Rabu, 26 September 2018


Kamis, 23 November 2017 19:13 WIB

Miris! Selama 10 Tahun, Para Guru Ini Tempuh Jalan Berlumpur dan Menantang Maut Kesekolah

Reporter : Redaksi
Kategori : Ragam Features Berita Pendidikan

Jalan berlumpur harus ditempuh Guru SD 81 Tanjabbar

Kajanglako.com, Tanjung Jabung Barat – “Iya pak, setiap hari kami pergi mengajar kesekolah harus menempuh jalan berlumpur. Tidak itu saja, bahkan kami menantang maut dengan kondisi perjalanan seperti itu”, ungkap Ibu Hifziah secara ekslusive kepada Kajanglako.com melalaui telepon selularnya.

Hifziah merupakan salah satu guru honorer dari delapan guru yang mengajar di Sekolah Dasar (SD) Negeri 81 Desa Mekar Alam, Kecamatan Seberang Kota, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi.



Setiap hari dan hampir sepuluh tahun lamanya mengajar di sekolah tersebut, kedelapan guru termasuk kepala sekolah ini harus menempuh jalan yang sulit untuk sampai ke sekolah tempat mereka mengajar. Para pahlawan tanpa tanda jasa ini, harus melalui jalanan berlumpur dengan sepatu, tas dan keperluan lainnya ditenteng di tangan. Tidak itu saja, tak jarang para guru ini harus menentang maut dengan kondisi yang ada.

Lihat Video : Perjuangan Para Guru Kesekolah Tempuh Jalan Berlumpur dan Menantang Maut

Diceritakan Hifziah, untuk menuju ke sekolah yang berada di seberang sungai tempat ia tinggal tersebut, pertama harus berjalan melintasi jalan setapak sejauh 1 KM untuk sampai ke dermaga, dan inipun ditempuh dengan jalan berlumpur dan kondisi dermaga yang sangat memprihatinkan serta jauh dari kata aman.

Kemudian para guru ini melanjutkan perjalanan menyebrangi sungai dengan menaiki perahu kecil yang tiap saat disewa oleh mereka. Setelah berhasil menempuh perjalanan air yang cukup jauh hingga sampai ke dermaga seberang yang kondisi dermaganya tak jauh berbeda dengan dermaga pertama, kemudian para guru kembali melakukan perjalanan dengan berjuang berjalan melewati tanah berlumpur. Tidak itu saja, selanjutnya para guru harus memanjat jembatan pelintasan untuk dapat sampai ke lokasi sekolah. Hal ini serupa juga terjadi saat pulang.

“Dari rumah nyeker dan berjalan di lumpur, nyampe dermaga seberang kami nyeker lagi karena lumpur juga. Terus kami harus manjat jembatan dan itu sangat mengerikan pak, begitu setiap hari pak, pulang dan pergi,” cerita Hifziah.

Walau harus rela menaruhkan nyawanya tersebut, Hifziah dan para guru ini tetap semangat untuk mengabdikan hidupnya untuk sebuah ilmu yang berguna kepada para anak-anak yang membutuhkan pendidikan sekolah. Selama 10 tahun tetap ikhlas menjalani dan tidak pernah mengeluh demi memberikan ilmu kepada para siswa yang berjumlah 40 orang di SD Negeri tersebut. Padahal Hifziah hanyalah seorang guru honorer yang gajinya tidak seberapa.

“Saya ikhlas pak, sudah 10 tahun saya jalani seperti ini, demi memberikan ilmu kepada anak-anak,” ungkap Hifziah.

Namun begitu, perhatian pemerintah tetap diharapkan oleh para guru ini, setidaknya untuk memperbaiki fasilitas perjalanan dan kesejahteraan para guru.

“Kami tetap berharap pemerintah memperhatikan kami, perhatikan kondisi jalan yang kami tempun, juga kesejahteraan kami para guru," lirih Hifziah. (kjcom)


Tag : #Guru #Hari Guru Nasional #mengajar #lumpur #menantang maut #PGRI #Huru Honorer #jalan lumpur #jambi #tungkal #tanjjabar #perjuangan guru



Berita Terbaru

 

Bursa Inovasi Desa
Rabu, 26 September 2018 19:00 WIB

Bupati Syahirsah: Ingin Majukan Daerah, Majukanlah Desa


Kajanglako.com, Batanghari - Acara Bursa Inovasi Desa (BID) secara resmi dibuka Bupati Batanghari, Ir Syahirsah Sy, Rabu (26/9).   Acara yang dipusatkan

 

Rabu, 26 September 2018 18:45 WIB

Tim Kesenian Batanghari Tampil Memukau di Festival Batanghari


Kajanglako.com, Jambi - Tim Kesenian Kabupaten Batanghari di bawah binaan Yunninta Syahirsah, yang bernaung di Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Batanghari

 

Pemilu 2019
Rabu, 26 September 2018 15:34 WIB

Masuk 4 Besar Indonesia, Sarolangun Paling Rawan Konflik di Pileg 2019


Kajanglako.com, Jambi - Hasil dari kesimpulan Bawaslu RI, Kabupaten Sarolangun salah satu daerah yang menjadi sorotan pada Pemilihan Legislatif 2019 mendatang.    Sorotan

 

Rabu, 26 September 2018 12:15 WIB

Bacakan Visi Misi MANTAP, Al Haris Ajak Fauzi dan Nalim Bangun Merangin


Kajanglako.com, Merangin - Bupati dan Wakil Bupati Merangin, Al Haris-Mashuri, Rabu (26/9), membacakan visi dan misi membangun Merangin 2018-2023.   Visi

 

Rabu, 26 September 2018 12:03 WIB

Santriwati Korban Nikah Paksa Habib Bahrun Datangi Polres Batanghari


Kajanglako.com, Batanghari - Sekira pukul 10.00 WIB, Rabu (26/9), P Batubara dengan anaknya MG (18) korban ataupun santriwati yang pernah bernaung di Pondok