Selasa, 27 Oktober 2020


Minggu, 23 Agustus 2020 19:45 WIB

Ekspedisi Militer Belanda ke Djambi (3)

Reporter :
Kategori : Telusur

Oleh: Frieda Amran (Antropolog. Mukim di Belanda)

Batas waktu yang diberikan Belanda kepada Sultan Jambi jatuh tanggal pada 4 September 1858. Sekitar pk 14.00, serombongan kepala-kepala adat, utusan Sultan, naik ke kapal untuk menemui Komisaris pemerintahan. Mereka mengusulkan untuk menunda pertempuran karena Sultan masih bersedia berunding. Di mata Belanda, sikap berdamai itu bertentangan dengan banyaknya kegiatan membangun pertahanan di ibukota. Mereka menduga bahwa Sultan hanya berusaha menunda-nunda untuk mendapatkan waktu menyempurnakan pertahanan wilayahnya.



Namun demikian, Belanda menyetujui usul itu dan memberikan tambahan waktu 24 jam lagi. Tambahan waktu itu tidak disia-siakan oleh Sultan. Ketika matahari terbenam sampai malam, mulai terdengar suara gong yang terus-menerus dipukul. Meriam pun ditembakkan beberapa kali. Gong dan tembakan meriam itu rupanya panggilan dari kraton agar rakyat berkumpul.

Tanggal 5 September. Belum juga ada kabar dari Sultan. Belanda memutuskan untuk mendatangi kraton pagi-pagi. Sebelum matahari terbit, pasukan-pasukan Belanda turun ke darat. Operasi itu berjalan dalam senyap, sampai-sampai awak kapal Regina Maris pun tidak mendengar perginya pasukan-pasukan itu. Setengah jam kemudian, Kroesen telah berhasil menguasai hutan di dekat tempat pendaratan. Bouricius, bersama dua serdadu, berangkat mencari jalan paling baik menuju pertahanan Jambi yang terdepan. Menjelang pk 06.30 seluruh pasukan telah mendarat dan siap merangsek maju.

Bouricius kembali dan melaporkan bahwa ia berhasil mencapai pos penjagaan di dekat pertahanan pertama setelah melewati daerah kosong dan sebuah jalan setapak. Tampaknya, Sultan Jambi lebih banyak mengarahkan perhatian pada armada kapal Belanda. Namun demikian, pendaratan pasukan-pasukan Belanda pagi itu pun luput dari perhatiannya.

Mayor van Langen memberi aba-aba untuk maju. Kapal-kapal perang Belanda mengepulkan uap dan mulai bergerak di sungai. Kapal Celebes dipimpin oleh Kapten-Letnan Courrier di depan; Laksamana van Kinsbergen di atas perahu bersenjata yang ditambang di belakangnya dan akhirnya kapal Onrust yang juga menambang sebuah perahu bersenjata. Garis depan (di darat) pun maju. Tiga orang penembak tepat sebagai anak panahnya. Beberapa langkah di belakang mereka: Kroesen, Backerus, Bouricius dan Pluim Mentz.

Medan yang dihadapi awalnya hampir tak dapat ditembus, namun semakin jauh mereka maju, semakin terbuka. Hutan dan semak-belukar menghalangi pandangan, namun dari balik kerindangan pepohonan, mereka masih dapat mendengar suara kapal-kapal uap mereka bergerak di sungai. Mereka juga mendengar suara tembakan dari kapal-kapal itu, suara orang memberikan aba-aba menembak dalam bahasa Belanda dan teriak garang dari musuh mereka, orang Jambi. Suara-suara itu menandakan bahwa jalan yang ditempuh memang sesuai dengan yang hendak dituju. Pasukan-pasukan Belanda itu terus bergerak paralel dengan aliran sungai.

Kapal Celebes dengan meriam 30 pon berlaras ganda menembak ke arah benteng yang pertama. Tembakan ini dibalas gencar dari benteng. Tetapi, tembakan dari Celebes segera disambung dengan berondongan tembakan dari kapal di belakangnya dan dibalas pula oleh orang Jambi. Perlahan-lahan, kapal-kapal itu semakin mendekati benteng kedua yang terletak agak tinggi. Armada Belanda itu terperangkap dalam desing peluru dari benteng pertama dan kedua di tepian kiri dan kanan. Namun, akhirnya tak ada lagi tembakan yang datang dari keduanya. Pada saat itu, di kapal Celebes sudah tiga orang luka-luka berat dan di kapal Kinsbergen, dua orang terluka berat.

