Sabtu, 24 Oktober 2020


Jumat, 16 Oktober 2020 11:42 WIB

Dugaan Mark Up Rigid Beton Desa Lidung Berbuntut Panjang, Kejari Kejar dan Periksa Herman Cs

Reporter : Riadi
Kategori : Berita Daerah Hukrim

Foto: RIadi

Kajanglako.com, Sarolangun - Dugaan adanya penyimpangan pembangunan jalan rigid beton sepanjang 840 meter yang bersumber dari dana desa di Desa Lidung berujung pada pemeriksaan oleh Kejaksaan Negeri Sarolangun.

Jalan rigid beton yang dibangun sejak tahun 2019 yang menelan biaya anggaran sebesar Rp 627.601.900 dengan lebar 3 meter dan panjang 840 meter yang dikeluhkan warga lidung karena kualitas jalan yang tidak baik berbuntut panjang.



Herman selaku kuasa pengguna anggaran saat itu diperiksa kejaksaan negeri sarolangun, diakuinya bahwa dirinya beserta bendahara desa dipanggil Kejari dan dimintai keterangan terkaitan dengan dugaan adanya mark up anggaran tersebut.

Kata Herman, semua sudah diperiksa bahkan Kejari turun ke lokasi memeriksa fisik jalan rigid beton tersebut. Tidak hanya itu, terkait adanya kuitansi penerimaan seluruh biaya tahap ketiga yang dicairkan pejabat kades telah diterima kejaksaan.

"Semua sudah diperiksa, tim telah turun dan kuitansi penerimaan uang tahap ketiga pun telah diterima kejaksaan," sebut Herman, emosi.

“Semua sudah ditangan Kejari, mau apo lagi? Inikan tindak lanjut dari berita sebelumnya, tidak ada lagi yang harus dijelaskan semua sudah diperiksa," kata Herman dengan nada keras.

Sebelumnya Hairin Pejabat Kades Lidung menggantikan Herman sejak akhir tahun 2019 turut diperiksa Kejaksaan Negeri Sarolangun dan dimintai keterangan di masa dirinya menjabat.

"Saya dipanggil Kejari dan dimintai keterangan terkait jalan rigid beton tersebut," jelas Hairin.

Tidak hanya kedua orang kuasa penggunaan anggaran Desa Lidung saja yang diperiksa Kejari. Kejari bahkan telah mengumpulkan data dan keterangan. Sedikitnya 10 orang yang terlibat langsung turut diperiksa, bahkan Kasi di BPKAD Sarolangun turut dimintai keterangan.

"Terdapat 10 saksi yang telah kita periksa dan saat ini masih kita kaji,apakah ada indikasi mengarah pada penyimpangan," jelas Haris, Kasi Pidsus Kejari Sarolangun.

Haris saat ditemui di depan kantor Kejari Sarolangun usai sholat Zuhur menyebutkan, saat ini pihaknya masih melakukan pengkajian. Bila ada yang mengarah pada penyimpangan, bisa saja akan diminta mengembalikan kerugian uang negara tersebut.

"Kita bisa saja minta mengembalikan kerugian negara namun sejauh ini kita harap bersabar dahulu sebelum tuntas pemeriksaan ini," ujarnya. (Kjcom)


Tag : #Sarolangun #Mark Up #Desa #Dana Desa



Berita Terbaru

 

Sabtu, 24 Oktober 2020 07:59 WIB

Cek Endra ke Milenial: Generasi Muda adalah Masa Depan Jambi, Kami Prioritaskan Program Khusus Anak Muda


Kajanglako.com, Jambi - Calon Gubernur Jambi nomor urut satu, H Cek Endra, mengajak kaum milenial untuk lebih peduli lagi terhadap kemajuan dan pembangunan

 

Jumat, 23 Oktober 2020 22:06 WIB

Jenazah Tertahan di RSI Arafah Jambi, 7 Hari Hasil Swab Tidak Kunjung Keluar


Kajanglako.com, Jambi  - Pihak keluarga jenazah M Ridwan (55) dan puluhan warga Plamboyan Kelurahan Legok, Kecamatan Telanaipura, mendatangi rumah

 

Jumat, 23 Oktober 2020 21:59 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan 8 Orang Sebagai Tersangka Kebakaran Kejagung


Kajanglako.com, Jambi  - Bareskrim Polri menetapkan delapan tersangka kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung). Delapan tersangka itu

 

Jumat, 23 Oktober 2020 21:55 WIB

Kapolda Jambi Tegaskan Tidak Ada Ampun Anggota Terlibat Narkoba


Kajanglako.com, Jambi - Kapolda Jambi Irjen Pol Firman Shantyabudi menegaskan, tidak ada ampun bagi anggota kepolisian di jajaran Polda Jambi yang terlibat

 

Jelang Pilgub Jambi 2020
Jumat, 23 Oktober 2020 18:19 WIB

Makan Siang Bersama Usai Shalat Jumat, Cek Endra Didoakan Menang oleh Imam Masjid


Kajanglako.com, Sarolangun – Dukungan dan doa kepada Calon Gubernur Jambi nomor urut sat uterus mengalir. Kali ini doa agar Cek Endra menjadi Gubernur