Senin, 21 Januari 2019


Kamis, 23 November 2017 19:13 WIB

Miris! Selama 10 Tahun, Para Guru Ini Tempuh Jalan Berlumpur dan Menantang Maut Kesekolah

Reporter : Redaksi
Kategori : Ragam Features Berita Pendidikan

Jalan berlumpur harus ditempuh Guru SD 81 Tanjabbar

Kajanglako.com, Tanjung Jabung Barat – “Iya pak, setiap hari kami pergi mengajar kesekolah harus menempuh jalan berlumpur. Tidak itu saja, bahkan kami menantang maut dengan kondisi perjalanan seperti itu”, ungkap Ibu Hifziah secara ekslusive kepada Kajanglako.com melalaui telepon selularnya.

Hifziah merupakan salah satu guru honorer dari delapan guru yang mengajar di Sekolah Dasar (SD) Negeri 81 Desa Mekar Alam, Kecamatan Seberang Kota, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi.



Setiap hari dan hampir sepuluh tahun lamanya mengajar di sekolah tersebut, kedelapan guru termasuk kepala sekolah ini harus menempuh jalan yang sulit untuk sampai ke sekolah tempat mereka mengajar. Para pahlawan tanpa tanda jasa ini, harus melalui jalanan berlumpur dengan sepatu, tas dan keperluan lainnya ditenteng di tangan. Tidak itu saja, tak jarang para guru ini harus menentang maut dengan kondisi yang ada.

Lihat Video : Perjuangan Para Guru Kesekolah Tempuh Jalan Berlumpur dan Menantang Maut

Diceritakan Hifziah, untuk menuju ke sekolah yang berada di seberang sungai tempat ia tinggal tersebut, pertama harus berjalan melintasi jalan setapak sejauh 1 KM untuk sampai ke dermaga, dan inipun ditempuh dengan jalan berlumpur dan kondisi dermaga yang sangat memprihatinkan serta jauh dari kata aman.

Kemudian para guru ini melanjutkan perjalanan menyebrangi sungai dengan menaiki perahu kecil yang tiap saat disewa oleh mereka. Setelah berhasil menempuh perjalanan air yang cukup jauh hingga sampai ke dermaga seberang yang kondisi dermaganya tak jauh berbeda dengan dermaga pertama, kemudian para guru kembali melakukan perjalanan dengan berjuang berjalan melewati tanah berlumpur. Tidak itu saja, selanjutnya para guru harus memanjat jembatan pelintasan untuk dapat sampai ke lokasi sekolah. Hal ini serupa juga terjadi saat pulang.

“Dari rumah nyeker dan berjalan di lumpur, nyampe dermaga seberang kami nyeker lagi karena lumpur juga. Terus kami harus manjat jembatan dan itu sangat mengerikan pak, begitu setiap hari pak, pulang dan pergi,” cerita Hifziah.

Walau harus rela menaruhkan nyawanya tersebut, Hifziah dan para guru ini tetap semangat untuk mengabdikan hidupnya untuk sebuah ilmu yang berguna kepada para anak-anak yang membutuhkan pendidikan sekolah. Selama 10 tahun tetap ikhlas menjalani dan tidak pernah mengeluh demi memberikan ilmu kepada para siswa yang berjumlah 40 orang di SD Negeri tersebut. Padahal Hifziah hanyalah seorang guru honorer yang gajinya tidak seberapa.

“Saya ikhlas pak, sudah 10 tahun saya jalani seperti ini, demi memberikan ilmu kepada anak-anak,” ungkap Hifziah.

Namun begitu, perhatian pemerintah tetap diharapkan oleh para guru ini, setidaknya untuk memperbaiki fasilitas perjalanan dan kesejahteraan para guru.

“Kami tetap berharap pemerintah memperhatikan kami, perhatikan kondisi jalan yang kami tempun, juga kesejahteraan kami para guru," lirih Hifziah. (kjcom)


Tag : #Guru #Hari Guru Nasional #mengajar #lumpur #menantang maut #PGRI #Huru Honorer #jalan lumpur #jambi #tungkal #tanjjabar #perjuangan guru



Berita Terbaru

 

Senin, 21 Januari 2019 13:51 WIB

Tinjau Jalan Setapak, Ihsan Yunus juga Silaturahmi dan Serap Aspirasi Warga Legok


Kajanglako.com, Jambi - Anggota DPR RI Dapil Jambi, Ihsan Yunus, Juma'at (18/1) lalu, meninjau bantuan jalan setapak yang pernah diberikan untuk masyarakat

 

Senin, 21 Januari 2019 12:27 WIB

Polemik Kenaikan Tarif PDAM, Maulana: Kebijakan Pak Wali, Tanya ke Beliau


Kajanglako.com, Jambi - Persoalan kenaikan tarif PDAM Tirta Mayang Kota Jambi yang mencapai 100 persen, kini telah disidangkan di Pengadilan Negeri Jambi.

 

Senin, 21 Januari 2019 12:14 WIB

3 Santri Kabur, Pengurus Ponpes Diniyah Baru Tahu saat Orangtua Menjenguk


Kajanglako.com, Bungo - Diduga akibat keteledoran Yayasan Pondok Pesantren Diniyah, Perumnas, Kabupaten Bungo. 3 orang santri kabur dan meninggalkan Ponpes

 

Senin, 21 Januari 2019 12:11 WIB

Nekat Langkahi Garis Polisi, Warga Tantang Bahaya Lihat Reruntuhan Ruko Ambruk dari Dekat


Kajanglako.com, Merangin - Meski sudah hampir sepekan ambruknya Ruko 10 pintu di sekitar Bukit Tiung, Bangko. Ternyata masih saja banyak warga yang penasaran

 

Senin, 21 Januari 2019 12:07 WIB

Besok Zola dan Fachrori Diberhentikan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur


Kajanglako.com, Jambi - Pemprov Jambi telah mengantongi SK pemberhentian Zumi Zola sebagai Gubernur Jambi periode 2016-2021 dari Mendagri, SK itu dijemput