Selasa, 27 Oktober 2020


Minggu, 09 Agustus 2020 04:39 WIB

Ekspedisi Militer Belanda ke Djambi

Reporter :
Kategori : Telusur

Oleh: Frieda Amran (Antropolog. Mukim di Belanda)

Willem Adriaan van Rees (1820-1898) sebetulnya merupakan perwira militer KNIL yang ditugaskan ke Hindia-Belanda pada tahun 1841. Dalam karirnya, ia akhirnya menjadi politikus. Namun, yang membuat namanya dikenal adalah hobinya, yaitu menulis. Karya tulisnya terutama berkaitan dengan aksi-aksi militer di Hindia-Belanda di abad ke-19. Salah satu dari banyak tulisannya adalah buku berjudul De pioniers der beschaving in Nederlands Indië. Verhaal van enige krijgstochten op de buitenbezittingen atau Pionir Peradaban di Hindia-Belanda: Kisah mengenai Beberapa Peperangan di Daerah-daerah Luar (Jawa). Dua bab di dalam buku yang terbit pada tahun 1866 itu mengulas tentang peperangan di antara Belanda dan Kesultanan Jambi. Dalam bahasa Indonesia, bab pertama yang akan diolah di sini berjudul: ‘Sebab-Musabab Peperangan dengan Jambi, Susunan Ekspedisi Militer, Aksi-aksi di Bulan Pertama, Rencana Serangan’. Inilah yang akan kita simak bersama.



Menurut van Rees, Sulthan Ratoe Taha Sifoedin yang berkuasa di Kesultanan Djambi sejak tahun 1856, sejak awal penobatannya sudah menunjukkan sikap memusuhi Belanda. Ia pun tidak ragu-ragu menunjukkan bahwa dirinya tidak berminat memperpanjang kontrak yang telah ditandatangani oleh Sultan Mohamad Tahar Oedin pada tahun 1834.

Pemerintah (Hindia)-Belanda tidak dapat lagi mengabaikan begitu saja salah satu kesultanan terbesar di pesisir timur Sumatra. Pada tahun 1850, ketika terjadi pemberontakan di Palembang, (walau masih terikat kontrak dengan mereka) Sang Sultan menentang Belanda dengan menyediakan Jambi sebagai tempat penyimpanan senjata dan persembunyian para pemberontak Palembang. Walau sikap ini dicatat dan tidak disetujui oleh Belanda, mereka membiarkannya saja.

Awalnya Belanda berusaha membujuk sultan baru itu untuk mengakui kekuasaan Belanda. Mereka juga berusaha membujuknya untuk memerintah sesuai kontrak yang dibuat. Pertama-tama, pejabat Belanda di Moeara Koempeh yang ditugaskan mendekati Sultan; lalu dua orang lagi diutus pula ke Jambi. Upaya ketiga orang itu tak berhasil sama sekali. Bagi Belanda, tak ada jalan lain. Mereka harus menjalankan ekspedisi militer untuk mempertahankan kekuasaannya.

Ekspedisi militer itu dilaksanakan oleh angkatan darat yang terdiri dari 4 kompi dari batalyon infantry, satu detasemen terdiri dari 35 serdadu artileri, empat serdadu mortar, satu detasemen yang terdiri dari 25 ‘sappeur’ (mereka bertanggung jawab menyiapkan konstruksi-konstruksi ekspedisi—kini tugas ini dijalankan oleh pasukan zeni), bendahara, dan perwira-perwira medik/kesehatan. Angkatan laut mengirimkan armada yang terdiri dari 3 buah kapal perang dan dua buah perahu bersenjata. Armada angkatan laut itu diperkuat oleh sebuah kapal uap (ZM Groningen), empat buah kapal dagang—Celebes, Onrust, Admiraal van Kinsbergen. Beberapa kapal disewa untuk memperkuat armada itu: Bennet dan ditambah lagi dengan beberapa kapal dagang: Wilhelmina Lucia, Regina Maris, Acadia dan Jawa. Tiga kapal yang pertama untuk mengangkut serdadu, satu kapal (Acadia) difungsikan sebagai kapal medik dan kapal yang terakhir (Jawa) untuk membawa keperluan pangan dan batu bara).

