Kamis, 14 Desember 2017
Pencarian


Kamis, 23 November 2017 19:13 WIB

Miris! Selama 10 Tahun, Para Guru Ini Tempuh Jalan Berlumpur dan Menantang Maut Kesekolah

Reporter : Redaksi
Kategori : Ragam Features Berita Pendidikan

Jalan berlumpur harus ditempuh Guru SD 81 Tanjabbar

Kajanglako.com, Tanjung Jabung Barat – “Iya pak, setiap hari kami pergi mengajar kesekolah harus menempuh jalan berlumpur. Tidak itu saja, bahkan kami menantang maut dengan kondisi perjalanan seperti itu”, ungkap Ibu Hifziah secara ekslusive kepada Kajanglako.com melalaui telepon selularnya.

Hifziah merupakan salah satu guru honorer dari delapan guru yang mengajar di Sekolah Dasar (SD) Negeri 81 Desa Mekar Alam, Kecamatan Seberang Kota, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi.



Setiap hari dan hampir sepuluh tahun lamanya mengajar di sekolah tersebut, kedelapan guru termasuk kepala sekolah ini harus menempuh jalan yang sulit untuk sampai ke sekolah tempat mereka mengajar. Para pahlawan tanpa tanda jasa ini, harus melalui jalanan berlumpur dengan sepatu, tas dan keperluan lainnya ditenteng di tangan. Tidak itu saja, tak jarang para guru ini harus menentang maut dengan kondisi yang ada.

Lihat Video : Perjuangan Para Guru Kesekolah Tempuh Jalan Berlumpur dan Menantang Maut

Diceritakan Hifziah, untuk menuju ke sekolah yang berada di seberang sungai tempat ia tinggal tersebut, pertama harus berjalan melintasi jalan setapak sejauh 1 KM untuk sampai ke dermaga, dan inipun ditempuh dengan jalan berlumpur dan kondisi dermaga yang sangat memprihatinkan serta jauh dari kata aman.

Kemudian para guru ini melanjutkan perjalanan menyebrangi sungai dengan menaiki perahu kecil yang tiap saat disewa oleh mereka. Setelah berhasil menempuh perjalanan air yang cukup jauh hingga sampai ke dermaga seberang yang kondisi dermaganya tak jauh berbeda dengan dermaga pertama, kemudian para guru kembali melakukan perjalanan dengan berjuang berjalan melewati tanah berlumpur. Tidak itu saja, selanjutnya para guru harus memanjat jembatan pelintasan untuk dapat sampai ke lokasi sekolah. Hal ini serupa juga terjadi saat pulang.

“Dari rumah nyeker dan berjalan di lumpur, nyampe dermaga seberang kami nyeker lagi karena lumpur juga. Terus kami harus manjat jembatan dan itu sangat mengerikan pak, begitu setiap hari pak, pulang dan pergi,” cerita Hifziah.

Walau harus rela menaruhkan nyawanya tersebut, Hifziah dan para guru ini tetap semangat untuk mengabdikan hidupnya untuk sebuah ilmu yang berguna kepada para anak-anak yang membutuhkan pendidikan sekolah. Selama 10 tahun tetap ikhlas menjalani dan tidak pernah mengeluh demi memberikan ilmu kepada para siswa yang berjumlah 40 orang di SD Negeri tersebut. Padahal Hifziah hanyalah seorang guru honorer yang gajinya tidak seberapa.

“Saya ikhlas pak, sudah 10 tahun saya jalani seperti ini, demi memberikan ilmu kepada anak-anak,” ungkap Hifziah.

Namun begitu, perhatian pemerintah tetap diharapkan oleh para guru ini, setidaknya untuk memperbaiki fasilitas perjalanan dan kesejahteraan para guru.

“Kami tetap berharap pemerintah memperhatikan kami, perhatikan kondisi jalan yang kami tempun, juga kesejahteraan kami para guru," lirih Hifziah. (kjcom)


Tag : #Guru #Hari Guru Nasional #mengajar #lumpur #menantang maut #PGRI #Huru Honorer #jalan lumpur #jambi #tungkal #tanjjabar #perjuangan guru



Berita Terbaru

 

OTT KPK di Jambi
Rabu, 13 Desember 2017 22:00 WIB

Zoerman Tak Penuhi Panggilan, KPK Belum Terima Alasannya


Kajanglako.com, Jambi - 2 dari 4 Pimpinan DPRD Provinsi Jambi, tidak memenuhi panggilan KPK sebagai saksi 4 tersangka kasus suap RAPBD Provinsi Jambi 2018,

 

OTT KPK di Jambi
Rabu, 13 Desember 2017 21:32 WIB

Info Terbaru KPK: Penyidik Dalami Keterlibatan Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Jambi


Kajanglako.com, Jakarta - KPK merilis info terbaru terkait kasus suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi Tahun 2018.  Jubir KPK Febri Diansyah menyebut,

 

OTT KPK di Jambi
Rabu, 13 Desember 2017 20:55 WIB

Keluar dari Gedung KPK, Syahbandar: Asal Kooperatif Insya Allah Nyaman


Kajanglako.com, Jakarta - Dua pimpinan DPRD Provinsi Jambi, Chumaidi Zaidi dan Syahbandar diperiksa KPK sebagai saksi hari ini. Keduanya menjalani pemeriksaan

 

Rabu, 13 Desember 2017 19:43 WIB

Rencana Pembangunan Mini GOR di Pemayung Bakal Tertunda


Kajanglako.com, Batanghari – Pemerintah Kabupaten Batanghari berencana akan membangun mini GOR di Kecamatan Pemayung pada 2018 mendatang. Namun,

 

Rabu, 13 Desember 2017 18:59 WIB

Dinilai Lamban, Pencairan Santunan Kematian Dikeluhkan Warga


Kajanglako.com, Batanghari - Anggota DPRD Kabupaten Batanghari A Butsiyantoni, mengaku telah menerima sejumlah laporan warga terkait santunan kematian