Jumat, 19 Agustus 2022


Kamis, 07 Juli 2022 18:15 WIB

Direktorat PTLK Kemendikbud Ristek Gelar Belajar Bersama Maestro di Dharmasraya

Reporter : Samin
Kategori : Berita Daerah

Narasumber Belajar Bersama Maestro.

Direktorat PTLK Kemendikbud Ristek Gelar Belajar Bersama Maestro di Dharmasraya

 



NARASI JURNAL.COM, DHARMASRAYA – Direktorat Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan (Direktorat PTLK ), Direktorat Jendral Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Sejak tanggal 1 hingga 7 Juli 2022, menyelenggarakan kegiatan Belajar Bersama Maestro (BBM) 2022 di Kabupaten Dharmasraya. Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) yang diangkat adalah silek pingian dengan maestro Zainir. Datuak Mangku.

Kegiatan tersebut diadakan di laman tuo silek pingian rantau batang hari, di Jorong Koto Gadang, Nagari Sungai Dareh, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat. Di ikuti 30 peserta yang telah digembleng langsung oleh maha Guru Zainir. Datuak Mangku, dan menjalani ujian tertulis serta penampilan dramaturki berupa gerakan silat beregu yang menandai berakhirnya perhelatan program Belajar Bersama Maestro Dharmasraya.

Pada kesempatan itu, Judi Wahyudin, selaku Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan Kemendikbudristek, menyampaikan, bahwa sekitar 30 pesilat sekaligus pegiat seni budaya muda dari Sumbar dan Kabupaten Kuansing, Provinsi Riau serta Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, berpartisipasi dengan penuh antusiasme dalam ajang BBM silek pingian ini.

“Mereka merupakan anggota dari silek pingian rantau batang hari. Hal ini sejalan dengan tujuan dilaksanakannya program BBM, yaitu para peserta nantinya diharapkan dapat menjadi pelopor dalam melestarikan seni budaya yang bersangkutan,”ucap Judi Wahyudin.

Jelasnya, bahwa program BBM Dharmasaya ini merupakan bentuk dukungan terhadap kenduri Svarnaphumi, yaitu kegiatan yang berupaya untuk memajukan kebudayaan dan menjaga lingkungan Sungai Batanghari, sehingga nantinya dapat mengembalikan dan mewariskan kekayaan alam yang ada di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Batanghari.

Sambungnya setelah tujuh hari pelaksanaan, di akhir program, para murid melaksanakan ujian tertulis untuk mengetahui sejauh mana ilmu atau materi yang diberikan diterima dengan baik. Kemudian setelah melaksanakan ujian tertulis para murid menampilkan praktik gerakan silat yang telah diberikan. “Tiga puluh peserta kita bagi menjadi lima kelompok dan menampilkan gerakan silek beregu, sebuah gerakan khas andalan,”Kata Judi Wahyudin.

Gerakan silek beregu ini merupakan variasi gerakan silek pingian terobosan baru. Sebelumnya silek pingian rantau batanghari menampilkan gerakan silek berpasangan saja. Keistimewaan dari gerakan tersebut yaitu tiap anggota dalam regu akan menampilkan gerakan yang serentak dan selaras dari awal hingga akhir. Seterusnya, gerakan silat beregu dari silek pingian rantau batanghari ini hanya pernah ditampilkan satu kali, yaitu ketika pelaksanaan musyawarah guru silek Sumatera Barat. Penampilan gerakan silek beregu di program BBM ini merupakan kali kedua. Gerakan silek tersebut memiliki tingkat kesulitan yang tinggi sehingga jarang ditampilkan.

Sementara, menurut Yul Hendri, selaku sekretaris perguruan silek pingian rantau batanghari gerakan silek pingian beregu adalah gerakan yang sulit.

“Gerakan silek pingian beregu harus memiliki visi yang sama antara anggota dalam regunya, ibarat pemain band, unsur-unsur dalam band harus memiliki visi yang sama sehingga tercipta harmonisasi yang indah,” ujar Yul Hendri.

Selama tujuh hari pelaksanaan, para peserta digembleng dengan materi dan praktik di lapangan. Pada pagi hingga sore hari para peserta diajarkan materi mulai dari sejarah silek pingian hingga materi-materi yang dapat diaplikasikan untuk kemajuan silek pingian sendiri, seperti materi pendokumentasian dan manajerial. Para peserta juga mendapat kan materi yang jarang didapatkan di dunia luar, yaitu mengenai pengobatan tradisional, seperti menggunakan tumbuhan atau herbal untuk mengobati penyakit dan luka.Pada malam harinya, para peserta melakukan praktek dengan turun ke laan tuo, yaitu sebutan tempat para peserta melakukan praktek silat untuk diajarkan gerakan-gerakan dalam silek pingian.

 “Silek pingian adalah salah satu jenis silat di Indonesia yang tidak hanya berfokus pada seni bela diri saja, tetapi lebih dari itu silek pingian memiliki dua aspek lain, yaitu pengobatan dan tasawuf.

Lebih dalam lagi, S. Metron Mertison, selaku nara sumber BBM silek pingian menjelaskan, silek di Ranah Minang termasuk silek pingian bukan semata-mata hanya martial art saja tetapi silek sudah menjadi the way of life bagi para anggota. (mde)




Berita Terbaru

 

Rabu, 17 Agustus 2022 15:15 WIB

Bupati Beserta Forkopimda Saksikan Upacara Detik Detik Proklamasi Secara Virtual


    DHARMASRAYA – Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan bersama Ketua DPRD, Pariyanto, unsur Forkopimda, Sekda Dharmasraya, Adlisman,

 

Rabu, 17 Agustus 2022 10:53 WIB

Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-77 di Dharmasraya Berlangsung Khidmat


  DHARMASRAYA – Pelaksanaan pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-77 di Kabupaten Dharmasraya

 

Perspektif
Rabu, 17 Agustus 2022 08:30 WIB

Gerakan Mahasiswa Sebagai Katalisator Perubahan Politik


Oleh: Riwanto Tirtosudarmo* I Kehadiran kelompok mahasiswa sebagai salah satu kekuatan politik sesudah kemerdekaan merupakan suatu kenyataan yang riil.

 

Selasa, 16 Agustus 2022 22:16 WIB

Bupati Hadiri Pengesahan Warga Baru PSHT Cabang Dharmasraya


  DHARMASRAYA - Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuaku Kerajaan menghadiri pengesahan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Dharmasraya

 

Selasa, 16 Agustus 2022 22:11 WIB

Bupati Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden dalam Rangka Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-77


    DHARMASRAYA - Sebagai rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke-77 tahun 2022, Bupati Dharmasraya,