Mayor van Langen memimpin ekspedisi; Kapten-Letnan laut Courier Dubicart menjadi komandan lapangan dan Couperus, Residen Palembang yang juga ikut dalam ekspedisi itu, bertugas sebagai Komisaris Pemerintah. Selain serdadu dan perwira militer, 200 orang kuli dibawa dari Palembang. Satu kompi infanteri yang membawa dua buah mortir berangkat dari Palembang ke Djambi melalui sungai. Pasukan-pasukan lainnya, berangkat dari Batavia. Dalam perjalanan, mereka merapat sebentar di Muntok, lalu memasuki Sungai Jambi menuju Moeara Koempeh dan Djambi. Menurut rencana, setiba ekspedisi itu di Djambi, sebuah manifes akan dikirimkan kepada sultan. Ia diberi waktu 2 X 24 jam (dua hari) untuk menyerahkan diri dan menyatakan takluk pada Belanda. Bila itu tak dilakukannya, Belanda akan menyerang.

Pada tanggal 30 Juli berangkatlah kapal yang pertama dari Batavia, menuju Palembang. beberapa hari kemudian, 5 Agustus, berangkat pula kapal-kapal lainnya, menuju Muntok. Sore hari, tanggal 8 Agustus, mereka tiba di Muntok dan melepas jangkar untuk menunggu kapal Celebes (yang berlayar ke Palembang). Keesokan harinya, kapal Admiraal van Kinsbergen berangkat ke Palembang untuk menjemput kapal yang ditunggu-tunggu itu. Ternyata kapal Celebes belum meninggalkan Palembang karena masih harus menunggu/mencari kuli-kuli yang diharapkan ikut ekspedisi. Selama 8 delapan hari, armada dan pasukan ekspedisi terpaksa menganggur di Muntok menunggu kuli dan kapal-kapal dari Palembang, yang akhir baru tiba di Muntok pada tanggal 16 Agustus.

Para petinggi ekspedisi memutuskan bahwa seluruh armada dan pasukan akan berangkat segera keesokan harinya, pada tanggal 19 Agustus 1856.

*Pustaka Acuan: WA van Rees. Eenige Krijgstogten op de Buitenbezittingen. Arnhem: DA Thieme. 1866. (Hal. 159-176).


Tag : #Telusur #Naskah Klasik Belanda #Willem Adriaan van Rees #KNIL #Sultan Taha #Jambi



Berita Terbaru

 

Senin, 26 Oktober 2020 16:58 WIB

Di Mandiangin, Tim Haris-Sani Tak Gentar Berjuang dan Tim Koalisi Partai Makin Solid


Kajanglako.com, Sarolangun - Tim Pemenangan Haris-Sani Kecamatan Mandiangin, tak gentar berjuang untuk Haris-Sani meski di Sarolangun terdapat kandidat

 

Pandemi Covid 19
Senin, 26 Oktober 2020 16:23 WIB

Vaksin yang Paling Umum Dicari Saat Covid-19


Kajanglako.com - Pemberian vaksin memang harus diperhatikan, tidak hanya untuk balita atau anak-anak namun juga untuk orang dewasa. Sistem imun sebetulnya

 

Jelang Pilgub Jambi 2020
Senin, 26 Oktober 2020 16:15 WIB

Fachrori-Syafril Siap Libatkan Perguruan Tinggi Bangun Jambi


Kajanglako.com, Jambi – Bersama Fachrori Umar, Calon Wakil Gubernur Jambi Syafril Nursal menyatakan akan melibatkan Perguruan Tinggi, dalam pembangunan

 

Jelang Pilgub Jambi 2020
Senin, 26 Oktober 2020 16:04 WIB

Program Unggulan Cek Endra-Ratu Munawaroh, Misi #1


Kajanglako.com, Jambi – Mewujudkan Jambi CERAH 2024, menjadi visi besar pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi, Cek Endra – Ratu

 

Jelang Pilgub Jambi 2020
Senin, 26 Oktober 2020 14:04 WIB

Visi Misi Jambi Berkah: Kemajuan dan Kesejahteraan Masyarakat Jambi


Kajanglako.com, Jambi – Debat pertama Calon Gubernur pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi tahun 2020, yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan