor unggulan. Hanya saja, masyarakat tetap memilih mengembangkan jenis robusta karena selama ini jenis tersebut yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat setempat. Sehingga produk ini dipilih menjadi salah satu produk unggulan yang mereka kembangkan.

“Dan lagi kopi arabika tidak banyak penghasilnya di daerah ini,” ujarnya. (kjn/KKI WARSI)


Tag : #Warsi #Serampas Kopi #Kopi Robusta



Berita Terbaru

 

Sabtu, 15 Desember 2018 15:32 WIB

PMII Bungo Donasikan Bantuan ke Anita Riana Pengidap Kanker Payudara


Kajanglako.com, Bungo – Sebagai bentuk kepedulian melihat kondisi Anita Riana, Warga Kecamatan Pelayang yang menderita kanker payudara, PC PMII Bungo

 

Sabtu, 15 Desember 2018 15:20 WIB

Jurnalis di Jambi Ikuti Google News Initiative Training Network


Kajanglako.com, Jambi - Sebanyak 25 Jurnalis di Jambi mengikuti pelatihan Google News Initiative Training Network yang digelar oleh Aliansi Jurnalis Independen

 

Sabtu, 15 Desember 2018 15:01 WIB

Humas EBN: Haram Hukumnya PKL Jualan di Angsoduo Baru


Kajanglako,com. Jambi - Pasca direlokasi pedagang Angsoduo lama ke Pasar Angsoduo baru pada 11 November 2018 lalu, kini aktivitas dan operasional Angsoduo

 

Sabtu, 15 Desember 2018 14:41 WIB

Kunjungi Jambi, Presiden Jokowi Dikabarkan Bertandang ke Angsoduo


Kajanglako,com, Jambi - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan kunjungan ke Provinsi Jambi, pada hari Minggu 16 Desember 2018. Dalam

 

Sabtu, 15 Desember 2018 12:40 WIB

Sepanjang 2018, BI Jambi Amankan 1.228 Lembar Uang Palsu


Kajanglako.com, Jambi - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi, selama kurun waktu satu tahun ini telah mengamankan 1.228 lembar uang kertas