Sementara itu, pasukan-pasukan di darat sudah ada di dekat pertahanan pertama. Kroesen mengangkat tangan, mengisyaratkan agar pasukan-pasukan itu menghentikan langkah, mengatur posisi lebih rapat lalu maju lagi agar dapat mendekati benteng itu dari arah belakang. Dari posisi ini, Kroesen mengatur pasukan dan memerintahkan untuk menembak. Ia hanya bermaksud untuk membantu dan menambah tembakan-tembakan dari kapal. Kroesen tidak berniat untuk memulai pertempuran di darat dengan orang-orang di benteng itu. Yang direncanakannya adalah menyerang benteng dengan menggunakan bayonet bila dan pada saat perlawanan orang di benteng mulai kacau oleh berondongan tembakan dari kapal.

Kroesen tidak harus menunggu lama. Ia berteriak dan di garis depan, ia memimpin pasukan-pasukannya menyerang benteng. Orang di benteng itu dikejutkan oleh serangan tiba-tiba dari arah belakang benteng, tetapi mereka cepat bereaksi dan sigap mempertahankan diri. Mereka terpukul mundur, tetapi berhasil mengatur posisi lagi dan kembali membalas serangan Belanda. Lalu, mereka terpukul sekali lagi, mengatur posisi lagi dan kembali menyerang dan terpaksa mundur sekali lagi. Kali ini, mereka tak berhasil lagi memukul Belanda. Segera saja, mereka meninggalkan benteng itu dan melarikan diri ke benteng yang kedua.

Namun, Kroesen cepat memerintahkan pasukannya untuk memasuki benteng kedua itu bersamaan dengan  orang yang berusaha menyelamatkan diri ke dalam benteng. Tak ada harapan lagi untuk pasukan-pasukan Sultan. Peluru dan bayonet Belanda menewaskan pejuang-pejuang yang paling berani. Benteng kedua pun jatuh ke tangan Belanda. Tak lama kemudian, mereka berhasil menaklukkan benteng ketiga.

Walau berhasil menguasai ketiga benteng Sultan, namun pasukan-pasukan Belanda di darat terpencar-pencar. Kroesen memerintahkan untuk berhenti dan berkumpul lagi. Ia yakin takkan dapat merangsek maju lagi bila pasukan-pasukannya belum kembali menyatu.

*Pustaka Acuan: WA van Rees. Eenige Krijgstogten op de Buitenbezittingen. Arnhem: DA Thieme. 1866. (Hal. 159-176)


Tag : #telusur #belanda #kesultanan jambi #naskah klasik belanda



Berita Terbaru

 

Senin, 26 Oktober 2020 16:58 WIB

Di Mandiangin, Tim Haris-Sani Tak Gentar Berjuang dan Tim Koalisi Partai Makin Solid


Kajanglako.com, Sarolangun - Tim Pemenangan Haris-Sani Kecamatan Mandiangin, tak gentar berjuang untuk Haris-Sani meski di Sarolangun terdapat kandidat

 

Pandemi Covid 19
Senin, 26 Oktober 2020 16:23 WIB

Vaksin yang Paling Umum Dicari Saat Covid-19


Kajanglako.com - Pemberian vaksin memang harus diperhatikan, tidak hanya untuk balita atau anak-anak namun juga untuk orang dewasa. Sistem imun sebetulnya

 

Jelang Pilgub Jambi 2020
Senin, 26 Oktober 2020 16:15 WIB

Fachrori-Syafril Siap Libatkan Perguruan Tinggi Bangun Jambi


Kajanglako.com, Jambi – Bersama Fachrori Umar, Calon Wakil Gubernur Jambi Syafril Nursal menyatakan akan melibatkan Perguruan Tinggi, dalam pembangunan

 

Jelang Pilgub Jambi 2020
Senin, 26 Oktober 2020 16:04 WIB

Program Unggulan Cek Endra-Ratu Munawaroh, Misi #1


Kajanglako.com, Jambi – Mewujudkan Jambi CERAH 2024, menjadi visi besar pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi, Cek Endra – Ratu

 

Jelang Pilgub Jambi 2020
Senin, 26 Oktober 2020 14:04 WIB

Visi Misi Jambi Berkah: Kemajuan dan Kesejahteraan Masyarakat Jambi


Kajanglako.com, Jambi – Debat pertama Calon Gubernur pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi tahun 2020, yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan